Anda di halaman 1dari 10

PERADILAN DALAM HUKUM PAJAK

HUKUM PAJAK DIBEDAKAN: 1. Hukum Administrasi Umumnya berupa sanksi administrasi, baik berupa bunga, denda, tambahan pokok pajak, maupun kenaikan dan dijatuhkan oleh fiskus. Berkaitan dengan masalah-masalah ketidaktaatan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban. 2. Hukum Pidana Dapat berupa denda pidana maupun hukuman penjara dan dijatuhkan oleh hakim. Berkaitan dengan perbuatan-perbuatan yang dapat dikaegorikan sebagai kejahatan, sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, memalsukan dokumen.

PERADILAN ADMINISTRASI PAJAK 1. Peradilan Administrasi Tidak Murni Karena dalam peradilan ini hanya melibatkan dua pihak wajib pajak dan pihak fiskus tanpa melibatkan pihak ketiga yang independen. Wajib pajak dapat mengajukan keberatan. 2. Peradilan Administrasi Murni Peradilan yang melibatkan tiga pihak, yaitu wajib pajak, fiskus, dan hakim yang mengadili. Wajib pajak dan fiskus adalah pihak yang bersengketa, sedangkan hakim atau majelis hakim adalah pihak yang akan memutuskan sengketa tersebut.

KEBERATAN DAN BANDING KEBERATAN Dasar hukumnya pasal 25 Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Jika Wajib pajak merasa kurang puas atas suatu keputusan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemungutan oleh pihak ketiga, maka wajib pajak dapat mengajukan keberatan kepada Dirjen Pajak melalui KPP dimana wajib pajak terdaftar.

Wajib pajak dapat mengajukan keberatan atas suatu: Surat ketetapan pajak kurang bayar Surat ketetapan pajak kurang bayar tambahan Surat ketetapan pajak lebih bayar Surat ketetapan pajak nihil Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga

Pihak yang mengajukan keberatan adalah: Bagi wp badan oleh pengurus Bagi wp orang pribadi oleh wp yang bersangkutan Pihak yang dipungut oleh pihak ketiga Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir diatas dengan surat kuasa untuk mengajukan keberatan.

Syarat mengajukan keberatan: Diajukan pada KPP tempat wp terdaftar Diajukan secara tertulis Wp membayar sisa pajak Waktu pelunasan pajak satu bulan setelah banding Satu keberatan diajukan untuk satu jenis dan satu tahun pajak.

Jangka waktu pengajuan keberatan: Diajukan tiga bulan sesudah pengiriman surat ketetapan pajak dan pemungutan.

Untuk yang disampaikan langsung pada KPP dihitung tiga bulan sesudah pengiriman surat ketetapan pajak.

Jika dikirim melalui pos (pos harus tercatat) maka jangka waktu tiga bulan dihitung sejak pengiriman surat ketetapan pajak. Dengan tanda bukti pengiriman melalui kantor pos dan giro.

BANDING Dasar hukum Undang-undang No. 14 Tahun 2002 tentang pengadilan pajak (badan peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi wajib pajak atau penanggung pajak yang mencari keadilan terhadap sengketa pajak. Tugasnya adalah memutuskan sengketa pajak).

1. Sengketa pajak: sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara wajib pajak atau penanggung pajak dengan pejabat yang berwenang sebgai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan banding.

2. Banding: upaya hukum yang dapat dilakukan oleh wajib pajak atau penanggung pajak terhadap suatu keputusan yang dapat diajukan banding sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3. Gugatan: upaya hukum yang dapat dilakukan oleh wajib pajak atau

penanggung pajak terhadap pelaksana penagihan pajak. 4. Surat uraian banding: surat berbanding kepada pengadilan pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. 5. Surat tanggapan: surat dari tergugat kepada pengadilan pajak yang berisi tanggapan atas gugatan yang diajukan oleh penggugat. 6. Surat bantahan: surat dari pemohon banding kepada pengadilan pajak yang berisi bantahan atas surat uraian banding atau surat tanggapan. 7. Hakim tunggal: hakim yang ditunjuk oleh ketua untuk memeriksa dan memutuskan sengketa pajak. 8. Hakim anggota: hakim dalam suatu majelis yang ditunjuk oleh ketua untuk menjadi anggota dalam majelis. 9. Hakim ketua: hakim anggota yang ditunjuk oleh ketua untuk memimpin sidang. 10.Sekretaris, wakil sekretaris, dan sekretaris pengganti 11.Panitera, wakil panitera dan panitera pengganti

PENGADILAN PAJAK Berkedudukan di Ibukota negara. Susunannya terdiri dari pimpinan, hakim anggota, sekretaris, dan panitera. Hakim tidak boleh merangkap menjadi: Pelaksana keputusan pengadilan pajak Wakil, pegampun, atau pejabat yg terlibat dalam sengketa

Penasehat hukum Konsultan pajak Akuntan publik Pengusaha

PANITERA 1. Pengadilan pajak dipimpin seorang panitera. 2. Dibantu oleh seorang wakil panitera, dan beberapa orang panitera pengganti. 3. Pejabat (no 1 & 2) tidak boleh merangkap: Pelaksana putusan penggadilan pajak Wali, pengampun, pejabat yang berkaitan dengan sengketa pajak Penasehat hukum Konsultan pajak Akuntan publik Pengusaha

4. Pejabat (1 & 2) diberhentikan oleh menteri.

5. Pembinaan teknis panitera dilakukan oleh mahkamah agung.

KEKUASAAN PENGADILAN PAJAK 1. Tugas dan wewenang: memeriksa dan memutuskan sengketa pajak 2. Dalam hal banding: memeriksa dan memutus sengketa.
3. Memutuskan sengketa atas pelaksanaan penagihan pajak.

4. Pengadilan tingkat pertama dan terakhir dalam memutuskan sengketa.

SYARAT MENGAJUKAN BANDING 1. Diajukan dengan surat banding dalam bahasa Indonesia kepada pengadilan pajak. 2. Diajukan 3 bulan sejak diterimanya keputusan yang dibanding. 3. Jangka waktu tidak mengikat jika diluar kemampuan si pemohon 4. 1 keputusan = 1 surat banding 5. Diajukan dengan alasan yang jelas 6. Dilampirkan salinan keputusan yang dibanding 7. Pajak telah dibayarkan 75%
8. Dapat diajukan oleh wp, ahli warisnya, seorang pengurus, kuasa hukumnya

GUGATAN 1. Diajukan secara tertulis dalam bahasa indonesia 2. Jangka waktu 14 hari sejak tanggal pelaksanaan pajak
3. Keputusan diajukan satu surat penggugat

4. Gugatan yang telah dicabut tidak dapat diajukan kembali


5. Gugatan dapat diajukan surat pencabutan kepada pengadilan pajak

6. Tidak menunda dilaksanakannya penagihan pajak

PERSIAPAN PERSIDANGAN 1. Peradilan meminta surat uraian banding dalam jangka waktu 14 hari sejak diterima surat banding. 2. Dokumen susulan diserahkan 14 hari sebagaimana dimaksud seperti diatas. 3. Menyerahkan surat uraian banding: 3 bulan sejak dikirimnya surat uraian banding 1 bulan sejak tanggal dikirimnya surat tanggapan Salinan surat uraian banding dan tanggapan Dalam hal gugatan majelis hakim sudah memulai sidang dalam waktu 3 bulan

PEMERIKSAAN DENGAN ACARA BIASA 1. Dilakukan oleh majelis 2. Terbuka untuk umum 3. Pemeriksaan kelengakapan perkara sebelum pemeriksaan pokok 4. Kelengkapan dapat disrahkan saat persidangan 5. Hakim ketua menjelaskan masalah 6. Majelis menanyakan pada terbanding dan tergugat mengenai hal-hal yang dikemukakan 7. Saksi dipanggil ke pengadilan 8. Saksi wajib mengucapkan sumpah

PEMERIKSAAN DENGAN ACARA CEPAT

1. Dilakukan oleh majelis atau hakim tunggal 2. Terhadap: sengketa pajak, Gugatan yg tidak diputuskan Tidak dipnuhi salah satunya dalam putusan Bukan merupakan wewenang pengadilan pajak jika dengan

pertimbangan hukum 3. Sengketa pajak tertentu : banding atau gugatan yg tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

PEMBUKTIAN 1. Dapat berupa: Surat/tulisan Akta autentik Akta dibawah tangan Surat keputusan Surat-surat lain Keterangan ahli: pendapat orang yang diberikan dibawah sumpah dalam prsidangan tentang hal yang ia ketahui menurut pengalamannya. Keterangan saksi Pengakuan para pihak Pegetahuan hakim

2. Keadaan yang diketahui umum tidak perlu dibuktikan

PUTUSAN 1. Merupakan putusan akhir 2. Tidak dapat diajukan gugatan, banding atau kasasi 3. Diambil 6 bulan sejak surat banding diterima 4. Jangka dapat diperpanjang dalam hal khusus 5. Putusan pengadilan diucapkan dlam sidang terbuka

PELAKSANAAN PUTUSAN 1. Tdak memerlukan keputusan pejabat berwenang, kecuali peraturan

perundangan lain 2. Dilaksanakan 30 hari terutang sejak diterimanya putusan 3. Yang tidak melaksnakan akan dikenakan sanksi

PEMERIKSAAN PENINJAUAN KEMBALI 1. Hanya dapat dilakukan 1 kali 2. Tidak menangguhkan pelaksanaan keputusan pengadilan pajak 3. Dapat dicabut sebelum putusan, dan tidak dapat diajukan kembali

PENGAJUAN PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI ATAS SANKSI ADMINISTRASI PERPAJAKAN Berdasarkan pasal 25 UU KUP, tidak menyebutkan atas surat tagihan pajak. Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP menteri keuangan dapat menerbitkan keputusan peninjauan kembali.