Anda di halaman 1dari 3

Direktori Direktori adalah daftar orang atu lembaga, disusun secara sistematis biasanya dalam urutan abjad atau

subjek disertai dengan keternagan alamat, anggota organisasi dan profesi, pekerjaan dan sejenisnya. Pengertian direktori sendiri menurut ALA Glossary of Library and Information Science adalah koleksi rujukan yang memuat nama nama orang atau organisasi yang disusun secara sistematis, biasanya menurut abjad atau golongan, dilengkapi dengan alamat, kegiatan dan data lain. Sesuai dengan definisinya maka direktori digunakan untuk mencari informasi tentang: 1. Menemukan alamat atau nomor telepon perorangan atau lembaga 2. Nama lengkap seseorang atau perusahaan 3. Uraian deskriptif mengenai sebuah produk atau jasa yang ditawarkan sebuah produsen tertentu 4. Susunan direksi sebuah perusahaan, pengurus sebuah lembaga, pimpinan sebuah instansi Dilihat dari ruang lingkupnya direktori terbagi atas : 1. Direktori lokal al ; buku telepon dan direktori kota 2. Direktori pemerintah 3. Direktori kelembagaan 4. Jasa investasi 5. Direktori profesional 6. Direktori perdagangan dan bisnis Berikut ini adalah contoh buku petunjuk (direktori) yang bersifat umum: The World of Learning. London: Europa Publication, 1947. Buku Petunjuk Telepon. Sedangkan contoh buku petunjuk (direktori) yang bersifat khusus adalah sebagai berikut: American universities and colleges. 11th ed. Washington: American Council on Education, 1973. The American Library Directory. New York: R.R. Bowker Company, 1923 to date, biennial; bimonthly updating service.

Direktori Perpustakaan Indonesia. Jakarta: Lembaga Perpustakaan Dept. P dan K, 1972. Directory of Special Libraries and Information Centers. Detroit: Gale Research Company, 1963 to date, biennial, 3 vols.

Almanak dan Buku Tahunan Almanak dan buku tahunan memuat keterangan mengenai peristiwa, fakta dan informasi statistik, pengertian almanak sendiri adalah ikhtisar data dan statistik yang berhubungan dengan negara, unstansi, kejadian/peristiwa, subyek dan sebagainya. Informasi yang dimuat dalam almanak ini bisa bersifat informasi terbaru (current) dan dapat pula bersifat informasi masa lampau (retrospektif). Biasanya almanak diterbitkna setahun sekali (annual), tetapi ada juga almanak yang terbit dua tahun sekali (biannial). Berikut ini adalah contoh almanak yang bersifat umum: World almanac, and book of fact. New York: World almanac, 1868 to date (various publisher). Almanak Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik, 1968. Contoh almanak yang bersifat khusus Almanak industri 1978. Jakarta: Departemen Perindustrian, 1978. The Almanac of American Politic. New York: E.P. Dutton, 1972 to date, biennial.

Buku tahunan adalah ikhtisar yang terbit sekali dalam setahun dan berisi data data dan statistik yang ada pada tahun tersebut. Almanak juga memuat informasi data dan statistik yang ada pada tahun tersebut. Bedanya adalah pada almanac dimuat informasi retrospektif yang mungkin tidak dimuat oleh buku tahunan. Sedangkan buku tahunan yang diterbitkan dengan tujuan untuk merekam kegiatan negara, subyek atau bidang-bidang tertentu yang terjadi pada tahun tersebut. Berikut ini adalah contoh buku tahunan yang bersifat umum: Statistical Yearbook.. New York: United Nation, 1948 to date. Statistik Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik, 1957 sekarang. Fact on File Yearbook. New York: Fact on File, inc., 1940 to date, annual. Sedangkan contoh buku tahunan yang bersifat khusus adalah sebagai berikut: Demographic Yearbook. New York: United Nation, 1949 to date, annual. Statistik Pendidikan. Jakarta: BP3K.

Penelitian Ilmiah Sedangkan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsipprinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan, berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Metode ilmiah berlandaskan pada pemikiran bahwa pengetahuan itu terwujud melalui apa yang dialami oleh pancaindera, khususnya melalui pengamatan dan pendengaran. Sehingga jika suatu pernyataan mengenai gejala-gejala itu harus diterima sebagai kebenaran, maka gejala-gejala itu harus dapat di verifikasi secara empirik. Jadi, setiap hukum atau rumus atau teori ilmiah haruslah dibuat berdasarkan atas adanya bukti-bukti empirik. Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2023808-pengertian-penelitian-ilmiah-dannon/#ixzz1yBkEqGd8 http://ediblog27.blogspot.com/2011/05/bahab-rujukan-umumperpustakaan.html?zx=150b1e579b4d2742