Anda di halaman 1dari 2

Cedera Ekstensi strain ekstensi cukup sering ditemukan tetapi fraktur akut jarang terjadi.

nyeri punggung yang mendadak pada atlet angkat berat, pesenam atau atlet lain biasanya dikira prolap diskus dapat disebabkan oleh fraktur pars interartikularis (spondiolisis traumatik) fraktur ini terbaik dilihat pada sinar X oblik tetapi garis fraktur yang tipis mudah terlewatikan radio sintigrafi dapat memperlihatkan suatu tempat panas fraktur bilateral kadang-kadang mengakibatkan spondiolistesis. fraktur ini biasanya sembuh secara spontan asalkan pasien (biasanya wanita)untuk sementara meninggalkan olah raganya selama beberapa bulan Fraktur kompresi-baji sejauh ini, ini adalah fraktur vertebra tersering dan disebabkan oleh fleksi spinal dan biasanya ligamen posterior utuh; dalam kasus ini CT-scan memperlihatkan bahwa bagian posterior corpus vertebrae tidak patah, nyeri biasanya amat jelas tetapi fraktur stabil. tetapi yang terbaik adalah aktivitas. pasien dipertahankan di tempat tidur selama satu dua minggu hingga nyeri mereda tetapi dianjurkan melakukan latihan spinal sejak permulaan. sekali pasien bangun dari tempat tidur, suatu korset dapat memberikan kenyamanan dan keamanan tambahan. kalau ketinggian vertebra berkurang lebih dari 50% gaya mekanik yang mengenai bagian depan korpus vertebra akan sedemikian rupa sehingga mungkin akan terjadi kolaps yang lebih jauh. dalam beberap kasus, ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi neurologik dikemudian hari meskipun terapi komservatif dengan penyangga atau jaket gips dapat dilaksanakan, lebih baik melakukan koreksi dengan operasi dan fiksasi internal. fraktur remuk kompresi aksial yang hebat dapat meledakkan korpus vertebrae, menyebabkan kegagalan pada kolumna anterior dan pertengahan. komplek ligamen posterior tidak rusak tetapi fraktur harus dianggap tak stabil. bagian posterior korpus vertebrae hancur dan fragmen tulang dan diskus dapat bergeser ke kanalis spesialis. sinar X anteroposterior memperlihatkan tanda patognomonik berupa perluasan korpus vertebrae di sertai dengan peningkatn jarak interpendikular. CT scan akan memperlihatkan pergeseran fragmen tulang dan jaringan lunak ke posterior.

kalau tidak terdapat retropolusi tulang yang nyata atau kerusakan neurologik, cedera dapat diterapi dengan immobilisasi dalam jaket gips yang tidak dipasang dengan spina dalam posisi hiperekstensi tetapi pada posisi netral. setelah 6 minggu jaket gips ini dapat dengan aman diganti dengan jaket polietilen yang dapat dilepas dengan mandi dan tidur , 12 minggu kemudian dapat dilepas. kalau terdapat kerusakan neurologik, atau CT scan menunjukkan bahwa struktur saraf beresiko terhadap pergeseran fragmen tulang atau diskus diperluakn kompresi dan stabilisasi.