Anda di halaman 1dari 39

BAB VII KEPEMILIKAN TANAH DI MINANGKABAU..

A. KEPEMILIKAN ATAS TANAH.. 1. Hak adat.. Hak yang paling asasi pada manusia adalah hak atas jiwa, raga dan harta yang dimiliki.. Hak kepemilikan atas harta yang utama ialah hak atas tanah. Sering terjadi peperangan antar Negara karena pemilikan atas tanah perbatasan.. Perang Israel dan Palestina telah berpuluh tahun, serta telah menelan jutaan jiwa dan harta benda karena perebutan kepemilikan atas tanah.. UUD 45 pasal 33 ayat 3 negara Republik Indonesia (RI) menyatakan tanah air dan udara dan sumber daya alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara digunakan sebesar-besar manfaat untuk kemakmuran rakyat.. Untuk melaksanakan kekuasaan negara itu, negara membentuk lembaga, badan, dinas atau jawatan.. Kata dikuasai oleh negara itu berarti a. Negaralah yang menetapkan kepemilikan atas tanah b. Negaralah yang menetapkan rencana tata ruang (RTR) atas muka tanah.. Tata ruang itu dapat berupa daerah industri, daerah pemukiman, daerah penghijauan dll.. c. Negaralah yang menetapkan penggunaan dan perlindungan atas tumbuh-tumbuhan dan binatang dalam areal di atas tanah.. d. Negaralah yang menetapkan untuk perlindungan kepentingan umum seperti Daerah Milik Jalan (DMJ), Daerah Milik Sungai (DMS), Daerah Aliran Sungai (DAS), dll.. e. Negaralah yang menetapkan kelompok-kelompok bangunan pada daerah pemukiman (advise planning).. f. Negaralah yang menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB).... g. Negaralah yang mengawasi penggunaan dan perizinan atas tanah tersebut.. Untuk mengatur, mengurus dan mengawasi kekuasaan Negara itu, negara membentuk lembaga, badan, dinas atau jawatan.. UUD 45 pasal 18 mengakui adanya hak asal usul (hak tradisional menurut hukum adat), dalam penjelasan dinyatakan hak mempunyai pemerintahan bernagari.. Dalam Pemerintahan bernagari itu ada dua hal yang sangat penting, yaitu
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

285

hak pemilikan tanah menurut adat dan hak adat tentang peradilan.. Negara RI telah menerbitkan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA), Undang-undang No. 5 tahun 1960.. UUPA membagi hak tradisional tentang tanah adat menjadi hak ulayat masyarakat (milik bersama) adat dan hak milik (pribadi satu atau banyak orang) adat.. UUPA pasal 3 berbunyi hak ulayat masayarakat adat (diringkas dengan HUA) atau nama lain pelaksanaannya diperbolehkan.. UUPA pasal 5 berbunyi negara mengakui adanya Hak Milik Adat (HMA).. Yang dimaksud hak milik adat ialah hak pribadi banyak orang sesuai dengan hukum adat.. Selain dari pengakuan terhadap ulayat masyarakat adat dan hak milik adat itu negara menetapkan kepemilikan tanah terdiri dari Hak Milik (HM), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU).. Hak ulayat masyarakat adat dan hak milik adat setiap daerah berbeda-beda karena itu secara nasional tidak diatur dan tidak mungkin untuk diatur.. Hak tradisional dan hak adat itu harus diatur dengan Peraturan Daerah (Perda).. Tiap-tiap daerah di Indonesia ini pengaturannya berbeda-beda sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika. Kebanyakan Pemerintah Daerah tidak tanggap tentang ini.. Sudah lebih 40 tahun UUPA, Pemerintah Daerah masih belum menerbitkan Peraturan Daerah tentang hak ulayat masyarakat adat dan hak milik adat.. Hak ulayat masyarakat hukum adat sebagaimana tercantum dalam UUPA pasal 3, mempunyai pengertian yang sama dengan ulayat Nagari menurut hukum adat di Minangkabau.. Hak milik adat sebagaimana tercantum dalam UUPA pasal 5, mempunyai pengertian yang sama dengan ulayat kaum menurut hukum adat di Minangkabau.. Hak Ulayat Adat (HUA) dan Hak Milik Adat (HMA) lebih tinggi kedudukan hukumnya dari HGB dan HGU, karena HUA dan HMA dikokohkan dengan UUD, sedangkan HGB dan HGU dikokohkan hanya dengan UU saja.. Juga karenanya HGU dan HGB tidak dapat menggugurkan HUA atau HMA.. Hak (milik) ulayat masyarakat adat dan hak milik adat menurut Undang Adat Minangkabau terdiri dari ulayat nagari, ulayat rajo, ulayat kaum, ulayat suku, milik pribadi, milik faraidh dan milik wakaf dengan rumusan seperti di bawah ini.. a. Ulayat nagari ialah tanah, air dan kekayaan alam di dalamnya guna kepentingan bersama atau cadangan milik bersama masyarakat Nagari.. b. Ulayat rajo ialah ulayat bersama dua atau tiga Nagari di perbatasan...
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

286

c. Ulayat suku ialah tanah milik suku, milik pribadi anggota suku bersama-sama, diwarisi menurut garis matrilineal hukum adat Minangkabau.. d. Ulayat kaum ialah tanah milik pribdi bersama anggota kaum yang diwarisi menurut adat Minangkabau secara garis matrilineal.. e. Milik piribadi ialah tanah milik seseorang tanpa ada syarikat.. Milik pribadi diwariskan menurut hukum faraidh.. f. Milik faraidh ialah tanah warisan menurut hukum faraidh yang berasal dari milik pribadi yang belum dibagi.. g. Milik wakaf ialah tanah yang diwakafkan untuk kepentingan agama Islam.. 2. Kewenangan dalam kepemiliikan.. Dalam kata ulayat dan milik pada undang adat terkumpul 3 (tiga) kewenangan yaitu kewenangan pengaturan, kewenangan pengurusan, dan kewenangan pengawasan.. Dalam UUD 45 bertemu kata dikuasai (kekuasaan).. yang maksudnya berbeda dengan kewenangan dalam kepemilikan.. Untuk kekuasaan dalam kepemilikan dipakai istilah kewenangan munurut adat.. Kewenangan dalam kepemilikan meliputi kewenangan pengaturan, kewenangan pengurusan dan kewenangn pengawasan.. Dalam kewenangan pengurusan terdapat kewenangan pengelolan.. Kewenangan pengaturan lebih tinggi dari kewenanan pengawasan dan pengurusan.. Pengurusan dan pengawasan harus mengikuti aturan yang dibuat oleh pengatur.. Tugas pengatur meliputi membuat aturan tentang tata cara pengurusan, tata cara pengawasan dan tata cara pengelolaan.. Kewenangan pengawasan meliputi penerimaan dan pemberian laporan (reporting), mengevaluasi, serta meluruskan setiap adanya penyimpangan.. Tugas-tugas itu dijelaskan seperti di bawah ini.. a. Memeriksa ke lapangan (monitoring) atas kebenaran laporan yang diterima.. b. Evaluasi atas laporan yang ada (evaluating).. c. Tindakan pelurusan atas penyimpangan yang ada (conducting).. Kewenangan pengurus meliputi; melakukan tindakan untuk dan atas nama pemilik tentang segala sesuatu terhadap milik sesuai dengan aturan yang ditetapkan.. Termasuk padanya melakukan pengelolaan atau menunjuk pengelola atau membuat perjanjian pengelolaan dengan pihak lain.. Tidak
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

287

termasuk dalam kewenangan pengurus merubah status kepemilikan atau menjaminkannya.. Untuk mengubah status dan atau menjaminkan milik banyak orang harus mendapat persetujuan khusus dari Wakil pemilik dengan melalui rapat khusus pemilik atau wakil Pemilik.. Kewenangan pengelola hanyalah mengolah milik pemilik untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sebagian hasil itu adalah hak pemilik.. Pada zaman Orde Baru dikembangkan pengertian tanah ulayat (ulayat Nagari atau ulayat kaum) dikuasai oleh penghulu (niniak mamak) dimamfaatkan untuk anak kamanakan dengan sebesar-besar mamfaat.. Kata dikuasai diambil dari kata dikuasai dalam UUD 45.. Kalau kata dikuasai itu berarti sama dengan UUD 45 itu, maka Penghulu harus juga membentuk lembaga, badan, dinas dan jawatan yang sama seperti yang dibentuk Negara.. Kewenangan peghulu tidak sampai sejauh itu .. Maka kata dikuasai oleh penghulu untuk tanah ulayat tidak dapat dipakai.. Untuk tanah ulayat dipakai istilah milik.. Atau kata dikuasai disini berarti Penghulu itu dapat melakukan tindakan menurut kehendaknya sendiri.. Inipun bertentangan dengan petitih kekuasaan dalam kaum yang berbunyi, kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka pangulu, pangulu barajo ka mupakat, mupakat barajo ka nan bana.. nan bana ialah al Hakku minallah fatakuna minal muntarin <Q.3/60>. Kesepakatan kaumlah yang menentukan apa-apa yang akan diperbuat penghulu terhadap ulayat kaum... 3.Ulayat.. Istilah ulayat berasal dari bahasa Arab yang berarti wilayah atau territorial.. Ulayat Nagari berarti territorial Nagari.. Ulayat kaum berarti territorial kaum.. Kaum tidak mempunyai territorial tertentu.. Kaum mempunyi tanah dan kekayaan menyebar dalam nagari.. Maka ulayat tidak dapat diartikan territorial.. Wilayah dalam bahasa Arab itu dapat juga berarti tanah yang dmiliki.. Ulayat Nagari berarti tanah yang dimiliki nagari, ulayat kaum/suku berarti tanah yang dimiliki oleh kaum/suku dan tanah milik pribadi.. Arti ini lebih cocok dengan kondisi Minangkabau.. Sebelum kedatangan Islam kepemilikan tanah di Minangkabau terdiri atas tanah milik Nagari, tanah milik kaum/suku dan tanah di perbatasan nagari yang dimiliki bersama nagari yang berbatasan.. Semenjak adanya kesepakatan Marapalam antara kaum ulama dengan kaum adat dan Cadiak Pandai, kepemilikan menurut adat lama itu digabung dengan

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

288

kepemilikan menurut sarak menjadilah kepemilikan itu ulayat nagari/rajo, ulayat kaum/suku, milik pribadi/faraidh dan harta wakaf..

Ulayat kaum/suku, tanah pribadi faraidh dan wakaf berlaku keatasnya setinggi kayu tertinggi (lk 30 m dari permukaan tanah) dan ke bawahnya sedalam pekuburan (lk 2 m di bawah permukaan tanah).. Istilah kaum berasal dari bahasa Arab yang berarti kelompok orang-orang.. Lebih seratus kata kaum bertemu dalam al quran.. Kelompok orang yang seketurunan patrilineal disebut bani.. Untuk kelompok orang seketurunan matrilineal tidak ada istilahnya dalam sarak, karenanya dipakai saja istilah kaum.. Kaum menurut adat Minangkabau ialah kelompok orang-orang yang seketurunan matrilineal dan yang dapat dibuktikan dengan sebuah ranji.. Timbulnya istilah suku karena karena perbedaan pendapat tiga orang cerdas Minangkabau, Dt Katumangguangan, Dt Parpatiah Nan Sabatang dan Dt Suri Dirajo.. Ketiga orang ini adik kakak satu ibu.. Ajaran (aspirasi) Dt Katumangguangan membentuk suku Koto dan atau Piliang.. Ajaran (aspirasi) Dt Parpatiah Nan Sabatang membentuk suku Bodi dan atau Caniago.. Ajaran (aspirasi) Dt Suri Dirajo membentuk suku Pisang.. Jadi suku adalah kelompok orangorang yang satu aspirasi, bukan kelompok orang yang satu garis keturunan.. Perkembangan selanjutnya orang yang satu garis keturunan mempunyai satu aliran aspirasi.. Kesimpulannya kaum adalah kelompok garis keturunan sedangkan suku adalah kelompok aspirasi.. Harta diturunkan menurut garis keturunan bukan menurut aspirasi.. Dengan alasan ini maka ulayat suku yang ada hanyalah suku yang berasal dari satu kaum..
Pemerintah Hindia Belanda telah membagi tanah ulayat nagari menjadi hutan lindung, hutan suaka alam dan hutan produksi, berdasarkan kesepakatan Solok Solok Regeling yang dibuat berdasarkan kesepakatan rakyat Minangkabau dengan Pemerintah Hindia Belanda di Solok.. Rakyat Minangkabau setuju sebagian tanah ulayatnya dijadikan hutan lindung dan hutan suaka alam.. Kepemilikan tanah tersebut tetap milik ulayat nagari.. Pengawasan terhadap pelanggar peraturan dilakukan oleh Pemerintahan Nagari, Jorong dan kepala kaum.. Pemerintahan Nagari dapat menangkap dan menghukum pelanggarnya
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

289

menurut hukum adatnya masing-masing.. Bunga kayu dipungut oleh Kapalo Nagari.. Sebagian bungo kayu itu disetorkan kepada Pemeritah Hindia Belanda.. Pemerintah Orde Lama dan Orde Baru telah menjadikan hutan suaka alam, hutan lindung dan sebagian hutan produksi yang ulayat nagari itu menjadi milik Negara.. Hutan milik negara diawasi oleh alat nagara, polisi kehutanan, polisi umum dan angkatan darat.. Bunga kayu dipungut oleh alat negara, nagari tidak mendapat kebagian lagi.. Tenyata pula dilapangan kebanyakan alat Negara yang mengawasi hutan itu ikut mengambil kayu tanpa prosedur hukum yang berlaku.. Akibatnya habislah hutan lindung dan hutan suaka alam dan hutan produksi terbatas.. Hutan berubah menjadi tegalan.. Diwaktu akhir-akhir ini pemerintah tanpa setahu masyarakat pemilik tanah memperluas hutan lindung, sampai wilayah perkampungan dan perkotaan diplot menjadi hutan lindung.. Menurut hasil tinjauan internasional rusaknya hutan di Indonesia kebanyakan oleh perilaku oknum aparat pemerintah sendiri.. Usul dari badan dunia PBB agar mengembalikan pengawasan hutan dikembalikan kepada rakyat sebagaimana sedia kala sebelum orde lama.. Semenjak tahun 1961 s/d 1967 hutan suaka alam Panti ditempati oleh sekelompok orang-orang yang menamakan organisasinya Barisan Tani Indonesia (BTI) atas persetujuan Bupati Pasaman Johan Rivai.. Kayu-kayu hutan suaka alam itu ditebangi, sehingga sebagian besar hutan suaka alam itu berubah menjadi tegalan daerah peladangan.. B. TANAH WAKAF.. Tanah wakaf ialah tanah yang diwakafkan untuk kepentingan (agama) Allah seperti untuk masjid, mushala, perguruan Agama.. Oleh si pemberi wakaf dijelaskan untuk kepentingan apa tanah itu diwakafkan,.. Termasuk tanah wakaf, tanah yang dibeli dengan uang wakaf, infak dan sedekah dari orang banyak yang sewaktu miminta uang itu dinyatakan untuk apa keperluannya.. Uang itu dibelikan kepada tanah, tanah itu termasuk tanah wakaf.. Tanah wakaf tak boleh dijual, digadaikan atau dijaminkan atau ditukar.. Tanah wakaf hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan seperti untuk apa wakaf itu disebutkan.. Tanah itu boleh ditukar dengan tanah lain guna kepentingan yang sama dan mamfaat yang lebih besar.. Tanah wakaf digolongkan kepada milik Nagari.. Tanah wakaf diurus oleh pengurusnya yang bernama sinasir dibawah koordinasi alim ulama nagari..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

290

Jika terjadi sengketa, sebelum ke Pengadilan nagari Peradilan/Penyelesai Sengketa Nagari..

diselesaikan oleh

C. TANAH PRIBADI.. 1. Tanah pribadi menurut adat Minangkabau.. Tanah milik pribadi menurut adat Miangkabau berbeda dengan tanah hak milik (HM) menurut UUPA.. Tanah hak milik menurut adat Minangkabau tidak dapat lebur kadalam harta keluaga suami isteri walaupun didapat dalam bersuami atau beristeri.. Pengaturan, pengurusan, pengawasan dan pengelolaan tanah hak milik dilakukan oleh pribadi yang memilikinya.. Jika pemilik tanah pribadi meninggal maka tanah itu diwariskan menurut hukum faraid, hukum menurut sariat Islam.. Bagi si penerima warisan, tanah itu menjadi milik pribadinya.. Hak atas tanah menurut hukum syara dibuktikan dengan surat asal tanah seperti surat jual beli, ibah, warisan menurut faraidh yang dikuatkan dengan saksi saksi, tidak memerlukan ranji dan kebulatan kaum.. 2. Bukti kepemilikan tanah pribadi.. Bukti kepemilikan tanah pribadai dapat dilakukan hanya dengan pernyataan pemiliknya.. Cukup dilakukan dikantor Pemerintahan Nagari dengan surat surat yang lengkap.. Contoh; SURAT PERNYATAAN PEMILIKAN TANAH PRIBADI Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat : : : :

Bahwa saya mempunyai sebidang tanah luas lebih kurang m2, terletak di Jorong .. Nagari .. Kecamatan . Kabupaten dengan batas sepadan sebagai berikut : Sebelah Utara dengan tanah : .

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

291

Sebelah Selatan dengan tanah Sebelah Barat dengan tanah Sebelah Timur dengan tanah

: . : . : .

Bahwa tanah tsb tidak dalam sengketa, tidak digadaikan, tidak dijadikan jaminan hutang dan tidak pula dikenakan sesuatu sitaan. Bahwa tanah ini berasal dari : Pembelian dari ..(surat terlampir) Waris, menurut hukum agama Islam dari bapak saya yang bernama: meninggal tahun.. Pemberian (Hibah) dari (surat terlampir).. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan lurus dan benar untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ., 20... .. Mengetahui kepala kaum Kami yang menyatakan,

(..)

(..)

Diketahui oleh Sempadan 4 Jinih: 1. 2. 3. 4. Diketahui Oleh:


Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

292

Kepala Jorong .. (.)

Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) UUno 5 th 1960 menyebutkan adanya tanah hak milik (hak pribadi).. Tanah pribadi dapat diregistrasi di kantor Wali Nagari dan Wali Nagari dapat menerbitkan surat keterangan kepemilikan nya.. Surat keterangan pemilikan tanah pribadi diproses sebagai berikut:. Yang bersangkutan mengajukan kekantor Wali Nagari surat permohonan agar tanah pribadi nya didaftar dan diterbitkan surat keterangan kepemilikannya dengan melampir surat pernyataan pemilikan tanah.. Kantor Wali Nagari mengumumkan ketengah masyarakat tentang pendaftaran itu.. Setelah dua bulan lama pengumuman itu tidak ada sanggahan Wali Nagari dapat menerbitkan surat keterangan pemilikan tanah tersebut.. . .. 3.Pemindahan hak atas tanah milik pribadi (hak milik).. Pada zaman sekarang pengalihan tanah pribadi cukup melalui pejabat akta tanah dan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).. Penyelesaian sengketa tanah pribadi dilakukan Peradilan/Penyelesai sengketa Nagari (PPSN).. Jika PPSN tidak mampu menyelesaikannya dapat diselesaikan oleh Peradilan Negara.. Untuk penyelesaian sengketa Tanah pribadi dapat diajukan secara pribadi pula dikantor Kepala/Wali Nagari.. Sengketa tanah milik Pribadi disidangkan oleh paling banyak 5 orang hakim hakim PPSN.. Pengajuan penyelesaian sengketa diajukan sebagai berikut.. a. Diajukan oleh pribadi yang bersangkutan atau dengan menunjuk Wakil.. b. Dalam pengajuan penyelesaian harus dijelaskan identitas si penggugat (si mudai), identitas yang digugat (mudabbih) dan identitas si tergugat (muda alaih)..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

293

Penggugat dilarang mengambil barang sengketa sebelum sengketa selesai dan barang engketa diserahkan oleh penyelesai sengketa.. Pengambilan paksa sebelum sengketa selesai dianggap sebagai perampasan.. Undang Pokok Agraria (UUPA) undang Undang no 5 tahun 1960 megakuai adanya pemilikan tanah pribadi.. Sebagai bukti pemilikan tanh pribadi Badan Pertanahan Nasional (BPN dapat menerbitkan Sertifikat Hak milik (HM) nya.. UU no 1 tahun 1974 (Undang undang perkawinan (pada pasal - - -) menyatakan tanah yang dibeli oleh suami atau isteri dalam masa perkawinan menjadi hak bersama suami isteri itu.. Walaupun tanah itu dibuat atas nama pribadinya, Untuk menjual tanah tersebut harus ditanda tangani berdua suami isteri itu.. Notaris ataupun BPN berkeberatan mengalih namakan tanah tersebut jika tidak ditanda tangani berdua sisuami dan isteri.. Sangat berbeda dengan jika sisuami atau isteri membeli mobil walaupun dengan harga yang lebih tinggi.. Si isteri atau sisuami dapat menjual mobil atas namanya dengan tidak ditanda tangani berdua si isteri dan suami.. Undang undang perkawinan.. Undang undang perkawinan tidak melindungihak pribadi seseorang.. Undang adat merujuk kepada hokum Islam, hak pribadi tidak lebur kepada hak bersama suami isteri.. jadi kesimpulannya Undang undang perkawinan bertentangan dengan hokum Islam dan bertentangan dengan Undang adat Minangkabau.. D. TANAH FARAIDH Jika seseorang meninggal, tanah pribadi dibagi menurut hukum faraidh.. Jika belum sempat membaginya, tanah tersebut adalah tanah milik bersama yang mewarisinya.. Tanah tersebut disebut tanah faraidh.. Kapan saja dibagi pembagiannya tetap menurut hukum faraidh.. Kemungkinan tanah tersebut dikuasai oleh seseorang atau beberapa orang.. Orang yang menguasai itu tidak dapat disebut sebagai pemilik.. Tanah itu tetap tanah faraidh, milik bersama keturunan orang yang meninggal.. Jika tanah itu dipindah hakkan dijaminkan, atau dikerja samakan dengan pihak lain, harus mendapat persetujuan dari semua keturunan pemilik yang meninggal.. Pembagian tanah faraidh kepada yang berhak dilaksanakan oleh Kapalo Nagari dibantu oleh ulama yang ditunjuk oleh Kerapatan alim Ulama Nagari.. Jika terjadi sengketa penyelesaiannya dilakukan oleh Peradilan /Penyelesai Sengketa Nagari (P/PSN).. Jika tidak selesai oleh P/PSN, sengketa itu dapat diselesaikan oleh Pengadilan Nagari..
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

294

Didaerah Rao, Gunung Malintang, Silaping, dan Paraman banyak diketemiuan tanah Faraidh ini.. Mereka pemiliknya tetap mengatakan mereka adalah orang Minangkabau, marah kalau dikatakan bukan orang Minangkabau.. Didaerah itu berlaku kepemilikan menurut sistem Matrilinial dan sistem Patrilinial atau system parental.. E. ULAYAT NAGARI, 1. Beberapa ketentuan tentang ulayat nagari.. Alam yang diperlukan untuk kepentingan orang banyak disebut Ulayat Nagari.. Kepentingan orang banyak itu dapat berupa sumber air, genangan air, saluran air untuk pengairan, dan pembuangan air..terutama untuk pembuangan banjir yang dapat merusak.. Juga termasuk ulayat Nagari muka dan diatas muka tanah yang belum digarap secara investasi dan kekayaan alam yang ada diadalam tanah.. Ulayat Nagari meliputi a. Muka tanah. Muka tanah berikut apa yang ada diatasnya, yang bukan ulayat suku /kaum, milik pribadi /faraidh dan atau wakaf.. Muka tanah yang pernah di taruko (digarap dengan investasi) oleh anak Nagari diturunkan derjatnya menjadi milik panaruko, menjadi ulayat kaum atau pribadi sesuai dengan cara panarukoannya.. Usaha peladangan atau peladangan berpindah tidak dapat menurunkan derjat ulayat nagari.. Apa yang ada 2 m dibawah muka bumi, termasuk Guo dan isinya adalah ulayat Nagari.. Muka tanah ulayat nagari dapat berbentuk suaka alam, hutan lindung, hutan produksi, belukar atau gurun.. Tanah ini merupakan cadangan yang setiap saat dapat berproduksi.. Tanah ini dapat diturunkan derjatnya menjadi Ulayat suku /kaum, milik pribadi /faraidh atau pengelolaannya dikerja samakan (di joint operation kan) dengan pihak lain.. Penurunan derjat Ulayat Nagari hanya dilakukan kepada anak nagari yang telah manarukonya.. Manaruko ialah merubah keadaan (bentuk) tanah menjadi sawah atau tebat ikan, melakukan investasi padanya.. Menanami dengan tanaman walaupun dengan tanaman tuo disebut menggarap (mengelola) tidak dapat dianggap manaruko.. Penurunan derjat ulayat Nagari dilakukan atas kesepakatan seluruh anggota Tungku Tigo Sajarangan.. Batas ulayat Nagari kaatehnyo ta kasiak bulan dan kabawahnyo ta karak bumi..
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

295

b. Air. Air adalah keperluan orang banyak.. Mulai dari sumber air, daerah yang dilalui air berbentuk anak sungai, saluran irigasi sampai ke penyingkiran air dibatas nagari, padanya terkait keperluan orang banyak.. Tanah dan semua wilayah untuk keperluan itu adalah ulayat Nagari.. Ulayat kaum dan milik lainnya digudurkan dengan ganti rugi atau tidak.. Dimusim hujan air membanjir akan merusak sawah pemukiman penduduk, atau daerah pertanian /peternakan.. Untuk itu perlu dibuat saluran penyingkiran atau genangan air yang baik.. Daerah saluran penyingkiran dan genangan air itu termasuk ulayat Nagari.. Pemamfaatan air untuk kepentingan umum (kepentingan bersama) seperti irigasi, bandar pembuangan air hujan dan lain lain yang baru dibuat, status tanahnya berubah menjadi ulayat nagari dengan melakukan ganti rugi atau tidak.. Hasil lain dalam air seperti ikan adalah milik bersama dapat diambil oleh siapa saja sebagai pemilik (anak nagari) dan sangat dilarang melakukan pengrusakan atau pembunuhan masal terhadap yang hidup didalamnya dengan meracun atau penembakan dengan dinamit /potas, dll.. c. Lalu lintas. Daerah yang dllalui oleh umum setelah dibuat bersama menjadi jalan raja, jalan Nagari, jalan Dusun atau atau sama sekali tidak dibikinkan jalan, tapi telah dipakai sebagai lalu lintas oleh umum, semuanya itu adalah ulayat nagari.. d. Kekayaan alam dalam tanah dan air.. Tanah, batu, pasir yang berada dalam ulayat suku /kaum adalah milik suku /kaum.. Uranium, BBM, emas, timah, nikel atau yang termasuk golongan B dan A digolongkan ke dalam ulayat Nagari.. e. Bangunan keperluan umum berikut tempat berdirinya.. Tempat ibadah seperti mesjid dan musala; tempat pendidikan seperti SD, TK MDA, TPA, TPSA, perkantoran seprti kantor Wali Nagari, Jorong, KAN, Ulama Cadiak Pandai berkut tanah tempat berdirinya adalah yang dijadikan ulayat Nagari.. Ulayat nagari berstatus milik nagari, milik suluruh anak nagari.. tak boleh dirobah, jua indak dimakan bali dan gadai indak dimakan sando..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

296

Hanya dapat diturunkan derjatnya kepada pemiliknya atas kespakatan tungku tigo sajarangan.. Gadai menurut undang adat ada dua cara yaitu a. Gadai dengan manyando (menyandera), seperti menggadai ke pajak gadai atau ke bank.. SEtelah habis limit waktu sando boleh disita dan dijual oleh si pemagang.. b. Gadai dengan status tukar pakai atau pinjam meminjamkan.. Pihak pertama meminjam uang kepada pihak kedua dan pihak kedua meminjam tanah/sawah kepada pihak pertama.. Selama pihak pertama memakai uang pihak kedua, selama itu pula pihak kedua memakai tanah/sawah pihak kedua.. Pihak kedua tidak boleh merubah status atau mengalihkan atau meminjamkan hak pihak pertama kepada pihak lain.. Ulayat nagari adalah bagian dari kekayaan nagari, lihat Perda SB no 9 th 2000 atau intruksi Gubernur no 25 th 1985.. Kalau kita merujuk kepada UU no 32 th 2004 ps 208, uang dan barang yang dapat dinilai dengan uang disebut keuangan, maka ulayat nagari dan hasilnya tergolong keuangan nagari harus dibukukan dalam buku keuangan nagari oleh Walinagari menurut standar akuntansi keuangan (SAK).. Pengaturan, pengurusan dan pengawasan ulayat nagari sama dengan kekayaan nagari sama dengan keuangan nagari.. Menurut al quran sebagai sandi sarak yang sebagai sandi adat al baqarah 286 seluruh hutang haruslah dicatat (dibukukan) menurut ilmu pembukuan.. Milik orang banyak (modal) adalah hutang bagi orang yang mengurusnya, karenanya dalam akuntansi modal itu ditulis pada kolom kanan (kolom hutang). Karenanya juga milik orang banyak haruslah dibukukan menurut system akuntansi yang disaksikan (diaudit) oleh orang yang ahlinya.. Instruksinya no 25/Ist/GSB/84 berdasarkan Perda SB no 13 tahun 1983, dimana Gubernur menginstruksikan agar Kapalo /Wali nagari menyerahkan pengurusan kekayaan /ulayat nagari kepada ketua KAN.. Instruksi Gubernur ini membuktikan bahwa sebelum tahun 1983 ulayat nagari adalah bagian kekayaan nagari yang diatur dan diurus oleh pemerintahan nagari.. Dengan dicabutnya Perda SB no 13 tahun 1983 maka tercabut pula Instruksi Gubernur no 25 th 1985 dan diganti dengan Perda SB no 9 th 2000 maka kekayaan /ulayat nagari yang tertera pada instruksi Gubernur tersebut harus diserah terimakan kembali kepada Wali
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

297

Nagari.. Perda SB no 9 tahun 2000 pasal 31 telah menyebutkan yang demikian.. Penyerahan kekayaan yang ada di Desa dan di KAN termasuk ulayat Nagari kepada Pemerintah Nagari dipertegas oleh Gubernur dengan surat no 140/302/Pem.Nag/Kel.2003 tanggal 25.03.2003.. 2. Pengaturan, pengurusan, pengawasan dan pengelolaan ulayat nagari.. Anak Nagari pemilik ulayat berjumlah ribuan orang.. Untuk merapatkan pemilik membuat aturan, melakukan pengurusan terhadap ulayat itu sangat sulit mengumpulkan seluruh pemilik mencapai quorum..Karena itu pemilik melimpahkan kekuasannya kepada tiga badan yang dipisah murni.. Pengatur, pengurus dan pengawas dipilih dan diangkat oleh pemilik/masyarakat, untuk periode yang tidak lebih dari 7 tahun, (tidak dapat dipilih untuk seumur hidup) dan tidak membedakan gender.. Untuk itu system Pemerintahan Nagari di Minangkabau telah menetapkan:. a. Pengaturan ulayat Nagari ditetapkan oleh pengatur yang terdiri dari Kerapatan Nagari (legislative Nagari) bersama Kapalo Nagari.. Kewenangan pengaturan meliputi menetapkan aturan tentang pengawasan, aturan tentang pengurusan dan aturan tentang pengelolaan.. b. Pengurusan ulayat Nagari dilakukan oleh Kapalo Nagari bersama perangkat Nagari.. Kapalo Nagari bertindak untuk dan atas nama Nagari, dapat menunjuk pengelola dan dapat membuat perjanjian dengan pengelola tapi tidak boleh menyimpang dari aturan yang dibuat dalam pengaturan.. Kekuasaan pengurusan dibatasi (tidak diperkenankan) merubah status kepemilikan atau menjaminkan ulayat Nagari kepada pihak lain.. c. Pengawasan ulayat Nagari dilakukan oleh Pengurus lembaga Tugku Tigo Sajarangan, Pengurus Kerapatan Niniak Mamak Nagari, Pengurus Kerapatan Alim Ulama Nagari dan Pengurus Kerapatan Cadiak Pandai Nagari.. Kewenangan pengawas ialah melakukan Menerima dan melanjutkan laporan (reporting). Evaluasi terhadap laporan (evaluating).. Memeriksa (monitoring) terhadap adanya penyimpangan... Melakukan tindakan pelurusan (conducting) terhadap penyimpangan dengan mengeluarkan keputusan..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

298

Pengelolaan ulayat Nagari ditetapkan oleh aturan yang ditetapkan oleh Keputusan Kerapatan Nagari bersama Kapalo Nagari.. Pengelolaan itu dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya ialah: a. Dikelola oleh pribadi anak Nagari tanpa memerlukan izin dan tanpa membayar kepada Nagari.. b. Dikelola oleh pribadi anak Nagari dengan satu perizinan dan diwajibkan membayar bunga (retribusi) kepada nagari.. c. Dikelola oleh kelompok atau badan usaha anak Nagari dengan suatu perizinan dan membayar bunga (retribusi)... d. Di swakelola oleh Pemerintah Nagari.. e. Dikelola oleh Badan Usaha Nagari (BUN).. f. Dikelola oleh badan usaha swasta pihak ketiga dengan perjanjian kerja.sama bagi hasil (joint operation).. Sungai, talago, danau atau laut yang didalamnya ada ikan atau jenis lain.. Ikan atau jenis lain itu tidak dipelihara, bibitnya datang sendiri, hasilnya boleh diambil anak nagari untuk dirinya sendiri.. Cara pengambilannya diatur oleh Pemerintahan Nagari.. Dilarang dengan menenbak, meracun.. Semua pelarangan dibunyikan dalam Peraturan Nagari (adat salingka Nagari).. Orang yang melanggarnya dihukum menurut hukum adat.. Sungai, talago, danau atau laut dimana nagari memodalinya atau memberikan tenaga untuk meningkatkan hasilnya untuk memetiknya memerlukan perizinan dan harus membayar bunganya.. Ulayat Nagari yang berbentuk belukar atau gurun peladangan, tanah itu boleh dipeladangi (digarap) oleh anak Nagari dengan status sebagai penggarap.. Hasilnya adalah miliknya sendiri tanpa membayar bunga /retribusi kepada Pemerintah Nagari.. Jika peladang itu tidak menggarap nya lagi berlaku aturan kudo pai palano tingga atau kabau pai kubangan tingga, tanah itu boleh pula digarap oleh pihak lain.. Semua tanaman yang ada diatasnya diganti oleh penggarap baru dengan nama silaah jariah (ganti tenaga yang berupa barang nilainya masih ada).. Besarnya siliah jariah bergantung kepada hasil kesepakatan kedua belah pihak.. Sangat dilarang menebang kayu dalam daerah hutan lindung dan sangat dilarang menebang kayu dan mengambil binatang dalam daerah suaka alam.. Dalam hutan produksi hasil hutan kayu dan bukan kayu boleh diambil oleh anak nagari.. dengan membayar bunga kayu sebesar yang ditetapkan oleh nagari.. Dizaman Pemerintahan Hindia belanda besar bunga hasil
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

299

hutan kayu dan bukan kayu untuk setiap nagari disamakan diseluruh Minagkabau.. Sebagian hasil bunga kayu itu disetorkan ke Pemerintah Hindia Belanda.. Cara pengambilannya diatur oleh Pemerintahan Nagari dengan Peraturan Nagari (adat salingka Nagari), si pengambil harus membayar bunga kayu dan tidak boleh merusak kayu lainnya diwaktu penebangan.. Menurut adat badan usaha milik beberapa orang (Matschap) disebut syarikat.. Bentuk syarikat ada tiga yaitu syarakat sari tanago, syarikat basari kati dan syarikat basari kato.. Yang dikatakan syarikat sari tanago ialah syarikat kumpulan orang orang tanpa menilai modal, yang inti usahanya ialah tenaganya.. Sekarang bentuk asaha ini disebut kooperasi.. Yang disebut syarikat basari kati, dimana kati (presentage) modal lah yang menjadi sari (inti hukum) dalam badan usaha ini.. Adat merumuskannya dengan kalimat bapokok samo balabo, bajariah samo buliah.. Artinya ditetapkan bagian keuntungan untuk pemodal dan bagian keuntungan untuk pengurus.. Keuntungan pemodal dibagi pula menurut kati (presentage) nodalnya masing masing.. Hak suaranya pun menurut kati (presentage) modalnya.. Jika syarikat ini milik banyak orang, permodalan diberi batas (had) sampai dimana pertanggung jawabaan pemodal.. Syarikat ini disebut syarikat berhad.. Syarikat berhad ini mirip sekali dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT).. Jika kita membentuk badan usaha milik Nagari bentuk yang sesuai ialah Perseroan Terbatas yang aturannya telah ditetapkan dalam Undang Undang no 1.tahun 1995.. Yang disebut syarikat basari kato ialah kesepakatan (kato) semua pemodalanlah yang menentukan hak suara dan pembagian untung dan lainnya, tidak berpedomankan kepada peraturan yang ada.. Dengan rumusan kesepakatan adalah hukum bagi orang yang mengikatkan diri kedalamnya.. Hasil tanah ulayat nagari adalah penghasilan nagari.. Pemakaian uang nagari itu diatur oleh Kerapatan Nagari bersama Kapalo Nagari dalam bentuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari.. Hasil ulayat nagari diurus oleh perangkat nagari dibawah koordinasi Kapalo Nagari.. Penghasilan Nagari dipergunakan untuk kepentingan umum dengan mamfaat yang sebesar besarnya bagi anak nagari.. Yang dimaksud kepentingan umum adalah orang yang mengurus kepentingan Nagari (Pemerintahan Nagari) dan orang orang yang mengurus kepentingan
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

300

bersama penduduk nagari seperti guru MDA, guru TK, guru TKA dan TPSA dan lain lain.. 3. Ulayat nagari dizaman Pemerintahan Belanda.. Walaupun ada tanah yang dia minta secara berbaik baik atau secara paksa tapi Pemerintah Hindia Belanda dan Jepang itu tidak menggaggu system kepemilikan tanah menurut adat Minangkabau.. Pernah Pemerintah HB itu mengeluarkan aturan tentang tanah suaka alam, hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan pruduksi.. Dalam suaka alam tumbuhan dan binatang yang ada diatasnya tak boleh diganggu.. Dalam hutan lindung kayu diatasnya tak boleh ditebang.. Dalam hutan produksi terbatas, kayu diatasnya boleh ditebang pilih, dipilih besarnya dan dipilih jenisnya.. Hutan produksi boleh ditebang oleh anak Nagari setempat dengan membayar bunga (retribusi) kayu.. Peraturan ini ditawarkan oleh pemerintah Belanda kepada Rakyat Minangkabau dan didapat kesepakatan sebagai berikut: a. Kepemilikan tanah di Minangkabau tidak diganggu, tanah tetap menjadi ulayat Nagari.. b. Mengawasi peraturan yang dibuat Belanda itu ialah Kapalo Nagari, Perangkat Nagari bersama Penghulu kaum.. c. Peraturan ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian alam yang berguna bagi rakyat Minangkabau.. d. Aturan adat tentang bunga kayu dan bunga lainnya tetap berlaku disamakan untuk seluruh Minangkabau, Pemerintah mendapat bagian dari padanya. Antara hutan produksi dengan hutan suaka alam dan hutan lindung dibuat jalan lebar lk 2 m, dipinggr jalan itu diberi berpancang merah.. Hutan dalam pancang merah itu disebut hutan kesepakatan, bersepakat masyarakat dengan Pemerintah Belanda untuk melindungi nya.... Dizaman Pemerintah belanda besar retribusi itu untuk seluruh Minangkabau adalah sama, sebagian untuk Nagari dan sebagian untuk Pemerintah Belanda.. Retribusi dipungut oleh Kepala Nagari.. Bagian Pemerintah disetorkan oleh Kapalo Nagari kepada Pemerintah Belanda.. Untuk bagian Nagari menjadi pendapatan Nagari.. Walaupun hutan itu telah dijadikan suaka alam /hutan lindung kepemilikan tanahnya masih tetap Ulayat Nagari.. Wali Nagari dengan perangkatnya bersama penghulu kaum berkewajiban melindungi dan boleh menangkap orang yang melanggarnya.. Pada hutan produksi rakyat
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

301

diperbolehkan mengambil hasilnya, mengambilnya dilakukan dengan cara yang ditetapkan dalam peraturan Nagari, misalnya dengan gergaji tangan, tapi rakyat harus membayar bunga kayunya ke Pemerintah Nagari.. Hutan produksi terbatas tidak dapat dijadikan daerah peladangan.. Menebang kayu di hutan produksi terbatas harus mendapat izin dari pemerintah, kayu yang habis ditebang di tanam kembali (Reboisasi).. Hutan produksi pun diawasi oleh pemerintah Nagari beserta penghulu kaum dan penghulu suku.. Tegalan dapat dijadikan daerah pertanian.. Pada puncak puncak bukit tegalan ditanam beringin dan beberapa jenis kayu yang berguna seperti andaleh, surian, sungkai, mahoni.. Dimusim berbuah masak, buahnya bertebaran kesekeliling, beberapa jenis kayu buahnya diterbangkan angin kedalam Nagari.. Bibitnya akan menyebar.. Bibit yang menyebar itu diambil oleh masyarakat dan ditanamnya pada tanah ulayat kaum/ulayat Nagari secara sendiri-sendiri atau bersama sama.. 4. Ulayat nagari dizaman merdeka.. 1905 dengan berdirinya Syarikat Dagang Islam (SDI) Indonesia, 1908 berdirinya Budhi Utomo, tahun 1911 resmi SDI berubah menjadi partai politik dengan nama Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang non kooperatif dengan Pemerintah Hindia Belanda.. Satu satunya organisasi yang menyatakan non kooperatif dengan Pemerintah.. Pemerintahan Jepang menjanjikan kemerdekaan Indomesia yang katanya Indonesia masih harus berada dibawah bimbingan saudara tuanya Jepang.. Tahun !945 Indonesia merdeka.. Dalam UUD 45 dicantumkan semua aturan adat lama dpertahankan, tetap dipakai, aturan adat yang dirobah Belanda dan Jepang ingin dikembalikan kepada adat yang berlaku sebelum kedatangan Belanda.. Tahun 1957 Muhammad Hatta mengundurkan diri sebagai wakil Presiden.. Kedudukan Muhammad Hatta sebagai wakil tidak diganti.. Tahun 1959 Presiden Sukarno menerbitkan dekrit 5 juli 1959 kembali ke UUD 45.. Tapi anehnya pasal aturan yang tercantum dalam UUD 45 itu tidak dia diikuti seperti: UUD 45 menyatakan, Negara dipimpin oleh Presiden dan wakil Presiden.. Nyatanya Wk Presiden nya tidak ada UUD 45 menyatakan ,DPR dan MPR dipilih oleh Rakyat.. Nyatanya DPR dan MPR pilihan rakyat dibubar oleh Presiden Sukarno.. Presiden Sukarno mengangkat sendiri DPR/MPR.. Sukarno tidak berusaha adanya pemilihan umum..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

302

UUD 45 menyatakan Presiden dingkat dan diperhentikan oleh MPR.. Nyatanya sebaliknya, DPR tidak dipilih oleh rakyat ditunjuk oleh presiden.. Sukarno memerintah sendirian didukung kuat oleh partai yang selama revolusi, melawan Belanda memberontak kepada Pemerintah RI.. Menusuk Pemerintah RI dari belakang.. Karena keadaan yang demikian banyak daerah yang berontak, termasuk Sumatra Barat.. Daerah diamankan dengan kekerasan militer.. Tahun 1961 seluruh daerah telah diamankan.. Militer sangat berkuasa didaerah.. Mulai tahun itu hak asal usul (hak tradisional atau hak adat) daerah dikebiri dan di marjinalkan.. Sebagai contoh tahun 1964 Bupati Pasaman Johan Rivai menempatkan ratusan Barisan Tani Indonesia (BTI), kedalam suaka alam rimbo Panti.. Hampir sepertiga hutan suaka alam itu, kayu kayunya habis dibabat oleh BTI.. Hutan berubah menjadi kebun singkong.. Semenak 1961 sampai th 1966 disebut Pemerintahan Orde Lama atau pemerintahan Sukarno.. Disebut Pemerintahan Soekarno, karena Soekarno memerintah sendirian saja, tanpa adanya Wakil Presiden.. Tahun 1966 Soekarno diturunkan dari Presiden diganti dengan Soeharto.. Semenjak itu disebut Pemerintahan Orde Baru.. Pemerintahan Orde Baru melajutkan cara cara Orde Lama.. Hutan kesepakatan milik ulayat Nagari yang dikui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagaimana disebut dalam Solok Regeling dijadikan milik Nagara.. Tanah tanah ulayat Nagari dan ulayat kaum yang diakui UUD 45 itu tanpa setahu pemiliknya dialihkan menjadi menjadi milik Negara.. Dizaman Orde Baru hutan suaka alam /hutan lindung dijadikan atau dianggap sebagai milik negara, perangkat Nagari, penghulu kaum/suku tidak dilibatkan lagi dalam pengawasan.. Pengawasan dilakukan oleh polisi hutan, ABRI dan Polisi umum. Jika ABRI menebang kayu dihutan lindung atau membawa kayu, Polisi hutan dan polisi umum tak mampu melarang apa lagi menangkapnya. Babinsa dan Danramil mengambil kayu semaunya dengan melepas anak chainsaw berpuluh orang serta menjual hasilnya dipasaran dan mengangkutnya keluar kecamatan tanpa dokumen yang diharuskan. Mengambil kayu dihutan dan mengangkut kayu menjadi mata pencaharian petugas petugas. Menjadi rusaklah hutan suaka alam /hutan lindung. Kepemilikan atas hutan yang telah dikatakan milik Negara itu perlu dilakukan peninjauan kembali,. Diperlukan pengawasan perangkat Nagari, penghulu suku dan masyarakat.. Menurut tinjauan dunia Internasional telah rusak hutan di Indonesia karena perbuatan pemerintah Indonesia dan oknumnya.. Mereka
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

303

berpendapat sudah seharusnya pengurusan dan pengawasan atas suaka alam dan hutan lindung dikembalikan kepada masyarakat dan Pemerintah Nagari.. F. TANAH ULAYAT RAJO.. Dengan rumusan asal usul Nagari, taratak menjadi dusun, dusun menjadi koto, koto bagabuang jadi Nagari.. Taratak ialah peladangan yang belum ditempati oleh pemukim perempuan.. Maka Taratak suatu anak Nagari adalah territorial dari Nagari itu.. Menentukan batas Nagari ialah tarataknya.. Anak Nagari membawa hasil pertanian kerumah dan selanjutnya kepasar.. Mendaki lebih sulit dari menurun, maka biasanya batas taratak ialah puncak bukit.. Membawa hasil pertanian melalui sungai terutama yang besar memerlukan sampan dan lebih sulit.. Maka peladang berkeberatan membuat tarataknya diseberang sungai.. Menjadilah sungai itu batas taratak, sekaligus menjadi batas Nagari.. Dengan demikian menjadilah batas Nagari pisah air dan kumpul air.. Bagi suatu daerah yang dipeladangi oleh penduduk dua Nagari secara bercampur aduk, tidak dapat ditarik garis batas yang tegas, daerah itu diatur dan diurus oleh Nagari yang berbatasan bersama sama.. Daerah itu disebut ulayat rajo.. Ulayat rajo adalah wilayah milik bersama Nagari yang berbatasn di atur dan di urus bersama oleh Nagari yang sangkutan.. Pengelola ulayat Rajo itu haruslah mendapat persetujuan semua Nagari yang memilikinya.. Waktu akhir akhir ini berkembang pengertian ulayat Rajo adalah tanah milik rajo.. Di Minangkabau ada tiga rajo yaitu rajo alam di Pagaruyung, rajo Adat di Buo dan rajo ibadat di Sumpur Kudus.. Kalau ulayat rajo itu adalah milik Rajo, maka ada ulayat Rajo Alam Pagaruyung, ada ulayat Rajo adat di Buo dan ada ulayat rajo ibadat di Sumpur Kudus.. Informasi lain mangatakan masing masing raja itu mempunyai ulayat kaumnya.. Sebagai mana tanah ulayat kaum ada bagian peruntukan penghulu.. Bagitu juga tanah ulayat kaum raja itu ada bagian peruntukan kepala kaumnya, tanah itulah bagian raja.. Untuk tanah ini berlaku aturan tanah ulayat kaum.. Tanah ulayat Rajo menjadi menumpang dalam ulayat kaum.. Mendukung ini informasi lain mengatakan di Minangkabau tidak ada tanah yang khusus diperuntukkan milik Negara atau raja.. Kalau memang ada maka tanah ulayat rajo mempunyai tiga pengertian yaitu
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

304

Tanah ulayat perbatasan beberapa nagari yang batasnya tak dapat ditarik batas yang jelas , diatur dan diurus bersama oleh nagari yang berbatasan.. Tanah yang diperuntukkan bagi raja yang merupakan tanah negara Minangkabau.. Bagian tanah kaum yang sebagiannya diperuntukkan bagi raja selaku angota kaum.. G. TANAH ULAYAT KAUM.. Kepemilikan.. Ulayat kaum ialah tanah milik kaum milik bersama seluruh anggota kaum.. Yang dimaksud dengan kaum ialah sekelompok orang orang yang satu keturunan matrilineal dibawah satu payung kepenghuluan.. Istilah kaum berasal dari bahasa Arab al quran, bahasa sarak sebagai sandi dari adat.. Dalam al quran bertemu puluhan kata kaum yang berarti kelompok orang orang bersipat umum.. Berlaku untuk kelompok orang yang mendiami suatu daerah, berlaku untuk kelompok yang seaspirasi, berlaku untuk kelompok orang yang satu garis keturunan baik patrilineal atau matrilineal, berlaku untuk orang yang se usaha.. Untuk kelompok orang yang satu garis keturunan patrilineal bahasa Arab menamakannya bani.. Tidak ada bahasa Arab yang khusus untuk kelompok orang yang satu garis keturunan matrilinesal.. Orang Minangkabau menamakan kelompok orang yang satu keturunan matrilineal dengan istilah kaum.. Ulayat kaum dapat berupa: a. Pusako tinggi ialah tanah yang dimiliki kaum lama sekali secara turun temurun menurut garis keturunan matrilineal.. Ulayat kaum berasal dari ulayat Nagari.. Ulayat Nagari yang ditaruko (diolah dan diperbaiki kondisinya atau telah dimodali oleh kaum seperti dijadikan sawah) statusnya berubah menjadi ulayat kaum.. Ulayat kaun ini diwarisi turun temurun disebut pusako tinggi.. b. Pusako randah ialah tanah kaum yang dibeli dengan uang kaum.. Pembelian dilakukan menurut acara hukum adat oleh si pembeli.. Jual beli dilakukan antara mamak kepala kaum kedua belah pihak dirumah gadang sipembeli dilapiak nan takambang dan disarok nan basapu.. 1.

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

305

2. Pengaturan, pengurusan, pengawasan dan pengelolaan ulayat kaum Kepemilikan tanah tidak terlepas dari sandi kepemimpinan kaum, kamanakan barajo kamamak mamak barajo kapangulu, pangulu barajo kamufakat, mufakat barajo ka bana, nan bana ialah al haqqu min rabbika, falaa taku nan minal muntarim,(keberan ialah yang diturunkan dari tuhan engkau, janganlah kamu tergolong orang yang ragu <Q.3/60>.. Sandi kepemimpinan kaum ini menjelaskan setelah wahyu Allah, dalam kaum itu adalah kesepakatan yang menjadi kekuasaan tertinggi.. Mamak dan penghulu kaum haruslah seorang lelaki dengan dasar, arrijalu kawwamu alnnisa (lelaki adalah pemimpin bagi perempuan( <Q.4/34>.. Dalam kepemilikan ulayat kaum hak lelaki dan perempuan adalah sama.. Hak suara lelaki dan perempuan dalam penentuan ulayat kaum juga sama.. Dalam ganggam bauntuak ulayat kaum diidentitas dengan nama siperempuan yang tertua dalam kerabat atau parut yang diperuntukkan.. Yang berhak dalam ulayat kaum ganggam bauntuak adalah keturunan dari nama yang diperuntukkan itu.. Hak suara lelaki dan perempuan terhadap ulayat kaum adalah sama.. Hak ulayat kaum diidentitas dengan nama sako kepenghuluan kaum tersebut..

Ulayat kaum diatur dengan kesepakatan kaum.. Diurus oleh kepala (penghulu) kaum yang bergelar datuak atau tidak.. Kepala kaum diangkat atas kesepakatan kaum.. Diawasi oleh kepala waris.. Kepala waris adalah laki laki tertua dalam kaum yang masih berbadan dan berfikiran sehat.. Kepala waris adalah pendamping kepala kaum dalam urusan ulayat kaum.. Jika laki laki tertua itu sudah tua sekali atau sudah berbadan dan berfikiran tidak sehat (bukik alah tinggi, lurah alah dalam) /pikun atau sakit sakitan yang tak berfungsi lagi salah satu panca inderanya atau ingatannya, dia digantikan oleh laki laki tertua yang masih sehat..Penetapan kepala waris ditetapkan dengan kesepakatan kaum.... Gelar penghulu kaum itu ada yang disebut gelar sako.. Dimana ulayat kaum (harta pusako tinggi atau pusako randah) mengikut dengan gelar sako itu.. Seperti diungkapkan petitih pusako mangikut jo sako.. Gelar penghulu kaum itu dikatagorikan kepada gelar sako dan gelar andiko.. Kaum diidentitas dengan dengan gelar penghulu kaum tersebut, misalnya Koto Dt Sati, Koto Dt Panduko Majo Lelo, Koto Dt Indo Marajo dan sebagainya.. Begitu juga untuk suku suku yang lain.. Pusako (harta) tidak
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

306

mengikut dengan gelar andiko, karena ini gelar andiko suatu kaum sering dipinjamkan kepada kepada anak pusako /anak pisang, kepada orang sesuku yang berada dalam nagari itu, bukan kepada orang yang berada diluar Nagari itu.. Selain itu ada lagi, yang disebut gelar sang sako.. Gelar Sangsako adalah gelar lambang yang tidak mengikat kaum dapat dihadiahkan kepada orang lain yang berjasa dan dihormati oleh kaum itu.. Di Tanah Datar penghadiahan gelar sangsako ini sering dilaksanakan.. Ada beberapa ilmuwan adat Minangkabau yang menyatakan sangsako berarti lambang kebesaran Minangkabau yang dituangkan dalam bentuk bendera.. Kemana raja alam pergi dia berjalan mengiringi sangsako itu.. Kedudukan sangsako lebih tinggi dari sako.. Sangsako hanya dimiliki oleh Raja.. Di Padang berkembang, selain sako penghulu kaum yang diikuti pusako /ulayat kaum, ada pula sako tuangku, sako manti dan sako malin.. Tidak begitu jelas perbedaan gelar biasa dengan gelar sako tersebut.. Perbedaan yang tersebut diatas akan menyebabkan timbulnya sengketa harta ulayat kaum.. Hal ini perlu diadakan kesatuan pendapat tentang istilah itu.. Pengelolaan ulayat kaum dapat dilakukan oleh anggota kaum sebagai ganggam bauntuak atau hak pakai.. Ganggam bauntuak, adalah ulayat kaum yang diperuntukkan bagi suatu paruit atau kerabat yang dapat diwarisi turun temurun menurut garis ibu (matrilineal) dalam paruit atau kerabat tersebut.. Ganggam bauntuak ditetapkan menurut nama tertua dari seorang perempuan.. Ganggam bauntuk ditetapkan oleh kesepakatan kaum.. Bila pertama pertamanya ganggam bauntuak merupakan milik dari paruit, kemudian paruit berubah menjadi kerabat ganggam bauntuak berubah pula menjadi milik kerabat.. Lama lama kaum itu berkembang biak, kerabat berubah menjadi satu kaum.. Maka ganggam bauntuk berubah menjadi ulayat kaum.. Satu kaum menjadi dua atau tiga kaum dengan penghulu kaum sendiri sendiri.. Maka ganggam bauntuak berubah menjadi ulayat kaum.. Mendaftarkan ganggam bauntuak cukup ditanda tangani oleh anggota ganggam bauntuak sepengetahuan kepala kaum dan kepala waris.. Hak pakai ialah harta kaum yang dipakai oleh anggota kaum tanpa adanya keksepakatan kaum.. Hak pakai ditetapkan oleh kepala kaum dan kepala waris.. Hak pakai dapat dipakai oleh paruit/kerabat, oleh perorangan dan atau oleh kepala kaum.. Hak pakai setiap saat dapat diambil oleh
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

307

kepala kaum bersama kepala waris dan dipindahkan pemakaiannya kepada pihak lain,. Ulayat kaum yang dipakai oleh seorang lakilaki disebut abuan, pemakai dapat membawa abuannya kerumah isterinya.. Abuan berupa sawah yang dibawa kerumah isteri, separo hasil sawah diambil oleh siempunya abuan dan separonya diberikan untuk isteri.. Jika seseorang laki laki meninggal, kaum dari laki laki itu pergi kerumah isterinya manjapuit anggun anggun.. Menjapuit anggun anggun ialah menjemput semua milik kaum laki laki yang dbawa kerumah si Isteri, termasuk sawah, kebun tebat ikan dll.. Ulayat kaum yang diperuntukan penghulu disebut abuan penghulu atau ulayat penghulu atau makanan rajo.. Ulayat penghulu tak boleh dijual.. Jika penghulu sangat memerlukan uang sawah atau tanah yang lainlah yang digadaikan.. Kepemilikan ulayat kaum diwakili oleh kepala kaum yang diangkat dengan kesepakatan kaum.. Anggota kaum tak dapat melakukan dan atau menada tangani sendiri terhadap ulayat kaum, tentang pagang gadai, urusan sempadan (menunjuk sempadan atau menanda tangani garis sempadan), pendaftaran menyerahkan penggarapan atau menjaminkan kepada pihak lain.. Jika ulayat kaum dipakai oleh yang bukan anggota kaum, oleh pemakai itu disebut hak pengelolan atau hak garap.. Untuk penggarap sawah, sebagai hak garap pengelola mendapat separohnya, ada pula beberapa nagari menetapkan 2/3 nya.. Untuk penggarap, bagi yang menggarap tebat ikan, hutan, gurun dan lain lain bergantung kepada kesepakatan antara penggarap dan pemilik.. Biasanya untuk pemilik ulayat disebut sebagai bunga, dengan rumuasan kahutan babungo kayu, kasungai babungo pasia.. Jika sesorang ingin meninggalkan lokasi garapannya diberlakukan rumusan kudo lari palano tingga atau kabau pai kubangan tingga.. Artinya jika pengelola (penggarap) meninggalkan lokasi garapannya semua investasinya termasuk bangunan ditinggalkan untuk pemilik ulayat.. Jika lokasi ditinggalkan begitu saja (lk selama 2 tahun) otomatis tanah kembali kepada pemilik, hak garap menjadi hilang.. Jika si pengelola mengalihkan pengelolaannya kepada pihak lain atas persetujuan pemilik infestasinya bernilai tinggi, si pengelola lama dapat meminta siliah jariah kepada pengelola yang baru.. Jika pengelola meninggalkan lokasi garapannya, sipemilik dapat meminta siliah jariah kepada pengelola baru atas adanya invetasi pengelola lama.. Kepemilikan tanah yang utama ialah sawah.. Sawah menghasilkan padi.. Padi disimpan dalam lumbuang atau kapuak.. Menuerut
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

308

kegunaannya lumbuang itu dibedakan kepada tiga yaitu lumbuang sibayau bayau, lumbuang sitinjau laut, lumbuang si dagang lapa dan kapuak - -- .. Lumbuang dipergunakan tunggaknyo anam isiya dipergunakan untuk dimakan sehari dan keperlua anak kamanakan.. Lumbuang sitinjau laut tunggaknyo ampek isinya dipergunakan untuk keperluan bersama kaum.. Lumbuang si tenggang lapa isinya untuk disumbangkan bagi tamu, pendatang atau disumbangkan kepentingan orang lain.. Kapuak isinya adalah hasil padi seleksian untuk menyimpan baniah tahun kedepan.. 3. Pembuktian dan pendaftaran ulayat kaum Kepemilikan tanah Ulayat kaum dapat dibuktikan dengan surat keterangan kepemilikan tanah Ulayat Kaum diterbitkan oleh: Kapalo/ Wali Nagari.. Surat Keterangan tanah Ulayat Kaum diterbitkan atas dasar permohonan kepala kaum bersama kepala waris, dilampiri dengan surat pernyataan pemilikan tanah ulayat kaum yang ditanda tangani oleh: a. Seluruh anggota kekerabatan yang lelaki bersama perempuan ganggam bauntuak, yang tertera dalam ranji.. b. Seluruh mamak kepala kekerabatan (kepala waris) dalam kaum dan diketahui kepala kaum.. c. Mamak adat (penghulu suku) kalau ada.. d. Saksi sempadan empat jinih.. e. Kapalo Jorong.. f. Sebagai bukti keanggotaan kaum surat pernyataan kepemilikan ini dilampiri dengan ranji sekaum.. Ranji ditanda tangani oleh kepala waris dan kepala kaum dikuatkan Kepala Jorong... Surat pernyataan pemilikan tanah diserahkan di dikantor Nagari.. Wali/Kapalo Nagari menyidangkan tanah tersebut dan mengumumkan kepada masyarakat.. Jika selama dua bulan tidak ada sanggahan, Kapalo /Wali Nagari menerbitkan surat keterangan kepemilikan tanah yang dimohonkan... Pendaftaran tanah di kantor Nagari ini telah dimulai uji coba ditahun 55-58.. Sebelum peraturan ini diterbitkan, uji cobanya telah terhenti karena timbul perjuangan daeah PPRI.. Dizaman Orde Baru, sering terjadi pensertifikatan tanah diproses sebagai berikut: Sekelompok orang orang yang berada dalam satu paruit mengajukan pensertifikatan tanah ulayat kaum dengan membuat surat pernyataan
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

309

kepemilikan hanya ditanda tangani oleh orang yang satu paruit (bukan yang satu kaum)... Permohonan tersebut diproses.. Maka keluarlah sertifikat Hak Milik (HM).. . Beberapa waktu sesudah itu paruit lain dari kaum yang sama mengajukan pula tanah ulayatnya disertifikatkan.. Dengan proses yang sama dengan yang pertama, oleh pertanahan diterbitkan pula sertifikat hak milik (HM) atas nama yang lain.. Pengukuran dilakukan oleh orang yang berbeda.. Tedapatlah dua sertifikat milik yang berbeda tapi sebagaian atau seluruhnya tumpang tindih.. Jika satu kaum terdiri dari paruit maka terjadilah empat sertifikat yang tumpang tindih.. Antisipasinya tidak diperkenankan pengajuan sertifikat ulayat kaum oleh yang bukan kepala kaum dan kepala waris dan harus ditanda tangani oleh seluruh anggota kaum yang ada dalam ranji dan melampirkan ranji.. Menurut Undang Undang Pokok Agraria (UUPA), Undang Undang no 5 tahun 1960, tanah milik adat adalah tanah milik bersama anggota kaum yang memilikinya.. Ulayat kaum diartikan dengan hak milik adat sebagaimana disebut dalam UUPA tersebut.. Hak milik adat dalam UUPA tersebut diwariskan menurut garis keturunan patrilineal menurut hukum adat kebanyakan di Indonesia.. Jika ulayat kaum di Minangkabau disertifikatkan dengan nama seluruh anggota kaum.. Maka nantinya waris laki laki yang tersebut dalam sertifikat itu adalah anaknya.. Maka hilanglah hak warisan matrilineal Minangkabau.. Dalam UUPA tidak ada HM matrilineal, tidak ada HGB matrilineal, tidak ada HGU matrilineal.. Semuanya HM (HM banyak orang) HBG dan HGU diwariskan partilineal atau parentall.. 4. Pemindahan hak atas tanah ulayat kaum.. Tanah Ulayat kaum dapat dipindah hakkan (dijual) menjadi milik orang lain atas kesepakatan seluruh anggota kaum dengan menerbitkan surat kesepakatan dengan cara sbb: a. Mencari pembeli dilakukan dengan skala prioritas sekaum, sesuku, sekampung, seNagari, selaras adat dan seterusnya.. Ada Nagari yang membatasinya hanya sampai se Nagari.. Yang artinya rakyat Nagari itu tak diperkenankan menjual tanah keluar dari penduduk Nagari itu.. b. Menerbitkan surat kesepakatan kaum bahwa tanah Ulayat kaum mereka, akan dijual kepada seseorang atau kepada satu kaum yang

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

310

identitasnya disebutkan.. Surat kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh: Seluruh lelaki dewasa dalam kekerabatan dan perempuan penguasa ganggam bauntuak, Seluruh mamak kepala kekerabatan (kepala waris) dalam kaum. Diketahui oleh mamak kepala kaum dan mamak adat (kepala suku). Dilampiri dengan surat pernyataan kepemilikan tanah Ranji sekaum. Pemindahan hak atas tanah menurut hukum adat ada dua cara: a. Jual beli dirumah gadang. Jika bagi si pembeli tanah ini akan dijadikan milik ulayat kaum (harta pusaka) upacara pembelian dilakukan menurut upacara adat, dari mamak kaum sipenjual menjualnya kepada mamak kaum sipembeli. Disaksikan mamak adat kedua belah pihak sempadan empat jinih hadir sebagai saksi. Setelah makan bersama dirumah gadang si pembeli, semua yang hadir pergi kelapangan menyaksikan tunjuk batas bersama sisempadan. Pada waktu itu patok batas tanah diperbaharui. Surat jual beli didaftarkan dan diregistrasi dikantor Wali Nagari. Surat Keterangan tanah dan Pernyataan Kepemilikan harus lengkap.. Dalam surat jual beli dinyatakan bahwa bagi si pembeli tanah yang dibeli dijadikan milik kaumnya.. Bagi sipenerima waris tanah itu disebut pusako randah.. b. Jual beli ditangah padang.. Jual beli ditengah padang dilakukan jika bagi si pembeli tanah tersebut dijadikan tanah pribadi, tanah itu akan diwariskan sesuai dengan hukum faraid.. Jual beli ditangah padang dapat dilakukan ditempat tanah itu sendiri atau dikantor Nagari atau ditempat lain dimana saja.. Caranya sama seperti jual beli di rumah gadang. Si penjual dan sipembeli bersama sisempadan dan saksi ikut memancang batas bersama dilapangan.. Didalam surat jual beli dinyatakan tanah itu dibeli untuk pribadinya.. Dizaman Orde Baru kebanyakan jual beli dilakukan dengan jual beli ditangah padang, dilaksakan di kantor pejabat akta tanah, kantor camat atau Notaris dan dikantor BPN, yang berarti bagi sipembeli tanah tersebut dijadikan milik pribadi.. Sering kejadian kepemilikan tanah bagi sipenjual tidak memenuhi persyaratan. Pemindahan hak tanah Ulayat yang tidak
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

311

memenuhi hukum adat seperti diuraikan diatas, adalah cacat hukum adat, tidak syah dan harus batal demi hukum.. Transaksi yang telah terlanjur demikian harus ditinjau kembali, dibatalkan atau dicarikan solusi baru, sehingga pihak kaum pemilik tanah ulayat atau sipembeli tidak dirugikan.. Menurut hukum adat Gadai kumbali. jual lenyap salamonyo. Ibah buliah lanyap dan bulih basyarat. Pada adat Minangkabau tidak ada istilah pelepasan hak yang ada ialah pemindahan hak, karena sebelum hak dilepas, sudah harus jelas kepada siapa hak itu akan dipindahkan.. Hak atas tanah tak boleh dipindahkan kepada orang/kaum yang tidak diketahui identitasnya oleh sipenjual..

5. Penyelesaian Sengketa Ulayat Kaum.. Sengkata tanah ulayat kaum diselesaikan oleh Kepala/Wali Nagari dibantu oleh wakil dari Kerapatan Nagari dari Niniak Mamak, Alim Ualam dan Cadiak pandai.. Pengajuam sengketa dilakukan sebagai berikut: a. Diajukan oleh Kepala kaum berikut Kepala waris disebut penggugat (mudai).. b. Dijelaskan identitas tanah yang digugat, tempat, sempadan, sudah berapa lama dikuasai tergugat, apa sebab dikuasai tergugat dan riwayat tanah tersebut semenjak diketahuinya.. c. Gugatan dialamatkan kepada kaum,.dijelaskan identitas tergugat, hubungan tergugat dengan barang yang digugat.. d. Berapa kerugian yang diderita akibat tindakan tergugat.. e. Penggugat dilarang mengambil atau menguasai, melakukan kegiatan diatas tanah yang digugat samapai diserahkan oleh penyelesai sengketa / Pemerintahan Nagari.. Tindakan tersebut dianggap melakukan pelanggaran hukum adat, dinilai melakukan tidak kekerasan.. Gugatan si penggugat harus dinyatakan ditolak.. f. Kepada si Penggugat diwajibkan mengemukan bukti dengan saksi sebagi tambahan atas gugatan dan keterangan yang disampaikannya.. Jika Penggugat tidak cukup mengemukakan bukti dan saksi gugatan Penggugat dinyatan ditolak dan dinyatakan tidak diterima..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

312

g. Pengambilan tanah yang sedang dikuasai orang lain tanpa ada gugatan dianggap sebagai perampasan.. Tindakan ini adalah Pidana dapat diajukan kepada Polisi..

Contoh 1. Ulayat kaum yang telah ganggam bauntuak.. SURAT PERNYATAAN PEMILIKAN TANAH ULAYAT KAUM Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1 Nama Umur Pekerjaan Alamat : : : :

Nama Umur Pekerjaan Alamat

: : : : :

Adalah pemegang ganggam bauntuak tanah /sawah Kaum . Suku Jorong ..Nagari Bertindak untuk dan atas nama anggata kaum sebagai ganggam bauntuak.

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

313

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa kaum kami ada mempunyai sebidang tanah Ulayat kaum yang belum diukur (milik adat) yang kuasai selama ini oleh angota kaum kami secara turun temurun yang terletak di Jorong .. Nagari.. Kecamatan . Kabupaten dengan luas lebih kurang hektar dengan batas sepadan sebagai berikut : Sebelah Utara dengan tanah milik Sebelah Selatan :

dengan tanah milik :. : . : ..

Sebelah Barat dengan tanah milik Sebelah Timur dengan tanah milik

Bahwa tanah tsb tidak dalam sengketa, tidak digadaikan, tidak dijadikan jaminan hutang dan tidak pula dikenakan sesuatu sitaan. Bahwa tanah ini pernah dikuasai oleh Mamak /Ninik kami yang tersebut dibawah ini: Tahun.Nama/Gelar Tahun.Nama/Gelar Tahun.Nama/Gelar Dan seterusnya..

Bersama ini kami lampirkan ranji kaum pemilik yang disyah kan oleh Kepala Kaum dan Kepala Jorong. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan lurus dan benar untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ., .. Kami yang menyatakan, 1.
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

314

2.

Disetujui Oleh 1. Kepala Waris 2. Kepala kaum . (..) ()

Anggota ganggam bauntuak yang dewasa 1. . 2. .. 3. 4. Diketahui Oleh Sempadan 4 Jinih: 1. .. 2. 3. 4. . Diketahui Oleh: Kepala Jorong
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

315

(. ..)

Contoh 2 ulayat kaum yang belum ganggam bauntuak.. SURAT PERNYATAAN PEMILIKAN TANAH ULAYAT KAUM Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 2. Nama Umur Pekerjaan Alamat : : : :

3. Nama Umur Pekerjaan Alamat Alamat

: : : : :

Adalah mamak kepala kaum dan mamak kepala waris dalam Kaum . Suku Jorong ..Nagari Bertindak untuk dan atas nama anggata kaum sebagai ganggam bauntuak.
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

316

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa kaum kami ada mempunyai sebidang tanah Ulayat kaum yang belum diukur (milik adat) yang kami kuasai selama ini secara turun temurun yang terletak di Jorong .. Nagari.. Kecamatan . Kabupaten dengan luas lebih kurang hektar dengan batas sepadan sebagai berikut : Sebelah Utara dengan tanah milik Sebelah Selatan :

dengan tanah milik :. : . : ..

Sebelah Barat dengan tanah milik Sebelah Timur dengan tanah milik

Bahwa tanah tsb tidak dalam sengketa, tidak digadaikan, tidak dijadikan jaminan hutang dan tidak pula dikenakan sesuatu sitaan. Bahwa tanah ini berasal dari Mamak/Ninik kami yang tersebut dibawah ini: Tahun.Nama/Gelar Tahun.Nama/Gelar Tahun.Nama/Gelar Dan seterusnya..

Bersama ini kami lampirkan ranji kaum pemilik yang disyah kan oleh Kepala Kaum dan Kepala Jorong. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan lurus dan benar untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ., .. Kami yang menyatakan, 1.
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

) 317

2.

Anggota kaum yang dewasa 1. . 2. .. 3. 4. Diketahui Oleh Sempadan 4 Jinih: 1. .. 2. 3. 4. . Diketahui Oleh: Kepala Jorong

(. ..)

Contoh . Kesepakatan kaum.. SURAT KESEPAKATAN KAUM Kami yang bertanda tangan dibawah ini :
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

318

Nama Umur Pekerjaan Alamat

: : : :

Nama Umur Pekerjaan Alamat

: : : : :

Adalah Kepala Waris dan Kepala kaum dalam Kaum . Suku Jorong ..Nagari Dengan seluruh anggota kaum yang dewasa telah bersepakat untuk menjual tanah ulayat kaum harta pusaka tinggi /puska randah kami yang terletak di Jorong .. Nagari.. Kecamatan . Kabupaten dengan luas lebih kurang hektar sebagaimana tertera pada pernyataan kepemilikan tanah kaum tanggal Bahwa tanah tsb tidak dalam sengketa, tidak digadaikan, tidak dijadikan jaminan hutang dan tidak pula dikenakan sesuatu sitaan. Bersama ini kami lampirkan ranji kaum pemilik yang disyah kan oleh Kepala Kaum dan Kepala Jorong..

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

319

Penjualan tanah ini dilaksanakan oleh mamak kepala waris dan kepala kaum kepada siapa yang beliau sepakati dengan harga yang disepakati bersama dituangkan dalam kesepakatan tersendiri.. Penjualan tanah ini dilakukan sesuai dengan sekala perioritas adat salingka nagari yang ada.. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan lurus dan benar untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. (bersama ini ranji dilampirkan) ., .. Kami yang bersepakat, 1.

2.

Kepala Waris

Kepala kaum .

(..)

()

Anggota kaum yang dewasa (sesuai ranji) 1. (). 3. (.). 5. (.). 7. (.).
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

2.. (.) 4. () 6. () 8. () 320

9. (.).

10. ()

Dan seterusnya. Diketahui oleh Wali Nagari Disetujui oleh: Wali /kepala Jorong

(. ..)

(.)

H. TANAH ULAYAT SUKU Tanah ulayat suku mempunyai rumusan yang sama dengan ulayat kaum, diwariskan dari niniak turun ka mamak dan dari mamak turun ke kamanakan.. Orang yang memakai system Dt Katumanggungan akan bersuku Koto atau Piliang.. Orang yang memakai system Dt parpatih Nan Sabatang akan memakai suku bodi atau caniago.. Orang yang memakai system Dt Suri Marajo akan suku Pisang.. Jadi orang yang sesuku belum tentu berasal dari seorang perempuan atau belum tentu segaris keturunan matrilineal atau belum tentu satu suku.. Maka dapat disimpulkan suku adalah kelompok orang orang yang se aspirasi.. Dalam masa panjang suku suku berkembang terjadilah banyak suku.. Yang dimaksud dengan kaum ialah orang-orang yang seketurunan berasal dari satu perempuan menurut garis matrilineal dapat dibuktikan dalam suatu ranji.. tanah ulayat diwariskan dari niniak ke mamak dan dari mamak ke kamanakan.. Dengan demikian tanah ulayat tidak ada kaitan dengan suku.. Satu suku dalam satu Nagari pada umumnya berasal dari pindahan dari Nagari yang berbeda dimana mereka tidak satu garis keturunan matrilineal.dan tidak satu ranji.. Maka mereka tidak akan mempunyai satu ulayat.. Dengan demikian dapat disimpulkan tanah ulayat suku sangat sulit di dapat.. I. PERKEBUNAN DI SUMATERA BARAT DI ZAMAN ORDE BARU..
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

321

Untuk lebih meningkatkan perekonomian negara para investor (penanam modal investasi) ingin menanamkan modal untuk perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit. Sesuai aturan yang berlaku sebelum izin perinsip dikeluarkan oleh Gubernur investor telah harus memiliki tanah. Permohonan izin perinsip harus melampirkan bukti kepemilikan tanah, rekomendasi Bupati, rekomendasi Pertanahan, rekomendasi Perkebunan, rekomendasi Kehutanan dan rekomendasi BKPM. Beberapa investor telah mengajukan permohonan izin perinsip kepada Gubernur dengan syarat yang lengkap, tetapi Gubernur tidak menerbitkan izin perinsipnya.. Beberapa investor telah mengajukan izin perinsip tanpa memiliki rekomendasi yang dibutuhkan, dengan mengatakan masih dalam urusan.. Gubernur mengeluarkan izin perinsipnya.. Kemudian Gubernur megirimi Bupati surat, agar Bupati menguruskan tanah untuk investor tersebut.. Bupati memamnggil beberapa penghulu kaum dan ketua KAN.. Masing masing penghulu menyerahkan tanah ulayat kaumnya disetujui oleh Ketua KAN.. Setelah tanah itu diukur dan telah mencapai jumlah yang tertera dalam izin perinsip Gubernur, kebun tersebut dapat dimulai.. Sesuai adat lama pemindahan hak atas ulayat kaum haruslah melampirkan kesepakatan kaum dan ranji.. Kasepakatan kaum ditanda tangani oleh semua anggota kaum yang dewasa yang ada dalam ranji tesebut.. Apa yang dilakukan oleh kepala kaum, Ketua KAN, Bupati dan Gubernur itu melanggar aturan adat yang berlaku.. Menurut hukum adat penyerahan tanah ulayat kaum cacat hukum dan tidak syah, karenanya harus dikembalikan kepada pemiliknya.. Pemerintah Sumatra Barat telah menyerahkan tanah ulayat kaum, suku dan Nagari kepada investor sebanyak lk 300 000 hektar.. Terhadap tanah tersebut telah diterbitkan HGU nya.. Berarti setelah HGU habis tanah itu menjadi milik Negara.. Lenyaplah dalam sekejab 300 000 Ha tanah ulayat dan tanah adat di Minangkabau.. Surat kepemilikan tanah didapat berdasarkan nota Gubernur. Mamak adat bersama ketua KAN yang diketahui oleh Kepala Desa dan Camat menyerahkan tanah Ulayat kaumnya kepada Bupati.. Pengalihan hak kaum itu tanpa melampirkan surat kesepakatan kaum tentang pengalihan haknya dan tanpa melampirkan ranji pemiliknya. Cara pengalihan hak Ulayat yang seperti ini telah melanggar hukum adat yang berlaku.. Oleh Bupati tanah tersebut diserahkan kepada Investor perkebunan. Berdasarkan surat itu Investor perkebunan mendapat HGU tanah tersebut. Setelah habis masa HGU berdasarkan Per. Men. Agraria no. 5 tahun 1999, tanah itu berpindah
Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

322

menjadi milik Negara. Lk 300 000 Ha tanah Ulayat kaum yang bernasib seperti ini. Banyak pula rakyat meniru seperti apa yang dilakukan pejabat pemerintah Orde Baru itu. Cara pengalihan hak tanah Ulayat kaum yang begini telah menjadi kebiasaan.. Kemanakan yang bagak tanpa lengkapnya persyaratan, tanpa adanya kesepakatan kaum atau tanpa adanya ranji atau tanpa adanya kepala waris.. Kepala Desa ikut mengetahui, Camat selaku pejabat akta tanah membenarkan pula, BPN dapat pula mengokohkannya. Terjadilah penjualan tanah Ulayat kaum.. Sebagai anggota kaum lainnya melakukan pula demikian. Terjadilah penjual tanah berulang kali.. Berdempetanlah hak atas tanah, bahkan sampai ada sertifikat yang berdempet tiga.. Pemicu perbuatan yang melanggar adat itu ialah pejabat atau oknum pejabat pemerintah sendiri. Sesuai dengan jiwa Reformasi Perda 13 tahun 83 dan SK Gubernur 347 tahun 84 perlu ditinjau dan diluruskan. Hukum adat perlu di Perda kan. Penyerahan tanah untuk perkebunan dan penjualan tanah yang telah terjadi, perlu ditinjau dan perlu diluruskan disesuaikan dengan hukum adat yang benar. Jika ternyata penyerahan tanah ulayat kaum atau ulayat Nagari tidak memenuhi hokum adat yang berlaku maka setelah masa HGU berakhir tanah tersebut kembali menjadi berstatus semula sebagai hak ulayat Nagari atau ulayat kaum.. --oo0oo--

Kesulthanan Minangkabau Darul Quorar.. Kepemilikan tanah..

323