Anda di halaman 1dari 12

CONTOH RPP SMA/Sederajat

Kelas X Semester Ganjil

Oleh :
I Wayan Gustama

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

MOTIVASI
Hidup ini seperti tumbuhan ilalang.

1
Tumbuhan ilalang, ketika muda atau baru

tumbuh, adalah sangat tajam dan ketika sudah tua tidak tajam lagi. Ayoo... Kalian yang muda manfaatkan indera yang masih tajam dan baik itu untuk belajar.

Istilah korupsi mulai poluler sekitar tahun 1997, menjelang kejatuhan orde baru. Memasyarakatnya istilah korupsi ini tidak bias lepas karena orde baru memang sarat dengan korupsi. Kata Korupsi sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu corruption yang berarti busuk, rusak atau dalam bentuk kata kerja corrumpere yang berarti menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Adapun arti harfiah dari korupsi dapat berupa : kejahatan, kebusukan, dapat disuap, tidak bermoral, kebejatan, dan ketidakjujuran.
Mungkin dari kalian pernah bermasalah dengan pihak polisi karena melanggar rambu-rambu lalulintas. Bukankah menyuap dalam kasus Tilang dalam lalulintas merupakan perbuatan Korupsi? Berikan rasional mengapa demikian!

Definisi lain dari korupsi yang paling banyak diacu, termasuk oleh World Bank adalah the abuse of public office for private gain. Dalam arti yang lebih luas, definisi korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan publik untuk kepentingan pribadi atau privat yang merugikan publik dengan cara-cara bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Definisi ini merupakan konsensus yang banyak diacu para pakar di bidang anti-korupsi. Transparansi Internasional mempunyai definisi yang lebih fleksibel tentang korupsi, yaitu penyalahgunaan kepercayaan yang diberikan

korupsi diperluas, bahkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, ada 30 bentuk/jenis tindak pidana korupsi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut: kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi. Dengan demikian, ada beberapa unsur penting untuk menentukan suatu perbuatan yang termasuk ke dalam tindak pidana korupsi. Mereka memperkaya atau menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau kelompok dengan cara menyalahgunakan wewenang, memanfaatkan kesempatan, sarana, dan fasilitas yang ujung-ujungnynya adalah kerugian keuangan negara. persoalan korupsi bukan hanya perilaku, tindakan atau upaya penyelewengan anggaran negara. Tetapi, praktik korupsi sudah dapat diaartikan sebagai pemerkosaan perundang-undangan di Indonesia atau yang sering disebut dengan crime against constitution. Dengan demikian pengadilan atas para koruptor secara tidak langsung adalah upaya untuk menegakkan konstitusi atau perundang-undangan.
Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

PETA KONSEP Pengertian Dasar Hukum

KORUPSI

Klasifikasi Penyebab Korupsi

Upaya Pemberantasan Korupsi di Inonesia

PENDAHULUAN
Mungkin sering kita mendengar istilah ini Korupsi. Ia..Korupsi merupakan perilaku buruk yang semakin membudaya di zaman sekarang. Apabila hal ini dibiarkan akan berdampak luas pada keterpurukan masyarakat. Karena bagaimanapun suatu organisasi jika masih sarat dengan tidak akan terjadi kemajuan malah akan menghilangkan nilai-nilai kebersamaan dan gap antar organisasi tersebut.

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

2
Korupsi telah menjadi sebuah bentuk kebudayaan baru yang siap menghancurkan Negara kita kapan saja. Fenomena korupsi telah merongrong nilai-nilai kerja keras, kebersamaan, tenggangrasa, dan belaskasih di antara sesama warga bangsa Indonesia. Korupsi menciptakan manusia Indonesia yang easy going, apatisme terhadap nasib dan penderitaan sesama khususnya rakyat kecil yang tidak sempat untuk menikmati atau memiliki kesempatan untuk korupsi. Meskipun korupsi bukanlah sebuah lapangan pekerjaan baru. Singkatnya tindakan korupsi seolah-olah bukanlah lagi sebuah tindakan yang diharamkan oleh agama manapun sebab kecenderungan korupsi telah merasuki hati semua orang. Korupsi pada dasarnya merupakan penyelewengan atau penggelapan uang (negara atau perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Perilaku korup menunjuk pada sikap suka menerima uang suap dan memakai kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi atau kelompok sendiri

2.

DASAR HUKUM PEMBERANTASAN KORUPSI


Berikut ini adalah landasan hukum dari upaya pemberantasan Korupsi di Indonesia : 1. 2. Tap. MPR-RI No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Tap. MPR-RI No. VIII/MPR/2001 tentang Rekomendasi Arah dan Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 3. 4. Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelengaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagai generasi muda, apa yang bisa anda lakukan dalam usaha-usaha untuk memberantas Korupsi?

Sumber : wikipedia Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Secara garis besar terdapat 3 kelompok pandangan mengenai penyebab Korupsi yaitu fakor yang menitikberatkan pada manusia, fackor lingkungan, dan gabungan dari kedua faktor tersebut : a. Faktor Manusia Menurut factor ini penyebab utama terjadinya korupsi karena factor personil aparat seperti :

Mentalitas aparat yang buruk kemampuan kerja aparat yang kurang memadai pandapatan aparat yang rendah niat awal menjabat hanya untuk mencari kekayaan dan bukannya prestasi pekerjaan kemiskinan keluarga

b. Faktor Lingkungan Menurut pandangan kedua ini sebab utama terjadinya korupsi adalah factor lingkungan yang kurang kondusif. Lingkungan tersebut meliputi lingkungan politik, budaya, dan manajemen birokrasi seperti sebagai berikut :

Iklim politik yang dibangun dan dipertahankan berlandaskan jaringan dan loyalitas politik dengan imbalan material atau finasial atau bisa juga kekuasaan ( iklim politik Patrimonial )

Budaya dimana pengusaha cenderung menuntut upeti dari rakyat dengan sukarela memberikannya sebagai perwujudan kesetiaan kepada penguasa ( budaya feudal )

Manajemen kekuasaan yang member keleluasaan berlangsungnya praktik korupsi. Lebih dari itu, Manajemen kekuasaan tersebut tidak melakukan upaya-upaya yang jelas dan tegas untuk mencegah serta memeberantas praktik korupsi tersebut ( system kekuasaan kleptokrasi)

c. Multi Faktor ( gabungan berbagai faktor ) Menurut pandangan yang ketiga tersebut, korupsi terjadi karena adanya interaksi dari berbagai factor yang ada baik itu yang berasal dari factor personal aparat maupun dari factor lingkungan. Adapun faktor- faktor penyebab korupsi secara umum yaitu sebagai berikut : Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah.

Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal. Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar. Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama". Lemahnya ketertiban hukum. Lemahnya profesi hukum. Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa. Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil

Tugas Individu Cari dan dapatkan satu berita aktual mengenai kasus korupsi yang terjadi di daerah kalian

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Pemberantasan korupsi merupakan upaya untuk mengurangi dan meniadakan praktik korupsi dalam penyelenggaraan Negara. Upaya ini bisa dilakukan melalui tindakan preventif maupun refresif. 1. Upaya Pencegahan (Preventif) Upaya preventif dari pemberantasan korupsi di Indonesia menunjuk dari berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mencegah praktik korupsi. Upaya prevnetif ini antara lain : a. Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal, informal dan agama. b. Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. c. Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. d. Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. e. Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. f. Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien.
Coba diskusikan dengan teman dekat anda terkait gambar diatas! Bagaimana pendapat kalian jika seorang koruptor diberikan remisi atau pengurangan hukuman??? Carilah dasar hukumnya!

g. Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. h. Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan melalui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. i. Optimalisasi peran media masaa sebgai lembaga kontrol para pejabat publik melalui opini anti korupsi.

2. Upaya Penindakan (refresif) Upaya penindakan, yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan, dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Upaya Refresif meliputi antara lain : a. Penindakan para pelaku korupsi secara tegas tanapa adanya diskriminasi sesuai dengan peraturan perundangn yang berlaku. b. Penindakan secara tegas dan konsisten setiap aparat hukum yang bersikap lembek dan bersedia meloloskan para pelaku korupsi dari jeratan hukum. c. Pemberian hukuman secara sosial dalam bentuk isolasi oleh masyarakat kepada para pelaku korupsi. d. Memberikan tekanan langsung kepada pemerintah dan lembagalembaga penegak hukum untuk segera memproses secara hukum para pelaku korupsi.
Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang (Negara atau perusahaan dan sebagainya) untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Perilaku korup menunjuk pada sikap suka menerima uang suap, dan memakai kekuasaan yang dimiliki untuk kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.

Upaya pemberantasan korupsi telah memiliki dasar hukum yang kuat menurut UU yang berlaku

Terdapat tiga faktor yang menyebabkan timbulnya korupsi yaitu faktor manusia, faktor lingkungan, d an faktor gabungan antara manusia dengan ling kungannya.

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi adalah melalui usaha preventif (pencegahan ) dan usaha refresif dengan menindak tegas para pelaku yang terlibat.

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

7
Refleksi diri

1.

Bagaimanakah pengertian korupsi menurut UU No. 28 Tahun 1999 dan analisislah pengertian korupsi tersebut apakah masih sesuai dengan keadaan Indonesia di masa sekarang ? ................................................... .....................................................................................................................

2.

Apa sajakah yang menjadi penyebab terjadinya perbuatan korupsi di Indonesia dan cobalah anda analisis diantara penyebab tersebut manakah yang paling dominan yang bisa menimbulkan perbuatan korupsi ? ...

3.

Upaya upaya apa sajakah yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi berbagai praktik korupsi yang telah terjadi di Negara kita dan sampai sejauh mana keefektifan dari upaya tersebut ? ...

4.

Tunjukkanlah partisipasi anda sebagai warga Negara dan generasi muda dalam rangka dalam rangka untuk memerangi praktik korupsi di Negara kita? ..

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Mungkin kalian masih ingat sewaktu kecil sering bermain Meong-meong sambil riang gembira menyanyikan liriknya yang sederhana. Tahukah kamu..?? Bahwa lagu dulonan khas Bali ini memiliki arti yang sangat kental terkait dengan kasus korupsi yang akhir-akhir ini semakin membudaya di negeri ini mulai dari elit politik sampai masyarakat biasa. Berikut ini adalah lirik dari lagu meong-meong yang memiliki makna agar kita tidak berbuat korup dan ikut berpartisipasi dalam segala upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Meong-meong Alih je bikule Bikul gede gede Buin mokoh-mokoh Kereng pesan ngerusuhin Yang artinya sebagai berikut: Kucing-kucing Carilah tikusnya Tikus besar-besar Juga gemuk-gemuk Selalu membuat masalah Kita tahu bahwa tikus merupakan binatang yang hidup pada daerah kotor dan keberadaannya sering menggangu manusia karena ulahnya sering menggerogoti apa saja bahkan membawa penyakit. Koruptor dalam hal ini diibaratkan seperti Tikus. Yang mana memiliki watak rakus, mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Kucing diibaratkan sebagai KPK selaku lembaga pemerintah yang bertugas untuk memberantas korupsi, namun kenyataannya sekarang KPK dinilai takut apabila tikus (Koruptor) memiliki jabatan yang berperan penting sehingga penindakan kasus korupsi dirasakan tidak adil. Para kucing juga takut pada tikus-tikus. Karena tikusnya lebih besar dan lebih galak, atau kucing tidak ada selera memakan tikus. Kiasan bagi para pengawas, apapun nama jabatannya, dari yang sederhana seperti polisi, jaksa, hakim, sampai yang memakai nama keren-keren: Satuan Pengawas Intern (SPI), Direktur Kepatuhan, dan lainlain. Kalau ada yang berani dan ingin bertindak jujur, kadang harus mengalami risiko fatal, dipindahtugaskan, bahkan ada yang tertembak mati! Kasihan anak-istrinya. Lagu yang sejak dahulu dibuat oleh leluhur orang Bali tempo dulu akhirnya sekarang menjadi kenyataan. Dahulu tikus takut pada kucing, sekarang kucing takut pada tikus atau paling tidak, kucing segan bahkan bersahabat dengan tikus.

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Nama Kelas Sekolah

: _______________________________________ : ________________No. Absen______________ : _______________________________________

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

STANDAR KOMPETENSI
4.

Menampilkan Sikap Positif Terhadap Sistem Hukum Dan Peradilan Nasional

KOMPETENSI DASAR
4.2

Menganalisis Upaya Pemberantasan Korupsi Di Indonesia

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah proses pembelajaran peserta didik diharapkan :

Melalui menggali informasi dari berbagai sumber siswa mampu mendeskripsikan pengertian korupsi

Melalui menggali informasi dari berbagai sumber siswa mampu menyebutkan dasar hukum pemberantasan korupsi

Melalui diskusi kelompok siswa mampu mengklasifikasikan penyebab terjadinya perbuatan korupsi

Melalui

diskusi

kelompok

siswa

mampu

Menganalisis

upaya

pemberantasan korupsi di Indonesia

Modul PKn X SMA/Sederajat Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia