Anda di halaman 1dari 42

Islam dan Perkembangan Ekonomi

Kelompok 2
Ade Hidayat Aditya Perdana Putra Arief Kukuh Azka Sandi H Daniswara Krisna Fahrian Andra Ferdana Eldriansyah Hanung Setyo N Indrayana Pratama Zulhilmi Yahya Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia Teknik Kimia

Dalil tentang Kewajiban Berusaha dalam Ekonomi

Dan hendaklah kamu berusaha di dalam sesuatu yang Alloh mendatangkan kebahagiaan mu di akhirat, dan janganlah lupa akan nasibmu di dunia, dan berbuat baiklah sebagaimana Alloh berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi! Al-Qashash ayat 77

Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah. (HR ath Thabrani dan Baihaqi) Kalau dia bekerja untuk menghidupi anakanaknya yang masih kecil itu adalah fisabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang lanjut usia, itu adalah fisabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta itu juga fi sabilillah. (HR. Thabrani)

Sesungguhnya Allah mencintai hambaNya yang bekerja. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia laksana seorang yang bertempur di medan perang membela agama Allah. (HR Ahmad) Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki. (HR Ahmad)

Al Baqarah 261
261. perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

Al Baqarah 267
267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah

Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Ekonomi Islam?
Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengan sistem ekonomi yang lain, dimana dalam sistem ekonomi Islam terdapat nilai moral dan nilai ibadah dalam setiap kegiatannya.

Prinsip Sistem Ekonomi Islam


- Kebebasan individu. - Hak terhadap harta. - Ketidaksamaan ekonomi dalam batasan. - Kesamaan sosial. - Keselamatan sosial. - Larangan menumpuk kekayaan. - Larangan terhadap institusi anti-sosial. - Kebajikan individu dalam masyarakat. - - Adanya zakat dan sedekah

Dasar-dasar Ekonomi Islam


1. Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat. 2. Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula. 3. Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar. 4. Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta, oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki. 5. Pada batas tertentu, hak milik relatif tersebut dikenakan zakat. 6. Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang. 7. Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja.

Perbedaan Sistem Ekonomi Konvensional & Islam


Sistem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Tujuan: kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba. Sistem ekonomi manusia yang diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari rukun iman dan rukun Islam. Tujuan: tercapainya kesejahteraan dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya

Tokoh-tokoh Ekonomi Islam


1. Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan ekonominya.

adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi.

2. Abu Hanifah
Membahas tentang transaksi salam, yaitu ada kejelasan tentang komoditi, jenis, kualitas, kuantitas dan place of delivery-nya dan barang harus juga disyaratkan transaksi yang ada di dalam transaksi murabahah. Murabahah (kontrak penjualan dengan prosentasi mark up atas harga beli). Abu Hanifah an-Nu'man juga menolak akan Muzara'ah (kontrak bagi hasil pertanian) semata-mata karena keinginannya untuk membela pihak yang lebih lemah; yaitu penggarap dalam hal tanahnya itu tidak menghasilkan. Tidak membebaskan perhiasan dari zakat dan tidak membebaskan zakat atas pemiliknya yang mempunyai hutang pada seluruh usahanya.

3. Abu Yusuf
Bukunya "Kitabul Kharaj" Menekankan pada penguasa terhadap pemenuhan kebutuhan rakyat serta pengembangannya, kebutuhan akan keadilan dan kewajaran dalam perpajakan Kewajiban penguasa untuk memperlakukan uang rakyat sebagai suatu kepercayaan (amanah) yang harus dipertanggungjawabkan untuk setiap pengeluaran yang dilakukan. Menentang keras pengenaan pajak pertanian

4. Hasan Aisayibani (132-189 H/750-804M)


kitab al-iktisaf fiil rizqi al-mustshaf= membahas aturan syarat tentang ijarah, tijarah, ziraah, sinaah. Perilaku konsumsi ideal seorang muslim menurutnya adalah sederhana. kitab al-asl = membahas berbagai bentuk transaksi dalam bisnis, misalnya salam, dan mudharobah.

5. Muhammad Syafii Antonio


Muhammad Syafii Antonio adalah seorang muslim keturunan TiongHoa yang menjadi pakar ekonomi syariah di Indonesia. Nama aslinya Nio Cwan Chung. Sejak kecil ia mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayahnya seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, ia juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Ia sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar ia diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini ia lakukan walaupun ia belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim. Ia sempat menganut agama kristen protestan sebelum akhirnya mengikrarkan diri sebagai seorang muslim pada umur 17 tahun.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Bay' Istilah umum dalam tranksasi ekonomi Islam berbasis jual beli antara lain murabahah, istishna, atau salam

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Fiqh Istilah dalam penentuan hukum Islam yang berpedoman pada ketentuan Al Qur'an dan Sunnah Sahih atas permasalah ibadah dan muamalah. Untuk ibadah utama dikenal Fiqih Ibadah yang isinya mengatur tata cara dan ketentuan ibadah Sholat, Puasa, Qurban, Haji dan sebagainya. Sedangkan dalam muamalah, dikenal banyak Fiqih seperti Fiqih Daulah (Pemerintahan), Fiqih Buyu' (Ekonomi), Fiqih Siyasih (Politik) dan lainnya.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Gharar Ketidakpastian atas hasil (outcome) akibat kondisi yang tidak menentu dalam kontrak tangguh.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Ijarah Istilah sewa menyewa dalam Islam

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Istishna (al-bay) Istilah kontrak jual beli dengan sistem pemesanan barang atau jasa pembuatan suatu produk dan si pembuat setuju untuk mengirim atau memberikan pesanan tersebut kepada pemesan pada waktu yang telah ditentukan. Sedangkan pembayaran atas kontrak tersebut dilakukan pada masa akan datang.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Ju'alah Isitlah kontrak jasa untuk melakukan sesuatu dan atas jasa tersebut mendapatkan upah (fee).

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Khiyar al-syart Opsi atau pilihan membatalkan suatu perjanjian jual beli dikarenakan tidak terpenuhinya syarat yang telah disepakati di awal transaksi.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Mudharabah Perjanjian antara dua orang dalam melakukan suatu usaha atau bisnis dimana posisi satu pihak adalah pemilik dari modal usaha (sohibul maal) dan pihak lainnya adalah pengelola (mudharib) dari modal tersebut dalam usaha yang disepakati bersama.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Murabahah Istilah dalam jenis jual beli yakni penjual telah menentukan harga pokok dan margin keuntungan yang harus dibayar oleh pembeli.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Musyarakah Metode pembiayaan dalam Islam yakni sistem partneship dalam menjalankan suatu usaha dimana masing-masing pihak yang berkontrak memberikan porsi modal dan manajemen bersama. Keuntungan dan kerugian ditanggung bersama.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Qard Hasan Pinjaman yang diberikan dengan pengembalian tanpa tambahan selain modal yang dipinjamkan.

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Islam (Syariah)


Rahn' Berarti tumbuh dan berkembang, dalam konteks ekonomi, adalah isitilah kontrak gadai atas suatu barang dan dibenarkan ada imbalan atas pemeliharaan barang titipan berdasarkan risiko barang tersebut, selanjutnya pihak yang menggadaikan barang mendapat pinjaman sejumlah uang tuna

Sistem Ekonomi Islam Menghindari Riba


Al-Baqarah 275

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (Q.S. AlBaqarah:275)

Pengertian Riba
Secara literal, riba bermakna tambahan (al-ziyadah) Sedangkan menurut istilah; Imam Ibnu al-Arabiy mendefinisikan riba dengan; semua tambahan yang tidak disertai dengan adanya pertukaran kompensasi. Imam Suyuthiy dalam Tafsir Jalalain menyatakan, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam muamalah, uang, maupun makanan, baik dalam kadar maupun waktunya

Menurut para ulama fiqih, riba dapat dibagi menjadi 4 (empat) macam :

Riba Fadhl

RIBA

Riba Qardh,
Riba Yad

Riba Nasiah

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS Ar Rahman : 9)

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (QS Al Muthaffifin : 1-6)

Riba Fadhl,
yaitu tukar menukar dua barang yang sama jenisnya dengan tidak sama timbangannya atau takarannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarkan Contoh : tukar menukar dengan emas, perak dengan perak, beras dengan beras, gandum dan sebagainya.

Riba Qardh,
yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan bagi orang yang meminjami/mempiutangi. Contoh : Ahmad meminjam uang sebesar Rp. 25.000 kepada Adi. Adi mengharuskan dan mensyaratkan agar Ahmad mengembalikan hutangnya kepada Adi sebesar Rp. 30.000 maka tambahan Rp. 5.000

Riba Yad
yaitu berpisah dari tempat sebelum timbang diterima. Maksudnya : orang yang membeli suatu barang, kemudian sebelumnya ia menerima barang tersebut dari si penjual, pembeli menjualnya kepada orang lain. Jual beli seperti itu tidak boleh, sebab jual-beli masih dalam ikatan dengan pihak pertama.

Riba Nasiah
yaitu tukar menukar dua barang yang sejenis maupun tidak sejenis yang pembayarannya disyaraktkan lebih, dengan diakhiri/dilambatkan oleh yang meminjam. Contoh : Aminah membeli cincin seberat 10 Gram. Oleh penjualnya disyaratkan membayarnya tahun depan dengan cincin emas seberat 12 gram, dan apalagi terlambat satu tahun lagi, maka tambah 2 gram lagi menjadi 14 gram dan seterusnya. Ketentuan melambatkan pembayaran satu tahun.

Krisis Ekonomi Saat Ini


Krisis ekonomi disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain: 1. Menurunnya kualitas moral/mental, bisa dikatakan sebagai faktor yang paling penting. 2. Keadilan yang tidak merata (kolusi). 3. Tidak adanya keterbukaan/transparansi oleh pemerintah dalam berbagai hal. 4. Merebaknya sistem perekonomian yang menggunakan sistem riba.

Banyak faktor lain yang mendorong terjadinya krisis ekonomi antara lain: 1. suasana politik yang tidak stabil 2. persaingan yang tidak sehat 3. krisis kepercayaan 4. sistem ekonomi yang ada sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan, sehingga adanya suatu sistem perekonomian dengan formula yang baru.

Mengapa Ekonomi Islam jarang dipakai di dunia


Dianggap kuno Dunia sudah dipenuhi sistem ekonomi konvensional, sehingga sulit mengubahnya. Takutnya orang zaman sekarang akan jatuh miskin gara2 menyedekahkan hartanya. Berhasilnya bangsa barat dalam meperkenalkan paham hedonisme ke seluruh dunia.