Anda di halaman 1dari 1

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 1.

Dasar Seleksi Dasar seleksi berarti penerimaan karyawan baru hendaknya berpedoman kepada dasar tertentu yang telah yang telah digariskan oleh internal maupun eksternal perusahaan, supaya pelaksanaan dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan baik secara hokum maupun ekonomis. Dasar2 seleksi dikemukan oleh hasibuan (2005: 48) sebagai berikut: a. Kebijakan Perburuhan Pemerintah Seleksi pengadaan karyawan baru harus berdasarkan dan berpedoman pada undang-undang perburuhan pemerintah. Peraturan perburuhan melarang adanya diskriminasi kullit, agama dan suku bangsa. Sebaliknya undang-undang tidak memperbolehkan anak-anak dibawah umur dan orangnya terlibat G-30_S/PKI. b. Spesifikasi pekerjaan atau jabatan Seleksi harus didasarkan dan berpedoman kepada spesifikasi jabatan atau pekerjaan yang akan dilakukan . Dalam spesifikasi, ditetapkan persyaratan dan kualifikasi minimum dari orang yang dapat menjabat atau melakukan pekerjaan tersebut. c. Ekonomis Tindakan ekonomis hendaknya menajdi dasar pelaksanaan seleksi supaya biaya, waktu dan pikiran dimanfaat secara efektif sehingga hasil seleksi bias dipertanggungjawabkan. d. Etika Sosial Etika social hendaknya mendapat perhatian dan menjadi dasar dalam melaksanakan seleksi karyawan abru. Seleksi harus dilakukan sesuai dengan etika social artinya, memperhatikan norma2 hukum, agama, kebudayaan dan adat istiadat masyarakat serta hokum yang berlaku dinegara yang bersangkutan. Selanjutnya samsuddin (2006: 96) mengemukakan bahwa kualifikasi yang menjadi dasar seleksi, yaitu : a. Keahlian Keahlian merupakan salah satu kualifikasi utama yang menjadi dasar dalam proses seleksi, kecuali bagi jabatan yang tidak memerlukan keahlian. b. Pengalaman Dalam proses pelamaran suatu pekerjaan, pengalaman pelamar cukup penting dalam suatu proses seleksi. Suatu organisasi cenderung akan memlih pelamar yang berpengalaman daripada yang tidak berpengalaman karena dipandang lebih mampu melaksanakan tugasnya. c. Usia Perhatian usia dalam proses seleksi juga di tujukan pada masalah usai para pelamar. Mereka yang memiliki usia lanjut tenaga fisiknya relatif terbatas, meskipun banyak pengalaman.