Anda di halaman 1dari 5

RANGKUMAN Pengertian Perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang

terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial). Proses Terjadinya Perubahan Iklim Perubahan iklim bukanlah hal baru. Iklim global sudah selalu berubah-ubah. Jutaan tahun yang lalu, sebagian wilayah dunia yang kini lebih hangat, dahulunya merupakan wilayah yang tertutupi oleh es, dan beberapa abad terakhir ini, suhu rata-rata telah naik turun secara musiman, sebagai akibat fluktuasi radiasi matahari, misalnya, atau akibat letusan gunung berapi secara berkala. Akibat-Akibat Yang Disebabkan Oleh Perubahan Iklim Global: Dampak perubahan iklim terhadap pertanian Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-2o C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan. Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis. Dampak perubahan iklim terhadap kenaikan muka air laut Naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi (UNDP, 2007). akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50% biota laut. Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur, apabila suhu air laut naik 1,50C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnahkan 98% terumbu karang. di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan. Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air. Pada pertengahan abad ini, rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak

10-40%. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya. Dampak perubahan iklim terhadap Ekosistem Kemungkinan punahnya 20-30% spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5oC. Meningkatnya tingkat keasaman laut karena bertambahnya Karbondioksida di atmosfer diperkirakan akan membawa dampak negatif pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang serta spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut. Dampak perubahan iklim pada Sektor Ekonomi Semua dampak yang terjadi pada setiap sektor tersebut diatas pastilah secara langsung akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia akibat kerugian ekonomi yang harus ditanggung. Dampak perubahan iklim pada pemukim perkotaan Kenaikan muka air laut antara 8 hingga 30 centimeter juga akan berdampak parah pada kota-kota pesisir seperti Jakarta dan Surabaya yang akan makin rentan terhadap banjir dan limpasan badai Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan Ketika perubahan iklim datang, maka kesehatan manusia akan berada dalam ketidakpastian waktu. Kasus bisa terjadi sewaktu-waktu dengan kuantitas dan kualitas dampak yang juga tidak dapat dipastikan. Sistem pelayanan kesehatan akan menemui berbagai macam tantangan yang rumit seperti naiknya biaya pelayanan kesehatan, komunitas yang mengalami penuaan dini, dan berbagai tantangan lainnya sehingga strategi pencegahan yang efektif sangat dibutuhkan.

TANGGAPAN
Suka atau tidak suka, pemanasan global sedang berlangsung saat ini. Ini merupakan sebuah tantangan bagi kita di abad ke 21, karena pemanasan global akan berdampak pada bagaimana kita hidup dan bekerja, serta kan menyentuh setiap aspek perekonomian kita dan hidup kita. Sehingga untuk mengatasi ini saya memunyai beberapa kunci yakni sebagai berikut :

Kunci pertama untuk mengatasi hal tersebut adalah kita harus menjalin tanggapan global terhadap permasalahan perubahan iklim. Seperti telah diketahui bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas seperempat dari emisi gas rumah kaca secara global. 15 negara Eropa bertanggung jawab atas seperempat lainnya dari emisi gas rumah kaca. Sisa dari emisi global tersebut terbagi dari negara-negara berkembang lainnya, terutama China dan India yang berkembang dengan sangat cepat. Harus terdapat tuntutan yang adil terhadap negara-negara industri untuk mengurangi emisi mereka, karena sebagian sumber emisi karbon baik yang lalu dan sekarang berasal dari negara-negara ini. Kita harus mengkaji lebih dalam siapa yang bertanggung jawab atas perubahan iklim, dan siapa yang akan menanggung beban dampaknya, dan kita harus sampai pada pembagian yang adil atas tanggung jawab ini untuk bisa mengatasinya. Dengan begitu, akan terbentuk kerangka baru yang mengaitkan tentang tujuan lingkungan dengan perekonomian dan pembangunan kita. Semua negara harus dapat. Semua negara harus setuju untuk menetapkan batas karbon yang mampu mereka terima dan tidak akan menghalangi upaya negara-negara lain untuk mempertahankan pertumbuhan perekonomiannya. Kunci sukses yang kedua adalah kita harus dapat berpikir dari segi tindakan jangka pendek dan jangka panjang. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang untuk mengurangi emisi karbon, dan pada saat yang sama, kita perlu melihat ke depan untuk jangka yang lebih panjang. Tindakan jangka panjang perlu diperhatikan juga, karena untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca diperlukan sebuah inovasi masif untuk mengganti energi yang berasal dari bahan bakar fosil menjadi sumber energi yang ramah lingkungan. Kunci sukses yang ketiga adalah industri harus dijadikan partner dalam membentuk dan mengimplementasikan solusi iklim. Menurut pengamatan Claussen, ternyata banyak industri yang berhasil menerapkan kebijakan pengurangan emisi industri mereka. Keberhasilan ini harus diapresiasi baik oleh pemerintah maupun masyarakat dan keberhasilan ini dapat diadvokasikan guna mendorong industri lain untuk menerapkan kebijakan pengurangan emisi industri mereka. Kunci sukses yang keempat adalah kita harus mengadopsi secara nyata tentang tujuan yang wajib untuk dicapai. Tindakan sukarela saja tidaklah cukup untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, untuk itu dibutuhkan pelibatan dalam spektrum yang lebih luas seperti industri dan masyarakat. Diperlukan sebuah kebijakan yang jelas yang mengatur kewajiban untuk mengurangi emisi, dan pada saat diperlukan kebijaksanaan yang mengatur aturan bisnis yang ramah lingkungan pada perusahaan. Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan menjadi fleksibel untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut dengan biaya seefektif mungkin. Kunci yang terakhir adalah harus dilibatkannya Amerika Serikat sebagai bagian integral dari solusi perubahan iklim. Seperti yang kita ketahui, walaupun Amerika Serikat hanya memiliki 4% populasi dunia, tapi ia menyumbang hampir sepertiga dari emisi gas rumah kaca dari seluruh dunia.

D I S U S U N OLEH :

NAMA KELAS

: DYRAR SATRIA YAHYA LOMBEN : X.2

NO.URUT : 14/05