Anda di halaman 1dari 43

SEXUALITAS ISLAm

By

Abul Kasem

Hard Core

Peringatan: Artikel ini mengandung istilah-istilah yang eksplisit secara seksual dan vulgar bagi pembaca yang belum dewasa atow yang jantungnya sensitif

BAGIAN PERTAMA :

Umum, keperawanan, kawin sementara & perkawinan


BAGIAN KEDUA :

Hubungan suami-isteri
BAGIAN KETIGA :

Coitus Interuptus (al Azl), orgy, anal sex JANGAN DILEWATKAN!!


BAGIAN KEEMPAT :

Sex dengan ANAK-ANAK


BAGIAN KELIMA :

Sex denganTahanan Perang


BAGIAN KEENAM :

Masturbasi

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 1

PENDAHULUAN
Essay ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kemunafikan, ketidakadilan dan absurditas yang diterapkan Islam kepada pengikutnya, perihal sex & seksualitas. Mari kita mulai dengan prinsip sex bagi lelaki dalam Islam:

Memiliki Perawan untuk Kesenangan


Dalam Islam, keperawanan adalah asset tertinggi yang dapat dimiliki seorang perempuan. Tidak ada kelakuan yang lebih parah ketimbang kehilangan keperawanan sebelum pernikahan. Sex pra-nikah (oleh perempuan) absolut tidak terpikir dalam Islam. Tetapi bagi lelaki, peraturannya lain lagi. Bagi lelaki Muslim adalah halal untuk berhubungan sex dengan gadis-gadis budak/tawanan perang atau kafir, tetapi tidak dengan Muslimah yang bukan budak. Hukuman sex pra-nikah bisa mengakibatkan 100 cambukan atau hukum rajam bagi perempuan/lelaki sudah menikah. Lihat: Nigeria, hukum cambuk bagi remaja. Hukuman bagi kejahatan ini jauh lebih keras dibandingkan dengan hukuman bagi pembunuhan yang hanya diganjar Qisas (pembalasan) atau Diya (uang darah). Nampaknya, mengambil nyawa lebih ringan hukumannya ketimbang hubungan seksual. Lihat kasus-kasus penggantungan para perempuan dibawah umur karena sex. Siapa yang memiliki organ seksual Muslim? Bukan sang pemilik tubuh, tetapi ISLAM. Percaya atau tidak, Islam memiliki kuasa atas organ-organ seksual setiap perempuan dan lelaki Muslim di muka bumi ini, bahkan bulu kemaluan Muslim milik Islam. Ini kata hadis: Istri harus mencukur bulu kemaluannya jika suaminya pulang pada malam hari dari perjalanan ... 7.62.173 Sahih Bukhari:Volume 7, Book 62, Number 173: Diriwayahkan Jabir bin 'Abdullah: Nabi mengatakan, "Jika kau memasuki (kotamu) pada malam hari (dari perjalanan) jangan memasuki rumah keluargamu sebelum perempuan yang suaminya absent (dari rumah) mencukur bulu jembutnya dan perempuan dengan rambut tidak teratur, menyisir rambutnya. Dilanjuntukan oleh Rasulullah, "(O Jabir!) Dapatkanlah keturunan, dapatkan keturunan!" 5 praktek fitrah yaitu, 1. Sunat; 2. Mencuku jembut; 3. Menggunting kuku 4. Mencukur kumis; 5. Mencukur bulu ketek... 7.72.777 Sahih Bukhari: Volume 7, Book 72, Number 777: Diriwayahkan Abu Huraira: Auwloh's Apostle said, "Five practices are characteristics of the Fitra: circumcision, shaving the pubic region, clipping the nails and cutting the moustaches short." Tidakkah kau heran mengapa Auwloh begitu sibuk memperhatikan apa yang ada diantara selangkangan para pengikutnya? Bukankah Auwloh memiliki hal-hal yang lebih urgen? Dari lahir sampai mati, dari masa remaja sampai masa tua, dari rumah ke gurun, setiap aspek penggunaan bagian selangkangan Muslim dikontrol oleh peraturan Shariah (hukumnya Auwloh).

Inilah alasan mengapa Auwloh begitu paranoid untuk menjaga keperawanan perempuan diatas segala-galanya sebelum nikah. Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 16: Diriwayahkan Jabir bin Abdullah: Saat kita kembali dari Ghazwa (perang suci) dengan nabi, saya mulai melarikan onta saya dengan cepat, karena onta itu pemalas. Seseorang yang juga mengendarai seekor onta dibelakang saya menusuk onta saya dengan sebuah panah dan onta saya mulai lari secepat mungkin. Wahai! Si pengendara onta itu adalah sang nabi sendiri. Katanya (muhammad), Apa yang membuat kau terburu-buru? Saya menjawab, saya baru menikah Katanya, "Kau menikahi perawan atau janda? Saya menjawab, "Janda Katanya, "Mengapa kau tidak menikahi gadis muda sehingga kau bisa bermain dengannya dan ia denganmu?" Saat kami memasuki Medinah, nabi mengatakan, "Tunggu sebelum kau memasuki Medinah pada malam hari agar perempuan dengan rambut acak bisa menyisir rambutnya dan mencukur bulu jembutnya. Sahih Bukhari Volume 3, Book 38, Number 504: Diriwayahkan Jabir bin 'Abdullah: Saya menemani nabi pada sebuah perjalanan dan saya menaiki onta yang lebih pelan jalannya dari onta-onta lainnya. [...] Saat kami mendekati Medinah, saya menuju kearah rumah saya. Nabi mengatakan, "Kemana kau pergi ?" Kata saya, "Saya menikahi seorang janda." Kata nabi, "Mengapa kau tidak menikahi seorang perawan agar kalian dapat sama-sama bermain (baca: meraba-raba)?" Sahih Muslim Book 008, Number 3459: Jabir b. 'Abdullah melaporkan: saya menikahi seorang janda yang dikatakan rasulullah (saw): mengapa kau tidak menyukai kenikmatan denganperawan? Shu'ba mengatakan: Saya menyebut ini kepada 'Amr b. Dinar dan ia mengatakan: Saya juga mendengarkan dari Jabir bahwa rasulullah mengatakan: Mengapa kau tidak menikahi seorang gadis, agar kau dapat bermain-main dgnnya dan ia bermain-main dgnmu? Nah, tolong baca lagi ketiga hadis diatas. Lihatlah tabiat seorang lelaki yang dengan senang hati menikahi seorang janda dan bandingkanlah dengan sang nabi Islam. Macam apa lelaki yang begitu obsesif dengan perawan, malah perawan yang sangat muda? Bukankah itu seorang lelaki yang suka memiliki nafsu seksual yang tidak normal? Bukankah ini datang dari seseorang yang sudah berpengalaman dalam sex dengan anak kecil (pedophile)? Yang nota bene mendapat persetujuan dari Auwlohnya? Atau ini mungkin karena Auwloh sendiri menyukai permainan sex dengan perawan? Bukannya Quran mengatakan bahwa IA, Yang Maha Kuasa itu, memiliki suplai perawan di surga yang tidak ada habis-habisnya bagi pengikutNya? Ini beberapa contoh ayat dari Quran yang menunjukkan ketakjuban total Auwloh dengan keperawanan perempuan. 044.051 Bagi yang Benar, mereka akan berada dalam keadaan aman, 044.052 DiantaraTaman-taman dan sumber-sumber air; 044.053 berjubah kain sutera halus dan brokat mewah, mereka akan saling bertatapan; 044.054 dan Kami akan menggabungkan mereka dengan perempuan berkulit langsit dengan mata jeli dan indah. 055.056 Didalam mereka akan ada gadis-gadis, perawan, menahan tatapan mereka,

yang tidak disentuh Jin maupun manusia;055.057 Maka kenikmatan mana yang akan dihalangi Auwlohmu?055.058 seperti permata dan Like unto Rubies and coral. 055.072 Companions restrained (as to their glances), in (goodly) pavilions;055.073 Then which of the favours of your Lord will ye deny?055.074 Whom no man or Jinn before them has touched;055.075 Then which of the favours of your Lord will ye deny?056.035: We have created (their Companions) of special creation. 056.036 And made them virgin - pure (and undefiled), 056.037 Beloved (by nature), equal in age,056.038 For the Companions of the Right Hand. 078.031 Verily for the Righteous there will be a fulfilment of (the heart's) desires; 078.032 Gardens enclosed, and grapevines; 078.033 And voluptuous women of equal age; 078.034 And a cup full (to the brim). CARI SENDIRI TERJEMAHANNYA! Buka aja Quran anda!

Islamic One Night Stand

{Cinta satu malam,, oh indahnya..lalalaaa.. buat ku melayang... _ **Boleh dong, ngetik sambil nyanyi.. -adm}

Ada juga perkawinan yang dikenal dengan perkawinan Mutah. Ini macam perkawinan kontrak dimana seorang lelaki mengontrak perempuan untuk tidur dengannya dalam janga waktu pendek (short time). Sunni sudah melarang sistem Mutah tetapi Shiah masih mempraktekkannya. (Majalah Gatra [2011], pernah memuat ulasan khusus tentang Fenomena Kawin Kontrak atau Mut'ah oleh orangorang Arab di kawasan Puncak Bogor. -adm) Dalam perkawinan Mutah, setiap malam seorang lelaki bisa gonta ganti perempuan. Tidak diperlukan perceraian. Kalau jumlah istri dibatasi, jumlah istri-istri sementara (hasil perkawinan mutah) tidak dibatasi dan tidak ada batas waktu, pula. Dikatakan bahwa Imam Hasan, cucu Muhammad memiliki 300 partner sex (pssst jangan sebut partner sex, ini tidak sopan. Sebutlah: istri sementara) disamping isteriistri resminya. Imam Hasan memang 'Playboy' Islam pada jamannya, persis sama kakeknya, si Mamad alias Muhammad.

Jumlah gundik bagi one-night stand


Sahih Muslim Book 008, Number 3253: Rabi' b. Sabra melaporkan bahwa ayahnya mengadakan ekspedisi dengan rasulullah (saw) selama kemenangan Mekah dan kami tinggal disana selama 15, dan rasulullah (saw) mengijinkan kami mengadakan perkawinan sementara dengan perempuan. Jadi, saya dan seseorang lain dari suku saya keluar. Saya lebih ganteng dari dia. Kami memiliki jubah. Jubah saya sudah tua, sementara jubah teman saya masih baru. Saat kita sampai di sebuah bagian Mekah, kami melihat seorang perempuan muda. Kami katakan: Mungkinkah salah satu dari kami bisa mengadakan kontrak perkawinan sementara dengan kamu? Katanya: Apa yang kalian berikan sebagai emas kawin? Kami masing-masing menyebarkan jubah kami. Teman saya mengatakan: Jubah miliknya itu sudah tua, sementara jubah saya masih baru. Namun sang perempuan mengatakan 2 atau 3 kali bahwa tidak ada salahnya menerima jubah tua itu. Akhirnya saya mengadakan kontrak perkawinan sementara, dan saya tidak melepaskannya sebelum rasulullah (saw) melarangnya.

Melampiaskan Nafsu
Hai Muslim, apa yang akan kalian lakukan setelah terangsang oleh seorang perempuan yang bukan isteri kalian? Islam-pun sudah mengaturnya. Sahih Muslim Book 008, Number 3240: Jabir melaporkan bahwa rasulullah (saw) melihat seorang perempuan dan oleh karena itu ia pergi ke isterinya, Zainab (), dan bersenggama dengannya. Ia kemudian pergi ke para sahabat dan mengatakan: perempuan datang dan pergi dalam bentuk setan, jadi kalau kau melihat seorang perempuan (dan terangsang), kau harus cepat menghampiri isterimu, untuk mengusir apa yang kau rasakan dalam hatinya. (Jadi, bila kau wahai lelaki muslim, ketemu perempuan cantik & sexy di mall atau plaza, dan kamu gak tahan melihat tubuh sexy-nya, maka cepat-cepatlah pulang dan lampiaskan horny-mu itu kepada istrimu di rumah; tentu sambil tetap membayangkan dalam kepalamu si perempuan sexy di mall tadi. Tak usah peduli bagaimana perasaan isterimu bila ia tahu bahwa kamu sedang membayangkan perempuan lain ketika tidur bersamanya. Karena memang begitulah teladan yang telah diberikan nabi arab-mu itu! adm) Bilas Badan Setelah Senggama Sahih Muslim Book 3, Number 0684: Abu Musa melaporkan: Terjadi perselisihan pendapat antara kelompok Muhajir (Emigran) dan sekelompok Anshar (Pembantu) (dan titik perselisihan adalah), Anshar mengatakan: Mandi (setelah senggama) diwajibkan hanya kalau air mani muncrat keluar atau ejakulasi. Tetapi

Muhajir mengatakan: Setelah seorang lelaki bersenggama (dengan perempuan), mandi menjadi wajib (terlepas dari adanya emisi air mani atau tidak). Abu Musa berdiri dan mengatakan: saya berdiri dan pergi ke 'A'isha dan meminta ijinnya dan ijin itu diberikan, dan saya katakana kepadanya: Wahai Ummul Mu'minin, Saya kemudian bertanya: Apa yang membuat mandi wajib? Jawabnya (Aisha): Rasulullah (saw) mengatakan: Siapapun yang duduk diantara ke 4 bagian-bagian pribadi (perempuan) dan bagian-bagian yang disunat saling menyentuh, mandi menjadi wajib.

Bagaimana kalau kenikmatan birahi (lelaki) tidak terpenuhi?


Sahih Muslim Book 3, Number 0677: Ubayy Ibn Ka'b melaporkan: saya bertanya kepada Rasulullah (saw) tentang seorang lelaki yang senggama dengan isterinya tetapi meninggalkan isterinya sebelum orgasme. Nabi menjawab: ia harus membersihkan dari dari cairan isterinya, berwudhu dan solat. Sahih Muslim Book 3, Number 0680: Zaid b. Khalid al-Jubani dilaporkan bertanya kepada Uthman b. 'Affan: Apa pendapatmu tentang lelaki yang senggama dengan isterinya tetapi tidak mengalami orgasme? Usman mengatakan: Ia harus mengambil wudhu seperti saat mau solat dan mencuci alat kelaminnya. 'Uthmin juga mengatakan: saya mendengar ini dari Rasulullah (saw).

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 2
NIKMATILAH TUBUH PEREMPUAN
Setelah membaca Quran dan ahadis, saya berkesimpulan: metode mendapatkan kenikmatan fisik/seksual ala Islam mirip dengan transaksi bisnis. Perempuan tidak memiliki hak untuk menikah semaunya, kalau dia memiliki seorang wali. Dalam semua hal perkawinan dan sex, pihak perempuan diperlakukan sebagai obyek seks, mirip seorang pemberi jasa yang harus dibayar sesudahnya. Kompensasi bagi pelayanan seksual ini dikenal sebagai mahr atau emas kawin. Semua lelaki Muslim harus menyetujui untuk membayarkan sejumlah uang kepada calon pengantinnya. Bayaran ini bisa langsung atau dikemudian hari. Dalam realitas, emas kawin ini tidak lain dari pembayaran bagi kepuasan seksual lelaki. Kau merasa pernyataan ini terlalu kasar? Cek sendiri Shariah, seperti rujukan no 8. Ini rangkumannya. m5.4 (ref: 8, p.526) hak suami; Suami memiliki hak penuh untuk menikmati tubuh isterinya (A: dari ujung kepalanya sampai ujung kakinya lewat anal intercourse [dis: p75.20]) selama tidak melukainya secara fisik. Mari kita tinjau yurisprudensi Islam yang digunakan selama jaman kolonialisme Inggris di India, sebagai buku teks bagi hukum Hanafi di Inns of Law (Kamar Pengacara) London. Buku rujukan no.11 (reference 11) selalu dijadikan patokan pengacara Shariah dalam menafsirkan hukum Islam. dalam halaman 44 buku ini ditulis: Emas kawin penuh adalah bagi penyerahan tubuh perempuan (Buza), yang berarti Genitalia arvum Mulieris. Isteri berhak atas seluruh emas kawinnya setelah dipenuhinya perkawinan (consummation) atau setelah kematian suaminya.Jika seseorang menentukan emas kawin sebanyak 10 Dirham atau lebih dan setelah itu memenuhi perkawinannya, atau wafat, isterinya memiliki hak atas seluruh emas kawin yang sudah ditentukan, karena, dengan perkawinan (consummation) itu, penyerahan Buza, atau tubuh perempuan,* sudah ditetapkan, . * secara letterlijk berarti Genitale arvum Mulieris. Ya betul! Arti Genitalia arvum Mulieris adalah vagina perempuan. Kalimat-kalimat diatas itu berarti bahwa seorang perempuan menjual vaginanya yang kemudian dibayar dengan mahr (mahar). Jadi anda jangan salah! Ini transaksi bisnis (dagang)! Titik. Ini arti sebenarnya sex dalam Islam; yaitu lelaki membayar organ sex perempuan (untuk dinikmatinya) dengan mahar. Terlepas dari apakah perempuan itu memang menyukai sex secara paksa, sama sekali tidak dihiraukan Islam. Dan orgasme laki-laki adalah ABSOLUT setelah kontrak perkawinan itu Kalau kau merasa aku berlebihan dan berbicara diluar konteks, tunggu dulu! Di buku yang sama ini ditulis bahwa yang dimaksud dengan kepemilikan obyek kontrak tersebut adalah kepemilikan terhadap COITUS perempuan. BACA SENDIRI: Kasus Khalwat-SAHEEHJika seorang lelaki tidur dengan isterinya, dan tidak ada halangan legal atau natural atas tindakan seksual tersebut, dan setelah itu ia menceraikannya, seluruh emas kawin akan menjadi milik sang perempuan.Shafei

mengatakan bahwa sang perempuan boleh menerima tidak lebih dari SETENGAH jumlah emas kawinnya, karena obyek kontrak itu tidak sah tanpa berlangsungnya senggama; dan hak atas emas kawin batal kalau tidak ada unsur kenikmatan. Jadi setelah sang perempuan memenuhi bagian kontraknya, dengan menyerahkan tubuhnya; ia berhak atas kompensasi; sama dengan transaksi penjualan, dimana sang penjual menawarkan penyerahan barang (ref: 11, pp. 45-46) Menariknya, bukan bahwa dalam proses legal mencapai kepuasan seksual oleh lelaki, sang perempuan (isteri ataupun budak ataupun tahanan perempuan) hanyalah pelayan yang tugasnya memuaskan suaminya (lelaki) secara seksual. Apa? Ini tidak mungkin, katamu? Kau bilang bahwa dalam Islam, perempuan diperlakukan seperti emas? Baca sendiri apa yang tertera dalam buku Islam yang sama itu tentang status hukum sang partner sex perempuan dalam Islam. Perempuan ME-layani & lelaki DI-layani (ibid, p.47) ; tidak sah bagi perempuan untuk berada dalam situasi DILAYANI oleh suaminya yang statusnya bukan budak, karena ini mengakibatkan penukaran hakekat mereka, karena salah satu persyaratan perkawinan adalah bahwa sang perempuan adalah pelayan dan lelaki adalah yang dilayani; Tetapi jika layanan seorang suami terhadap isteri mencakup persyaratan emas kawin pihak isteri, maka sang suami adalah pelayan dan sang isteri adalah yang dilayani: dan ini merupakan pelanggaran persyaratan perkawinan, dan oleh karena itu tidak sah; KECUALI dalam hal pelayanan seorang budak terhadap isterinya, ini sama dengan sang budak menjaga ternak, karena ini merupakan pelayanan lumrah, dan oleh karena itu tidak melanggar persyaratan perkawinan; karena pelayanan suami terhadap isterinya dilarang hanya kalau mengakibatkan penghinaan terhadap suami, tetapi menjaga ternak bukan perbuatan menghina. Nah, anda saksikan sendiri bukan? Sex dalam Islam adalah hubungan tuan dan babu, sebuah hubungan untuk menikmati tubuh perempuan yang dibeli lelaki dengan mahr. Masih tidak percaya? Bacalah hadis-hadis berikut ini: Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2078: Diriwayahkan Aisha, Ummul Muminin: Rasulullah (saw) mengatakan: perkawinan perempuan tanpa ijin walinya adalah TIDAK SAH. (Ia mengatakan kata-kata ini sebanyak) tiga kali. Kalau ada senggama, maka perempuan mendapatkan emas kawin Kalau ada perselisihan, sang sultan adalah wali pihak yang tidak memiliki wali. Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2044: Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Seorang lelaki datang kepada nabi (saw) dan mengatakan: isteri saya tidak menolak tangan lelaki yang menyentuhnya. Kata nabi: Ceraikan ia. Sang lelaki lalu mengatakan: Tapi takutnya nanti saya masih menginginkannya. Kata nabi: Kalau begitu, nikmatilah dirinya. Dalam Islam, sex hanya dipandang dari sudut lelaki dan dianggap sebagai layanan atau komoditas. Lelaki membayar perempuan agar mendapatkan komoditas alat kelaminnya. Tidak beda dengan kontrak bisnis. Quran mewajibkan perempuan untuk menjaga keperawanan mereka diatas segala apapun dan kapanpun. Para apologis Islam tentu mengatakan bahwa ini untuk alasan mulia, yaitu menghindari pemerkosaan, pelecehan, perzinahan dan.blah, blah, blah. Tetapi alasan utama yang mereka tidak sudi akui adalah: sex. Perempuan harus berada di rumah untuk memberikan pelayanan sex kepada laki-laki mereka (entah suami, pemilik budak atau pihak yang menawannya) pada setiap saat sang lelaki menuntut. Tidak percaya? Ini dasar hukum Islamnya:

Keberadaan perempuan di rumah khusus bagi pelayanan sex (ref.11, hal.54) ; sang suami tidak memiliki kekuasaan untuk melarang isterinya untuk bepergian atau untuk keluar negeri atau mengunjungi teman-temannya, sampai emas kawinnya dilunasi secara penuh, karena hak suami untuk mewajibkan isteri di rumah hanyalah untuk mengamankan bagi dirinya kenikmatan tubuh isterinya, dan haknya terhadap kenikmatan itu tidak akan eksis sebelum lunasnya pembayaran emas kawin. Belum juga percaya? Baca hadis ini: Ini ajaran Muhamad seperti yang tertera dalam Sunnah Nabi (lihat Mishkat, edisi Arab; Babun-Nikah):- (ref. 6, h.671) Kalau seorang lelaki memanggil isterinya, ia harus datang, walau ia masih sibuk di kompor (dapur). Pakar Islam yang paling dihormati, Imam Ghazali menulis dalam bukunya Ihya Uloom al Din (ref. 7, h.235): ...Ia harus mengutamakan suaminya sebelum dirinya, dan sebelum semua anggota keluarganya, ia harus menjaga kebersihan dirinya di segala waktu agar suaminya dapat menikmatinya kapanpun ia mau. (Enak aja!) Inilah arti sebenarnya sex dalam Islam; Islam hanya mementingkan kepuasan seksual lelaki. Perempuan hanyalah mesin sex yang harus siap pakai setiap saat pemiliknya ingin mengendarainya. Sensitivitas terhadap sang perempuan, permintaannya, perasaannya, itu sama sekali tidak dipedulikan! Bagi saya, ini bukan saja merendahkan perempuan tapi sekaligus juga MENGHINA LELAKI! Lelaki digambarkan sebagai sex maniak belaka yang setiap saat perlu dipuaskan birahinya! Ini omong kosong, bullshit!

Bagaimana kalau isteri menolak untuk ditiduri suaminya?


Hukum Islam mengijinkan sang suami untuk memakai kekerasan. Yah, macam perkosaan gaya Islam, begitu. (Dalam bahasa hukum sekarang yang mengatur Kekerasan Dalam Rumah Tangga/KDRT ini dikenal dengan istilah Marital Rape -adm). Ini yang ditulis HEDAYA (ref. 11, h. 141) : Kalau isteri tidak patuh atau keluar negeri tanpa persetujuan suami, ia tidak berhak mendapatkan dukungan material darinya, sampai ia kembali dan bertobat, tetapi

kalau ia kembali, haknya atas dukungan material tersebut pulih kembali. Kalau seorang perempuan, yang tinggal di rumah suaminya, menolak untuk bersenggama dengannya, karena sang perempuan berada dalam kekuasaan sang suami, sang suami boleh, kalau mau, menikmatinya lewat kekerasan. Nih, versi Inggrisnya: It is otherwise where a woman, residing in the house of her husband, refuses to admit him to the conjugal embrace, as she is entitled to maintenance, notwithstanding her opposition, because being then in his power, he may, if he please, enjoys her by force.

Sex denganperempuan hamil


Kebanyakan lelaki agak risih bersenggama dengan perempuan yang hamil. Tetapi kalau anda Muslim, anda tidak perlu gelisah; karena anda sudah membayar (atau setuju untuk membayar) harga bagi organ seksual sang perempuan (maaf, maksud saya emas kawinnya), menikmatinya secara seksual adalah halal (bahkan kewajiban) bagi sang suami. Apa yang terjadi? Perempuan itu akan menerima cambukan Islami karena mengadakan sex diluar perkawinan. Bayangkan, perempuan yang anda baru saja tiduri kemudian dipecut selama 100 kali. Apa yang terjadi dengan sang bayi? Anak itu menjadi budakmu! Ini keadilan gaya Islami, titik! Ini dua ahadisnya. Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2126: Diriwayahkan Basrah: Seorang lelaki dari Ansar memanggil Basrah dan mengatakan: saya menikahi seorang perawan. Ketikan saya memasuki dirinya, saya menemukan dirinya hamil. (Saya menyebut ini kepada nabi). Nabi (saw) mengatakan: Ia akan mendapatkan emas kawin, karena kau membuat vaginya-sah bagimu. Anakmu akan menjadi budakmu. Setelah ia melahirkan anak itu, pecut ia (menurut versi al-Hasan). Versi Ibn AbusSari mengatakan: Wahai kalian, pecuti dia Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2153: Diriwayahkan Ruwayfi' ibn Thabit al-Ansari: Perlukah saya menceritakan kepada kalian apa yang saya dengar dari Rasulullah (saw) pada hari Hunayn: Tidak sah bagi orang yang beriman kepada Auwloh untuk menimba air dari sumur orang lain (arti: bersenggama dengan perempuan yang sudah hamil); tidak sah bagi orang beriman untuk bersenggama dengan perempuan tahanan sampai ia bebas dari waktu menstruasi; dan tidak sah bagi orang beriman untuk menjual barang sebelum ia mendapatkannya.

Sex dengan perempuan yang sedang haid.


Hadis berikut ini bercerita tentang Bibi Aisha saat ia mendapat haid dan apa yang dilakukan Muhamad (saw). Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0270: Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Umarah ibn Ghurab mengatakan bahwa bibi dari garis ayahnya meriwayahkan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Aisha: bagaimana jika perempuan sedang datang bulan dan suaminya tidak memiliki tempat tidur selain tempat tidur isterinya? Jawab Aisha: Ini yang dilakukan Rasulullah (saw). Satu hari ia memasuki dirinya saat saya sedang datang bulan. Ia pergi ke tempat solat yang disediakan dirumahnya. Ia tidak kembali sebelum sampai saya tertidur nyenyak dan ia merasakan sakit karena kedinginan. Dan ia mengatakan: Dekatilah saya. Saya mengatakan: Saya sedang datang bulan. KATANYA: BUKALAH PAHAMU. Saya kemudian membuka kedua paha saya. Lalu ia menaruh pipi dan dadanya pada paha saya dan dan saya bersandar padanya sampai ia menjadi hangat dan tertidur. Sahih Bukhari:Volume 3, Book 33, Number 247: Diriwayahkan 'Aisha: Nabi biasa memeluk saya selama mens saya. Ia juga mengeluarkan

kepalanya dari mesjid saat ia di Itikaf, dan saya selalu mencucinya selama mens. Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0212: Diriwayahkan Abdullah ibn Sa'd al-Ansari: Abdullah bertanya kepada Rasulullah (saw): Apa yang sah bagi saya untuk dilakukan saat ia menstruasi? Ia menjawab: apa yang ada diatas ikat pinggang sah bagimu. Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2164: Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Kalau seseorang lelaki mengadakan senggama (dengan perempuan menses) selama pendarahannya, ia harus memberikan satu dinar sebagai sedekah, dan kalau ia melakukannya saat pendarahan berhenti, ia harus memberikan setengah harga dinar sebagai sedekah. Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0264: Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Nabi (saw) bercerita tentang seseorang yang bersenggama dengan isterinya selama ia haid: ia harus memberikan satu dinar atau setengah dinar sebagai zakat.

Ini rekomendasi Sayyidina Ali dan Muhammad bagi seorang perempuan yang mengalami pendarahan berat selama menses. Perhatikan wahai Muslimah! Anda tidak perlu lagi ke Gynaecolog. Hadis ini sudah menjawab masalah menstruasi anda. Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0302: Diriwayahkan Ali ibn AbuTalib: Perempuan dengan darah yang terus mengalir selama menses harus mencuci diri setiap hari saat periode menstruasinya sudah lewat dan mengambil kain yang dibasuh denganl emak atau minyak (untuk diikat pada vaginanya). Sahih Muslim Book 3, Number 0647: 'A'isha melaporkan: Seorang perempuan bertanya kepada Rasulullah (saw) bagaimana mencuci diri setelah menstruasi. Ia mengajarkannya cara bermandi dan mengatakan kepadanya agar mengambil selembar kain dengan wangi-wangian dan membersihkan dirinya. Kata perempuan itu: bagaimana saya harus membersihkan diri dengan itu? Nabi menjawab: Terpujilah Auwloh, bersihkan dirimu dengan itu, dan nabi menutupi mukanya, Sufyan b. 'Uyaina memberi demonstrasi dengan menutupi mukanya (seperti

yang dilakukan nabi). 'A'isha melaporkan: saya menariknya ke sisi saya karena saya mengerti apa yang dikatakan Rasulullah (saw) dan mengatakan: taruhlah wangi-wangian pada kain ini untuk menutupi bekas-bekas darah. Sahih Muslim Book 3, Number 0658: Atas wewenang 'A'isha: Umm Habiba bertanya kepada rasulullah (saw) tentang darah yang mengalir (selama menstruasi). 'A'isha mengatakan: Saya melihatnya dalam bak mandi penuh darah. Rasulullah (saw) mengatakan: Hindarilah solat selama jangka mensesmu. Setelah itu (setelah menses selesai) mandilah dan bersolatlah.

Foreplay ala Islam


Dari buku Ghazali terdapat beberapa rekomendasi menarik tentang foreplay oleh Muhamad (ref.7. h.233): Biarlah terjadi foreplay (apa sih arabnya?) diantara mereka dan sebelum saling mendekati mereka harus memulai kata-kata manis dan ciuman. Nabi mengatakan: Tidak ada dari kalian yang boleh menjatuhkan diri diatas isterimu seperti binatang menjatuhkan diri pada sesamanya, tetapi biarkan adanya perantara diantara mereka. Mereka bertanya: Apa yang dimaksudkan denganperantara ini, wahai Nabi? Katanya: Ciuman dan kata-kata manis. Dan kalau ia selesai terlebih dahulu ia harus menunggu sampai isterinya juga selesai. Bagus juga rekomendasi Muhamad (saw) tentang foreplay Islami bagi senggama yang memuaskan kedua pihak (tapi ini saya rasa, tidak termasuk bagi budak ataupun perempuan tawanan).

Mencium dan menyedot selama puasa


Bibi Aisha juga mengatakan bahwa saat berpuasa nabi suka mencium dan menyedot lidahnya. Sunaan Abu Dawud: Book 13, Number 2380: Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Nabi (saw) suka mencium dan menyedot lidah saya saat ia berpuasa. Tidak jelas bagi saya (tolong tanya imam di mesjid setempatmu), apakah mencium dan menyedot selama puasa ini berlaku bagi setiap muslim atau mereka yang berumur diatas 50 tahun saja....

Perkawinan Hila: menawarkan profesi baru bagi sex maniak!


dalam Islam, begitu suami menceraikan isterinya dengan talak tiga, isterinya itu kemudian menjadi haram total baginya. Ia tidak dapat menikahinya sebelum sang perempuan mengawini lelaki lain, bersenggama dengannya dan suami sementaranya itu menceraikannya. Hanya setelah perceraian kedua ini dan perempuan itu melewati masa Iddahnya (3 periode mens), maka baru sang mantan suami bisa mengawininya kembali. Ini yang disebut dengan perkawinan HILA. Cek sendiri Quran, ayat 2:230 002.230 So if a husband divorces his wife (irrevocably), He cannot, after that, re-marry her until after she has married another husband and He has divorced her. In that case there is no blame on either of them if they re-unite, provided they feel that they can keep the limits ordained by Auwloh. Such are the limits ordained by Auwloh, which He makes plain to those who understand. Para Islamis sering mengutip ayat ini untuk menghindari suami seenaknya menceraikan isterinya. Tapi sistim yang absurd ini membuka pintu bagi playboy macam Rhoma Irama untuk mendapatkan sex tidak terbatas dan gratis. Begitu seorang perempuan diceraikan, tidak ada lelaki terhormat yang mau menikahinya,

menikmatinya, apalagi untuk waktu sementara, menceraikannya dan membiarkannya mengawini suami pertamanya. Tetapi ada saja sex maniak yang bertindak sebagai pengantin lelaki professional dan dengan hanya beberapa mantra dapat menikmati perempuan selama waktu pendek dan gratis pula, karena emas kawin bagi perempuan macam itu bisa dikatakan: NOL (karena perempuan dalam keadaan demikian tidak lagi mempedulikan emas kawin). Aneh pula bahwa perkawinan sementara ini bukan hanya sekedar nama; suami sementaranya itu HARUS senggama dengan wanitu itu agar perempuan itu halal bagi mantan suaminya. Luar biasa manisnya sex dalam Islam! Ini ahadis sebagai hiburan bagi anda. Sunaan Abu Dawud:Book 12, Number 2302: Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Rasulullah (saw) ditanya tentang seorang lelaki yang menceraikan isterinya dengan talaq 3 kali, dan sang perempuan menikahi orang lain, namun ia diceraikan sebelum suami (kedua) bersenggama dengannya, apakah sang perempuan itu halal bagi mantan suaminya. Katanya: Nabi (saw) menjawab: Ia tidak halal bagi suami pertama sebelum sang perempuan mencicipi madu suami (keduanya) itu dan ia (suami kedua) menikmati madunya. Sahih Muslim Book 008, Number 3354: 'A'isha melaporkan: Datanglah isteri Rifa'a kepada rasulullah (saw) dan mengatakan: saya menikahi Rifa'a tetapi ia menceraikan saya. Setelah itu saya menikahi Abd alRahman b. al-Zubair, tetapi kepemilikannya hanya lemah (yi. ia lemah secara seksual). Rasulullah (saw) tersenyum dan berkata: Apakah kau ingin kembali ke Rifa'a? (Kau) tidak dapat melakukannya sebelum kau menikmati madu dirinya dan ia ('Abd alRahman) menikmati madumu.... Sahih Muslim Book 008, Number 3357: 'A'isha melaporkan bahwa rasulullah (saw) ditanya tentang seorang perempuan yang dikawini sesorang lelaki dan lalu menceraikannya, dan sang perempuan lalu menikahi orang lain dan ia bercerai sebelum bersenggama, apakah halal bagi suami pertamanya untuk mengawininya kembali. Ia (nabi) mengatakan: Tidak sebelum ia menikmati madu sang perempuan. Sama dengan yang dibawah ini. Terjemahkan saja sendiri. Maliks Muwatta Book 28, Number 28.7.17: Yahya related to me from Malik from alMiswar ibn Rifaa al-Quradhi from az-Zubayr ibn Abd ar-Rahman ibn az-Zubayr that Rifaa ibn Simwal divorced his wife, Tamima bint Wahb, in the time of the Messenger of Auwloh, may Auwloh bless him and grant him peace, three times. Then she married Abd ar-Rahman ibn az-Zubayr and he turned from her and could not consummate the marriage and so he parted from her. Rifaa wanted to marry her again and it was mentioned to the Messenger of Auwloh, may Auwloh bless him and grant him peace, and he forbade him to marry her. He said, "She is not halal for you until she has tasted the sweetness of intercourse."

Tidak perlu basuh diri setelah buang air kecil/sex


Dalam bab sebelumnya, ghusl (mandi) dinyatakan wajib setiap selesai sex dan buang air kecil. Tetapi hadis-hadis berikut ini lain lagi bunyinya. Bahkan nabi sendiri (saw) tidur setelah ngesex, tanpa mematuhi ritual wajib ghusl! Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0042: Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Nabi (saw) buang air kecil dan Umar berdiri didekatnya dengan ember air. Katanya: apa itu, Umar? Jawabnya: Ini air bagimu untuk wudhu. Katanya: Saya belum diperintahkan untuk berwudhu setiap kali saya buang air kecil. Kalau saya melakukannya, maka ini akan menjadi sebuah sunnah.

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0228: Narrated Aisha, Ummul Mu'minin: Rasulullah (saw) sering tidur saat ia dikotori secara seksual, tanpa menyentuh air. (The Apostle of Auwloh (pbuh) would sleep while he was sexually defiled without touching water)

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 3

Coitus interruptus (Menumpahkan sperma diluar vagina!) See also Al Azl Salah tembak sperma? Tobat! Tobat! Ini sangat tidak Islami. Karena air mani sungguh keramat dan tidak bisa ditumpahkan ke sembarang tempat. Kalau begitu, mengapa Muhamad sendiri menumpahkan spermanya pada jubahnya dan jubah cucumaaf isterinya, Aisha, sampai ia harus membersihkannya agar si Muhammad tidak terhalang solatnya? Bacalah apa yang dikatakan Bibi Aisha: Sahih Bukhari Volume 1, Book 4, Number 231: Diriwayahkan Sulaiman bin Yasar: Saya bertanya kepada 'Aisha tentang baju yang dikotori dengan air mani. Jawabnya, "Saya sering mencucinya dari pakaian Rasulullah dan ia pergi sholat saat bekas-bekas air masih nampak." Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2161: Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Saya dan Rasulullah (saw) sering tidur disatu kain pada malam hari saat saya menses. Kalau ada hal dari saya mengotorinya, ia mencuci bagian kotoran itu, dan bukan bagian lain. Kalau ada hal dari dirinya yang mengotori pakaian saya, ia mencuci bagian itu dan tidak mencuci bagian lain dan ia bersolat dengannya (yi. kain tersebut). Kita perlu memikirkan apakah Muhamad mempraktekkan coitus interruptus. Mungkinkah itu alasannya Aisha tidak pernah hamil? Bagaimana dengan para tentaranya Muhamad? Mereka sebenarnya pemburu sex. Kapanpun mereka menangkap perempuan kafir, mereka akan segera menggenjotinya. Malah ada yang menggenjoti tawanan perempuan yang hamil! Ini begitu kelewatan sampai Muhamad sendiri harus melarang senggama dengan tahanan perempuan yang hamil pada penyerangan terhadap Khaibar (ref. 10, p.510). Tetapi larangan ini juga tidak menghindari Jihadi menikmati tubuh para perempuan tidak bersenjata ini dengancara menembakkan sperma mereka diluar vagina perempuan yang mereka siksa itu. Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 137: Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri: Kami mendapatkan tahanan perempuan sebagai jarahan perang dan kami melaksanakan coitus interruptus dengan mereka. Jadi kami tanya Rasulullah mengenai hal itu dan ia menjawab "Tidak ada jiwa yang akan hidup kalau memang tidak ditakdirkan ..." (maksudnya si Mamad, kalo emang auwloh sudah mentakdirkan si perempuan tawanan yang digenjoti para begundalnya muhammad itu hamil.. ya hamil aja... gitu aja kok repot! Lihat kan? Si Mamad sama sekali tak menyinggung sedikitpun tentang larangan memperkosa tawanan perempuan, tapi yang dilarang cuma ngluarin sperma di luar vagina para perempuan yang diperkosa itu! Hebat skali nabi auwloh ini. -adm). Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 135: Diriwayahkan Jabir: Kami biasa mempraktekkan coitus interruptus selama hidupnya rasulullah. Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506: Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri: Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq,

mereka (tentara Muslim) menangkap para tawanan perempuan dan ingin menyetubuhi para perempuan itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) bertanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus. Kata Nabi, Sebaiknya kalian tidak melakukannya, karena Auwloh sudah menentukan siapa yang akan diciptakannya." Qaza'a mengatakan, "saya mendengar Abu Sa'id mengatakan bahwa nabi mengatakan, 'Tidak ada jiwa yang tercipta kecuali Auwloh yang menciptakannya." Dengankata lain: jangan menumpahkan sperma diluar vagina, karena kalau perempuan itu hamil, itu toh kemauan Auwloh. Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 136: Diriwayahkan Jabir: Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus ketika Quran diwahyukan. Jabir menambahkan: Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus semasa hidup Rasul Auwloh ketika Quran sedang diwahyukan. Kombinasi dahsyat! Coitus interuptus dan wahyu Auwloh ayat-ayat Kamasutra aja KALAH ! Lebih banyak lagi kumpulan hadis untuk menghibur anda! Sahih Muslim Book 008, Number 3371: Abu Sirma berkata kepada Abu Sa'id al Khadri: O Abu Sa'id, apakah kau mendengar Rasul Auwloh berkata tentang al-azl/coitus interuptus? Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasulullah dalam perjalanan ke Bi'l-Mustaliq dan mengambil para tawanan perempuan Arab yang cantik-cantik; kami terangsang melihat mereka, karena kami jauh dari istri-istri kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandera untuk ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka tapi dengan melakukan azl/coitus interruptus. Namun kami mengatakan: Kami melakukan tindakan selagi Rasullullah berada diantara kita; mengapa tidak menanyakannya? Dan Rasulullah menjawab: Tidak apa-apa kalau kau tidak melakukannya, karena setiap jiwa akan dilahirkan sampai Hari Kiamat. Sahih Muslim Book 008, Number 3373: Abu Sa'id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap para tawanan perempuan dan kami ingin melakukan azl/coitus interuptus dengan mereka. Kami bertanya kepada Rasulullah tentang hal itu dan ia mengatakan kepada kami: lakukanlah, lakukanlah, lakukanlah, tapi jiwa yang memang harus dilahirkan akan tetap dilahirkan Ternyata memang semua Muslim pada jam itu lg sibuk menarik penis sebelum ejakulasi. Rrrrruuuaaarr biasaaa... Malik's Muwatta Book 29, Number 29.32.96: Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Abu n-Nadr, maulah Umar ibn Ubaydullah dari Amir ibn Sad ibn Abi Waqqas dari ayahnya bahwa dia biasa melakukan azl/coitus interuptus. Sunan Abu Dawud Book 11, Number 2166: Dikisahkan oleh AbuSa'id al-Khudri: Seorang pria berkata: Rasul Auwloh, aku punya seorang budak perempuan dan aku mengeluarkan penisku dari tubuhnya (ketika sedang berhubungan seks), dan aku tidak mau dia menjadi hamil. Aku melakukan itu karenanya. Orang Yahudi berkata bahwa mengeluarkan penis (azl) adalah sama seperti mengubur hidup-hidup anak perempuan dalam skala kecil. Dia (sang Nabi) berkata: Orang Yahudi itu berbohong. Jika Auwloh memang mau menciptakan (bayi), maka kau tidak dapat mencegahnya. Ahadis diatas jelas membuktikan bahwa menumpahkan sperma adalah cara utama

menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dari para gundik dan budak. Tapi hadis beriikut ini mengatakan bahwa coitus interruption tidak boleh dilakukan dengan isteri sendiri, karena vagina isteri memang daerah pertanaman (ladang) subur. Sahih Muslim Book 008, Number 3365: Hadis ini dilaporkan atas otoritas Jabir lewat rantai isnad: "Jika ia suka, ia bisa mengadakan senggama didepan atau dibelakangnya (doggy style, -adm), tetapi itu harus lewat satu lobang (vagina)." Sahih Muslim Book 008, Number 3364: Jabir (b. Abdullah) melaporkan bahwa Yahudi sering mengatakan bahwa kalau memasuki isteri lewat vagina dari belakangnya, dan ia menjadi hamil, maka anak itu akan bermata picek (juling). Jadi turunlah ayat ini: "Isteri-istrimu adalah ladang: pergilah kepada ladangmu sesukamu." Maliks Muwatta Book 34, Number 4210: Diriwayahkan Abdullah ibn Mas'ud: Rasulullah tidak menyukai 10 hal: warna kuning (khaluq), mencat rambut putih, trailing the lower garment (?), mengenakan cincin emas, perempuan yang tidak menututpi diri didepan orang lain dalam batas yang dilarang, melemparkan dadu, santet-kecuali dengan Mu'awwidhatan, mengenakan jimat, dan menarik penis sebelum air maninya keluar Sahih Muslim Book 008, Number 3377: Abu Sa'id al-Khudri melaporkan bahwa 'azl disebutkan dalam kehadiran rasulullah (saw)... Mereka mengatakan kepada nabi: Ada seorang lelaki yang isterinya harus menyusui anak, dan lelaki itu bersenggama denganperempuan itu (ia hamil) dan lelaki itu tidak suka, dan ada orang lain yang memiliki budak perempuan dan ia senggama dengan budak perempuan itu, dan ia tidak suka sang budak hamil sehingga dia tidak perlu menjadi Umm Walad. Kemudian nabi mengatakan: Tidak ada salahnya jika kau tidak melakukannya, karena itu (kelahiran seorang anak) adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan. Ibn 'Aun mengatakan: saya menyebut hadis ini kepada Hasan dan ia mengatakan: Ya Auwloh, nampaknya memang ada penyesalan bagi dilakukannya 'azl.

Sex dalam Grup atau sex orgy? Muhamad memang rajanya!


Kalau yang dibawah ini bukan sex orgy (gang-bang), maka apa dong istilahnya? Ingat bahwa pada saat itu, Muhamad memiliki paling tidak 9 isteri. Sahih Bukhari: Volume 1, Book 5, Number 270: Diriwayahkan Muhammad bin Al-Muntathir: Atas otoritas ayahnya bahwa ia telah bertanya pada 'Aisha tentang pernyataan Ibn 'Umar (i.e. ia tidak suka menjadi Muhrim saat bau masih menempel di tubuhnya). 'Aisha mengatakan, "Saya mencium wangi Rasulullah dan ia pergi ke (untuk mengadakan hubungan sex dengan) semua isterinya, dan dipagi hari ia Muhrim kembali (setelah mandi)." Sahih Muslim Book 008, Number 3445: Abu Bakr b. 'Abd al-Rahman melaporkan bahwa Rasulullah (saw) menikahi Umm Salama dan saat ia ingin pergi darinya, ia menarik bajunya (rasulullah). Rasulullah kemudian mengatakan: Kalau kau mau, saya bisa memperpanjang waktu (untuk tinggal) denganmu, tetapi saya harus juga menghitung waktunya (sehingga waktu yang saya lewatkan dengan isteri-istri lain sama dengan waktu denganmu). Bagi perawan, (suaminya harus tinggal dengannya selama) satu minggu, dan bagi perempuan yang sudah menikah sebelumnya tiga hari. Bahwa ulah sex ini direstui Auwloh, bisa dilihat dari tulisan Imam Ghazali. tentang sex dengan berbagai partner, ia menulis (ref.7, h.368): .Rasulullah mengatakan, Saya mengeluh kepada Jibril bahwa saya menginginkan kekuatan yang lebih besar saat bersenggama dengan isteri-isteri saya, dan ia memerintahkanku untuk memakan harisa,

maka kau harus tahu bahwa ia (nabi) memiliki 9 isteri, dan ia wajib untuk memuaskan mereka semua, dan tidak ada yang diijinkan menikah lagi setelah kematiannya, ataupun setelah ia menceraikan mereka; permintaanya oleh karena itu adalah untuk ini, dan bukan untuk kenikmatan semata. (ah yang beneer !?!) Dan ini paling nge-jooozzz !! Sahih Bukhari:Volume 7, Book 62, Number 6: Diriwayahkan Anas: Nabi sering keliling (untuk mengadakan hubungan sexual) dengan semua isterinya dalam satu malam, dan ia memiliki sembilan isteri.

Air mani perempuan kuning?


Lelaki dan perempuan muda sering bermimpi sex. Setelah itu lelaki mengeluarkan cairan air mani seperti ejakulasi yang disebut juga nocturnal emission. Perempuan juga mengalami orgasme selama mimpi tetapi tidak mengeluarkan sperma. Bahkan Aisha sendiri tahu ini, tetapi Muhamad tidak dan menyangka bahwa perempuan juga mengeluarkan sperma saat malam hari. Mungkin ia melihat bercak kuning pada baju perempuan yang baru selesai menses, dan menyangka ini sperma. Ketika Aisha memberitahunya, ia malah menggertaknya dan memaksakan kepercayaan anehnya kepada Aisha. Jika perempuan membaca ahadis ini, ia akan bertanya-tanya apakah genitalisnya normal atau tidak?! Sahih Muslim Book 3, Number 0608: Anas b. Malik melaporkan bahwa Umm Sulaim meriwayahkan bahwa ia bertanya pada rasulullah tentang seorang perempuan yang melihat dalam sebuah mimpi apa yang dilihat lelaki (memiliki mimpi sex). Rasulullah mengatakan: Kalau perempuan ini melihatnya, ia harus mandi. Umm Sulaim mengatakan: Saya malu dan bertanya: Apakah itu terjadi? Rasulullah menjawab: Ya, kalau tidak bagaimanann seorang anak bisa mirip dengannya? Cairan (sperma) lelaki adalah kental dan putih dan cairan perempuan adalah tipis dan kuning; sehingga kemiripan datang dari pihak yang gen-nya lebih kuat atau mendominasi. Sahih Muslim Book 3, Number 0610: Umm Salama melaporkan: Umm Sulaim pergi ke rasulullah dan mengatakan: apakah mandi perlu bagi perempuan yang mengalami mimpi seksual? Rasulullah menjawab: Ya, pada saat ia melihat cairan itu. Umm Salama mengatakan: apakah perempuan memiliki mimpi seksual? Ia menjawab: Biarkan tanganmu ditutupi debu, bagaimana seorang anak bisa mirip dengannya? (???)

Sex dari Belakang/Anal Sex


Memang perlu saya akui, saya SUKA membaca ulang hadis-hadis ini. Semakin sering saya membaca ini semakin saya mengerti Islam dan nabinya, Muhammad. Ahadis memang mengandung gambaran Muslim sejati. Saya tadinya menyangka akan menemukan masalah-masalah spiritual/jihadi, tetapi justru lebih banyak unsur erotiknya! Hadis jadi seperti manual sex (Muhamad = konsultan sex). Malah ahadis mengalahkan buku pornografi pertama didunia; KAMASUTERA. Banyak hadis bisa disebut sebagai Pornografi Sahih, a la Bedouin atau ala Islam. Saya anjurkan anda

semua untuk menyisakan waktu untuk membaca semua hadis sahih. Kau tidak akan pernah menyesal!! Ahadis menunjukkan kepada kita gambaran lengkap tentang praktek seksual Bedouin Arab jaman itu. Gaya bersenggama bervariasi. Lain dengan cara Yahudi bersenggama. Ternyata kaum Beduin gurun jauh lebih inovatif dalam posisi dan gaya sex mereka. Masing-masing memiliki ciri khas, antara kaum ansar, muhajirin dan Arab-arab lainnya. Yahudi lebih suka denganmissionary position (sementara para muhajirin [Arab Mekah] yang hijrah ke Medinah) menggunakan berbagai posisi, yang paling favorit adalah: gaya senggama dari belakang (doggy style). Saat muhajir memulai gaya ini dengan perempuan Ansar, mereka (para perempuan) tidak suka karena cara mereka yang haus sex mengingat para muhajir itu kebanyakan datang dengan nabi mereka tanpa disertai isteri mereka. Jadi bisa dibayangkan, mereka seperti serigala kesurupan. Jadi, begitu ada kesempatan, mereka akan bertindak buas dan melakukan tindakan sex yang biadab dan keji dengan perempuan (atau dengan sesama pria?). Keluhan perempuan Ansar ini mencapai telinga Muhamad. Tanpa menunggu lama, Auwloh menurunkan ayat yang melarang sex dari belakang. Tapi gaya doggy dipertahankan, walaupun perempuan Ansar juga tidak suka dengan posisi itu. Disini ada ahadis yang akan menghiburmu! Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2159: Narrated Abdullah Ibn Abbas: Ibn Umar salah mengerti (ayat Qur'an, "Pergilah ke ladangmu sesukamu") Faktanya adalah bahwa clan Ansar ini, yang penyembah berhala, hidup dengan Yahudi, kaum ahlul Kitab. Mereka (Ansar) menerima superioritas Yahudi dan mencontoh kelakuan mereka. Yahudi bersenggama dengan satu cara (yi. dengan merebah, punggung dikasur). Clan Ansar mengadopsi praktek ini dari mereka. Tetapi suku Quraysh suka menelanjangi perempuan mereka secara keseluruhan dan mencari kenikmatan dari depan dan belakang dan merebahkan mereka diatas punggung mereka. Saat para muhajirun (pelancong) datang ke Medinah, seorang lelaki menikahi perempuan Ansar. Ia melakukan hal yang sama dengan isteirnya, tetapi isterinya tidak menyukainya dan ia mengatakan kepada suaminya: Kami memiliki satu cara (merebah diatas punggung); lakukan demikian, kalau tidak pergilah kau dariku. Berita ini sampai ke telinga rasulullah. Jadi Auwloh menurunkan ayat Qur'an ini: "Isteri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, jadi datangilah ladang kalian sesuka kalian," yaitu dari depan, dari belakang atau dari merebah diatas punggung di ranjang. Tetapi ayat ini berarti tempat keluarnya seorang anak, vagina. Ahadis dibawah isinya mengulang-ulang diatas. Selamat menerjemahkan. Sahih Muslim: Book 008, Number 3364: Jabir (b. Abdullah) (Auwloh be pleased with him) reported that the Jews used to say that when one comes to one's wife through the vagina, but being on her back, and she becomes pregnant, the child has a squint. So the verse came down:" Your wives are your ti'Ith; go then unto your tilth, as you may desire." Sahih Muslim: Book 008, Number 3365: This hadith has been reported on the authority of Jabir through another chain of transmitters, but in the hadith transmitted on the authority of Zuhri there is an addition (of these words):" If he likes he may (have intercourse) being on the back or in front of her, but it should be through one opening (vagina)." Sahih Bukhar: Volume 6, Book 60, Number 51: Narrated Jabir: Jews used to say: "If one has sexual intercourse with his wife from the back, then she will deliver a squint-eyed child." So this Verse was revealed:--

"Your wives are a tilth unto you; so go to your tilth when or how you will." (2.223) Sunaan Abu Dawud: Book 12, Number 2212: Narrated Urwah: Khawlah was the wife of Aws ibn as-Samit; he was a man immensely given to sexual intercourse. When his desire for intercourse was intensified, he made his wife like his mother's back. So Auwloh, the Exalted, sent down Qur'anic verses relating to expiation for zihar. Sunaan Abu Dawud: Book 12, Number 2214: Narrated Ikrimah: A man made his wife like the back of his mother. He then had intercourse with her before he atoned for it. He came to the Prophet (peace_be_upon_him) and informed him of this matter. He asked (him): What moved you to the action you have committed? He replied: I saw the whiteness of her shins in moon light. He said: Keep away from her until you expiate for your deed. Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2157: Narrated AbuHurayrah: The Prophet (peace_be_upon_him) said: He who has intercourse with his wife through her anus is accursed. Sunaan Abu Dawud: Book 29, Number 3895: Narrated AbuHurayrah: The Prophet (peace be upon him) said: If anyone resorts to a diviner and believes in what he says (according) to the version of Musa), or has intercourse with his wife (according to the agreed version) when she is menstruating, or has intercourse with his wife through her anus, he has nothing to do with what has been sent down to Muhammad (peace be upon him) - according to the version of Musaddad.

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 4
Perkawinan dng Anak-anak & SEX dng ANAK DIBAWAH UMUR
Banyak negara sudah melarang praktek maksiat mengawinkan anak-anak. Tipe perkawinan macam ini umum diantara masyarakat hindu kuno di India. Tetapi dengan reformasi dalam Hinduisme oleh kaum aktivis humanis, adat ini tidak lagi diakui, paling tidak, secara hukum. Bagaimana dengan Islam? Muslim mengatakan Islam adalah agama PROGRESIF. Betulkah? Apa ini lagi-lagi kebohongan yang harus ditelan non-muslim sambil manggut-manggut takut leher digorok? Faktanya : TIDAK ADA BATAS USIA MINIMUM DALAM ISLAM untuk MENIKAH. JADI TIDAK ADA LARANGAN MENIKAHKAN ANAK-ANAK, BAHKAN BAYI yang BARU LAHIR.

Yang paling kejam dari praktek pelecehan anak-anak secara seksual ini adalah bahwa perkawinannya bersifat mengikat secara hukum, secara absolut, jika disetujui orang tua. Ini aturan Shariah tentang perkawinan anak-anak: Hidayat (ref.11, h.36) Ijin bagi Perkawinan dengan Anak-anak. Perkawinan antar anak-anak tetap mengikat setelah pubertas Jika perkawinan anak-anak itu disetujui oleh ayah atau kakek, tidak ada pilihan setelah pubertas bagi mereka; karena keputusan orang tua tidak dapat dicurigai sebagai memiliki motif negative karena cinta kasih mereka bagi keturunan mereka tidak diragukan; sehingga perkawinan antar pihak bersifat mengikat, sama seperti perkawinan yang ditetapkan pihak-pihak dewasa. Pilihan menarik diri setelah pubertas namun jika pihak berwenang selain orang tua yang memutuskan kontrak tersebut, setiap pihak berhak, setelah dewasa, untuk memilih apakah perkawinan itu harus diteruskan atau dibatalkan. Muhammad, sendiri menikahi anak kecil berusia enam/tujuh tahun (Aisyah). Ini dua hadis sahih : Sahih Muslim Book 008, Number 3311: 'A'isha melaporkan bahwa Rasulullah (saw) menikahinya saat ia TUJUH tahun, dan ia dibawa ke rumahnya sebagai pengantin

saat ia berusia SEMBILAN, dan boneka2nya berada bersamanya; dan saat ia (rasulullah) wafat, ia berusia DELAPAN BELAS. Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236: Diriwayahkan oleh ayah Hisham: Khadija wafat 3 tahun sebelum Nabi hijrah ke Medinah. Ia tinggal disana kira-kira dua tahun dan ia menikah dengan'Aisha ketika ia gadis berusia 6 thn, dan ia memenuhi perkawinannya saat ia berusia SEMBILAN tahun. Dan inilah caranya nabi, sang rahmatan lil alamin ber-indehoy dengan pengantin anakanaknya. Sahih Bukhari Volume 1, Book 6, Number 298: Diriwayahkan 'Aisha: Nabi dan saya biasanya bermandi dalam satu pot saat kita Junub*. Selama menses, ia biasanya memerintahkan saya untuk mengenakan Izar (baju yang dipakai dibawah pinggang) dan ia suka meraba-raba saya. Saat Itikaf, ia sering membawa miliknya dan mendekati saya dan saya akan mencucinya dan menggunakannya saat saya menses. *Junub: adalah keadaaan tidak suci, yaitu setelah mengadakan hubungan sex. Sahih Muslim Book 3, Number 0629: 'A'isha melaporkan: Saya dan rasulullah (saw) mandi dari bak yang sama dan tangan kami saling bergantian dimasukkan kedalamnya seakan-akan kami mengadakan hubungan seksual. (I and the Messenger took a bath from the same vessel and our hands alternated into it in the state that we had had sexual intercourse). Belum jelas juga bagi anda? Dalam Sirat Rasul Ibn Ishak/Ibn Hisham (biografer islam paling otentik), kami membaca cerita dahsyat bahwa Muhamad ingin mengawini seorang bayi perempuan yang masih merangkak. Ini terjadi setelah ia menikahi Aisha. (Suhayli, ii.79: Dalam riwayat Yunus saya menuliskan bahwa rasulullah melihatnya (Ummul-Fadl) ketika ia masih bayi dan merangkak didepan Muhamad dan ia mengatakan, Jika ia besar nanti, dan saya masih hidup, saya akan mengawininya. Tetapi ia wafat ketika anak itu tumbuh dan Sufyan b. al-Aswad b. Abdul-Asad alMakhzumi menikahinya dan ia melahirkan Rizq dan Lubaba.(ref.10, p. 311) Bahkan Hazrat Umar menikahi Umm Kulthum, adik Bibi Aisha yang berusia EMPAT TAHUN! Fantastik! Ini semua contoh orang-orang yang paling mulia dalam Islam untuk dicontohkan pada pengikut.

RIZA atau Pengangkatan Anak lewat Penyusuan


Anda tidak tahu bahwa lelaki Muslim (dewasa) bisa menikahi bayi (berusia 2 tahun) DAN sekaligus juga perempuan dewasa yang masih memiliki bayi yang masih menyusu? Apa yang terjadi jika bayi yang dikawinkan tidak memiliki siapa-siapa untuk menyusuinya -katakanlah ia anak yatim- kecuali isteri nomor dua yang juga sibuk menyusui anaknya sendiri? Jaman sekarang kita menggunakan susu kaleng. Namun ini bukan cara yang Islami. (PS: dalam buku Carmen bin Laden (mantan isteri kakak bin Laden): Usama bin Laden tidak membolehkan isterinya menyusui anaknya dengan botol. Sang isteri diharuskan memberi minum pada anaknya denganS ENDOK. Si anak menolaknya dan menangis terus kehausan). INI yang Islami: Hidayat (ref. 11, h.71) Dua isteri menyusui yang lainJIKA seorang lelaki menikahi seorang bayi dan seorang dewasa, maka pihak terakhir harus memberi susu kepada pihak pertama, kedua isteri menjadi dilarang bagi suami mereka, karena kalau mereka melanjutkan persatuan dalam perkawinan ini, ini mempertanyakan kepantasan hidup bersama dengan anak angkat dan ibu angkat, yang dilarang, seperti hidup bersama dengan ibu dan puteri biologis.KALAU suami belum memiliki hubungan KARNAL (sex) dengan isteri dewasanya, isterinya itu tidak berhak atas emas kawin apapun karena perpisahan datang dari dirinya:-- namun sang bayi memiliki hak atas setengah emas kawinnya, karena bukan ia yang memulai perpisahan. (BAYI MEMULAI PERPISAHAN??? Gak ada otaknya! EDAN!!) Riza antar anak-anak lelaki dan perempuan. Bagian ini silahkan anda terjemahkan sendiri, karena ini kurang relevan bagi topic pembahasan kita (perkawinan antar bandot dengan anak-anak): So far, what I mentioned above relates to an adult man marrying an infant girl. How about an infant boy marrying a grown up girl (nine years and above)? As per Islamic Sharia, there is, of course, no restriction on this practise. The only means by which a child can be prevented from marrying a grown up girl (that is to make him halal to visit her and be with her in privacy) is through a peculiar system in Islam known as RIZA or Rida. The Dictionary of Islam (ref. 6, p.546) defines RIZA thus: RIZA. A legal term, which means sucking milk from the breast of a woman for a certain time. The legal definition of RIZA is given in HEDAYA (ref. 11) as follows: RIZA, or fosterage (Ibid, p.67). Definition of the termRiza, in its legal sense, means a child suckling milk from the breast of a woman for a certain time, which is termed the period of fosterage. This is the Islamic name for suckling through fosterage. It is the practice by which a newly born baby is handed over to another woman who is able to suckle the infant. It was (and still is) a practice by the rich Arabs by which they hand over their newly born infants to be suckled by Beduin women. Even Prophet Muhammad (pbuh) was suckled, initially, by Thueiba, a slave woman of his uncle Abu Lahab for a very brief period, and then by his foster mother, Halima. Here is a hadith proclaiming the restrictions by fosterage: What is haram by birth is also haram by suckling30.3.15 Maliks Muwatta: Book 30, Number 30.3.15: Yahya related to me from Malik from Abdullah ibn Dinar from Sulayman ibn Yasar and from Urwa ibn az-Zubayr from A'isha umm al-muminin, that the Messenger of Auwloh, may Auwloh bless him and grant him peace, said, " What is haram by birth is haram by suckling -------------------------This practice will make the child being suckled to be haram to the foster mother. That

is, the child, when he grows up, has unhindered access to his foster mother. It is, as if, the foster mother is the real mother of the child. There is no problem with this noble provision, of course. So, where is the trouble? Let us examine the situation up close. Dalam Islam, seorang perempuan boleh dikawinkan pada usia kapanpun, bahkan saat ia masih bayi. Ibu angkat adalah perempuan, 9 tahun atau lebih, lain dari ibu biologisnya. Bayangkan, seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan disusui ibu angkatnya yang baru melewati usia SEMBILAN tahun. Nanti, kalau anak laki-laki itu menjadi dewasa atau 18 th, menurut ukuran pubertas bagi laki-laki menurut Islam, ibu angkatnya hampir berusia 27 thn, usia yang masih muda bagi perkawinan, cinta, sex dan melahirkan anak. Menurut hukum Islam, ibu angkat itu dilarang dinikahi anak angkatnya. Dan ia juga tidak dapat menikahi adik angkatnya. Here are a few rules on Islamic suckling or fosterage from the Reliance of the Traveller, the most authentic Sharia book (ref. 8, pp. 575-576) n12.0 BECOMING UNMARRIAGEABLE KIN BY SUCKLING (RIDA) n12.1 An infant becomes the child of the female who breast-feeds him (A: in respect to being unable to marry her, to the permissibility of looking at her and being alone with her, and in his ablution (wudu) not being nullified by touching her) when: (a) the milk comes from a female at least nine years old whether it is occasioned by sexual or something else; (b) and she breast-feeds a child who is less than two full years old; (c) in at least five separate breast-feedings (O: a restriction that excludes anything less than five; which is of no consequence. Separate breast-feedings means whatever is commonly acknowledged (def: f4.5) to be separate) n12.2 In such a case: (1) It is unlawful for the wet nurse to marry the child and its subsequent descendants (O: by familial relation or by suckling) exclusively (O: exclusively meaning that only the childs descendants become unlawful for her to marry, not the childs ancestors (N: or brothers)): (2) She becomes the childs mother, and it is unlawful for the child to marry her, her ancestors (O: by familial relation or by suckling), her descendants (O: who become as if they were brothers and sisters (O: though the child is not forbidden to marry the latters children). In ahadith we read a few interesting stories about RIZA. Here are some samples. Aishas sister Umm Kulthum suckled Salim ibn Abdullah ibn Umar only three times; that is why it was haram for him to visit Aisha; if suckled ten times by Kulthum then he would be halal for her30.1.7 Maliks Muwatta: Book 30, Number 30.1.7: Yahya related to me from Malik from Nafi that Salim ibn Abdullah ibn Umar informed him that A'isha umm al-muminin sent him away while he was being nursed to her sister Umm Kulthum bint Abi Bakr as-Siddiq and said, "Suckle him ten times so that he can come in to see me." Salim said, "Umm Kulthum nursed me three times and then fell ill, so that she only nursed me three times. I could not go in to see A'isha because Umm Kulthum did not finish for me the ten times." Ten suckle is required for a boy to be halal to visit a woman30.1.8 Maliks Muwatta :Book 30, Number 30.1.8: Yahya related to me from Malik from Nafi that Safiyya bint Abi Ubayd told him that

Hafsa, umm al-muminin, sent Asim ibn Abdullah ibn Sad to her sister Fatima bint Umar ibn al-Khattab for her to suckle him ten times so that he could come in to see her. She did it, so he used to come in to see her. (Please note that ten suckling was later abrogated by five suckles) Maliks Muwatta: Book 30, Number 30.3.17: Yahya related to me from Malik from Abdullah ibn Abi Bakr ibn Hazm from Amra bint Abd ar-Rahman that A'isha, the wife of the Prophet, may Auwloh bless him and grant him peace, said, "Amongst what was sent down of the Qur'an was 'ten known sucklings make haram' - then it was abrogated by 'five known sucklings'. When the Messenger of Auwloh, may Auwloh bless him and grant him peace, died, it was what is now recited of the Qur'an." Yahya said that Malik said, "One does not act on this." Needless to say, that in an Islamic paradise, RIZA will be a perfectly rightful method to solve the problem of milk supply for the babies. Now, imagine what will happen to the marriage market if most women give up their infants to their foster mothers for a limited period of time! The marriage market will come to a halt, no joke. Most potential suitors will be forbidden for each other due to RIZA or suckling by fosterage, isnt it? Of course, I cited an extreme scenario of Islamic fosterage. Modern world is not at all dependent on RIZA or suckling by fosterage. We have formula milk for those infants whose mothers are unable to breast-feed them for one reason or other. However, I could not find any Sharia rule where bottle-feeding can be used as an alternative to RIZA. See, in the seventh century medieval period, there was no baby formula milk, nor was there any concept of bottle-feeding as an alternative to suckling. Therefore, those Bedouin Arabs resorted to RIZA to solve the mothers milk supply problem.

Yang menarik disini adalah bahwa perempuan JUGA DAPAT MENYUSUSI LELAKI DEWASA!! TOBAT! TOBAT! Mana mungkin? Ini buktinya : Sahih Muslim: Book 008, Number 3426: Ibn Abu Mulaika melaporkan bahwa al-Qasim b. Muhammad b. Abu Bakr meriwayahkan kepadanya bahwa 'A'isha melaporkan bahwa: Sahla bint Suhail b. 'Amr datang kepada rasulullah (saw) dan mengatakan: Rasulullah, Salim (budak milik Abu Hudhaifa yang dibebaskan) hidup dengan kami dalam rumah kami, dan ia sudah mencapai pubertas dan memiliki pengetahuan (tentang masalah sex) yang biasanya dimiliki lelaki. Nabi mengatakan: SUSUI DIA sehingga IA MENJADI HARAM (dalam perkawinan) BAGIMU. Sex dengan budak juga merupakan hal yang sangat normal dalam Islam untuk

memuaskan nafsu birahi lelaki Muslim. Bagaimana dengan isterinya? Sayangnya, perempuan tidak pernah kebagian orgy sex. Tapi seorang perempuan BISA menghalangi suaminya untuk sex dengan budak. Bagaimana caranya? denganRiza. Ini dia: Seorang isteri cemburu tidak suka dengan hobi orgy suaminya. Ia kemudian pergi ke budak perempuan yang disukai suaminya dan MENYUSUI PEREMPUAN ITU dengan payudaranya. INI MEMBUAT BUDAK PEREMPUAN ITU HARAM bagi suaminya. Ide bagus bukan? Sayangnya isteri itu malah ketiban duren! Ia menerima hukuman. Hazrat Umar meminta agar sang isteri dipecut/dipukuli, sehingga melindungi hak suaminya untuk melampiaskan hobi orgynya dengan para budak perempuannya. Anda heran? Ini ceritanya dari Muwatta milik Malik, pendiri aliran yurisprudensi Maliki. PS: terjemahkan sendiri ! Maliks Muwatta: Book 30, Number 30.2.13: Yahya related to me from Malik that Abdullah ibn Dinar said, "A man came to Abdullah ibn Umar when I was with him at the place where judgments were given and asked him about the suckling of an older person. Abdullah ibn Umar replied, 'A man came to Umar ibn al-Khattab and said, 'I have a slave-girl and I used to have intercourse with her. My wife went to her and suckled her. When I went to the girl, my wife told me to watch out, because she had suckled her!' Umar told him to beat his wife and to go to his slavegirl because kinship by suckling was only by the suckling of the young.' " Bagaimana meluaskan konsep RIZA (mimik cucu) ini kepada suami dan isteri? Astagfirullah! Astagfirullah! Naujubillah! Tidak percaya? Baca yang berikut ini: Maliks Muwatta:Book 30, Number 30.2.14: Yahya mengatakan kepada saya (apa yang didengarnya) dari Malik dari Yahya ibn Said, bahwa seorang lelaki bernama Abu Musa al-Ashari, "Saya MEMINUM SUSU DARI BUAH DADA ISTERI SAYA DAN SUSUNYA MASUK PERUT SAYA." Abu Musa mengatakan, "Saya hanya bisa mengatakan bahwa isterimu menjadi HARAM bagimu." Abdullah ibn Masud mengatakan, "Nasehat macam apa yang kau berikan pada lelaki itu? " Abu Musa mengatkan, Nah, nasehat apa yang akan kau berikan?" Abdullah ibn Masud mengatakan, "Hanya ada persaudaraan lewat penyususan dalam dua tahun pertama." -Siapakah Abdullah ibn Masud? Ia adalah salah satu diantara ke 10 sahabat terdekat Muhamad yang dijanjijan surga oleh Muhamad. Setiap kata yang diucapkan ibn Masud dianggap sebagai otentik total. Malah, posisinya bisa dikatakan nomor dua setelah Muhammad. Jadi, apa yang dikatakan ibn Masud dalam hadis diatas? Para pembaca, inilah dampak pernyataannya itu; YA! Suami bisa meminum susu isteri dan tetap sebagai partner sexnya. Aturan Islam yang memang aneh! Alasan mengapa susu isteri bisa diminum suaminya dijelaskan berikut ini oleh Malik. Kalau orang dewasa minum susu isterinya, ini dianggap makanan dan bukan susu untuk anak angkat! Absurd bukan? Maliks Muwatta: Book 30, Number 30.1.11: Yahya mengatakan kepada saya dari Malik bahwa Yahya ibn Said mengatakan bahwa ia mendengarkan Said ibn al-Musayyab berkata, "Riza hanya saat anak masih dalam buaian (masih bayi). Kalau tidak, ini tidak mengakibatkan hubungan darah." Yahya mengatakan kepada saya dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia mengatakan: "Riza, betapapun sedikit atau banyak menjadikan haram. Persaudaraan lewat Riza membuat lelaki muhrim."

Yahya mengatakan bahwa ia mendengar Malik berkata, "Riza, betapapun kecil atau banyak kalau dilakukan dalam 2 tahun pertama, menjadikan haram. Apa yang terjadi setelah 2 tahun pertama itu, tidak membuat apapun haram. Riza seperti menjadi makanan." DAN, hadis yang paling TOP, adalah yang berikut ini; Muhamad tidak suka menarik penis sebelum air mani dimuntahkan (ejakulasi); ia juga tidak suka senggama dengan perempuan yang menyusui bayi. Sunaan Abu Dawud: Book 34, Number 4210: Diriwayahkan Abdullah ibn Mas'ud: Rasulullah (saw) tidak menyukai 10 hal: Zat pewarna bewarna kuning (khaluq), rambut putih yang dicat, trailing the lower garment (?), cincin emas, perempuan yang tidak menutupi tubuh sesuai dengan aturan kepantasan, dadu yang dilempar, santet kecuali dengan Mu'awwidhatan, pemakaian jimat, PENARIKAN PENIS SEBELUM KELUARNYA AIR MANI (Coitus interuptus), dan dalam hal perempuan yang isterinya atau bukan isterinya: bersenggama dengan perempuan yang sedang dalam keadaan menyusui bayi; tetapi ia tidak melarang (semua itu).

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 5

SEX denganTAWANAN PERANG


Islam mengijinkan sex tidak terbatas dengan perempuan yang dijadikan tahanan perang. Ini praktek (yang masih berlangsung) dari jaman permulaan Islam, dan semasa hidupnya Muhamad. Ayat-ayat Quran yang paling terkenal tentang ini: 004.024. Juga (dilarang bagimu adalah) perempuan yang sudah menikah, KECUALI yang DIMILIKI TANGANKANMU: Jadi Auwloh memberikan (larangan) ini bagimu: KECUALI BAGI YANG INI Lanjutan ayat ini: (...yang lainnya adalah halal jika kau mengikat mereka dalam perkawinan dengan hadiah dari hartamu, menginginkan kesucian dan bukan birahi, melihat bahwa kau mendapatkan keuntungan dari mereka, berikan mereka emas kawin; tetapi setelah emas kawin ditentukan, setujuilah (untuk mengubahnya), kau tidak akan disalahkan, dan Auwloh Maha Tahu, Maha Bijaksana. ) 023.006 KECUALI dengan mereka yang dipersatukan lewat perkawinan atau (PARA TAHANAN) YANG DIMILIKI TANGAN KANAN MEREKA, dalam hal ini mereka dibebaskan dari kesalahan Sex dengan isteri, tahanan, budak O.K....70:25-34 070.025 Bagi yang memerlukan yang meminta dan ia yang dihalangi (untuk meminta karena alasan apapun); 070.026 Dan mereka yang berpegang pada kebenaran; 070.027 Dan mereka yang takut akan kemarahan Auwloh,070.028 Karena kemarahan Auwloh adalah bertentangan denganPerdamaian dan Ketenangan; 070.029 Dan mereka yang menjaga kemurnian mereka, 070.030 Kecuali dengan isteri mereka dan para (tahanan) yang dimiliki kanan tangan mereka,- karena mereka tidak dapat disalahkan, 070.031 Tetapi mereka yang melewati batasan adalah durhaka;070.032 Dan mereka yang menghormati perjanjian mereka; dsb dsb, terjemahkan sendiri 070.033 And those who stand firm in their testimonies; 070.034 And those who guard (the sacredness) of their worship;070.035 Such will be the honoured ones in the Gardens (of Bliss). Ayat-ayat diatas JELAS 100% bahwa lelaki Muslim, menikah atau tidak bisa mendapatkan sex tanpa gangguan dan tanpa batasan dengan perempuan tahanan (tawanan perang). Arti KEPEMILIKAN TANGAN KANAN adalah tahanan perempuan yang didapatkan dari perang. Nah, di jaman ini siapa yang termasuk tahanan perang ? Secara teori, karena Islam berlaku untuk segala jaman, dan berada dalam perang abadi dengan kafir (ingat konsep darul Islam & darul harb), SEMUA PEREMPUAN yang TINGGAL DI NEGARA KAFIR termasuk kategori ini. Ini berarti bahwa Auwloh mengijinkan setiap lelaki Muslim (menikah atau tidak), yang tinggal di Negara kafir, bisa senggama dengan sekian banyak perempuan kafir dan tetap bebas dari tuduhan ber-ZINAH.

Malah banyak Islamis dengan bangga mengakui bahwa para perempuan kafir harus berterima kasih karena telah merasakan kenikmatan senggama dengan lelaki Muslim! Inilah mengapa saya menemukan banyak Muslim di panti-panti pijat di Thailand, dan mereka mengakui bahwa mereka DIIJINKAN untuk SEX denganPEREMPUAN THAI KARENA MEREKA BUKAN MUSLIM. Mereka budak sex, dan mengingat bahwa dimanapun di dunia Muslim tertekan/sengsara/menderita, Muslim berada dalam keadaan perang dengan kafir dimanapun mereka ditemukan: dipanti pijat, di bar, di disko, di tempat wts)! Ternyata hal ini memang benar. Syariah menyebutkan: TIDAK ADA HUKUMAN BAGI ZINAH yang DILAKUKAN DI NEGARA ASING (ref. 11, p185). Ini karena NABI SENDIRI yang mengatakan, hukuman tidak boleh diberikan di negara asing; KEDUA, karena pengadilan syariah tidak memiliki yurisdiksi di negara asing, hukuman menjadi tidak mungkin kalau di negara asing tersebut sendiri kelakuan sex tersebut tidak dihukum; dan setelah orang tersebut kembali dari negara asing ke negara Muslim, hukuman tidak boleh dijatuhkan terhadapnya. Dalam hal 59 Kamus Islam (ref.6) ditulis: GUNDIK. Bahasa Arab: Surriyah, sarari untuk jamak. Agama Muhamad nampaknya memberikan ijin tidak terbatas pada pemilikan gundik, selama perempuan itu adalah budak dan bukan Muslimah bebas (bukan budak). Para perempuan ini harus, entah (1) diambil sebagai tawanan hasil perang, (2) dibeli dengan uang, (3) keturunan budak. Bahkan perempuan menikah, hasil jarahan perang, menurut Quran, Surah 4:28, adalah sepenuhnya hak pemilik Muslimnya. (Haram bagimu adalah perempuan menikah, KECUALI mereka yang dimiliki tangan kananmu (yaitu dirampas dari perang atau budak yang dibeli). Pergundikan ini diambil dari CONTOH MUHAMAD SENDIRI, yang mengambil RAYHANAH, perempuan Yahudi, yang dipergundiknya setelah pertempuran dengan Banu Quraizah (AH 5), dan juga MARIA**, perempuan Koptik, yang diberikan padanya sebagai budak oleh Gubernur Mesir. **Maria, perempuan Koptik. Ketika delegasi Muhamad mengunjungi Alexandria dan mengunujungi kepala Koptik, Muaqaqis, dan menyampaikan undangan agar memeluk Islam, sang Koptik dengan sopan menolak tetapi mengetahui reputasi muhamad yang doyan perempuan, maka ia memberikan 2 perempuan budak kakak beradik yang cantik dan aduhai. Muhamad mengambil Maria, yang tercantik bagi dirinya sendiri dan adiknya, Sirin, diberikan kepada sahabat Muhamad, Hassan ibn Thabit. Maria melahirkan Ibrahim, putera terakhir Muhamad yang mati ketika bayi. Sirin melahirkan putera bernama Abdul Rahman (ref. 10, p. 498-499). Mengutip Jalalan, penafsir terkemuka Quran, Kamus Islam menulis (ref.6, hal. 595600) 1) Mereka diijinkan memiliki perempuan menikah jika mereka budak. Surah 4:28: Haram bagimu adalah. Perempuan menikah; dan yang dimiliki tangan kananmu. (al-Jalalan mengomentari surah ini: bahwa HALAL bagi mereka yang bersenggama dengan perempuan yang kau jadikan tawananmu, WALAUPUN SUAMI MEREKA MASIH HIDUP dalam DARUL-HARB.) (Catatan, Surah 4:28 dalam Kamus Islam adalah Surah 4:24 dl;m Quran versi terjemahan Yusuf Ali). Para Islamis sering memberikan kesan bahwa para Jihadi rela bergabung dengan Ghazwa (serangan untuk mendapatkan perempuan dan harta) Muhamad karena

mereka jatuh cinta pada atraksi spiritual dan ke-ilahian Islam. Tetapi membaca biografi Muhammad, kami melihat alasan yang sama sekali berbeda. Ghazawa menarik bagi Jihadi karena merupakan sumber sex dan jarahan! Itu saja. Dimanapun Muslim menyatakan perang terhadap kafir, tentara Muslim akan menahan para perempuan musuh. Yang tua dan lemah biasanya dibunuh, yang muda dan sexy disisakan Jihadi untuk memuaskan birahi mereka yang tidak terbatas (baik dalam arti tempat, jumlah maupun moralitas), dan, selanjutnya perempuan itu (kalau masih untung bisa selamat dengan nyawa) bisa dijadikan sumber uang dengan menjual mereka sebagai budak atau menjadikan mereka sandera yang bisa ditebus dengan uang. Ini sumber menarik dari biografinya Muhamad karya Ibn Ishak. Episode ini dicuplik dari ekspedisi Tabuk (ref. 10, pp.602-603). Setelah perang Hunayn dan Taif, Muhamad tinggal di Medinah selama beberapa bulan. Lalu ia memberi perintah untuk mempersiapkan serangan terhadap Bizantin. Saat itu musim panas dan udara sangat tinggi dan kekeringan menjalar di jazirah Arab. Banyak orang tidak suka bepergian pada saat ini. Mereka ingin tinggal di rumah. Tetapi meskipun demikian, mereka tetap mempersiapkan diri bagi serangan tersebut. Muhamad bertanya kepada seorang Muslim, Jadd b. Qays, jika ia ingin pergi berJihad ke Tabuk. Jadd menolak dengan mengatakan bahwa ia menyukai perempuan dan jika ia melihat perempuan Bizantin ia tidak dapat mengendalikan dirinya. Muhamad membiarkannya. Karena Muslim itulah keluar Surah: 9:49 ada yang mengatakan Berikan saya ijin untuk tidak ikut.. 009.049 Diantara mereka ada yang mengatakan : "Berikan saya pengecualian dan jangan adili saya." Bukankah mereka sudah jatuh dalam pengadilan? Dan memang Neraka akan mengelilingi mereka yang tidak percaya (dari semua sisi).

Muhamad sendiri mengambil perempuan tahanan sebagai isteri atau gundiknya. Selain menyimpan perempuan yang paling cantik dan sexy dari antara para perempuan tawanan, ia bahkan MEMBAGI-BAGIKAN MEREKA kepada MENANTUNYA (suami anaknya sendiri !!), Hazrat Ali dan Hazrat Usman !! Ini hadis yang menunjukkan kehausan Hazrat Ali untuk mengadakan sex dengan tawanan/budak perempuan sementara bapak mertuanya, Muhammad, mendorongnya sepenuhnya, terlepas dari perasaan Fatima, puteri Muhamad isteri Ali. Dalam satu kata, Muhamad MEMANG ORANG YANG SANGAT LIBERAL bagi jamananya. Jaman sex bebas sekarang saja, belum pernah ada bapak mertua yang mengijinkan menantunya mengadakan hubungan diluar kawin. Tidak mungkin! ALI nge-SEX dengan PEREMPUAN TAWANAN 5.59.637 Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 637 Diriwayahkan Buraida: Nabi mengirim 'Ali kepada Khalid untuk membawa Khumus (hasil jarahan) dan saya membenci Ali, dan 'Ali sedang mandi (setelah senggama dengan gadis budak dari Khumus). Saya katakan kepada Khalid, "Tidakkah kau melihat itu (Ali)?" Saat kami sampai pada nabi, saya menyebutkan itu padanya. Ia mengatakan, "Wahai Buraida! Kau benci Ali?" Saya katakan, "Ya." Ia mengatakan, "Kau benci dia karena ia mendapatkan lebih dari bagiannya dalam Khumus." Bahwa perempuan sexy adalah salah satu motivasi utama Jihad oleh pengikut Muhamad, digambarkan dengan jelas dalam Sirat Rasulullahnya Ibn Ishak. Tetapi perempuan yang tua dan tidak merangsang merupakan beban bagi para invader Muslim. dalam biografi paling sahih tentang Muhamad, kami membaca bahwa selama Pertempuran Hunayn, SEORANG PEREMPUAN TUA DIBEBASKAN KARENA MULUTNYA DINGIN DAN DADANYA KEMPIS, ia tidak dapat menghasilkan keturunan dan susunya kurang memadai (mungkin takut keracunan susu kadaluwarsa ya, hwuahahahaaa... -adm). Jadi, Jihadi MENUKAR PEREMPUAN ITU dengan ENAM ONTA (ref.10, h 593). Dan ini bukan kasus aneh. Ini memang praktek lazim diantara para Jihadi; menukar perempuan juueelek dengan onta. Bukti selanjutnya akan kerakusan bagi daging perempuan sexy bisa dilihat dari episode perebutan kota Taif. Bangsa Thaqif hidup di Taif. Perempuan Taif memang terkenal karena kecantikan dan keramahan mereka. Salah seorang Jihadi tercatat pengakuannya bahwa ia memang bersedia bertempur melawan Thaqif untuk mengambil perempuan buat diperdagangkan (atau menghamilinya) karena bangsa Thaqif menghasilkan anak-anak berotak pandai (ibid, h.590). Dari biografi Muhamad oleh Ibn Ishak, saat tentara Muslim mengalahkan Bani Hawazin, mereka menangkap 6.000 (ya, ini tidak salah cetak: ENAM RIBU) perempuan dan anak-anak. Ini merupakan jarahan panen daging perempuan terbesar yang pernah terjadi bagi Jihadis. Setelah mereka dibagi-bagikan kepada Jihadis, Muhamad memberikan Rayta, gadis cantik kepada menantunya, Hazrat Ali dan Zaynab, lagi-lagi tangkapan cantik kepada menantu lainnya, Hazrat Usman. Hazrat Umar juga tidak dilupakannya. Namun ia lebih suka memberikan bagiannya kepada putera tersayangnya, Abdulllah (ibid, p.592-593). Ini memang jangkauan moralitas nabi Islam. Respek dan kebaikan macam ini yang dimiliki rasul yang maha pemurah bagi para perempuan yang tidak berdaya ini. Selain Rayhanah, Muhamad juga mengambil Jurawyirah (Dari serangan terhadap Bani al Mustaliq) dan Saffiyah (perempuan yahudi dari serangan terhadap Khaibar/Bani

Nadir) sebagai pelayan-pelayan seksnya. Dan tentu semuanya dengan RESTU AUWLOH. Catatan: semua gundik Muhamad adalah Yahudi (Rayhanah, Juwayriyah and Saffiyah) atau Kristen seperti Maria, perempuan Koptik. Muslim dengan girangnya mengatakan bahwa Muhamad saking pemurahnya sampai ia mengawini para perempuan tidak berdaya itu agar mereka tidak diperjual belikan sebagai budak. Mereka bahkan mencoba meyakinkan kafir seperti kita (kafir biasanya punya otak) bahwa para perempuan malang itu, walaupun sanak keluarga mereka dibunuh habis, SEBENARNYA SANGAT BAHAGIA untuk mengawini Muhamad karena setelah pembantaian itu mereka jatuh cinta tidak kepalang kepada si Mamad! Ini jijik dan tidak ada moral yang lebih rendah dari itu. Bagi Muslim yang enggan bersenggama, siapa lagi kalau bukan AUWLOH yang mendorong mereka!! (Untung bukan Auwloh yang menyusun Konvensi Jenewa tentang Aturan bagi Tahanan Perang!) Sunaan Abu Dawud: Book 11, number 2150 Abu Said al-Khudri mengatakan: "Rasulullah mengirimkan ekspedisi milter kepada Awtas pada kesempatan pertempuran Hunain. Mereka berhadapan dengan musuh dan bertempur. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil tawanan. Sejumlah Sahabat Rasulullah enggan untuk senggama dengan tawanan perempuan dihadapan suami mereka yang kafir. Jadi Auwloh, yang Maha Besar, menurunkan ayat Quran ini, "Dan semua perempuan menikah (dilarang) bagimu KECUALI mereka (tawanan) yang dimiliki tangan kananmu". Itu berarti, mereka halal bagimu saat mereka melewati periode peralihan mereka."" [Quran 4:24]. Sahih Muslim:Book 008, Number 3432: Abu Sa'id al-Khudri melaporkan bahwa pada Pertempuran Hanain, rasulullah (saw) mengirimkan bala tentara ke Autas dan memerangi mereka. Setelah mengalahkan mereka, dan menawan mereka, para Sahabat rasulullah (saw) nampaknya engggan untuk bersenggama denganpara perempuan tawanan karena suami mereka adalah musyrik (polytheis). LALU AUWLOH, MAHA TINGGI, MENURUNKAN FIRMANNYA BAHWA: Dan perempuan yang sudah menikah, KECUALI yang DIMILIKI TANGAN KANANMU. (iv. 24) Masih ingat AL AZL? COITUS INTERUPTUS? (lihat Bab 3) Muhamad sangat tidak suka kalau penis ditarik dari vagina (tawanan perempuan) sebelum orgasme, karena kalau sang bayi memang ditakdirkan lahir, maka tidak ada yang dapat menghalanginya. Muhamad memang tidak menyetujui coitus interruptus tetapi MEMPERKOSA perempuan Banu-al-Mustaliq, IA SETUJU SAJA ... (Bukhari 5.59.459) Anda belum percaya juga? Ini kata seorang Mullah tentang perempuan tawanan: Dari Tanya Jawab situs Islam: KEPEMILIKAN TANGAN KANAN Tanya: Apa yang dimaksudkan dengankepemilikan tangan kanan dan apa tujuan memilikinya? Beberapa mualaf di AS mengatakan OK saja untuk memiliki kepemilikan tangan kanan di AS. Jawab: Kepemilikan tangan kanan (Malak-ul-Yamin) berarti BUDAK DAN PEMBANTU, mereka yang menjadi milik Muslim lewat perang atau transaksi jual beli. Setelah mendapatkan kepemilikan budak pembantu itu, adalah halal dan benar untuk mengadakan hubungan sexual dengan mereka. BAHKAN DIJAMAN SEKARANG, JIKA

MUSLIM MENGUASAI NEGARA KAFIR, kondisi ini tetap berlaku, halal dan benar... (Nah lu, ati-ati aja wahai para cewek bule kafir, siapkan dirimu kalo negaramu jd jajahan islam ya... -adm) ANDA MASIH JUGA TIDAK PERCAYA ? Saya (penulis) adalah orang Bangladesh. Mari saya berikan sedikit sejarah negara saya. Ketika tentara Negara Republik Islam Pakistan menginvasi Bangladesh th 1971, mereka membunuh 3 juta (bukan salah cetak: TIGA JUTA) orang Bangladesh. Karena menganggap orang Bangladesh bukan Muslim tulen, mereka mengambil 250.000 perempuan (Ya, 250.000) Bangladesh sebagai gundik, memperkosa mereka berkalikali, tidak jauh dari suami, ayah dan sanak keluarga mereka. Praktek memuakkan ini mungkin juga membuat muak sesama Muslim. Tetapi jangan lupa bahwa para tentara Muslim ini TIDAK SALAH DIMATA ISLAM. Sesama Muslim silahkan protes, tetapi mereka tidak memiliki dasar hukum. Sementara para pemerkosa Muslim itu didukung sepenuhnya oleh AUWLOH SUBHANA WATHA AUWLOH ! Di Iran, perempuan yang dituduh melakukan perzinahan atau penghinaan terhadap Islam yang ganjarannya adalah hukuman mati menjadi tawanan negara Islam. Oleh karena itu, seorang penjaga Muslim ditunjuk untuk mengadakan sex dengannya sebelum ia digantung. Bagi mereka yang masih gadis, mereka harus diperkosa agar mereka tidak masuk surga. Inilah perlakuan indah dan manusia perempuan kafir atau perempuan yang mbalelo dalam Islam! Semua buki sejarah ini adalah bukti telak bahwa menikmati budak perempuan adalah sepenuhnya halal dalam Islam. Beberapa lagi hadis untuk hiburan anda. Maliks Muwatta:Book 2, Number 2.23.90: para budak perempuan milik Abdullah ibn Umar biasanya mencuci kakinya dan membawanya tikar yang dirajut dari daun palm saat mereka menstruasi. Malik ditanya apakah lelaki yang memiliki perempuan dan budak bisa senggama dengan mereka semuanya sebelum ia melakukan ghusl (mandi). Katanya, "Tidak ada masalah. Tetapi yang tidak halal adalah untuk pergi ke perempuan bebas (bukan budak) pada hari lain. Tidak ada salahnya senggama dengan seorang perempuan budak dan kemudian dengan perempuan budak lainnya kalau seseorang dalam keadaan junub (kotor setelah senggama)." Malik ditanya apakah seorang lelaki yang junub dan air ditaruh didepannya agar ia bisa ghusl. Lalu ia memasukkan jarinya kedalamnya untuk mencek airnya panas atau dingin. Malik berkata, "Kalau tidak ada kotoran yang mengotori jarinya, saya tidak menganggap air itu kotor."

SATU LAGI; SEX dengan IBU DAN ANAK


Maliks Muwatta:Book 28, Number 28.14.33: Umar ibn al-Khattab ditanya tentang seorang perempuan dan puterinya yang dimiliki tangan kanan dan apakah bisa diadakan senggama secara berurutan. Umar mengatakan, "Saya tidak suka kalau keduanya diijinkan secara bersama." Lalu ia melarangnya. (Bersama-sama tidak boleh, tetapi digilir boleh)

SEX dengan KAKAK BERADIK


Maliks Muwatta:Book 28, Number 28.14.34: seorang lelaki bertanya kepada Usman ibn Affan apakah seseorang boleh

senggama dengan dua kakak beradik yang ia miliki. Kata Usman, "Satu ayat membuat mereka halal, dan satu ayat membuat mereka haram. Bagi saya, saya tidak mau melakukannya." Ah masa, bukannya Auwloh maha pemurah dan tidak suka kalau pengikutnya harus tersiksa secara seksual!

SEX dengan BUDAK PEREMPUAN dengan CARA APAPUN


(ref.11, h. 600) Dengan isteri, Muslim tidak boleh seenaknya (kecuali memukulnya kalau isteri menolak keinginan suami) tetapi kalau dengan budak, sang suami tidak diberi batasan apapun. Ditabok, dihajar, disodomi, dari atas, dari bawah, samping kiri, samping kanan, malam hari, siang hari (maaf, memang kenyataannya begitu. Tanya saja TKW Indonesia).

BAPAK BISA MEMINJAMKAN BUDAK PEREMPUANNYA KEPADA ANAKNYA SENDIRI (untuk hal-hal tertentu)
Maliks Muwatta: Book 28, Number 28.15.38: Katanya, "Saya ingin memberikan perempuan budak itu kepada putera saya dan melakukan hal ini dan itu dengannya (ngesex)." Abd al-Malik mengatakan, "Marwan lebih tegas dari kamu. Ia memberikan budak perempuannya kepada puteranya dan mengatakan, 'Jangan mendekatinya, karena saya sudah melihat kakinya tanpa penutup.'"

PEMILIK BUDAK BISA SENGGAMA dengan BUDAK PEREMPUAN yang SUDAH MENIKAH dengan BUDAK PRIANYA
Maliks Muwatta:Book 29, Number 29.17.51: Abdullah ibn Umar mengatakan, "Jika lelaki memberikan ijin kepada budaknya untuk menikah, perceraian ada didalam tangan sang budak, tetapi tidak ada orang lain yang memiliki kekuasaan atas perceraiannya. Tidak ada larangan bagi seorang laki-laki yang mengambil budak perempuan dari budak laki-lakinya atau budak perempuan dari budak perempuan lainnya."

BUDAK PEREMPUAN ADALAH LADANG BAGIMU. KALAU KAU MAU KAU BISA MENGAIRINYA (dengan EJAKULASI DIDALAMNYA) ATAU MEMBIARKAN MEREKA HAUS (dengan coitus interruptus)
Maliks Muwatta: Book 29, Number 29.32.99: katanya, "Abu Said! Saya memiliki budak perempuan. Tidak ada satupun dari isteriistri saya lebih menyenangkan dari mereka tapi saya tidak ingin anak dari mereka, apakah saya bisa mempraktekkan coitus interruptus?" "Saya mengatakan, 'Semoga Auwloh mengampunimu Ia ladangmu, jika kau mau, berikan air, dan jika kau mau, biarkan ia kering.' ...Zayd mengatakan, 'Ia berbicara kebenaran.'"

MENGGILIR BUDAK PEREMPUAN: Bapak dengan budak anak atau budak cucunya. Putera dengan budak ibunya, ayahnya atau isterinya.
Ini cuplikan dari HIDAYAT (reference 11), komentar paling otentik terhadap Syariah yang dijadikan rujukan pengacara. Tidak ada hukuman karena senggama dengan budak perempuan seorang putera atau cucu---(ref: 11: page 183) Walau ia harus mengakui pada dirinya bahwa budak perempuan itu sebenarnya tidak halal baginya, ini didasarkan atas pernyataan nabi KAU DAN MILIKMU ADALAH MILIK AYAHMU;dan seorang kakek juga terikat

pada peraturan yang sama seperti sang ayah, karena ia juga seorang ayah. Anak yang didapatkan dari hubungan seksual itu adalah tanggung jawab ayah yang bersangkutan, yang bertanggung jawab pada puteranya sebanyak nilai budak perempuan itu. Kalau seseorang bersenggama dengan budak perempuan milik ayahnya, ibunya atau isterinya, dan menganggap budak ini sah baginya, ia tidak mendapatkan hukuman dan sang budak juga tidak dihukum(tetapi kalau ia menganggapnya salah, maka ia harus dihukum):

BOLEH MENONTON PUDENDA BUDAK PEREMPUAN


Muslim dilarang membaca Playboy, Penthouse, Ralph,.. dsb. Melihat perempuan telanjang yang bukan muhrimnya adalah kabirah gunaah (dosa besar.) Jangankan tubuh perempuan, tangan telanjang perempuan saja haram dalam Islam. Inilah tingginya moralitas dalam Islam. Tetapi kalau kau BUDAK PEREMPUAN, larangan ini tidak berlaku lagi bagi lelaki Muslim. Islam mengijinkan Muslim memandangi setiap bagian tubuh budak (atau tawanan), termasuk dadanya, vagina, clitoris, anus, --- SETIAP BAGIAN PUDENDANYA. Kau anggap ini isapan jempol penulis ? Ini ketentuan Shariahnya---(ref. 11, h. 599) Lelaki bisa memandangi bagian manapun tubuh isterinya atau budaknya.Adalah HALAL bagi lelaki untuk memandangi bagian-bagian tubuh budak perempuannya, dan juga terhadap isteirnya karena Nabi mengatakan, "tutuplah matamu dari semuanya kecuali isteri-istrimu dan budak-budak perempuanmu. Islamis sering menutupi kenyataan tirani perbudakan seksual dalam Islam dengan mengatakan Islam mengijinkan pernikahan dengan budak. Tapi yang tidak mereka katakan adalah, ia tidak boleh mengawini budaknya sendiri. Budak orang lain OK. Ia tidak dapat membeli budak perempuan dan menikahihnya. Namun, ia diijinkan sex tidak terbatas denganya (ingat: tidak terbatas dalam arti tempat, jumlah budak, cara nge-sex dsb dsb. Jadi sadomasokisme, sodomi Islam tidak membatasi ini) (ibid, p.317) 9. larangan menikah: 8. Karena alasan kepemilikan. Tidak halal bagi lelaki untuk menikahi budaknya sendiri, atau perempuan menikahi budak lelakinya.

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM


BAGIAN 6
MASTURBASI HAH? Naujubillah, Naujubillah. Kau melakukan ini? 98% lelaki melakukannya. Tidak jelas berapa % perempuan melakukannya. Tapi hati-hatilah mereka yang jika melakukan nikah dan zinah dengan tangan mereka! Masturbasi adalah haram TOTAL dalam Islam. Kalau Auwloh SUBHANA WATHA AUWLOH dan polisi rahasianya menjebakmu melakukan ini, ternistalah kau dalam Akhirat nanti Mereka yang masturbasi akan dihidupkan kembali dengan KEHAMILAN di tangan mereka! (Sumpah! Ini bukan isapan jempol penulis atau penerjemah!) Ini yang dikatakan Mufti dari Afrika Selatan dalam Tanya Jawab situs Islam: Mufti Ebrahim Desai, Darul Ifta, Madrasah Inaamiyyah, Camperdown, Afrika Selatan. Hadhrat Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan,TERKUTUKLAH Orang yang melakukan nikah dengan tahan (yi. Masturbasi). - (Tafsir Mazhari vol.12 h.94) Said bin Jubair meriwayahkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan, Auwloh Taala akan menghukum sekelompok orang yang bermain dengan alat pribadi mereka. Ataa (RA) mengatakan, Sejumlah orang akan di-resureksi dalam kondisi tangan mereka hamil, saya rasa mereka itu yang melakukan masturbasi. Aturan Shariah bagi mereka yang die-hard masturbators. Ternyata anda masih bisa diselamatkan! Masturbasi Wajib Ghusl (mandi) ---e10.1 (referensi 8, h.79) (1) Mandi untuk purifikasi (ghusl, def: e11) adalah wajib jika pada seorang lelaki : (2) sperma keluar darinya; (3) atau kepala penisnya memasuki vagina; dan wajib bagi perempuan jika : (1) cairan sexual (definisi: dibagian bawah) keluar darinya; (2) kepala penis memasuki vaginanya; (3) setelah periode menstruasi ; (4) setelah postnatal lochianya berhenti atau setelah dilahirkan anak dalam kelahiran kering. (?) (Note: istilah Arab maniya digunakan untuk merujuk kepada sperma lelaki maupun cairan sexual perempuan yaitu yang datang dari orgasme) Puasa Batal kalau :---i1.18(9) (ibid, hal 284) i.1.18(9) Senggama (jika sengaja, walaupun tidak ada orgasme), atau orgasme dari meraba bagian selain alat kelamin atau dari masturbasi (tidak peduli apakah orgasme itu didapatkan dari cara haram, seperti dengantangan sendiri. Atau dengan cara halal, yaitu dengan tangan isteri); ---I 1.19(3) (ibid, page 286) I1.19(3) Orgasme, entah karena hasil meraba (seperti mencium, kontak, tidur diantara paha orang lain, dll), atau karena masturbasi;

Ketika saya mencari di seluruh Quran, saya tidak dapat menemukan kata masturbasi.Jadi saya tidak yakin kalau masturbasi haram. Namun banyak Mullah menafsirkan ayat 23:5-7 sebagai mencakup tindakan yang mengakibatkan junub/dosa, dan masturbasi mencakup didalamnya. Karena saya bukan Mullah, saya serahkan kepada semua pelaku masturbasi untuk menilai sendiri arti ayat tersebut. 023.005 Mereka yang absten dari sex, 023.006 Kecuali dengan mereka yang disatukan lewat ikatan perkawinan, atau (tawanan) yang dimiliki tangan kanan mereka,- karena (dalam hal ini) mereka bebas dari kesalahan, 023.007 Tetapi mereka yang keinginannya melewati batasan adalah zalim;Dalam buku-buku Shariah, sex dengan tangan sendiri juga dinyatakan haram oleh para hakim Islam. Haram ---w37.1 (Reference 8, page 932) W37.1 Maturbasi dengantangan sendiri adalah haram. Imam ShafiI ditanya sehubungan denganmasturbasi tentang kata-kata Auwloh swt: mereka yang menjaga alat-alat pribadi mereka, dan milik isteri mereka atau [para budak perempuan] yang dimiliki tangan kanan mereka, karena mereka ini tidak bersalah. Siapapun yang mencari diluar itu, mereka orang zalim (Quran 23:5-7),

HOMOSEXUALITAS/SODOMI
Lain dengan masturbasi, Quran sangat tegas tentang homosexualitas. Dalam Islam, homosexualitas diistilahkan sebagai sodomi, walaupun sodomy dan homosexualitas tidak selalu berarti hal yang sama. Namun kami akan menggunakan kata sodomi untuk arti homosexualitas dan sebaliknya.

Gay Muslim di negara-negara Barat, bebas unjuk eksistensi Dalam Islam, orang homosexual akan menerima hukuman terberat dalam Islam. Homosexuality dianggap sebagai tindak pidana sexual yang paling parah seperti Zinah. Inilah ketentuan yang ditemukan dalam Quran, ahadis dan Shariah. Dalam Quran, tindak sodomi digambarkan sebagai tindakan sexual yang disukai rakyat nabi Lot, sepupu nabi Ibrahim. Nama kota dimana rakyat Lot mempraktekkan kejanggalan seksual ini tidak disebutkan dalam Quran (Auwloh lupa?). Meminjam Perjanjian Lama, kita tahu bahwa kedua kota yang dimaksudkan adalah Sodom atau Gomorrah (ref. 6, h.149). Auwloh menghancurkan orang homosexual di kota itu

dengan batu belerang. Diantara mereka termasuk isteri nabi Lot! Tapi Quran tidak memberikan alasan jelas mengapa perempuan malang itu juga perlu dihancurkan (Auwloh lupa!). Surah-surah berikut merujuk kepada nabi Lot: 7:80-84, 21:74-75, 26:160-165, 27:54-58, 29:28-35. 007.80 We also (sent) Lut: He said to his people: "Do ye commit lewdness such as no people in creation (ever) committed before you? 007.081 "For ye practise your lusts on men in preference to women : ye are indeed a people transgressing beyond bounds." 007.082 And his people gave no answer but this: they said, "Drive them out of your city: these are indeed men who want to be clean and pure!" 007.083 But we saved him and his family, except his wife: she was of those who legged behind. 007.084 And we rained down on them a shower (of brimstone): Then see what was the end of those who indulged in sin and crime! Abdur Rahman Doi (ref. 9, p.241), menqutip Baihaqi mengatakan bahwa sodomi mengundang kemarahan Auwloh. Diriwayahkan al-Tibrani dan al-Baihaqi, nabi Mohamad (saw) dilaporkan sebagai mengatakan: Empat macam orang bangun pagi sambil berada dalam kemarahan auwloh dan mereka tidur di malam hari dibawah ketidaksukaan Auwloh. Ditanya kepadanya: Siapa mereka, ya rasulullah? Nabi menjawab: Lelaki yang mencoba menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai lelaki (lewat busana dan kelakuan) dan mereka yang melakukan sex dengan binatang** dan lelaki yang bersenggama dengan lelaki.

**Bagaimana dengan ajaran Khomeini tentang sex dengan Binatang ? Dalam buku yang sama (ref.9), ia menyimpulkan bahwa sodomi adalah dosa besar dalam Islam. Ini cuplikan dari hal 242 buku itu. Tidak boleh mencium anak laki-laki (ibid, p.242) Seseorang yang mencium bocah laki-laki dengan nafsu, Auwloh akan menghukumnya selama 1000 tahun denganapi neraka.

Dilaporkan bahwa: Nabi berkata: Kalau seseorang menyentuh bocah lelaki dengan nafsu, ia akan dikutuk oleh Auwloh, malaikat dan semua orang. Komentar diatas tersebut oleh Abdur Rahman Doi sehubungan dengan mencium dan mengadakan sex dengan anak laki-laki, yaitu anak-anak dibawah umur. Tetapi ini sebenarya bukan homosexualitas; tetapi pelecehan anak secara seksual yang dibawah UU sekulerpun merupakan tindak pidana. Namun anehnya, Quran tidak melarang sex dengan bocah laki-laki di SURGA NANTI! Bukannya Auwloh mengatakan IA telah menyediakan laki-laki muda dan cantik sebagai pelayan siapapun yang pantas memasuki surga? Kenikmatan melecehkan anak khususnya relevan bagi Jihadi sekarang, yang mati karena ingin mencicipi surga. Ini ayat-ayatnya dalam Quran; 052.020 They will recline (with ease) on Thrones (of dignity) arranged in ranks; and We shall join them to Companions, with beautiful big and lustrous eyes. 052.021 And those who believe and whose families follow them in Faith,- to them shall We join their families: Nor shall We deprive them (of the fruit) of aught of their works: (Yet) is each individual in pledge for his deeds. 052.022 And We shall bestow on them, of fruit and meat, anything they shall desire. 052.023 They shall there exchange, one with another, a (loving) cup free of frivolity, free of all taint of ill. 052.024 Round about them will serve, (devoted) to them, young male servants (handsome) as Pearls well-guarded. 052.025 They will advance to each other, engaging in mutual enquiry. 052.026 They will say: "Aforetime, we were not without fear for the sake of our people. 052.027 "But Auwloh has been good to us, and has delivered us from the Penalty of the Scorching Wind. ATAU : 076.017 And they will be given to drink there of a Cup (of Wine) mixed with Zanjabil,076.018 A fountain there, called Salsabil. 076.019 And round about them will (serve) youths of perpetual (freshness): If thou seest them, thou wouldst think them scattered Pearls. 076.020 And when thou lookest, it is there thou wilt see a Bliss and a Realm Magnificent. Kalau kau punya waktu untuk membaca Quran, kau akan menemukan banyak ayat yang menjanjikan teman-teman cantik bak mutiara seperti bocah lelaki yang digunakan sebagai iming-iming untuk mengajak Arab Beduin masuk Islam. (Bukan Indomie? Ehh salah!) Muslim yang malu buru-buru mengatakan bahwa bocah-bocah lelaki itu hanyalah pembawa anggur dan bukan pelayan sex. Betulkah? Mengapa Auwloh tidak meminta ke 72 houri untuk membawa anggur? Mengapa Auwloh harus mengiming-imingi pengikutnya denganmutiara seperti bocah lelaki? Kenyataannya adalah bahwa Arab jaman dulu menyukai sex denga nanak-anak, baik lelaki maupun perempuan. Contohcontoh pelecehan seksual macam ini bisa dilihat dari para tokoh suci Islam, bahkan oleh sang nabi tersuci dan paling disayangi Auwloh (dengan Aisya yang cuma 6 thn ketika dijodohkan pada Muhamad yang saat itu sudah 50-an thn). Ingat pepatah yang dikenal semua Arab : On the other side of the river, there is a boy with bottoms like peach, alas I cannot swim. (Terjemahan: Di seberang sungai ada seorang bocah lelaki dengan pantat semerah buah manis, sayang saya tidak dapat berenang. Ps : Buah peach = apa sih bahasa Indonesianya?) Ingat juga sajak Abu Nawas yang terkenal : O, the JOY OF SODOMY (Oh, Nikmatnya Sodomi)

SODOMI Ini yang ditulis Abdur Rahman Doi tentang hukuman terhadap sodomi: BUNUH KEDUANYA---(ref. 9, h.243) Semua hakim Islam setuju bahwa sodomi adalah pidana seksual tetapi berbeda dengan hukumannya. Menurut Imam Abu Hanifa, tindak sodomy tidak menghasilkan zinah dan oleh karena itu tidak ada hukuman dengan cara Hadd/hudud kepada pelakunya kecuali Taazir. Menurut Malik hukuman hadd akan diberlakukan apakah pelakunya menikah atau tidak. Ia merujuk pada hadis berikut ini: Dilaporkan oleh Abu Hurairah bahwa rasulullah (saw) mengatakan : Jika kau menemukan seseorang yang melakukan tindak seperti Lot (homoseksualitas), BUNUH pihak yang diatas dan pihak yang dibawah dan dalam pernyataan lain: BUNUH pihak yang melakukannya dan pihak yang menjadi obyek perlakuan itu. Abu Hurairah melaporkan: Bahwa nabi (saw) mengatakan, Imam ShafiI, Abu Yusuf dan Muhamad mengatakan bahwa jika pelaku sudah menikah, hukum hudud dengan melempari batu sampai mati akan diberlakukan, tetapi kalau ia (perempuan atau lelaki) belum menikah, hukuman denganTaazir sudah cukup. JANGAN DARI BELAKANG---(ref. 9, h.243) Mengadakan tindakan sex janggal dengan isteri sendiri berarti lewat bagian belakang (anus). Mayoritas hakim percaya bahwa Taazir akan diterapkan karena kasus ini penuh ketidakpastian (diragukan/shubuhat) dan kalau ada keraguan, maka hukum hadd/hudud tidak akan diterapkan. BUNUH KEDUANYA h17.3 ( ref. 8, h. 665) P17.3 Nabi (saw) mengatakan : (1) Bunuh pihak yang men-sodomi dan pihak yang membiarkan itu terjadi padanya. (2) Semoga Auwloh mengutuk ia yang melakukan apa yang dilakukan rakyat Lot. (3) Lesbianisme antara perempuan adalah perzinaan bagi keduanya. Masih banyak lagi berita jelek dari Hidayat (ref.11, h.185) bagi mereka yang ketagihan sodomi dan mengharapkan pengampunan Islam: Sodomi dengan perempuan tak dikenalJIKA lelaki bersodomi dengan perempuan tak dikenal, tidak ada hukum yang tercatat bagi dirinya, menurut Hanifa; tetapi ia harus diperbaiki oleh Tazir. Menurut Jama Sagheer, pelaku harus ditaruh dalam tempat tersendiri sampai ia bertobat. Tetapi ada juga pendapat bahwa kedua pelaku harus dihukum mati, dengancara apapunterlepas mereka masing-masing menikah atau tidakkarena nabi mengatakan, BUNUH BAIK PIHAK YANG AKTIF maupun YANG PASIF (atau menurut tradisi lainnya, Rajamlah dengan batu baik pelaku maupun obyek pelakunya). Ada juga yang mengatakan bahwa mereka harus dibakar hidup-hidup, atau dilemparkan dari sebuah tempat tinggi, kepala terlebih dahulu, misalnya dari puncak sebuah rumah dan lalu baru dirajam denganbatu sampai mati. Kenyataannya ini; karena tidak jelasnya tafsir atas tingkah laku sodomi ini, kemungkinan besar akan terjadi kesalahan dalam mengadili kasus (miscarriage of justice). Hukuman Islami diatas tersebut benar-benar barbar dan terasa tidak tepat lagi untuk jaman sekarang. Terserah anda masing-masing kalau anda tidak menyukai kaum gay atau lesbian, tetapi untuk merebut nyawa mereka (apalagi dengancara biadab itu), hanya karena mereka jatuh cinta dan tidak melanggar hak orang lain, tidakkah mereka berhak atas perlakuan yang lebih manusiawi? (Masih adakah dari antara anda yang gay atau lesbian dan tetap bersikeras untuk memeluk Islam? Ini sama saja denganYahudi masuk Nazi).

SEX denganBINATANG (Bestiality)


Kenyataannya sex dengan binatang, homosexualitas, nekrophilia (sex dengan mayat), sadomasochisme, dsb, semuanya adalah kelakuan janggal (maaf, kalau ada yang tidak setuju). Tapi kita tidak boleh mengacuhkan mereka. Mereka perlu bantuan, pengobatan, BUKAN hukuman biadab! Apa yang dikatakan Islam tentang Bestiality? Pakar Shariah, Abdur Rahman Doi (ref. 9, h.243) menulis bahwa menurut Imam Malik, Abu Hanifa dan Zahir hanya Taazir yang diberlakukan dan bukan hadd. Daging binatang yang disodomi itu tetap halal. Namun Imam Hanbal dan ShafiI mengatakan bahwa hadd- rajam sampai mati - harus diberlakukan terhadap sang pelaku dan hewan itu harus dibunuh dan dagingnya haram. Hukuman bagi Bestiality (ref. 11, h.185) JIKA seseorang melakukan bestiality, ia tidak mendapatkan hukuman Hidd atau hukuman yang sudah dinyatakan, karena tindakan ini tidak memiliki ciri-ciri perzinahan (zinah adalah tindak pidana berat), hanya sebagai tindakan pelampiasan nafsu, yang normal dialami lelaki; tetapi definisi ini tidak berlaku bagi senggama dengan hewan yang merupakan tindak hina oleh orang sakit jiwa;--oleh karena itu Hidd tidak diberlakukan pada pelaku; tetapi ia harus mendapat hukuman korektif. Tercatat bahwa hewan itu harus dibunuh dan dibakar; hanya kalau hewan itu jenis yang dimakan manusia; tetapi jika hewan itu termasuk species yang bisa dimakan, menurut Abu Hanifa, hewan itu harus dimakan dan tidak dibakar. Abu Yusuf mengatakan bahwa hewan itu harus dibakar, dan kalau hewan itu milik seseorang, sang pelaku bertanggung jawab atas harga hewan itu kepada sang pemilik; tetapi pembakaran itu tidak sepenuhnya wajib; dan hewan itu tidak perlu dibakar karena alasan lain selain karena hewan itu mengingatkan orang akan tindakan yang sangat jijik itu dan sang pelaku dilindungi dari rasa malu jika hewan itu dibiarkan hidup. RINGKASAN DAN KESIMPULAN 1. Arti sebenarnya sex dalam Islam adalah kepemilikan atas organ-organ sex perempuan, entah lewat pernikahan atau penangkapan musuh/kafir oleh lelaki Muslim. 2. Ketentuan sex dalam Islam hanya berarti kenikmatan seksual yang berakhir pada injeksi sperma dalam vagina perempuan. 3. Lelaki adalah pelaku sex dan perempuan adalah obyeknya. 4. Dalam Islam, tidak ada ruang bagi perasaan perempuan, apa yang mereka suka atau tidak suka. Hampir tidak mungkin bagi perempuan Muslim untuk menunjukkan pendapatnya atas hal-hal seksual. Kalau ia banyak menuntut, perihal sex, ia akan dianggap dan diperlakukan seperti WTS. 5. Konsep cinta, perasaan, empathy (melihat dari kaca mata orang lain) bagi perempuan Muslim, sayangnya absen dari ketentuan hukum. Sex dianggap sebagai nafsu kompulsif lelaki dan hanya ia yang berhak melakukannya terhadap perempuan dengan paksaan/kekerasan, kalau perlu. 6. Dalam Islam, pelaku homosexualitas dan kejanggalan-kejanggalan seksual lainnya lebih parah dari pembunuh. Tidak ada ruang bagi pengampunan bagi mereka. 7. Islam memberikan ijin tidak terbatas bagi lelaki Muslim untuk bersenggama dengan perempuan selama perempuan itu bukan Muslimah dan/atau lelaki Muslim itu hidup di negara kafir, infidel country. Konsep sex dalam Islam adalah rancu total, malah salah total. Peraturannya didasarkan pada budaya Arab/Beduin barbar dimana satu-satunya konsep sex adalah orgasme lelaki. Dengan konsep ketinggalan jaman ini, bagaimana mendapatkan hubungan yang sederajad dan memberi kepuasan bagi kedua pihak (lelaki maupun perempuan).

Semakin jauh dari konsep Islam ini, semakin bahagia Muslim. Semakin mendekati konsep Islam ini, semakin sengsara Muslim, khususnya pihak Muslimah. Jadi kesimpulannya: jauhkan Islam, sejauh mungkin!!

--THE END-Sumber: Sex & Seksualitas dalam Islam islamreview.com

Diselaraskan oleh

Islamexpose.blogspot.com

Admin