Anda di halaman 1dari 1

Limbah tambang nikel dari perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara

(Sultra), diduga mencemari kawasan budi daya rumput laut warga setempat. "Sejak perusahaan nikel beroperasi di Pulau Kabaena tahun 2007, hampir seluruh wilayah pesisir pantai Kabaena, tidak cocok lagi untuk membudidayakan rumput laut karena areanya dicemari limbah lumpur dari tanah nikel," kata La Riyfu (47), Kepala Dusun Sagori, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana melalui telepon dari Sagori, Sabtu.