Anda di halaman 1dari 6

THT No.

1
Jawab: e. Angiofibroma nasofaring tipe juvenil

7 Angiofibroma nasofaring tipe juvenil atau angiofibroma nasofaring


belia adalah tumor jinak nasofaring, secara histologi jinak akan tetapi secara klinis bersifat ganas, karena mempunyai kemampuan mendestruksi tulang dan meluas ke jaringan sekitarnya serta sangat mudah berdarah. Banyak ditemukan pada anak atau remaja laki-laki.

8 Pada kasus ini tumor mengalami perluasan kearah anterior sehingga


akan mengisi rongga hidung. Bila meluas mengisi ruang fosa intratemporal maka akan menimbulkan benjolan dipipi dan rasa penuh diwajah. Bila tumor telah mendorong salah satu atau kedua bola mata maka akan memberikan gejala khas berupa muka kodok

9 Gejala klinis: >80% gejala berupa hidung tersumbat progresif dan


epistaksis atau mimisan berulang masif, vaskularisasi tumor berasal dari a.maksila interna homolateral. Gejala lain meliputi obstruksi hidung yang menyebabkan rinorea kronis, gangguan penciuman, oklusi tuba dapat menyebabkan ketulian atau otalgia, cephalgia hebat bila ada perluasan intrakranial. Px rinoskopi posterior: akan tampak adanya massa tumor kenyal, warnanya bervariasi dari abu-abu hingga merah muda. Bagian tumor yang terlihat pada nasofaring biasanya diliputi selaput lendir berwarna keunguan, sedangkan yang meluas keluar nasofaring berwarna putih atau abu-abu Px radiografi (foto kepala AP, lateral, waters): tampak tanda holman miller yaitu pendorongan prosesus pterigodeus ke belakang sehingga fisura pterigopalatina melebar, terlihat juga massa jaringan lunak didaerah nasofaring yang dapat mengerosi dinding orbita, arkus zigoma dan tulang disekitar nasofaring

10 Px penunjang: rinoskopi posterior, radiologi (foto kepala AP, lateral,


waters), pemeriksaan arteriografi, pemeriksaan PA tidak dapat

dilakukan karena biopsi merupakan kontraindikasi menimbulkan perdarahan masif. 11 Stadium: I II III : tumor di nasofaring

karena dapat

: tumor meluas ke rongga hidung dan atau ke sinus sfenoid : tumor meluas ke salah satu atau lebih sinus maksila dan etmoid, fosa pterigo-maksila dan infratemporal hingga rongga mata dan atau pipi

IV

: tumor meluas ke rongga intrakranial

12 Pengobatan: pilihan utama adalah operasi selain terapi hormonal maupun radioterapi -Sumber: Buku Ajar THT, FK UI1. jawaban: c Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis. Hidung tersumbat yang progesif dan epistaksis berulang yg massif. Warna bervariasi dari abu-abu sampai merah muda. Mukosa mengalami hipervaskularisasi dan tidak jarang ditemukan adanya ulserasi.

2.

diagnosis kasus di atas Sinusitis Pemeriksaan penunjang : rontgen untuk sinusitis : Waters rontgen untuk gigi geligi : panoramic rontgen untuk telinga : Shettled AP/lateral Caldwell Lac (CWL) teknik operasi sinusitis

ARINI IFADA 13 a. Otitis eksterna diffusa Pembahasan : Otitis externa adalah peradangan telinga yang dapat timbul karena beberapa factor predoposisi, antara lain: perubahan pH canalis, cuaca panas dan kelembaban tinggi, adanya mikrotrauma (missal karena mengorek-ngorek kuping, inifaktor predeposisi utama), alergi.

14 pH telinga biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa, proteksi terhadap infeksi menurun. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur dapat tumbuh. 15 Otitis externa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu otitis externa furunculosa (circumskripta) dan otitis externa difusa. Otitis externa furunculosa/ sirkumskripta3 16 Terjadi pada apparatus pilosebaseus, yaitu pada bagian telinga yang ditumbuhi rambut dan ada kelenjar minyaknya, yaitu di pars cartilaginea canalis (1/3 luar liang telinga). 17 Kuman penyebabya bias Staphylococus aureus atau staphylococcus albus. 18 Gejala dan tanda: otalgia (karena kulit liang telinga tidak mempunyai jaringan ikat di bawahnya,sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium), rasa nyeri yang muncul spontan saat membuka mulut (sendi temporomadibula), adanya satu atau lebih furunkel pada pars kartilaginea canalis, gangguan pendengaran ringan, kemungkinan terjadi regional limfadenitis. Otitis externa difusa3 19 Merupakan inflamasi auricularis externa dengan batas difus/tidak jelas, penyebaran dapat meyebar ke suluruh kulit pars kartilaginea dan pars ossea dan menimbulkan Selluitis kulit canalis. 20 Disebut juga: o Swimmers ear karena sering ditemukan pada para perenang dimana telinga sering terendam air dan selalu lembab sehingga memudahkan kuman berkembang. o Hot weather ear dimana pada iklim yang panas menjadi banyak berkeringat termasuk kulit telinga sehingga telinga menjadi lembab. Tropical ear dimana pada iklim yang panas menjadi banyak berkeringat termasuk kulit telinga sehingga telinga menjadi lembab, mirip dengan hot weather ear.

Menurut penelitian bakteriologis, penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas, staphylococcus, E. coli, dan Enterobacter aerogenes. Oleh karena itu, terapinya dipilih antibiotic yang dapat mengcover seluruh kuman-kuman tersebut. Gejala: Kulit canalis edema dan hiperemis otalgia, timbul discharge yang encer /serous Otalgia,merupakan gejala yang sangat menonjol, terkadang tidak

proporsional dengan kelainan klinis yang terlihat. Otalgia ini disebabkan karena edema yang terjadi menutup muara kelenjar sehingga menghambat pengeluaran serumen. Serumen yangterhambat pengeluarannya akhirnya menjepit saraf disekitarnya. sumber : kartono, S., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2006.

5. A Pembahasan: Pada pasien ini pasien menderita tuli konduktif oleh sumbatan serumen. Ringan / berat ??? Tuli Konduktif: disebabkan oleh kelainan yang terdapat di telinga luar atau telinga tengah. Telinga luar yang menyebabkan tuli konduktif ialah atresia liang telinga, sumbatan oleh serumen,, otitis eksterna sirkumkripta, osteoma liang telinga. Sedangkan kelainan ditelinga tengah yang menyebabkan tuli konduktif ialah tuba katar/sumbatan tuba eustachius, otitis media, otoresklerosis, timpanosklerosis, hemotimpanum dan dislokasi tulang pendengaran. Tuli sensorineural (perseptif): dibagi dalam tuli sensorineural koklea dan retrokoklea. Tuli sensorineural koklea disebabkan oleh aplasia (congenital), labirintitis (oleh bakteri/virus), intoksikasi obat streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina, asetosal, atau alcohol. Juga oleh sudden deafness, trauma kapitis, trauma akustik dan pajanan bising. Tuli sensorineural retrokoklea disebabkan oleh neuroma akustik, tumor sudut pons serebelum, myeloma multiple, cedera otak, perdarahan otakdan kelainan otak lainnya. Dalam menentukan derajat ketulian, yang dihitung hanya ambang dengar hantaran udaranya (AC) saja. Derajat ketulian ISO: 0-25 dB: normal 26-40 dB: tuli ringan 41-60 dB: tuli sedang 61-90 dB: tuli berat >90 dB : sangat berat

10. C. Angiofibroma Pembahasan sama dengan soal MCQ kompre no. 19