Anda di halaman 1dari 7

Kisah/ Latar belakang Pak Syamsul Pak Syamsul adalah anak kelima dari enam bersaudara, dia dibesarkan

di Tebing Tinggi dari keluarga yang kurang mampu, bahkan beliau hanya dapat mengeyam bangku pendidikan hanya sampai kelas 5 SD hal ini dikarenakan kurangnya biaya untuk membayar pendidikan. Akan tetapi karena dia tidak mengeyam bangku pendidikan sampai tingkat yang tinggi bukan berarti beliau orang yang malas beliau adalah sosok yang sangat ulet, rajin dan serius dalam mengerjakan sesuatu. Sebelum menjadi direktur Syamsul sudah banyak pekerjaan yang pernah dia kerjakan diantaranya dia pernah menjadi buruh di pabrik indomi, satpam di pabrik sosro dan pegawai di jalan tol. Latar belakang niat Syamsul untuk mulai berkecimpung dilatar belakangi karena kurang terpenuhinya biaya sehari hari untuk menghidupi keluarganya karena pada saat itu Syamsul hanya memiliki pendapatan/bulanny hanya Rp. 800.000,-. Kemudian dia berfikir untuk mulai merubah haluan pekerjaannya menjadi pembibit tanaman. Dia berfikir untuk menjadi pembibit karena dekat dengan kediaman keluarganya terdapat tempat pembibitan dari tempat itulah Syamsul mulai belajar untuk membudidayakan tanaman. Usaha pembibitan ini dimulai pada tahun 2000 dengan modal awal 6 juta rupiah. Pada saat itu, dengan modal 6 juta itu Syamsul meyewa tempat pembibitan dekat dengan kediamannya dengan harga Rp.700.000. setelah menyewa tempat dia pun mulai mencoba membudidayakan bibit dengan ilmu yang diperolehnya dari tempat pembibitan tersebut. Dari hasil penyewaan tempat untuk bibitnya tersebut dia tidak mengalami keuntunga. Tetapi walaupun dia tidak mendapatkan

keuntungan. Namun dia tidak menyerah begitu saja dia percaya rezeki itu ALLAH SWT yang mengaturnya dan dia juga memiliki motto hudup Masalah jangan dianggap beban, akan tetapi anggap rintangan/masalah tersebut sebagi seni dalam kehidupan Dengan kepercayaan dia kalau ALLAH akan selalu memberikan jalan bagi hambanya yang mau berusaha dia terus berusaha untuk memajukan usahanya tersebut. Kemudian sampai suatu ketika orang yang memiliki lahan tersebut pergi begitu saja tanpa ada kabar kemudia dengan kesempatan ini dia tidak menyianyiakan kesempatan yang ada. Dengan modal keberanian dia

memberanikan diri untuk meminjam modal ke bank dengan nilai yang sangat banyak yaitu dengan nilai 2 milyar rupiah. Dengan niat yang benar- benar ingin berusaha ALLAh pun mengabulkan doanya dengan memberikan jalan yang mulus. Bank memberikan modal yang diajukannya tersebut. Dengan modal tersebut dia mulai mengembangkan usaha pembibitannya tersebut yang pada awallnya dia hanya mengembangkan bibit mahoni dan akasia saja dengan modal yang telah dia miliki dari bank tersebut dia pun mulai membudidayakan bibit dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi mulai dari tanaman kehutanan seperti jabon , akasia , mahoni angsana, meranti dll. Tidak hanya tanaman kehutanan saja yang dia budidayakan akan tetapi tanaman pertanian, tanaman pertamanan, perkebunan, reliefe dll dirambahnya sebagia usahanya untuk mensejahterakan kehidupannya dan keluarganya. Setelah 12 tahun berjalan dari tahun 2000 sampai tahun 2012 sekarang dia telah memiliki 50 pekerja sebanyak 50 orang yang tersebar di lahan yang dimiliki 18 Ha yang terbagi 5 tempat. Pekerja yang dipekerjakannya mulai dari remaja

sampai ibu/bapak-bapak yang telah memiliki keluarga. Pekerjanya tersebut memperoleh gaji yang sifatnya beragam ada yang memperoleh gaji harian, bulanan dan tahunan. Dengan pekerja yang banyak tersebut dia mampu untuk menghendel dan mengontrol semua pekerjanya. Selama melakukan usaha pembibitan ini, tidak selamanya berjalan lanjar, banyak kendala yang dihadapi Syamsul, salah satunya seperti: dia pernah ditipu oleh pembeli yang ingin membeli bibitnya dengan borongan atau dalam jumlah yang besar yang memilki nilai 100 juta rupiah, kemudian setelah bibit dari dia diantarkan kepada pemesan tersebut, namun bukan uang yang dia dapatkan akan tetapi hanya janji janji yang dia dapatkan. Pada awalnya, dia membuat catatan sistematis tentang penjualan dan keuntungan yang didapatnya. Namun setelah dia mengalami penipuan tersebut bukan menjadi alasan dia untuk menyerah bahkan hal itu dijadikannya pelajaran yang sangat mendorong dirinya untuk menjadi pengusaha yang lebih sukses Sampai saat ini, usaha beliau berjalan dengan sangat baik. Bahkan opsetnya saat ini telah bisa memberikan biaya keluarga dengan serba kecukupan. Dengan bibit bibit tersebutlah dia bisa membuat dirinya dapat berguna bagi orang disekitarnya. Walaupun dengan kesuksesannya tersebut tidak membuatnya besar kepala dan memilki sifat yang sombong, dengan kesuksesannya dia tetap menjadi Syamsul yang dulu syamsul yang murah hati dan low profile.

PROSES PRODUKSI

Pak Syamsul memperoleh bahan baku tidak semuanya dia beli bahkan ada yang dia ambil/minta seperti pohon durian, dia memperoleh biji durian tersebut dengan mengambil/meminta biji durian dari penjual buah durian yang berdomisili di medan. Biji durian yang diperolehnya akan menjalani tahapan yang cukup banyak. Biji yang diperoleh dari pedagang tersebut tidak semua bibit unggul dia harus melakukan pemuliaan tanaman. Untuk memeperoleh tanamn yang unggul beliau melakukan banyak percobaan dengan cara perkawian secara vegetatif stump, stek batang dll. Dan untuk menjadikan perbanyakn bibit yang unggul dia harus menjalani/ melakukan proses yang cukup panjang proses hortikultura. Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakannya snagtlah beraneka ragam mulai dari tanaman kehutanan mahoni, meranti, gaharu dll . juga beliau membudidayakn tanaman perkebunan, pertanian, pertamanan dll. Tidak ada bibit yang bisa dikelompokkan sebagai bibit yang dominan/ yang paling banyak permintaannya hali ini dikarenakan permintaan bibit tergantung dengan pasar dan musim. Proses Pengolahan Langkah-langkah pembudidayaan tanaman adalah sebagai berikut: 1. Ambil biji yang telah dikumpulkan yang masih utuh kemudian dicuci dengan menggunakan air agar biji bersih dari serabut serabut/ sisa sisa dari daging buah. 2. Setelah dicuci kemudian biji di kupas/ dipecahkan masa dormansinya. 5

3. Perendaman, biji direndam 1 x 24 jam agar bisa memecahkan dormansinya dan memunculkan flumula dari tanamn terbesut. 4. Setelah flumula muncul kemudian benih diletakan pada media pasir untuk dikecambahkan. 5. Setelah benit telah berkecambah kemudian benih di pindahkan ke polobag bertujuan agar bibit dapat berkecambah atau berkembang dengan baik. 6. Kemudian setelah benih tumbuh lebih tinggi kemudian dipindahkan lagi ke polibag yang lebih besar. Pada prses inilah benih dikembangkan atau dirawat sampai benih bmenjadi bibit dan siap untuk di tanam dilapangan. Pemasaran/ Distibusi Sejauh ini, pemasaran/distribusi pembibitan wana bhakti ini sudah memegang marketing pasar, bisa dibilang pasar di SUMBAGUT telah dikuasainya, dengan demikian wana bhakti tidak harus lagi mencari pelanggan untuk membeli bibit dari perusahaannya, akan tetapi pembeli yang telah datang dan membeli di tempatnya secara lagsung. Pemasarannya sekarang tidak hanya yang berasal dari sumatera utara saja bahkan sudah mencapai skala nasional. Dengan kesuksesannya sekarang tidak tutup kemungkinan untuk beliau memperoleh / mencapai pemasaran tingkat internasiaonal.

UPAYA YANG SUDAH DILAKUKAN UNTUK MENGATASI MASALAH DAN KENDALANYA

A. Masalah

Masalah dan kendala dari pengrajin bambu ini yakni : 1. Bahan Baku 2. Modal B. Upaya

Upaya-upaya yang dilakukan adalah: 1. Bahan Baku Dasar Bahan baku yang diperolehnya sekarang cukup sulit karena bahan baku yang digunakannya hasrus disesuaikan terhadap modal yang dimilikinya karena semakin banyak modal maka usaha pembibitannya akan semakin maju. Dan bibit yang diperolehnya sekarang yaitu bibit yang di ambilnya masih dari pedagang durian. Dan tak semua biji durian yang didapatkannya bagus. Beliau melakukan hortikultura untuk mendapatkan bibit yang unggul dan bagus untuk dijadikan perbanyakan tanaman tersebut. 2. Modal Karena modal yang dimikinya hanya sedikit beliau meminjam uang ke bank untuk membuat uasahanya lebih maju dari yang sekarang. Akan tetapi jika ingin meminjam auang di bank seseorang itu harus memilki agunan. Tetapi tidak semua orang memilki agunan. Dan dia harus bisa mengontrol modal yang ada padanya dengan merincikan pengeluaran dan pemasukannya secara lebih detail lagi agar dapat membandingkan pengeluaran dan pemasukannya tiap bulan. 7

REKOMENDASI TERHADAP USAHA PEMBIBITAN WANA BHAKTI

Rekomendasi yang ingin saya berikan untuk memajukan usaha pembibitan wana bhakti ini adalah sebagai berikut: 1. Usaha harus lebih terarah dari segi pencatatan sistematis untuk mengetahui berapa pengeluaran dan pemasukan yang diperoleh tiap bulannya. 2. Membuat pembukuan tiap tahunnya agar dapt membandingkan pemasukan dan pengeluaran tiap tahunnya. 3. Lebih memperluas pemasarannya, dengan lebih mengembangkan penjualanya setelah dareah dan nasioanl cukup sukses ia kuasai mungkin dia harus mulai memikirkan untuk mencapai pasar internasional. 4. Harus bisa memperkaya keanekaragaman bibit tanaman yang dijual di wana bhakti inti. 5. Lebih bisa mengikuti atau bergabung di organisai yang mau dan ingin menjaga lingkungan. Dengan demikina bisa sekaligus mempromosikan tempat pembibitan wana bhakti ini.