Anda di halaman 1dari 17

UDARA (ANGIN) DALAM AL-QURAN Udara (Angin) dalam Pandangan Al-Quran Di dalam Al-Quran, udara (angin) dijelaskan kurang

lebih sekitar 28 ayat. Berikut ayat-ayat yang mengabarkan tentang udara (angin).


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (Al-Baqarah (2): 164).


Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang Dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya [169] (Al-Baqarah (2): 266). [169] Inilah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya karena riya, membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati orang.


Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang Menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri(Al-Imran (3): 117).


Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran (Al-Araf (7): 57)


Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa (Al-Araf (7): 133).


Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya (Al-Hijr (15): 22).


Tidaklah kamu


mengarak awan, kemudian


melihat bahwa Allah


mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) 4

menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkan penglihatan (An-Nuur (24): 43).


Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira (Ar-Ruum (30): 48).


Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar (Ar-Ruum (30): 51).


Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal (AlJasiyah (45): 5).


Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus (Al-Qomar (54): 19). Udara (Angin) dalam Tafsir para Mufassirin Berikut akan di bahas, menurut para mufassirin.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (Al-Baqarah (2): 164). Al-Maraghi dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa kalimat pengisaran angin dan awan., di dalam mengendalikan arah angin ini, sudah barang tentu sesuai dengan kodrat Allah dan Sunatullah yang diciptakan oleh Yang Maha Bijaksana. Fungsinya adalah untuk mengawinkan antara serbuk jantan dan betina yang terdapat di dalam tetumbuhan, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah:


Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya (Al-Hijr (15): 22). Juga ada jenis angin yang tidak berfungsi sebagaimana tersebut di atas, tetapi hanya untuk menggugurkan. Angina yang disebut terakhir ini biasanya bertiup dari empat arah tersebut, bahkan terkadang tidak menentu. Semua ini tidak lain menunjukkan kesatuan dari sumbernya dan menunjukkan kasih saying Allah yang telah menciptakan segalanya, di samping mengaturnya. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makna kalimat Dan mengisarkan angin, yakni kadang-kadang angin itu membawa rahmat, terkadang

membawa azab, dan terkadang membawa kegembiraan berupa hujan yang kemudian mengalir ke berbagai tujuannya. Surah Al-Hijr di atas, diterjemahkan oleh Tim Departemen Agama dengan, "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit ..." Terjemahan ini, di samping mengabaikan arti huruf fa; juga menambahkan kata tumbuh-tumbuhan sebagai penjelasan sehingga terjemahan tersebut menginformasikan bahwa angin berfungsi mengawinkan tumbuh-tumbuhan. Pada Al-Quran surah Ar-Ruum (30), ayat 48 dan 51,


Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu Lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira (Ar-Ruum (30): 48).


Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar (Ar-Ruum (30):51). Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa, Allah Swt. menerangkan bagaimana Dia menciptakan awan yang akan menurunkan hujan. Dia 8

berfirman, Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakakan awan yang berasal dari uap samudra dan dari uap- ap yang dikehendaki Allah. Dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki- Nya. Dia meluaskan, memperbanyak, dan mengembangkannya hingga memenuhi sisi ufuk. Kadang- kadang awan itu datang dari samudra dalam keadaan berat dan penuh dengan air. Hal ini sebagaiana firan Allah, Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat- Nya. hingga apabila angin itu telah membawa angin mendung, kami giring ke suatu daerah yang tandus.... Seperti itulah Kami membangkitkan orang- orang yang telah mati. Mudah- mudahan kamu mngambil pelajaran (al- Araf: 57). Sedangkan dalam surah ini, Allah befirman, Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannyadi langit menurut yang dikehendaki- Nya dan menjadikannya bergumpal- gumpal berupa gumpalan hitam, berat dan dekat ke bumi (mendung). Kemudian Allah Taala berfirman, Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin, lalu mereka melihat tumbuhan menjadi kuning, benar- benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar. Yakni, jika Kami mengirimkan angin yang dapat menimbulkan kekeringan pada tanaman yang mereka tanam, pelihara dan hampir dipanen, lalu meeka melihatya menguning, kemudian rusak, niscaya mereka aneka nikmat yang sebelumnya telah mereka terima. Angin itu ada delapan, empat angin rahmat dan empat angin azab. Adapun angin rahmat adalah angin yang menyebarkan awan, angin sebagai pembawa berita gembira, awan yang membawa awan, dan angin yang menebarkan biji- bijian. Angin azab ialah angin yang tidak membawa awan dan angin yang sangat dingin. Keduanya berada di daratan. Serta angina yang sangat kencang dan angina badai. Keduanya berada di laut. Jika Allah berkehendak, maka Dia menjadikan kedua angin itu sebagai angin rahmat dan pembawa kegembiraan. Dan jika Dia berkehendak, maka Dia menjadikan angin azab yang sangat pedih. Dilihat dari segi hembusan, angin terdiri atas angin timur, barat, selatan dan utara. Ihwal manfaat dan pengaruh angin diperselisihkan oleh para ulama. Maka ada angin yang sepoi- sepoibasah yang memberi makanan kepada tumbuh- tumbuhandan tubuh binatang. Ada yang membuat tanaman atau tubuh menjadi kering. Ada yang meneguhkan dan menguatkan benda. Dan ada pula yang melemahkan tumbuhan dan badan (Katsir, 2000: 775- 777).

Dalam tafsir Al-Aisar dijelaskan bahwa, Allah, Dialah yang mengirim angin..., maksudnya membentuknya dan mengirimkannya lalu angin-angion itu menggiring awan dan menggerakkannya. Lalu Allah membentangkannya di langit, dengan cara yang Dia kehendaki baik ketebalan maupun ketipisannya serta banyak atau sedikitnya. Dan menjadikan bergumpal-gumpal... lalu kalian melihat dari celahcelah awan itu keluar air. Maka hujan itu mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka... yaitu orang-orang yang ditimpakan hujan Menjadi gembira dan senang. Dan sesungguhnya sebelum diturunkan kepada mereka... yaitu hujan, Mereka benar-benar telah berputus asa. Yaitu murung, sedih dan putus asa. Firman Allah Taala, Dan sesungguhnya, jika Kami mengirimkan angin... yakni, demi kemuliaan dan kehormatan Kami, sungguh jika kami mengirmi angin kencang yang mengandung api, niscaya akan membakar tumbuh-tumbuhan itu, lalu mengering, maka mereka melihat orang-orang yang dulu merasa senang dengan kesombongan terhadap hujan Menjadi ornag yang ingkar terhadap Tuhan mereka. Maksudnya mereka mengucapkan perkataan kekafiran, hal itu karena kebodohan dan kekafiran mereka.


Tidaklah kamu


mengarak awan, kemudian


melihat bahwa Allah


mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) 10

menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkan penglihatan (An-Nuur (24): 43). Dalam surah di atas, Ibnu Katsir berkata: Allah menyebutkan bahwa Dia menggiring awan dengan kekuasaan- Nya awal pertama kejadiaanya dengan lemah (perlahan), itulah makna izjaaun (mengarak). Abu Suud berkata: makna kata denagn perlahan dan mudah. Abu Hayyan berkata: makna kata yujzii adalah menggiring sedikit (sedikit ) dan kata tersebut digunakan untuk menggiring sesuatu yang berat dengan perlahan. Asy- Syaukani berkata: makna kata al- izjaau adalah menggirng sedikit demi sedikit; yang berati Dia menggiring awan secara perlahan (Shouwy,dkk,1997:184). Dari penjelasan para ahli tafsir di atas, dapat diketahui bahwa proses pembentukan awan terjadi karena ada dorongan udara (angin) secara perlahan- lahan. Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam tafsir Al-Aisar mengatakan bahwa izjaaun adalah menggiring sesuatu

Udara (Angin) dalam Pandangan Sains Ilmu sains modern mengatakan bahwa udara berbeda dengan angin. Hal ini dilihat dari definisinya dan juga arah geraknya. Udara merupakan campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak bebrbau (seperti oksigen dan nitrogen) yang memenuhi ruang di atas bumi ini seperti yang kita hirup bila kita bernapas; hawa (Normies. 1992:204). Dalam kehidupan sehari- hari, semua makhluk di dunia ini tak bisa lepas dari udara. Udara digunakan oleh makhluk hidup untuk bernapas, tumbuh dan berkembang serta untuk proaes menghasilkan keurunan. Udara tersusun dari unsur- unsur: a. Nitrogen 78% b. Oksigen 20,8% c. Argon 0,9% d. Karbondioksida 0,03% 11

e. Gas lain 0,27% Gas lain meliputi helium, neon, krypton, xenon, hidrogen, dan methan. Udara juga mengandung uap air tetapi jumlahnya bervariasi. Udara kering (misalnya di daerah gurun) mengandung uap air. Udara basah (misal di wilayah hutan tropis) bisa mengandung 6% uap air. Sedangkan angin merupakan udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya (Dyayadi. 2008: 78). Angin adalah gerakan udara yang terjadi di permukaan bumi kita. Pada umumnya, arah angin berbentuk horizontal, akan tetapi ada juga angin yang bergerak vertikal atau bergerak miring mengikuti lereng. Dengan adanya angin maka tekanan pada suatu daerah dapat dipetakan, dengan mengambil pembacaan tekanan pada tempat- tempat yang bertekanan sama, yang dinamakan garis isobar. Ilmu pengetahuan modern membagi jenis- jenis angin berdasarkan asalnya, misalnya angin laut, angin gunung, angin lembah. Dan juga berdasarkan waktunya, misalnya angin fohn dan angin musim (angin musim barat dan angin musim timur). Berikut penjelasannya:

Berdasarkan Asalnya, dibagi menjadi: 1. Angin Laut Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut menujua ke arah darat, yang umumnya terjadi pada siang hari mulia pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk kembali ke darat setelah mencari ikan di laut 2. Angin Darat Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut, yang umumnya terjadi pada saat malam hari mulai pukul 20.00 sampai dengan pukul 06.00. angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk berangkat melaut. 3. Angin Lembah Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke aarah puncak gunung, dan biasa terjadi pada siang hari. 12

4. Angin Gunung Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke arah lembah, dan biasa terjadi pada malam hari. Berdasarkan Waktunya, dibagi menjadi: 1. Angin Fohn Angin fohn atau angin jatuh adalah angin yang terjadi sesuai hujan orografis. Angin ini bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur yang berbeda. Angin fohn terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan dengan tinggi lebih dari 200 meter di satu sisi dan turun di sisi yang lain. Angin fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin fohn ini dapat mati dan pada manusia dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. 2. Angin Musim Barat Angin musim barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan. 3. Angin Musim Timur Angin musim timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas), sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau (Wikipedia Indonesia, anonim). Dewasa ini, manusia banyak yang memanfaatkan angin untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari. Misalnya, untuk pelayaran, pembangkit tenaga listrik, 13

pembuatan garam, menggerakkan turbin air, penyerbuakan tanaman dan masih banyak lagi. Untuk memanfaatkan angin, manusia memerlukan alat untuk mengukur kecepatan angin yang disebut anemometer. Mengapa? Karena tidak semua angin mempunyai sifat yang sama (dalam hal kecepatan), bahkan ada angin yang sangat tinggi kecepatannya dan justru apabila dimanfaatkan akan menimbulkan masalah. Misalnya angin topan dan angin puting beliung. Kita ketahui bahwa udara (angin) mempunyai sifat-sifat yang tidak kasat mata dan mudah berubah warna, bau, serat mudah menguap. Dikatakan tidak kasat mata karena hanya bisa dideteksi jika mengenai suatu benda. Misalnya kita baru mengakatan ada aliran udara (angin) apabila melihat daun kelapa bergerak-gerak atau kita merasakan hawa yang semilir mengenai tubuh kita. Mudah berubah warna, misalnya pabila kita melihat polusi udara yang diakibatkan oleh asap pabrik, atau karena ledakan bahan kimia. Saat itu kita melihat asap hitam yang mengepul di atmosfer. Itu artinya udara itu mudah berubah warna. Udara juga bisa berubh baunya. Dari yang tidak berbau menjadi berbau. Misalnya asap pabrik yang menimbulkan bau tidak sedap. Udara pun mudah menguap seperti air. Hal ini bisa dibuktikan dari percobaan balon yang ditiup kemudian dipanaskan. Maka massa dalam balon akan mengalami kenaikan. Kenaikan massa udara dalam balon yang dipanaskan dimanfaatkan manusia untuk menerbangkan balon udara (sebagai asa) yang bertujuan untuk wiasata, pendidikan ataupun olahraga. Udara pun bisa tercemar seperti air. Pencemaran udara terbanyak adalah melalui bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Misalnya asap pabrik, asap kendaraan bermotor, asap ledakan bahan kimia, dan lain sebagainya. Pencemaran udara ini pasti akan menyebabkan gangguan pada manusia. Misalnya dapat menyebabkan sesak napas, batu-batuk, radang paru-paru, infeksi saran pernapasan bahkan sampai kanker. Pencemar udara biasanya berbentuk padat, gas atau cair. Partikulat misalnya, ia merupakan pencemar udara berbentuk padat atau cair dengan ukuran 0,001-500 mikromili, dan mempunyai waktu tinggal di udara beberapa detik sampai beberapa bulan. Partikulat dapat terbentuk dari campuran heterogen zat cair denagn sulfur dioksida yang bersifat korosif terhadap bahan-bahan logam. Karbonmonoksida (CO) adalah pencemar primer berbentuk gas yang sangat stabil di udara, mempunyai waktu tinggal 2-4 bulan. Sumber utama CO berasal dari kendaraan bermotor, dan proses industri menduduki tempat kedua, sedangkan pembakaran sampah pertanian dan kebakaran hutan menduduki tempat ketiga dan 14

keempat. CO mempuyai daya gabung (afinitas) dengan hemoglobin 210 kali lebih besar dibandingkan denga oksigen. Jika udara tercemar CO, maka heoglobn yang ada tidak dapat mengikat oksigen. Pada konsentrasi CO di udara 0,1 %, maka kapasitas darah dalam pengangkutan O2 berkuarang 50%. Hal ini dapat menyebakan berkurangnya penglihatan dan reaksi fisik. Konsentrasi CO di udara yang mencapai 0,5% mampu menyebabkan pinsan yang kemudian dapt menyebabkan kematian. Oksida sulfur (SO) merupakan pencemar primer yang baereaksi denga pencemar lain membentuk senyawa sulfur yang menyebabkan hujan asam. Hujan asam ini dapat merusak paertanian dan peternakan. Konsentrasi So berasal dari emisi pembakaran batubara dan dari emisi industri. SO dapat menyebabkan pembentuakan asam yang mengganggu paru-paru, syaraf, dan menmbulkan asam. Pada konsentrasi di atas 3 ppm, SO memberikan bau yang tajam dan dapat menyebabkan kematian. Oksida nitrogen (NOx) merupakan pencemar primer yang paling banyak di udara. Sumber utama NOx adalah kendaraan bermotor dan stasiun pembangkit energi (generator). Pada kadar yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia seperti iritasi yang akut pada pernapasan, dan penyakit paru-paru yang kronis. Pada konsentrasi 0,01 ppm, oksida nitrogen menyebabkan bronkitis pada anak- anak usia 2 sampai 3 tahun. Hidrokarbon merupakan komponen yang sangat penting dalam kabas fotokimia, yang dapat menyebabkan iritasi pada mata dan gangguan pernapasan. Diperkirakan hidrokarbon sebagai penyebab kanker terutama dari jenis aromatik dan aldehida yang banyak dijumpai dalam bahan solar. Sumber utama hidrokarbon diemisikan oleh kendaraan bermotor. Selain itu juga dari emisi proses industri. Dalam sebuah ayat Al Quran disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Al Quran, 15:22). Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran mengawinkan dari angin dalam pembentukan hujan. Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut: Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini 15

pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan. Sebagaimana terlihat, angin mengawinkan uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Quran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam. Kesimpulan Angin merupakan udara yang bergerak. Angin bertiup dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Berdasarkan asal dan waktu terjadinya angin dibedakan menjadi angin laut, angin darat, angin lembah, angin gunung, angin fohn, angin musim barat dan angin musim timur. Sains merupakan produk manusia (Agus Purwanto. 2007: 187). Sains modern membuktikan bahwa apa yang dikabarkan Al-Quran tentang angin ternyata terbukti kebenarannya. Misalnya kabar tentang proses terjadinya hujan di dalam Al-Quran surah Al-Hijr ayat 22. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran mengawinkan dari angin dalam pembentukan hujan. Islam telah mengajarkan pada umatnya, agar beriman dengan jalan akal. Mengapa? Karena akal merupakan salah satu komponen berpikir selain fakta, indera dan malumah tsabiqoh atau informasi sebelumnya. Jalan menuju iman harusl dengan proses berpikir yang cemerlang agar iman yang dihasilkan adalah iman yang benarbenar yakin. Manusia memang tidak mampu menjangkau Dzat Allah karena di luar 16

batas kemampuan manusia. Namun manusia mampu menjangkau apa yang diciptakan Allah, yang meliputi alam semesta, manusia dan kehidupan. Karena ketiganya adalah objek berpikir manusia dan dapat dijangkau oleh akal manusia. Sebagai mahasiswa Fisika yang nantinya akan mengamalkan ilmunya untuk bangsa ini, sudah selayaknya, kita mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif tanpa menihilkan peran agama. Karena agama tanpa ilmu pincang, sedangkan ilmu tanpa agama buta, jadi keduanya berjalan selaras. Dan tidak ada peradaban tanpa sains.

17