Anda di halaman 1dari 18

Beberapa Pembelajaran Pengelolaan Air Minum Berbasis Masyarakat

Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional Kuta, 26 Agustus 2008

Mengapa Berbasis Masyarakat?

Ketidakpahaman pemerintah karena


fokus pada fasilitas daripada pelayanan fokus pada target daripada kebutuhan sehingga hasil pembangunan tidak optimal fasilitas menjadi monumen

Desentralisasi/otonomi

peran pemerintah bertambah dari hanya penyedia menjadi fasilitator, koordinator, dan pendukung aktualisasi potensi tersembunyi masyarakat

Apa itu Berbasis Masyarakat?

Berbasis masyarakat masyarakat sebagai pengambil keputusan pada semua aspek penting dalam perencanaan dan pembangunan sistem AMPL dan tanggungjawab pengelolaan dan pemeliharaan sistem AMPL.

Karakteristik

Masyarakat memutuskan pilihan teknologi, bentuk layanan, organisasi, mekanisme pendanaan dan bentuk pengaturan. Masyarakat bertanggungjawab pemeliharaan, pengaturan, mengatur organisasi pengelola, dan mendanai

Persyaratan Dasar

Kemampuan mengelola

mempunyai keahlian kemampuan membayar


adanya kebutuhan kesediaan membayar manfaat penerimaan teknologi, layanan

Keinginan mengelola

Keuntungan

Sistem sesuai kebutuhan layanan kebutuhan dan kemampuan ketergantungan rendah sistem pembayaran dan iuran sesuai kemampuan kemampuan masyarakat meningkat pemilikan aset milik masyarakat, hak kelola pengembangan selanjutnya kepercayaan meningkat

Kerugian

komitmen masyarakat sementara didominasi oleh elite pengaturan keuangan bermasalah konflik antar pengelola dan pemerintah desa ketergantungan pada fasilitator

Implikasi

legalitas kepemilikan aset aktifitas menghasilkan dana mempunyai kesempatan menerima dana dari luar mempunyai kemampuan meminjam dana menjadi mitra pemerintah dan pihak lain

Peran Pemerintah

Peran tempat bertanya, bimbingan teknis, keuangan, menyediakan regulasi, dll Kapasitas kemampuan berkomunikasi, fleksibel, mendorong dan memotivasi masyarakat Kebutuhan peningkatan kapasitas pelatihan Paradigma lebih pada proses dan bukan target, lebih pada keberlanjutan dan bukan membangun fasilitas, pendekatan terpadu melibatkan semua pihak berkepentingan (pemerintah, LSM, swasta, masyarakat).

Implikasi Bagi Pemerintah


Positip

Beban tugas rutin pemeliharaan dan perbaikan, serta penagihan iuran berkurang Kualitas perencanaan membaik Kemampuan pelayanan membaik Ketersediaan dana pembangunan sistem baru lebih banyak

Negatip

Psikologis kehilangan kekuasaan, status Butuh waktu yang lebih banyak Standarisasi pendekatan lebih sulit Dukungan pelayanan lebih kompleks

Bentuk Dukungan
Fungsi Nas Kebijakan Peraturan Skala Prop Kab Masy

Koordinasi Departemen dan donor


Strategi dan Petunjuk

Pemantauan
Dukungan dana Peningkatan kapasitas Perencanaan Pelaksanaan Pengelolaan

Pentingnya Kelembagaan

Perwujudan tanggungjawab masyarakat untuk mengelola dan memelihara fasilitas Menjamin keberlanjutan hasil pembangunan AMPL Menjamin kualitas layanan fasilitas AMPL Mitra kerja pemerintah (desa dan kabupaten)

Prinsip Dasar Kelembagaan Masyarakat

kebersamaan, keputusan ada di tangan masyarakat, berorientasi pada komunitas lokal, tidak berorientasi mendapatkan keuntungan tetapi untuk kemanfaatan bersama. mengikuti azas kejujuran/keterbukaan, keadilan, dapat dipertanggungjawabkan dan berkelanjutan.

Penguatan Kelembagaan

Penguatan jaringan, sehingga masyarakat (institusi masyarakat) mempunyai peluang dan akses lebih banyak kepada pelaku lain, agar dapat mengembangkan potensi yang ada dan membuka diri terhadap peluang yang disediakan oleh pelaku lain Peningkatan kapasitas masyarakat berupa penciptaan peluang bagi pendidikan dan pelatihan, baik untuk materi yang menyangkut teknis penyediaan sistem air minum, maupun materi non-teknis, seperti manajemen, keuangan dan administrasi, sistem data-base, dan sebagainya Kejelasan pemilikan aset. Masyarakat dapat diberi hak pengelolaan, bahkan kepemilikan, agar penyelenggaraan layanan dapat berkelanjutan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Legalisasi Lembaga

Keamanan, sehingga segala hal yang berkaitan dengan hak, kewajiban, aset dan kepemilikan, sampai dengan mekanisme penyelenggaraan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum; Meningkatkan posisi tawar masyarakat sebagai salah satu institusi yang diakui oleh berbagai pelaku terkait, sehingga terbuka peluang dan akses terhadap berbagai jaringan pelaku lain. Sebagai contoh akses terhadap lembaga perbankan atau donor lain, apabila diperlukan untuk mengembangkan sistem yang telah ada.

Fungsi Badan Pengelola Air Minum

Manajemen sebagai penanggung jawab untuk kelancaran pelaksanaan jalannya pengoperasian prasarana dan sarana air minum Teknis sebagai penanggung jawab teknis perencanaan, pelaksanaan, operasional & pemeliharaan, dan pengembangan pelayanan air minum Administrasi sebagai penanggung jawab pelaksanaan pengumpulan iuran air minum, pencatatan administrasi keuangan, dan pelaporan keuangan

Pembinaan Lembaga
Pembinaan merupakan tanggungjawab langsung dari pemerintah desa dan pemerintah kabupaten, dan dimaksudkan membantu pengelola agar: dapat menemukan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapi kelompok mampu menggali, menemukan dan mendayagunakan sumberdaya yang tepat guna untuk perkembangan lembaga mendapat dukungan serta kepercayaan dari masyarakat dapat mengembangkan kemampuan potensial yang dimiliki.

Isu Penting Lainnya

Manajemen multi desa sistem berdasar sumber air Lembaga bertopang pada sistem dan bukan kampiun Koordinasi dan kemitraan dengan pemerimtah desa pemerintah desa merupakan lembaga otonom Audit keuangan perlu dipikirkan beberapa lembaga pengelola sudah punya aset mencapai ratusan juta Rupiah Pendampingan oleh pemerintah kabupaten peran pokja AMPL.

Sekian Terima Kasih