P. 1
BUNUH DIRI

BUNUH DIRI

|Views: 39|Likes:
Dipublikasikan oleh sizqa

More info:

Published by: sizqa on Jul 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

BUNUH DIRI

EPIDEMIOLOGI Faktor yang terkait :

Jenis Kelamin Pria 3 kali lebih sering melakukan bunuh diri dibanding wanita Metode Lebih tingginya angka bunuh diri yg berhasil pd laki laki adl berhubungan pd metode yg digunakan. Laki laki menggunakan pistol, menggantung diri atau lompat dari tempat yg tinggi.Wanita lebih mungkin menggunakan zat psikoaktif overdosis atau racun Usia Angka bunuh diri meningkat dgn bertambahnya usia. Pada laki laki puncak bunuh diri adl setelah usia 45 tahun dan pada wanita jumlah terbesar bunuh diri yg berhasil adl diatas 55 tahun

Ras Angka bunuh diri orang kulit putih dua kali lebih besar dari angka diantara bukan orang kulit putih. Tapi angka tersebut masih diragukan krn angka bunuh diri pd kelompok orang kulit hitam mulai meninggi
Agama Khatolik adl lebih rendah dibandingkan dengan angka untuk protestan dan yahudi Status perkawinan Perkawinan yg diperkuat oleh anak secara bermakna menurunkan resiko bunuh diri.. Orang yg hidup sendirian dan tdk pernah menikah memiliki angka hampir dua kali lipat melakukan bunuh diri daripada orang yg menikah. Tetapi orang berstatus cerai/ditinggal mati pasangannya menunjukkan angka yg sangat tinggi.

Pekerjaan Semakin tinggi status sosial seseorang, semakin besar resiko bunuh diri

Iklim Tidak ada hubungan musiman dgn bunuh diri
Kesehatan F isik Hubungan antara kesehatan fisik dan bunuh diri adl bermakna. Beberapa penyakit endokrin serta gangguan mood berhubungan dgn meningkatnya resiko bunuh diri Kesehatan Mental Faktor psikiatrik yg sangat penting dalam bunuh diri pd pasien depresif meningkat, terutama jika pasien depresif, skizofrenia, dan gangguan mental lainnya.

Pasien psikiatrik dengan : Resiko pasien psikiatrik sangat penting dalam bunuh diri adl 3-12 kali lebih besar dibandingkan yg bukan pasien psikiatri dan relatif berusia mudi. Gangguan panik memiliki resiko terjadinya kasus bunuh diri: Gangguan depresif paling sering berhubungan dgn bunuh diri krn resiko bunuh diri pd pasien depresif meningkat terutama jika pasien terdepresi, biasanya pasien bunuh diri pada awal perjalanan penyakitnya dibandingkan setelahnya. Skizofrenia Sebagian besar pasien skizofrenia melakukan bunuh diri pd tahun2 pertama penyakitnya.jadi faktor resiko bunuh diri pd pasien skizofrenia adl usia muda, berkelamin laki2, tdk menikah, pernah melakukan usaha bunuh diri sebelumnya, kerentanan thd gejala depresif dan baru dipulangkan dari RS Ketergantungan alkohol 80 % adl laki2, biasanya dialami oleh golongan kulit putih, usia pertengahan, tdk menikah, tdk memiliki teman, terisolasi scr sosial, dan baru saja minum Ketergantungan zat lain angka bunuh diri pd orang ketergantungan heroin kira2 20 kali lebih besar dibandingkan angka populasi umum.

Gangguan kepribadian Menderita suatu gangguan kepribadian merupakan suatu determinan perilaku bunuh diri dalam bbrp cara dgn mempredisposisikan kpd gangguan mental berat spt gangguan depresi atau ketergantungan alkohol dgn menyebabkan kesulitan dlm hubungan dan penyesuaian sosial
ETIOLOGI Etiologi dr salah satu kegawatdaruratan psikiatrik yaitu bunuh diri Etiologi trd dr 3 faktor: 1. Faktor sosial Teori Durkheim Bunuh diri terbagi mjd 3 kategori sosial A. Bunuh diri Egoistik
Diterapkan pd mereka yg tdk terintegrasi scr kuat ke dlm kelompok sosial

B.

C. D.

Bunuh Diri Altruistik Pada orang yg terintegrasi ke dlm masyarakatnya terganggu, menghalangi mereka dari norma perilaku yg biasanya Bunuh diri Anomik Situasi ekonomi yg berubah scr drastis adl lebih rentan dibandingkan mereka sebelum perubahan keberuntungan mereka. Juga dimaksudkan pd ketidakstabilan sosial, dgn kehancuran standard dan nilai2 masyarakat

2.Faktor Psikologis Teori Freud Sigmun Freud menggambarkan hanya 1 pasien yg mencoba bunuh diri tetapi ia melihat banyak pasien depresi Teori Meningger Karl Meningger dlm Man Against Himself menyimpulkan bhw bunuh diri adl pembunuhan yg di retrofleksikan, pembunuhan yg dibalikkan sbg akbt kemarahan pasien pd orang lain, yg dibalikkan pd diri sendiri atau digunakan sbg pengampunan akan hukuman. Ia menggambarkan 3 komponen permusuhan dlm bunuh diri:

Keinginan untuk membunuh  Keinginan untuk dibunuh  Keinginan untuk mati

Teori-teori baru Pasien bunuh diri yg paling mungkin melakukan khayalan bunuh diri adl mereka yg menderita kehilangan cinta atau cedera harsistik, yg mengalami efek yg berat spt kemarahan dan rasa bersalah, atau yg beridentifikasi dgn seorang korban bunuh diri. Menurut Aaron Beck, keputusasaan ditemukan sbg indikator yg paling akurat utk resiko bunuh diri jangka panjang 3.faktor Fisiologi Genetika Penelitian menunjukkan bhw bunuh diri cenderung berjalan di dalam keluarga. Faktor genetika dalam bunuh diri, tdp faktor yg terlibat dlm transmisi gangguan bipolar-1,skizofrenia, dqan ketergantungan alkohol yaitu gangguan mental yg paling sering disertai oleh bunuh diri

RIWAYAT,TANDA DAN GEJALA BUNUH DIRI
1. 2. 3. 4. 5.

6.
7. 8. 9.

Upaya atau khayalan bunuh diri sebelumnya Kecemasan,depresi,kelelahan Tersedianya alat-alat bunuh diri Kepedulian efek bunuh diri dari anggota keluarga Gagasan bunuh diri yang diungkapkan Membuat surat wasiat, ditandatangani kembali setelah depresi teragitasi Krisis hidup, seperti duka cita, atau akan mengalami pembedahan Riwayat bunuh diri dalam keluarga Pesimisme atau keputusan yg pervasif

TERAPI
Sebagian besar bunuh diri pada pasien psikiatrik dpt dicegah.Penilaian potensi bunuh diri melibatkan riwayat psikiatrik yg lengkap, pemeriksaan status mental pasien yg menyeluruh, dan pertanyaan tentang gejala depresif,pikiran,maksud,rencana dan usaha bunuh diri Menurut Schneidmen, klinisi memiliki tindakan preventif praktis dlm menghadapi orang yg ingin bunuh diri: Turunkan penderitaan psikologis dgn memodifikasi lingkungan pasien yg penuh stress, menuliskan bantuan dari pasangan, perusahaan atau teman Membangun dukungan yg realistis dgn menyadari bhw pasien mungkin memiliki keluhan yang masuk akal

1.

2.

3.

Menawarkan alternatif terhadap bunuh diri

Tindakan terapeutik pada pasien ini:  Farmakoterapi: anti depresan atau anti psikotik sesuai indikasi  Terapi individual, terapi kelompok dan terapi keluarga  Mendapatkan dukungan sosial Rumah Sakit dan rasa aman  Tindakan terapeutik lain tergantung diagnosa dasar pasien. Cth: menghilangkan kondisi ketergantungan alkohol jika pasien mengalami ketergantungan alkohol  Terapi elektrokonvulsif : untuk pasien yg terdepresi parah  Terapi suportif

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->