Anda di halaman 1dari 3

6.0 Pengenalan Ketika sebuah mesin mengubah energi dari satu ke lainnya,pasti terdapat Rugi-rugi.

Keruguannya terdapat pada mesin itu sendiri yang menyebabkan : 1. Kenaikan temperatur 2. Menurunnya efisiensi Dari titik kerugian,mesin elektris dibagi menjadi 2 yaitu : bagian yang memiliki bagian berputar (motor dan generator dll) dan yang tidak memiliki bagian berputar (transformator dan reaktor dll). Pada Bab ini kami akan menganalisis Rugi-rugi di mesin DC tetapi Rugi-rugi yang sama juga bisa ditemukan di mesin yang beroperasi di arus AC Kami juga mencakup topik-topik penting dari kenaikan suhu dan masa kerja peralatan listrik. Kami menunjukkan bahwa keduanya berhubungan dengan kelas isolasi yang digunakan dan bahwa kelas-kelas isolasi telah distandarkan.

6.1 Kerugian Mekanis Rugi-rugi mekanis terjadi karena adanya gesekan pada poros mesin. Rugi-rugi gesekan tergantung pada kecepatan mesin dan desain poros,sikat,komutator dan slip ring. Rugi-rugi gesekan udara tergantung oleh kecepatan dan desain dari kipas pendingin serta turbulensi yang dihasilkan oleh bagian yang bergerak. 6.2 Rugi-rugi Elektris Rugi-rugi Elektris terdiri dari : 1. Rugi-rugi Konduktor (Rugirugi Tembaga) 2. Rugi-rugi Sikat 3. Rugi-rugi Besi 1. Rugi-rugi Tembaga Rugirugi di konduktor tergantung dari hambatan dan kuadrat arus yang dibawa. Hambatannya tergantung pada panjang,besar konduktor,daya hambat,dan suhu dari konduktor.

Gambar 6.1

Persamaan dibawah ini bisa menentukan hambatan di semua suhu dan untuk segala materi :

Gambar 6.2 Rugi-rugi tambaga yang diekspresikan di watt per kilogram [w/kg] 2. Rugi-rugi Sikat Rugi-rugi IR di sikat tidak berarti karena kepadatan arus hanya sekita 0,1 A/mm dimana jauh lebih sedikit daripada yang ada di tembaga. Bagaimanapun,tegangan jatuh kontak diantara sikat dan komutator bisa menghasilkan Rugi-rugi yang cukup besar. Tegangan jatuh biasanya berkisar antara 0,8 V sampai 1,3 V tergantung dari tipe sikat,tekanan yang digunakan dan arus sikat.

dimana : R = Hambatan konduktor () L = Panjang konduktor (m) A = Luas konduktor (m) = Tahanan konduktor disuatu temperatur (.m) 0 = Tahanan di konduktor di suhu 0 C (.m) = koefisien hambatan di temperatur 0 C t = Temperatur Konduktor (C) Selain menggunakan persamaan IR,kita kadang-kadang menyatakan Rugi-rugi di satuan watt per kilogram dari materi konduktor. Rugi-ruginya ada di persamaan :

dimana : Pc =Spesifik Rugi-rugi daya konduktor [W/kg] J = Kepadatan arus [ A/mm] = Resistivitas dari konduktor [ n .m] = Kepadatan Konduktor [ kg/m] 1000 = nilai konstan

Gambar 6.3

3. Rugi-rugi Besi dihasilkan di jangkar dari mesin DC. Rugirugi ini terdiri dari arus Eddy dan Hysterisis. Rugi-rugi besi tergantung dari kepadatan flux magnetik dari besi, kecepatan putar, kualitas besi dan besarnya jangkar. Rugi-rugi di inti jangkar biasanya lebih sedikit daripada di gigi jangkar. Kerugian bisa di kurangi dengan cara mendinginkan besi. Beberapa rugi-rugi besi juga dihasilkan di bagian kutub. Rugi-rugi tergantung dari pulsa flux yang dihasilkan gigi jangkar dan slot sweep dari bagian kutub. Contoh soal 6.1 Sebuah Mesin DC berputar 875 r/min membawa lilitan jangkar yang beratnya 40 kg. kepadatannya adalah 5 A/mm2 dan suhu kerjanya adalah 80O C. rugi-rugi besi total pada jangkar adalah 1100 W Hitung : a. Kerugian tembaga b. Tarikan mekanis pada rugirugi tembaga Jawab : a. Menurut tabel AX2 di appendiks resistivitas O tembaga pada 80 C adalah

Kepadatan tembaga adalah 8890 kg/m3 Daya kerugian spesifiknya :

Rugi-rugi tembaganya b. Torsi rem dari rugi-rugi besi bisa dihitung dari