Anda di halaman 1dari 10

PEMBIAYAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM AGRIBISNIS

OLEH : SURYADI (090308022)

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

PEMBIAYAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Aspek manajemen keuangan mempertimbangkan akibat dari seluruh keputusan terhadap penerimaan dan laba perusahaan dibidang agribisnis. Artinya manajer dalam hal ini harus

mempertimbangkan seluruh sumber pembiayaan dari aspek penerimaan. Dalam bahasa yang umum bidang ini mempertimbangkan kesehatan perusahaan. Peralatan seperti neraca dan rugi laba adalah perangkat yang umum digunakan sebagai alat analisis dalam menentukan kemampulabaan perusahaan. Fungsi manajemen keuangan dapat di golongkan menjadi tiga aktivitas, yaitu: 1. Aktivitas penggunaan dana

Kalau kita melihat posisi keuangan perusahaan pada satu periode (Neraca) maka jelaslah bahwa: a. Dana yang diperoleh perusahaan pertama-tama berasal dari

investor/pemilik, dan dinamakan modal. Selain itu dana diperoleh juga dari kreditur, yang dinamakan utang. Jadi sisi kredit pada Neraca menyatakan sumber dana pada satu saat. b. Dana yang dimiliki perusahaan, baik dari investor maupun kreditur dipergunakan untuk memiliki tanah, gedung, peralatan kantor, barang dagangan, untuk bisa memberi kredit (piutang) dan mempunyai uang kas secukupnya untuk keperluan sehari-hari. Jadi dana digunakan untuk memiliki harta perusahaan (penggunaan dana). Sehingga jelaslah bahwa seorang manajer keuangan bertanggung jawab akan: a. Keputusan Pembelanjaan. Yaitu keputusan-keputusan yang harus diambil berkenaan dengan sumber dana yang dibutuhkan perusahaan, dengan mengingat agar resiko keuangan yang dihadapi minimal.

b.

Keputusan Investasi. Yang berkaitan dengan pengaturan penggunaan dana agar resiko usaha yang dihadapi minimal (investasi di sini tak hanya meliputi harta tetap, namun juga harta lancar).

c. Yaitu

Keputusan Operasi. bagaimana dana yang diperlukan perusahaan dapat terpenuhi

(LIKUIDITAS) dan bagaimana dana tersebut dioperasikan untuk mencapai sasaran perusahaan (profitabilitas) Jadi untuk mengetahui dari mana saja Sumber Dana perusahaan berasal dan untuk apa saja dana dipergunakan (Penggunaan Dana) selama satu periode, kita bisa melihatnya dengan membandingkan neraca awal periode dengan neraca pada akhir periode. Sumber dana dapat di peroleh dari: Laba. Tambahan mobal. Tambahan utang. Penyusutan dan lain-lain biaya non kas. Pengurangan harta lancar. Penjualan harta tetap.

Penggunaan dana adalah transaksi-transaksi yang menyebabkan: Kerugian. Pembagian Deviden. Berkurangnya modal. Berkurangnya utang. Bertambahnya harta lancar. Bertambahnya harta tetap.

Apabila dana jangka pendek dibelanjai oleh sumber dana jangka panjang, yaitu dengan: 1. Utang jangka panjang Maka bisa menimbulkan dana menganggur (idle), sehingga biaya modal meningkat.

2. Menjual sebagian harta tetap. Maka akan menganggu operasional perusahaan. 3. Menambah modal dari investor. Hal ini akan mengakibatkan pembagian deviden meningkat. Begitu juga sebaliknya apabila kebutuhan dana jangka panjang dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek akan berpengaruh, kita ambil contoh yaitu dengan menambah utang jangka pendek maka akan berakibat antara lain nantinya akan timbul gali lobang tutup lobang dan disamping itu biaya pinjaman atau bunga tinggi karena pinjamannya jangka pendek. 2. Aktivitas mendapatkan dana

Keputusan yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan dana yang akan digunakan untuk memperoleh aktiva riil yang diperlukan. Dalam teori keuangan perusahaan (the theory of corporate finance) yang membahas tentang keputusan keuangan (financial decisions) selalu berasumsi bahwa pasar modal bersifat sempurna. Konsekuensinya antara keputusan pembelanjaan (financing decisions) dan keputusan investasi (investasi decisions) menjadi independent. Dalam kenyataannya bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, dimana saat kita merancang suatu keputusan investasi kita sudah berpikir tentang darimana dana yang akan digunakan untuk membiayai investasi itu. Demikian pula sebaliknya bahwa saat kita merancang struktur keuangan (financial structure) dan struktur modal (capital structure) tidak jarang bahwa pada saat itu juga kita berpikir tentang maksimalisasi tingkat keuntungan yang diharapkan (expected rate of return). Dalam perusahaan manufaktur yang memiliki aktiva nyata (real assets), maka analisis awal tetuju pada memaksimumkan Net Present Value (NPV) yang akan memposisikan perusahaan untuk mampu memaksimumkan kekayaan pemegang saham (to maximizing tje walth of it stockholders). Setelah alternatif investasi siap, maka tahap berikutnya tertuju pada upaya menggali sumber dana (sources of fund decisions) seperti penciptaan berbagai instrumen dipasar keuangan (financial market), baik di pasar modal (capital market) dan pasar uang (money market) maupun penggalian dana pihak ketiga. Sementara bagi perusahaan keuangan yang terlebih dahulu dipikirkan adalah keputusan struktur kekayaan, bahkan struktur

modal, yang mampu meminimumkan biaya dana (cost of fund) yang pada gilirannya akan mendorong kenaikan NPV perusahaan. Prinsip-prinsip pembelanjaan sebagai pedoman dan dasar untuk operasional perusahaan. a. Asas Liquiditas Asas yang mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing penarikan sumbersumber dana harus diperhatikan berapa lamanya dana yang akan diperoleh akan digunakan oleh perusahaan apabila dana tersebut akan digunakan selama 1 tahun, maka dana yang akan ditarik juga untuk jangka waktu kurang dan tidak lebih dari 1 tahun. dalam hal ini dikenal dengan Maturity Matching Principle, berdasarkan asas ini: - Mo. kerja variable dibelanjai dengan pinjaman jangka pendek. - Mo. kerja permanen dibelanjai dengan Mo. sendiri. - Mo. aktiva tetap harus dibelanjai dengan hutang jangka panjang (kecuali tanah harus dengan Mo. sendiri). b. Asas Solvabilitas Asas yang mengajarkan bahwa dalam memperoleh sumber dana harus diperhatikan faktor psikologi dali calon investor: - Optimis, sebaiknya perusahaan mengeluarkan saham. - Pesimis, sebaiknya perusahaan mengeluarkan obliges.i c. Asas Rentabilitas Asas yang mengajarkan bahwa dalam penarikan sumber-sumber dana harus memperhatikan konsekuensi kewajiban memberikan balas jasa dari perusahaan ke calon investor. d. Asas Kekuasaan Asas yang mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan kebijakan manajemen keuangan: - bila manajemen tidak ingin dicampuri pihak luar, sebaiknya perusahaan mengeluarkan obligasi. - bila manajemen lebih banyak menghendaki campur tangan pihak luar maka dapat dikeluarkan saham.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM AGRIBISNIS Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah : 1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. 2. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. 3. Horold dan Cyril ODonnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. 4. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. B. Fase Pengambilan Keputusan 1. Aktivitas intelegensia ; Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak. 2. Aktifitas desain ; Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Aktifitas desain meliputi : - menemukan cara-cara/metode

- mengembangkan metode - menganalisa tindakan yang dilakukan 3. Aktifitas pemilihan ; Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. Dari tiga aktifutas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. Mengidentifikasi masalah utama b. Menyusun alternatif c. Menganalisis alternatif d. Mengambil keputusan yang terbaik C. Teknik Pengambilan Keputusan 1. Operational Research/Riset Operasi ; Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. 2. Linier Programming ; Riset dengan rumus matematis. 3. Gaming War Game ; Teori penentuan strategi. 4. Probability ; Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.

D. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. R. Terry : 1. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Menganalisa problem tersebut 3. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Mengevaluasi alternatif 5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucer : a. Menetapkan masalah b. Manganalisa masalah c. Mengembangkan alternatif d. Mengambil keputusan yang tepat e. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif

Pengambilan keputusan selalu berhubungan dengan adanya kesulitan, konflik dan problema. Melalui pengambilan keputusan dan implementasinya, perusahaan akan memecahkan masalah atau menyelesaikan konflik. Pengambilan keputusan adalah suatu proses untuk memilih salah satu cara atau arah tindakan dari berbagai alternatif yang ada demi tercapainya hasil yang diinginkan. Pengambilan keputusan mengandung unsur yaitu: 1) Proses; adanya kegiatan atau pelaksanaan sesuatu. 2) Pemilihan; memilih alternatif-alternatif yang layak, terbaik, realistis dan terjangkau. 3) Tujuan; hasil yang akan dicapai harus feasible, rasional dan terukur. Adapun tahap pengambilan keputusan yaitu identifikasi masalah, perumusan alternatif, perumusan alternatif, analisis alternatif, usul pemecahan masalah & rencana tindakan. Efektifitas pengambilan keputusan yang rasional meliputi: 1. keterangan harus didasarkan pada fakta.

2. bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. 3. harus berusaha untuk mencapai tujuan. 4. harus mengetahui tujuan mana yang dapat dicapai beserta dengan kelemahannya. 5. berdasarkan pada prinsip-prinsip analisis dalam menilai berbagai alternatif. 6. menggunakan ukuran objektif. 7. sejauh mungkin menggunakan teknik kuantitatif. 8. harus optimis dan berkemauan kuat Alat pengambilan keputusan ada dua yaitu non kuantitatif meliputi intuisi, fakta, pengalaman, dan opini sedangkan alat pengambilan keputusan kuantitatif meliputi keuntungan absolut, analisis titik impas, analisis investasi.

PEMASARAN DAN STRATEGI PEMASARAN DALAM AGRIBISNIS Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh para pengusaha termasuk pengusaha tani dalam usahanya. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruha dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan. Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya yaitu: 1) konsep berwawasan produksi; 2) konsep berwawasan produk; 3) konsep berwawasan penjualan; 4) konsep berwawasan pemasaran dan 5) konsep berwawasan pemasaran bermasyarakat. Dalam hal ini ada tiga fungsi pokok pemasaran yaitu fungsi pertukaran (fungsi pembelian dan penjualan), fungsi fisis (pengangkutan, penyimpanan, pemrosesan) dan fungsi penyediaan sarana (informasi pasar, penanggungan risiko,

pengumpulan, standarisasi, dan pembiayaan). Rencana pemasaran strategis memadukan semua kegiatan dan sumbe daya bisnis secara logis guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan menghasilkan laba. Lima jenis keputusan pemasaran yang saling melengkapi yaitu: 1. keputusan pasar yang menyeluruh; 2. produk; 3. harga; 4. promosi dan 5. tempat. Keputusan mengenai produk merupakan keputusan agribisnis yang paling nyata. Hal-hal yang jadi pertimbangan keputusan mengenai produk yaitu: a. pola penyerapan dan penyebaran produk yang meliputi inovator, pelopor dan pengikut dini; b. siklus kehidupan produk yang dibagi menjadi tahap pengembangan, tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap pematangan dan tahap penurunan.

c. perubahan produk menjadi komoditi Keputusan mengenai harga , oleh karena itu harga harus dilakukan dengan hati-hati. Metode penetapan harga antara lain penetapan harga berdasar biaya, penetapam harga bersaing, peneterapan harga penetrasi, penjenjangan pasar, daya serap pasar, potongan harga, penetapan harga psikologis. Penetapan harga bergengsi. Keputusan mengenai promosi, promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu periklanan, personal selling, publisitas dan promosi penjualan. Sedangkan keputusan mengenai tempat dibedakan berdasarkan barang konsumsi dan barang industry.