Anda di halaman 1dari 21

BAB IV METODE PENELITIAN A.

Desain Penelitian Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan rencana atau struktur penyelidikan yang disusun dengan tujuan agar peneliti mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif dalam menguji hipotesis yang disusun.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy eksperimental. Kerlinger (2003) menyatakan bahwa suatu eksperimen adalah penelitian atau penyelidikan ilmiah, dimana peneliti memanipulasikan dan mengendalikan satu variabel bebas atau lebih dan melakukan observasi terhadap variabel atau variabel-variabel terikat untuk menemukan variasi yang muncul seiring dengan manipulasi variabel bebas tersebut. Maka suatu eksperimental adalah desain di mana peneliti memanipulasikan sedikitnya satu variabel bebas.

Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah PretestPosttest Control Group Design. Seniati (2005) menjelaskan bahwa pada desain ini, dilakukan pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian treatment pada kedua kelompok. Pada desain ini kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa terapi soft musik sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi tetapi tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Desain eksperimen ini digambarkan sebagai berikut :

O1 O1

R (Kelompok Eksperimen) R (Kelompok Kontrol) Skema 4.1 Design Penelitian

X
~X

O2 O2

Keterangan: O R X ~X = Pengukuran (pengambilan data skor depresi) = Subyek kelompok KE dan KK ditentukan dengan randomisasi = Pemberian perlakuan (treatmen soft music) = Tidak diberi perlakuan

Seniati (2005) menjelaskan pada desain di atas apabila sampel sudah didapatkan kemudia dilakukan kontrol randomisasi untuk memasukan subjek kedalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebagai syarat dilakukannnya penelitian eksperimental jenis ini. randomisasi dilakukan agar kedua kelompok menjadi setara pada beberapa proactive history yang diduga dapat berpengaruh pada variabel terikat.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Hidayat, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia suku jawa yang tinggal Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda sebanyak 61 lansia.

Peneliti mengambil populasi lansia suku jawa karena treatment yang diberikan untuk terapi harus sesuai dengan kesukaan subjek, sedangkan di Panti Werdha Nirwana Puri Samrinda lebih dari 50% dihuni oleh suku jawa yang gemar mendengarkan musik bernuansa jawa, maka dalam penelitian ini treatment yang digunakan adalah musik bernuansa jawa atau gending jawa yang merupakan kesukaan lansia bersuku jawa.

2. Sampel Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang di miliki oleh populasi (Hidayat, 2007). Agar sampel yang diambil mewakili data penelitian, maka perlu adanya perhitungan besar kecilnya populasi. Menurut Nursalam (2008)

menyatakan bahwa dalam penentuan sampel lebih tergantung setidaktidaknya dari : a. b. Kemampuan penelitian dilihat dari segi waktu, keuangan, dan tenaga. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.

Menurut Nursalam (2008), menentukan jumlah sampel yang diambil jika < 1000 adalah sebagai berikut : n= N.z2.p.q d(N-1) + z2..p.q

n=

61 x (1,96)2 x 0.5 x 0,5 0,05 (61-1) + (1,96)2 x 0,5 x 0,5

n = 14,792 Keterangan : n N z p q d

n= 15 x 2 kelompok = 30

: perkirakan jumlah sampel : jumlah populasi : nilai standar normal untuk = 0.05 (1,96) : perkiraan proposi, jika tidak diketahui dianggap 50 % : 1- p (100% - p) : Presisi yang ditetapkan 5% (0,05)

Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang dengan pembagian kelompok kontrol sebanyak 15 orang dan kelompok eksperimen sebanyak 15 orang. Adapun kriteria sampel yang akan diteliti adalah: a. Kriteria Inklusi 1) Lansia berusia > 60 tahun. 2) Bersuku jawa. 3) Menjadi penghuni Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda. 4) Mengalami depresi ringan hingga sedang. b. Kriteria Eksklusi 1) Lansia menolak menjadi subjek penelitian. 2) Mengalami gangguan pendengaran. 3) Tidak gemar mendengarkan musik jawa.

3. Teknik Sampling Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam, 2001). Teknik sampling adalah teknik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya.

Sedangkan untuk memasukan subjek ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik randomisasi / dengan cara undian (Hidayat, 2007).

C. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda pada bulan april 2012.

D. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data atau instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar

pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah di olah (Hidayat, 2007).

1.

Beck Depression Inventory (BDI) Instrumen depresi dalam penelitian ini menggunakan BDI yang dikembangkan oleh Aaron T Beck, 1967 dalam Achmad (1999) berdasarkan observasi dan catatannya mengenai sikap dan simptom pasien depresi selama proses psikoterapi. BDI merupakan alat ukur depresi yang dikerjakan sendiri oleh pasien atau subjek penelitian (self report), yang mengungkap 21 simptom depresi yang mengambarkan 21 kategori sikap dan gejala depresi. Manifestasi depresi pada emosi selain timbulnya perasaan sedih adalah perasaan bersalah, kosong, malu, rasa tidak berharga, tidak berguna, kehilangan afeksi, keterlekatan emosional, dan mudah menangis dan keinginan bunuh diri.

Manifestasi fisik terdiri atas hilangnya selera makan, tidak dapat tidur, kehilangan gairah seks dan mudah lelah. Manifestasi kognisi ditujukan pada evaluasi diri yang rendah, harapan negatif, mengkritik diri sendiri, tidak dapat mengambil keputusan. Adapun manifestasi motivasional terlihat pada kecenderungan bersikap pasif dan tergantung pada orang lain, tidak ada yang menarik perhatian, suka menyendiri, menarik diri dari kegiatan dan keinginan ingin bunuh diri. Inventori psikologis yang paling banyak digunakan untuk mengungkap gejala depresi adalah BDI (Beck Depression Inventory) yang disusun oleh Aaron T Beck dan telah diadaptasi oleh Achmad (1999).

Tabel 4.1 Blue Print Beck Depression Inventory


No Aitem 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Gejala Depresi perasaan sedih perasaan pesimis perasaan gagal perasaan tidak puas perasaan bersalah perasaan dihukum membenci diri sendiri menyalahkan diri sendiri keinginan untuk bunuh diri Menangis mudah tersinggung menarik diri dari dari hubungan sosial tidak mampu mengambil keputusan penyimpangan citra tubuh kemunduran pekerjaan gangguan tidur Kelelahan kehilangan selera makan penurunan berat badan preokupasi somatis kehilangan libido

Masing-masing kategori menggambarkan manifestasi yang spesifik dan terdiri dari 4 sampai 5 pernyataan yang menggambarkan intensitas gejala. Di depan setiap pernyataan dalam satu kategori ada bobot masing-masing pernyataan berupa angka 0-3. Tabel 4.2 Bobot Angka
Angka 0 1 2 3 Arti tidak ada gejala depresi gejala depresi ringan gejala depresi sedang gejala depresi berat

Pada beberapa kategori terdapat 2 pernyataan yang ekuivalen yang diberi tanda dengan huruf a dan b maksudnya, kedua pernyataan itu mempunyai bobot nilai yang sama. Ada empat manifestasi depresi dan delusi khas dalam depresi. Manifestasi pertama adalah manifestasi emosi yang ditandai oleh rasa menekan seperti sedih, murung, kepuasan sulit dicapai, afeksi dan keterikatan emosi hilang. Manifestasi ke dua adalah manifestasi kognitif, yaitu evaluasi diri rendah, harapan negatif, mengkritik diri dan gambaran diri salah. Manifestasi ke tiga adalah manifestasi motivasi terdiri atas dorongan untuk mengundurkan diri dari kegiatan, kemauan hilang atau tidak ingin melakukan apa-apa, semua hal tidak menarik. Ada keinginan untuk melepaskan diri dari pekerjaan ataupun kebiasaan yang sudah ditekuni. Menifestasi ke empat adalah manifestasi vegatatif dan fisik terdiri atas hilangnya selera makan, gangguan tidur, dan cepat lelah. 2. Administrasi dan Skoring BDI Subyek diminta untuk membaca setiap peralatan dalam suatu kategori kemudian memberi tanda silang (x), pada tempat yang telah disediakan, tanda silang (x) pada salah satu pernyataan disetiap kategori yang paling mencerminkan kondisi yang dirasakan pada saat ini.

Masing-masing kategori dalam setiap butir merupakan manifestasi depresi dan terdiri dari 4-6 pernyataan. Pernyataan ini disusun berjenjang, merefleksikan beratnya simptom dari netral sampai terberat

dengan nilai 0-3. pada beberapa kategori, dua pernyataan diberi bobot yang sama. Semakin tinggi depresinya nilai yang diperoleh subjek penelitian menunjukkan semakin berat tingkat depresinya demikian pula sebaliknya. Nilai perolehan akhir atau nilai total dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh nilai yang diperoleh untuk masing-masing kategori. Nilai ini bergerak dari 0 sampai dengan 63. Adapun pedoman skoring BDI ditampilkan dalam tabel dibawah ini: Tabel 4.3 Skoring BDI Menurut Manual
Nomor Butir A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U Nilai 0,1,2,2,3 0,1,2,2,3 0,1,2,2,3 0,1,1,2,3 0,1,2,2,3 0,1,2,3,3 0,1,1,2,3 0,2,2,3 0,1,2,2,3,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3 0,1,2,3

Beck Dalam Achmad (1999) mengklasifikasikan skor depresi seperti dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Interpretasi Skor BDI


Nilai Total 19 10 15 16 23 24 63 Interpretasi Normal Depresi ringan Depresi sedang Depresi berat

3.

Validitas dan Reliabilitas BDI Achmad (1999) menguji konsisten internal aitem skala adaptasi BDI dengan mengkorelasikan aitem dengan total. Ditemukan bahwa 21 aitem skala BDI valid pada taraf signifikasi 95% dengan koefisien bergerak dari 0,118 sampai 0,548, selanjutnya koefisien reliabilitas yang dihitung dengan formula spearman brown diperoleh r xx = 0,93.

E. Treatmen Treatmen dalam penelitian ini adalah pemberian soft music. Soft music digunakan sebagai alat untuk memberikan perlakuan kepada kelompok eksperimen dengan cara mendengarkan lagu secara bersama-sama di satu tempat. Dalam penelitian ini menggunakan soft music karena bisa dinikmati dengan santai, memiliki tempo yang stabil, aksentuasinya lemah dan pada ritmis tidak ada hentakan.

Identifikasi lagu dilakukan dengan menanyakan lagu yang menjadi kesukaan subyek penelitian. Setelah mendapatkan informasi, ditentukan lagu-lagu Jawa

karena sesuai dengan kriteria musik yang digunakan dan sesuai dengan kesukaan subyek. Lagu-lagu Jawa yang akan digunakan dalam penelitian adalah Melati Rinonce, Kencono Katon Wingko, Caping Gunung, Jenang Gulo, dan Nyidam Sari.

F. Prosedur Pengumpulan Data Adapun langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian eksperimen adalah sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan mulai pada bulan Januari 2012 sampai Maret 2012. Aktivitas meliputi observasi ke Panti Wredha Nirwana Puri Samarinda, penyusunan proposal, menentukan instrument penelitian, penentuan soft music yang akan digunakan dan pengurusan surat ijin penelitian dengan tahapan sebagai berikut: 1) Meminta surat pengantar dari Ketua STIKES Wiyata Husada Samarinda untuk melakukan penelitian di Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda; 2) Meminta ijin kepada Direktur Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda dengan membawa surat pengantar dari Direktur STIKES Wiyata Husada Samarinda.

2.

Tahap Seleksi Subyek Proses pengambilan data dan penyeleksian subjek dilakukan setelah peneliti mendapatkan izin dari pihak Panti Werdha. Pertama peneliti

melakukan wawancara kepada petugas mengenai jumlah keseluruhan lansia, serta kegiatan-kegiatan bagi lansia yang dilaksanakan di Panti Werdha Nirwana Puri Samarindan, kemudian peneliti melakukan observasi dan wawancara langsung kepada lansia guna mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria. Selanjutnya peneliti melakukan pengukuran depresi pada subjek yang memenuhi kriteria sampai didapatkan 30 orang lansia yang mengalami depresi ringan hingga sedang.

Pengukuran depresi dengan menggunakan BDI (Beck Depresion Inventory). Tes BDI diberikan pada saat lansia sedang santai. Dalam memberikan tes BDI, pertama peneliti melakukan pendekatan dengan menggunakan komunikasi terapeutik. Selanjutnya peneliti menjelaskan maksud dan tujuan diberikan tes BDI, lalu menjelaskan prosedur dan cara pengisian tes BDI. Kemudian responden menjawab pernyataanpernyataan yang ada pada tes BDI dengan dibantu oleh peneliti dan asisten penelitian yang juga mahasiswa keperawatan. Tidak lupa memberi kesempatan pada responden untuk mengajukan pertanyaan. Setelah didapatkan data dari hasil pengukuran dan jumlah sampel sudah terpenuhi, kemudian calon responden diberikan informed consent tentang tujuan, cara dan manfaat / keuntungan serta hak dan kewajiban bila mengikuti penelitian. Bila setuju menjadi sampel penelitian diminta menandatangani surat persetujuan menjadi responden.

Tabel 4.5 Hasil Pengukuran Skor Depresi Subjek Penelitian


Subjek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Skor Depresi 13 20 17 12 15 23 11 20 21 14 21 18 13 13 22 19 19 14 18 21 22 13 18 22 15 23 15 22 23 20 Kategori Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Sedang Depresi Sedang

Apabila skor depresi telah didapatkan sesuai jumlah sampel kemudian dilakukan randomisasi terhadap masing-masing subjek untuk dimasukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Randomisasi dilakukan menggunakan teknik undian.

Tabel 4.6 Hasil Randomisasi Subjek Penelitian


Kelompok Ekperimen Nomor Subjek 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Skor Depresi 13 17 15 11 21 21 13 22 19 18 22 18 15 15 23 Skor Depresi 20 12 23 20 14 18 13 19 14 21 13 22 23 22 20 Kelompok Kontrol Nomor Subjek 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30

3.

Tahap Pelaksanaan Eksperimen Eksperimen dilakukan bulan April selama 7 hari, diputar pada pagi dan sore hari selama kurang lebih 15 menit. Peneliti dibantu lima orang asisten, yaitu mahasiswa keperawatan untuk membantu dalam mengukur skor depresi dan mengamati aktifitas kelompok kontrol.

Subyek kelompok eksperimen dipersilahkan masuk kedalam sebuah ruangan dan diminta untuk duduk santai mengelilingi meja. Sebelum memulai terapi peneliti menyapa subjek dan menanyakan kabar hari ini. Kemudian subjek dianjurkan untuk duduk rileks dan tidak menghiraukan kondisi di luar ruangan untuk mendengarkan musik yang diputar oleh peneliti. Pada saat pelaksanaan terapi, subjek dianjurkan untuk tidak

melakukan aktivitas apapun supaya dapat berfokus untuk menikmati soft musik yang diberikan.

Musik diputar menggunakan pemutar musik dengan sound pengeras suara dan diperdangarkan secara bersama-sama didalam sebuah ruangan yang telah ditentukan. Pada hari pertama instrument lagu yang diputar adalah (Caping gunung Jenang gulo) yang diputar pada pagi hari, dan pada sore hari mendengarkan instrumen lagu (Melati Renonce Ojo Lamis). Hari kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh sama dengan hari pertama, hanya saja berbeda pada urutan lagu yang diputar. Apabila terdapat subjek yang sewaktu-waktu tidak dapat mengikuti terapi dengan alasan khusus maka subjek tersebut tetap akan diberikan terapi, namun proses terapinya dilakukan secara individu di tempat lain dengan menggunakan headsead.

Pengukuran skor depresi dilakukan sebelum dan sesudah pemberian treatment pada pagi hari, dalam 7 hari dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada hari pertama, hari ke-empat dan hari ke-tujuh.

Pada

saat

pelaksanaan

terapi

subjek

Kelompok

kontrol

tidak

mendapatkan perlakuan berupa soft musik, subyek kelompok kontrol melakukan kegiatan seperti biasa, namun pengukuran depresi dilakukan sama seperti kelompok kontrol. Jika dipandang dari segi etika penelitian

maka kurang etis jika kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan yang sama. Menghindari kecemburuan sosial, maka kelompok kontrol juga akan diberikan intervensi terapi soft musik, namun setelah penelitian selesei. Pemberian treatment dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut: Tabel 4.7 Jadwal Pemberian Treatment
Hari Pertama Pagi Sore Kedua Pagi Sore Ketiga Pagi Sore Keempat Pagi Sore Kelima Pagi Sore Keenam Pagi Sore Ketujuh Pagi Sore Lagu Caping gunung Jenang gulo Melati rinonce Nyidam sari Nyidam sari Kencono katon wingko Jenang gulo Caping gunung Kencono katon wingko Melati rinonce Caping gunung Nyidam sari Melati rinonce Caping gunung Jenang gulo Kencono katon wingko Nyidam sari Jenang gulo Caping gunung Melati rinonce Kencono katon wingko Caping gunung Melati rinonce Nyidam sari Jenang gulo Nyidam sari Melati rinonce Kencono katon wingko Total Durasi 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 3 jam 30 menit

G. Analisa Data Dalam melakukan analisa, data terlebih dahulu harus diolah dengan tujuan mengubah data menjadi informasi yang kemudian dipergunakan untuk proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan merupakan data mentah yang harus diorganisasikan sedemikian rupa agar dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik sehingga mudah dianalisa dan ditarik kesimpulan. Analisa data merupakan proses yang sangat penting dalam penelitian, oleh karena itu harus dilakukan dengan baik dan benar.

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses analisa data adalah sebagai berikut : 1. Editing Editing data adalah upaya memeriksa kembali data yang telah dikumpulkan. Yang dilakukan pada kegiatan pemeriksaan data ini adalah memeriksa kelengkapan data, memeriksa kesinambungan data, dan memeriksa keseragaman data. 2. Coding atau pemberian kode Coding yaitu memberikan kode pada setiap jawaban pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada sampel yang sama kriterianya. Hal ini untuk mempermudah pengolahan data, dan pengkodean terutama diberikan pada data klasifikasi, antara lain : a. Untuk umur, 60-70 tahun = 0 dan >70 tahun = 1. b. Untuk jenis kelamin, pria = 0 dan wanita = 1. c. Untuk pendidikan, tidak sekolah = 0, SD = 1, SMP = 2, SMA = 3. d. Untuk lama perawatan, < 1 tahun = 0 dan > 1 tahun = 1 3. Entry data Entry data adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana membuat tabel kontigensi. 4. Melakukan teknik analisis Dalam penelitian ini menggunakan dua tahap analisis data yaitu univariat dan bivariat :

a. Analisis univariat Tujuan analisis ini adalah untuk menjelaskan atau mendiskrepsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Bentuknya sangat bergantung pada jenis datanya. Setiap variabel terikat dan bebas pada penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran frekuensi dan prosentase (Arikunto, 2002). Analisis univariat dalam penelitian ini adalah : Usia, jenis kelamin, pendidikan dan lama perawatan.

P= x100%
Keterangan : P = Persentase yang dicari F = Frekuensi responden untuk setiap pertanyaan N = Jumlah responden

Rumus Menghitung Mean : X= Keterangan : X = Rata rata = Jumlah f = Frekuensi Nt = Nilai tengah klas n = Jumlah data

Rumus Menghitung Median : Md = b+p ( Keterangan : Md = Median b n F F = Batas bawah dimana median akan terletak = Banyak data / jumlah sampel = Jumlah semua frekuensi sebelum klas median = Frekuensi klas median )

b modus b p i b b i 2 Keterangan
B = batas bawah kelas interval dengan frekuensi terbanyak P = panjang kelas interval B1 = frekuensi pada kelas modus (frekuensi pada kelas interval terbanyak) dikurang frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya. B2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekunsi kelas interval berikutnya.

b. Analisis bivariat Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi yaitu pengaruh soft musik terhadap depresi lansia. Dalam Pretest-Posttest Control Group Design ini untuk menganalisis pengaruh VB dan VT menggunakan correlated data / paired sample t-test dan yang dijadikan perhitungan adalah ratarata perbedaan skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik paired sampel t test merupakan uji statistik yang menguji

perbedaan mean antara dua kelompok data yang dependent dengan variabel numerik dan numerik, Dengan ketentuan Keputusan hipotesis : HO ditolak jika t hitung > t tabel dan Pv<= HO ditolak (Arikunto, 1998). Dengan rumus : d T = Sd Keterangan: d = rata-rata perbedaan skore ke dua sampel d d = n d = perbedaan skore ke dua sampel n = jumlah pasangan dalam sampel s d = standard error difference

Dalam penelitian ini perhitungan dengan menggunakan komputer. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesa terdapat pengaruh soft music terhadap depresi lansia. Dengan tingkat kepercayaan sebesar 0,05.

H. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mendapatkan rekomendasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wiyata Husada Samarinda dan persetujuan dari Direktur Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda. Setelah mendapatkan

persetujuan kemudian dilakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang meliputi (Setiadi,2007) : 1. Informed Consent Lembar persetujuan diberikan pada subjek yang akan diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan riset dilakukan. Jika subjek bersedia diteliti maka harus mendatangani lembar persetujuan. Jika subjek menolak untuk meneliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya. 2. Anonimity (tanpa nama) Untuk menjaga kerahasian identitas, peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek pada lembar kuisioner yang diisi oleh subjek. Lembar tersebut hanya diberi nomor kode tertentu. 3. Confidentiality (kerahasiaan) Peneliti menjamin kerahasiaan informasi yang diperoleh dari responden.