Anda di halaman 1dari 20

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Dapatkan Askep Lengkap Hanya Di :

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Join with Us :

Email

: hendritriyulianto@gmail.com

Facebook

: Hendri Ty

Kunjungi dan Dapatkan !!!

Kumpulan Askep Lengkap Hanya Di :

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Free Download & Free Copy Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dan

Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dan

kritik yang membangun…

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…Aminn

Dapat kan kemudahan dalam mencari askep, dengan bergabung menjadi member kami…Join With Us

perawatmasadepanku@blogspot.com | 1

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

KUMPULAN ASUHAN KEPERAWATAN

Free Download & Free Copy KUMPULAN ASUHAN KEPERAWATAN Disusun Oleh : HENDRI TRI YULIANTO 101067 D3

Disusun Oleh :

HENDRI TRI YULIANTO

101067

D3 KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

2012

perawatmasadepanku@blogspot.com | 2

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

A. DEFINISI

HIPERTENSI

Hipertensi adalah tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg menetap

atau tekanan diastolic > 90 mmHg. Diagnosis dipastikan dengan mengukur rata-

rata dua atau lebih pengukiran tekanan darah pada waktu yang terpisah (Engram,

1998).

Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya

diatas 140 mmHg dan tekanan diastolnya diatas 90 mmHg (Brunner and

Suddarth, 2001).

Hipertensi adalah peningkatan sistole, yang tingginya tergantung umur

individu yang terkena. Tekanan darah berfluktuasi dalam batas-batas tertentu,

tergantung posisi tubuh, umur dan tingkat stress yang dialami (Tamboyong,

2000).

B. ETIOLOGI

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua :

1. Hipertensi Esensial

Yaitu hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dan meliputi 90 % dari seluruh penderita hipertensi, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain

a. Genetik

Peran faktor genetik terhadap hipertensi esensial dibuktikan bahwa

kejadian hipertensi lebih banyak dijumpai pada penderita kembar

monozigot dari pada heterozigot, apabila salah satu diantara menderita

hipertensi. Pada 70 % kasus hipertensi esensial didapatkan riwayat

hipertensi esensial

b. Usia

Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia.

Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun dengan jelas

menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian prematur.

perawatmasadepanku@blogspot.com | 3

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

c. Obesitas

Adanya penumpukan lemak terutama pada pembuluh darah

mengakibatkan penurunan tahanan perifer sehingga meningkatkan

aktivitas saraf simpatik yang mengakibatkan peningkatan vasokontriksi

dan penurunan vasodilatasi dimana hal tersebut dapat merangsang

medula adrenal untuk mensekresi epinerpin dan norepineprin yang dapat

menyebabkan hipertensi.

d. Hiperkolesterol Lemak pada berbagai proses akan menyebabkan pembentukan plaque pada pembuluh darah. Pengembangan ini menyebabkan penyempitan dan pengerasan yang disebut aterosklerosis.

e. Asupan Natrium meningkat (keseimbangan natrium) Kerusakan ekskresi natrium ginjal merupakan perubahan pertama yang ditemukan pada proses terjadinya HT. Retensi Na + diikuti dengan ekspansi volume darah dan kemudian peningkatan output jantung. Autoregulasi perifer meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan berakhir dengan HT.

f. Rokok Asap rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran adrenalin yang merangsang denyutan jantung dan tekanan darah. Selain itu asap rokok mengandung karbon monoksida yang memiliki kemampuan lebih kuat dari pada Hb dalam menarik oksigen. Sehingga jaringan kekurangan oksigen termasuk ke jantung.

g. Alkohol Penggunaan alkohol atau etanol jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan lipogenesis (terjadi hiperlipidemia) sintesis kolesterol dari asetil ko enzim A, perubahan seklerosis dan fibrosis dalam arteri kecil.

h. Obat-obatan tertentu atau pil anti hamil Pil anti hamil mengandung hormon estrogen yang juga bersifat retensi garam dan air, serta dapat menaikkan kolesterol darah dan gula darah.

i. Stres psikologis

Stres dapat memicu pengeluaran hormon adrenalin dan katekolamin yang

tinggi, yang bersifat memperberat kerjaya arteri koroner sehingga suplay

darah ke otot jantung terganggu.

perawatmasadepanku@blogspot.com | 4

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Stres dapat mengaktifkan saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten.

j. Penyebab lain Kehamilan dapat menyebabkan hipertensi karena uterus yang mengalami peregangan terlalu sering dapat menyebabkan pelepasan suatu zat yang dapat menyebabkan hipertensi.

k. Ras

Hipertensi pada yang berkulit hitam paling sedikit dua kalinya pada yang berkulit putih, akibat penyakit ini umunya lebih berat pada ras kulit hitam.

2. Hipertensi sekunder Disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya :

a. Penyakit ginjal Kerusakan pada ginjal menyebabkan renin oleh sel-sel juxtaglomerular keluar, mengakibatkan pengeluaran angiostensin II yang berpengaruh terhadap sekresi aldosteron yang dapat meretensi Na dan air.

b. Diabetes Mellitus Disebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam waktu yang sama mengakibatkan gula darah pekat dan terjadi pengendapan yang menimbulkan arterosklerosis meningkatkan tekanan darah.

C. KLASIFIKASI Klasifikasi

atas

berdasarkan “the fish report of the join National Comitte on Detection, Evaluation and Threatment of High Blood Pressure, 1993.”

tekanan

darah

orang

dewasa

berusi

18

tahun

ke

1. Normal

Tekanan sistolik kurang dari 130 mmHg. Tekanan diastolik kurang dari 85

mmHg.

2. Normal tinggi Tekanan sistolik antara 130 – 139 mmHg tekanan diastolik antara 85 – 89

mmHg.

3. Hipertensi

perawatmasadepanku@blogspot.com | 5

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

a. Stadium 1 (ringan)

Tekanan sistolik antara 140 – 159 mmHg. Tekanan diastolik antara 90-99

mmHg.

b. Stadium 2 (sedang).

Tekanan sistolik antara 160 – 179 mmHg. Tekanan diastolik antara 100 –

109 mmHg.

c. Stadium 3 (berat)

Tekanan sistolik antara 180 – 209 mmHg. Tekanan diastolik antara 110 –

119 mmHg.

d. Stadium 4 (sangat berat)

Tekanan sistolik lebih atau sama dengan 210 mmHg. Tekanan diastolik

antara > 120 mmHg.

Klasifikasi ini tidak untuk seseorang yang memakai obat antihipertensi

dan tidak sedang sakit akut. Apabila tekanan sistolik dan diastolik

terdapat pada kategori yang berbeda. Maka harus dipilih kategori yang

tinggi untuk mengklasifikasi status tekanan darah seseorang.

D. TANDA DAN GEJALA

Menurut Tambayong (2000) gejala dan tanda dapat dikarakteristikkan

sebagai berikut :

1. Sakit kepala

2. Nyeri atau berat di tengkuk

3. Sukar tidur

4. Mudah lelah dan marah

5. Tinnitus

6. Mata berkunang-kunang

7. Epistaksis

8. Gemetar

9. Nadi cepat setelah aktivitas

10. Sesak napas

11. Mual, muntah

E. KOMPLIKASI

perawatmasadepanku@blogspot.com | 6

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Komplikasi yang mungkin terjadi pada hipertensi adalah sebagai berikut

:

1.

Payah jantung (gagal jantung)

2.

Pendarahan otak (stroke)

3.

Hipertensi maligna : kelainan retina, ginjal dan cerabrol

4.

Hipertensi ensefalopati : komplikasi hipertensi maligma dengan gangguan

otak.

5.

Infark miokardium Dapat terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat menyuplai cukup oksigen kemiokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut.

6.

Gagal ginjal Karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, glomerulus. Dengan rusaknya glomerulus darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal. Nefron terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kemataian. Dengan rusaknya membran glomerulus,proteinakan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang,menyebabkan edema,yang sering dijumpai pada hipertensi kronik.

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa hipertensi menurut Doenges (2000) antara lain :

1. EKG : Hipertropi ventrikel kiri pada keadaan kronis lanjut.

2. Kalium dalan serum : meningkat dari ambang normal.

3. Pemeriksaan gula darah post prandial jika ada indikasi DM.

4. Urine :

a. Ureum, kreatinin : meningkat pada keadaan kronis dan lanjut dari

ambang normal.

b. Protein urine : positif

G. PENATALAKSANAAN

Menurut Engram (1999), penatalaksanaanya antara lain :

1. Pengobatan hipertensi sekunder mendahulukan pengobatan kausal.

perawatmasadepanku@blogspot.com | 7

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

2. Pengobatan hipertensi esensial ditujukan untuk menurunkan tekanan darah dengan obat hipertensi.

3. Pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang bahkan seumur

hidup.

4. Pengobatan dengan menggunakan standar triple therapy (STT) terdiri dari:

a. Diuretik, misalnya : tiazid, furosemid, hidroklorotiazid.

b. Betablocker : metildopa, reserpin.

c. Vasodilator : dioksid, pranosin, hidralasin.

d. Angiotensin, Converting Enzyme Inhibitor.

5. Modifikasi gaya hidup, dengan :

a. Penurunan berat badan.

b. Pengurangan asupan alkohol.

c. Aktivitas fisik teratur.

d. Pengurangan masukan natrium.

e. Penghentian rokok.

H. NURSING CARE PLAN

1. Pengkajian data dasar

a. Diabetes Mellitus

1)

Aktivitas

Lemah, letih, sulit bergerak/berjalan. Kram otot, tonus otot

menurun, gangguan tidur/istirahat.

Takirkadia dan takipnea pada keadaan

istirahat

atau

dengan

aktivitas.

2)

Sirkulasi

Adanya riwayat hipertensi.

Takikardia.

Perubahan tekanan darah posturral, hipertensi.

 

Nadi yang menurun/tak ada.

Disritmia.

3)

Integritas ego

perawatmasadepanku@blogspot.com | 8

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Stress, tergantung pada orang lain.

Ansietas, peka rangsang.

4)

Eliminasi

Perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia.

 

Rasa

nyeri/terbakar,

kesulitan

berkemih

(infeksi),

ISK

baru/berulang.

 

Nyeri tekan abdomen.

Diare.

5)

Makanan/cairan

 

Hilang nafsu makan

Mual/muntah

Tidak mengikuti diet ; peningkatan masukan glukosa/karbohidrat.

Haus

Kulit kering, turgor jelek

 

Ketakutan/distensi abdomen, muntah.

 

Pembesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolik dengan peningkatan gula darah)

6)

Bau halitosis/manis, bau buah (napas aseton). Neurosensori

 

Pusing/pening

 

Sakit kepala

Kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parastesia.

 

Gangguan penglihatan.

 

Disorientasi; mengantuk

7)

Nyeri

Abdomen yang tegang/nyeri (sedang/berat).

 

Wajah meringis dengan palpitasi; tampak sangat berhati-hati.

 

8)

Pernapasan Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi/tidak)

perawatmasadepanku@blogspot.com | 9

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

9)

Seksualitas

Rabas vagina (cenderung infeksi).

Masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita.

b. Hipertensi 1) Aktivitas : lemah, letih, lesu, takipnea, peningkatan HR, perubahan irama jantung. 2) Sirkulasi : riwayat hipertensi, palpitasi, kenaikan TD perubahan warna kulit, suhu dingin, pucat, sianosis, diaporesis.

3) Integritas ego : ansietas, depresi, marah, gelisah, otot muka tegang, peningkatan pola bicara.

4)

5) Neurosensori : pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, epistaksis.

angina, nyeri hilang timbul pada tungkai, sakit kepala, nyeri abdomen.

7) Pernapasan : dispnea takipnea, riwayat merokok, bunyi nafas tambahan.

6)

Makanan/cairan :

mual/muntah, BB normal/obesitas, edema.

Nyeri

:

8)

Eliminasi

:

gangguan gunjal saat ini atau yang lalu.

9)

Keamanan

:

gangguan koordinasi, hipotensi postural.

2. Diagnosa keperawatan

a. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan kelemahan Tujuan :

Klien dapat toleransi terhadap aktivitas setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam kriteria

Kriteria Hasil :

Indikator

Berat

Agak

Sedang

Agak

Ringan

perawatmasadepanku@blogspot.com | 10

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

 

berat

ringan

 

HR

DBN

dalam

1 3

2

4

5

respon

terhadap

aktivitas

RR

DBN

dalam

1 3

2

4

5

respon aktivitas

TD

sistolik

dalam

1 3

2

4

5

aktivitas

TD

diastolik

dalam

1 3

2

4

5

aktivitas

Warna kulit

 

1 3

2

4

5

Melaporkan pelaksanaan ADL

1 3

2

4

5

Fase berjalan

 

1 3

2

4

5

Toleransi

menapak

1 3

2

4

5

lantai

Kemampuan untuk

1 3

2

4

5

berbicara saat latihan

Jarak berjalan

 

1 3

2

4

5

Kekuatan

 

1 3

2

4

5

Intervensi

 

1) Identifikasi faktor penyebab intoleransi aktivitas faktor fisik atau

psikologis

2)

Kaji kemampuan aktivitas klien setiap hari secara tepat.

3)

Lakukan alih baring secara bertahap dan teratur

4) Monitor dan catat kemampuan untuk mentoleransi aktivitas meliputi

nadi, TD, RR, warna kulit sebelum dan selama aktivitas.

5) Anjurkan klien untuk menghentikan aktivitas bila ada keluhan: rasa

tidak nyaman yang semakin hebat, rasa tertekan atau berat pada dada,

punggung, leher, palpitasi, pusing.

6)

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori.

7)

Berikan tambahan O 2 bila diperlukan

b. Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan

volume cairan secara aktif.

Tujuan :

perawatmasadepanku@blogspot.com | 11

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Status cairan : intake cairan dapat adekuat setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3 x 24 jam

Kriteria hasil:

 
 

Tercapai

Sering

Kadang-

Jarang

Tak

Indikator

 

kadang

tercapai

 

1

2

3

4

5

Vital sign DBN 24 jam intake dan output seimbang

1

2

3

4

5

Hidrasi kulit DBN

 

1

2

3

4

5

Membran

mukosa

         

lembab

1

2

3

4

5

Hematokrit dalam batas normal (36-42 vol%)

1

2

3

4

5

Berat badan stabil

 

1

2

3

4

5

Asites tidak ada

 

1

2

3

4

5

Oedem

perifer

tidak

1

2

3

4

5

ada

Mata tidak cowong

 

1

2

3

4

5

1)

Management cairan

Monitor vital sign / 4 jam

Berikan terapi cairan infus sesuai terapi

Monitor status hidrasi

Monitor laboratory (HCT)

2)

Monitor cairan

Kaji intake dan out put

Observasi warna, kualitas dari urine

Monitor membran mukosa, turgor kulit

c. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh ybd intake yang

berlebih

Tujuan :

Status nutrisi: Intake makanan dan output seimbang setelah dilakukan

tindakan perawatan selama 3 x 24 jam

perawatmasadepanku@blogspot.com | 12

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Kriteria :

Indikator

Tak

Kurang

Kadang-

Sering

Sangat

adequat

adequat

kadang

adequat

1. makanan

Intake

 

1 2

3

4

5

oral DBN

2. cairan

Intake

oral

1 2

3

4

5

DBN

3. Monitor BB

1 2

3

4

5

4. Nutrisi

suplement

1 2

3

4

5

yang dibutuhkan

5. Melaporkan

tanda

1 2

3

4

5

dan

gejala

ketidakseimbangan

cairan

1)

Monitoring Nutrisi

Monitor BB

Monitor turgor kulit

Monitor untuk mual dan muntah

Monitor HCT

Monitor cairan elektrolit

Sediakan nutrisi makanan dan cairan

Berikan makanan kesukaan dan yang dipilih sesuai terapi

2)

Monitor cairan

Monitor BB

Monitor intake dan output

Monitor vital sign

Monitor membran mukosa, turgor kulit

d. Nyeri akut ybd agen injuri biologi

Tujuan: Klien mampu mentoleransi level nyerinya

perawatmasadepanku@blogspot.com | 13

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Kriteria :

Indikator

Selalu

Sering

Kadang-

Jarang

Tidak

kadang

pernah

Melaporkan nyeri

 

1 2

3

4

5

Frekuensi

terhadap

 

1 2

3

4

5

nyeri

Lamanya nyeri

 

1 2

3

4

5

Ekspresi wajah nyeri

 

1 2

3

4

5

Menjaga daerah nyeri

 

1 2

3

4

5

Menyebutkan

faktor

 

1 2

3

4

5

penyebab

Menggunakan tindakan non analgetik

 

1 2

3

4

5

Menggunakan tindakan pencegahan

 

1 2

3

4

5

Melaporkan gejala pada tim kesehatan

 

1 2

3

4

5

Berkeringat saat nyeri

 

1 2

3

4

5

Intervensi :

1) Kaji ulang secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi

frekuensi, skala nyeri dan faktor pencetus.

2)

Observasi tanda-tanda vital.

3)

Beri posisi yang nyaman pada klien.

4)

Ajarkan teknik relaksasi napas dalam

5)

Anjurkan penggunaan cara mengontrol nyeri

6)

Laksanakan terapi analgetik.

e. Gangguan pola tidur yang berhubungan dengan sering terbangun

Tujuan : Kebutuhan tidur klien terpenuhi setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3 x 24 jam.

Kriteria :

Indikator

Selalu

adequat

Agak

adequat

Kadang-

kadang

Jarang

adequ

Tidak

pernah

adequat

at

adequat

Jumlah jam tidur

 

1 2

3

4

5

Kualitas tidur

 

1 2

3

4

5

Sering terbangun

 

1 2

3

4

5

Perasaan segar setelah bangun tidur

 

1 2

3

4

5

Keefektifan tidur

 

1 2

3

4

5

Menunjukkan

 

1 2

3

4

5

perawatmasadepanku@blogspot.com | 14

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

gangguan tidur

         

Menunjukkan

tidur

1

2

3

4

5

yang rutin

Terjaga beberapa waktu

1

2

3

4

5

Observasi pola tidur

1

2

3

4

5

f. Perfusi jaringan otak tidak efektif yang berhubungan dengan perlemahan

alirah darah

Tujuan :

Perfusi jaringan otak klien efektif setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3 x 24 jam.

Kriteria :

 

Indikator

Sangat

Sering

Kadang-

Sedikit

Tidak

kompromi

kadang

Tidak pusing

 

1 2

 

3

4

5

Tidak mual

 

1 2

 

3

4

5

Tidak pingsan

1 2

 

3

4

5

TIK

dalam

batas

1 2

 

3

4

5

normal

Fungsi neurologi

1 2

 

3

4

5

Tidak muncul bruit karotis

1 2

 

3

4

5

Tidak

muncul

1 2

 

3

4

5

kelemahan

Tidak

muncul

1 2

 

3

4

5

kecemasan

Tidak

muncul

1 2

 

3

4

5

agitasi

Tidak

ada

lesu

1 2

 

3

4

5

yang dirasakan

Intervensi :

1)

Monitor keadaan umum klien dan respon terhadap aktivitas

2)

Observasi TTV

3)

Berikan O 2 sesuai program

4)

Posisikan kepala 30 o .

5)

Laksanakan terapi dokter.

g. Resiko untuk jatuh yang berhubungan dengan perubahan fungsi cerebral.

Tujuan :

perawatmasadepanku@blogspot.com | 15

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

Resiko jatuh klien dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3 x 24 jam.

Kriteria :

 

Tidak

       

Indikator

pernah

Jarang

Kadang-

Sering

Selalu

diperlih

kadang

atkan

   

Ketidak-tahuan

resiko

1

2

3

4

5

jatuh

Monitor

keadaan

1

2

3

4

5

lingkungan beresiko

Tingkatkan

kontrol

1

2

3

4

5

resiko efektif

Sarankan kontrol resiko yang dibutuhkan

1

2

3

4

5

Pertahankan

strategi

1

2

3

4

5

kontrol resiko

Modifikasi gaya hidup

1

2

3

4

5

Gunakan

layanan

1

2

3

4

5

perawatan

kesehatan

yang optimal

Gunakan

komunikasi

1

2

3

4

5

untuk

mengontrol

resiko

Monitor

perubahan

1

2

3

4

5

status kesehatan

Intervensi :

1)

Identifikasi faktor penyebab jatuh klien.

2)

Anjurkan klien untuk meminta bantuan bila akan beraktifitas

3)

Monitor kelelahan klien dengan ambulasi

4)

Libatkan keluarga untuk membantu kebutuhan klien.

h. Resiko infeksi yang berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan

sekunder terhadap penekanan respon inflamasi

Tujuan : Resiko infeksi dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3 x 24 jam.

Kriteria :

Indikator

Berat

Agak

Kadang-

Jarang

Tidak

berat

kadang

pernah

Menunjukkan penyebaran infeksi

1

2

3

4

5

perawatmasadepanku@blogspot.com | 16

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

infeksi

         

Menunjukkan penambahan penularan

1

2

3

4

5

Menunjukkan tanda dan gejala infeksi

1

2

3

4

5

Menunjukkan

1

2

3

4

5

peningkatan

aktifitas

resisten

terhadap

infeksi

Menunjukkan prosedur screening

1

2

3

4

5

Menunjukkan

praktek

1

2

3

4

5

untuk

mengurangi

transmisi

Intervensi :

1)

Observasi tanda-tanda vital.

2)

Observasi tanda dan gejala infeksi baik lokal dan sistemik

3)

Jelaskan pada keluarga tentang tanda-tanda infeksi

4)

Anjurkan makan-makanan yang tinggi protein

5)

Beri terapi antibiotik sesuai advis dokter

i. Defisit pengetahuan tentang proses penyakit dan penatalaksanaannya

yang berhubungan dengan kurangnya informasi

Tujuan :

Pengetahuan kognitif : Pemahaman klien bertambah tentang proses

penyakit DM dan penatalaksanaannya setelah dilakukan penkes selama

20 menit.

Kriteria :

Indikator

Tidak

Terbatas

Sedang

Cukup

Luas

1. Definisi DM

1

2

3

4

5

2. Penyebab DM

1

2

3

4

5

3. dan

Tanda

gejala

1

2

3

4

5

DM

4. Komplikasi DM

1

2

3

4

5

5. Menjelaskan

1

2

3

4

5

perawatmasadepanku@blogspot.com | 17

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

penatalaksanaan

DM

Intervensi :

1)

Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga

2)

Berikan informasi tentang DM

3)

Deskripsikan secara umum tanda gejala DM

4)

Identifikasi penyebab DM

5)

Diskusikan penatalaksanaan DM

6)

Deskripsikan kemungkinan komplikasi DM

7)

Berikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk bertanya

j. PK : Hipoglikemi Tujuan : Klien tidak terjadi hipoglikemi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam

Kriteria

1)

Tidak terjadi hipoglikemi

2)

Gula sewaktu < 120 mg/dl

3)

Gula puasa 70-100 mg/dl

4)

Badan klien tidak lemas

5)

Klien tidak pusing

Intervensi :

a) Monitor gula darah klien

b) Kolaborasi dengan tim laborat dalam pemeriksaan gula darah klien

c) Laksanakan terapi dokter (dengan pemberian insulin : Actrapid, obat anti diabetik)

k. PK : Hiperglikemi

Tujuan : klien tidak terjadi hiperglikemi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. Kriteria

1)

Tidak terjadi hiperglikemi

2)

Gula sewaktu < 120 mg/dl

3)

Gula puasa 70-100 mg/dl

4)

Badan klien tidak lemas

perawatmasadepanku@blogspot.com | 18

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

5) Klien tidak pusing

Intervensi :

a) Monitor gula darah klien

b) Kolaborasi dengan tim laborat dalam pemeriksaan gula darah klien

c) Laksanakan terapi dokter (dengan pemberian insulin : Actrapid, obat anti diabetik)

perawatmasadepanku@blogspot.com | 19

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com

perawatmasadepanku@blogspot.com

Free Download & Free Copy

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah”, Edisi 8, Vol 2, Jakarta:

EGC, 2001.

E. Doengoes Marilynn et. al, Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta: EGC, 2000.

Engram, Barbara, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Vol 2, Jakarta: EGC,

1999.

J. C. E. Underwood. Patologi Umum dan Sistematik. Edisi II. Jakarta: EGC. 2000.

Mansjoer Arif et. al. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid I. Jakarta: Media Aesculapius, 1999.

Mubin Halim, Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. Jakarta: EGC. 2001.

Nanda. Diagnosis Keperawatan Nanda. Terjemahan Mahasiswa PSIK-B FK UGM. Yogyakarta: UGM, 2002.

Iowa Outcome Project. Nursing Outcomes Clasification (NOC). Second edition. Mosby,

2000.

Iowa Outcome Project. Nursing Intervention Clasification (NIC). Second edition. Mosby, 2000.

Soeharso Imam, Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung, Edisi Kedua Jakarta:

PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001.

Tambayong Jon, “Patofisiologi Untuk Keperawatan”, Jakarta, EGC, 2000.

Tjokropawiro, Askandar. Diabetes Melitus, Klasifikasi, Diagnosis dan Terapi. Edisi 3. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001.

perawatmasadepanku@blogspot.com | 20

Join With Us :

Email

Facebook : Hendri Ty

: hendritriyulianto@gmail.com