Anda di halaman 1dari 7

A. Pendahuluan Masyarakat merupakan kumpulan dari beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa individu.

Dalam masyarakat tersebut mempunyai dua kelompok yaitu kelompok masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaaan. Masyarakat perkotaan yang biasanya sering disebut urban community, mempunyai ciri-ciri yang berbeda dari segi kehidupan dan bersosialisasinya. Masyarakat Pedesaaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang bisanya tampak dari kehidupan sehari-hari, yang dapat sistem kehidupan yang lebih cenderung berdasarkan kekeluargaan. Dalam kehidupan modern sekarang ini, sering dibedakan antara masyarakat perkotaan (Urban Community) dengan masyarakat pedesaan (Rural Community), perbedaan tersebut pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing mempunyai karakteristik, masing-masing memiliki sistem yang mandiri, dan fungsi-fungsi social. Namun demikian, perbedaan-perbedaan tersebut tidak bisa memisahkan hubungan antara keduanya, karena antar keduanya saling memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Jadi, masyarakat perkotaan secara tidak langsung membutuhkan adanya masyarakat pedesaan, begitupula sebaliknya, masyarakat pedesaan juga membutuhkan keberadaan masyarakat perkotaan, meskipun keduanya memiliki perbedaan ciri-ciri dan aspek yang terdapat di dalam diri mereka yang saling mempengaruhi kekeduanya dan saling berkesinambungan.

B. Definisi Masyarakat sendiri dapat diartikan sekian banyak individu kecil ataipun besar yang terkait oleh satuan, adat ritus atau hukum khas dalam hidup bersama J.L Gillin. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang tersebar dan memiliki kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama, setiap kelompok manusia yang telah cukuplama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu. Masyarakat Perokotaan sendiri dapat diartikan sebagai Urban Community yang lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu: a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain, yang penting didalam manusia perkotaan adalahan manusia perorangan atau individu. c. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa. e. Pembagian waktu yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi. f. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu. g. Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya menerima pengaruh dari luar. Masyarakat Pedesaaan atau masyarakat desa adalah masyarkat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama, yaitu sesuatu aturan yang sudah mantap dan mencangkup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan social hidup bersama, bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

Adapun ciri-ciri masyarakat pedesaan, yaitu:

a.Didalam masyarakat pedesaan memiliki hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan

dengan masyaraka pedesaaan lainnya diluar batas-batas wilayahnya. b.System kehiduapan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (paguyuban) c.Sebagian besar warga masyarakat hidup pertanian, pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan yang biasanya untuk mengisi waktu luang. d.Masyarakat tersebut homogeny, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat dan sebagainya. Masyarakat pedesaaan identic dengan istilah gotong-royong yang merupakan kerjasama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka.

PERBEDAAN MASYARAKAT PERKOTAAN DENGAN MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat Perkotaan dan pedesaan dapat dibedakan dalam beberapa aspek yang dikelompokkan dalam masing-masing ruang, secara singkat perbedaan dapat diklasifikasikan kedalam beberapa segi, yaitu: 1.Jumlah dan kepadatan penduduk 2.Lingkungan Hidup 3.Corak Kehidupan Sosial 4.Mata pencaharian 5.Stratifikasi Sosial 6.Mobilitas Sosial 7.Pola Interaksi Sosial 8.Solidaritas Sosial 9.Kedudukan dalam hierarki administrasi nasioanal.

HUBUNGAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan,
3

karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia, sebaliknya kota menghasilkan barangbarang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Sebagai contoh, bagi masyarakat perkotaan, ketika mereka ingin berlibur, pasti mereka ingin berlibur disuatu desa yang sejuk dan damai, yang jauh dari kebisingan kota yang selama ini bergulat dengannya. Begitu pula dengan masyarakat pedesaan, ketika merasa pekertajaan di desa sudah tidak mencukupi lagi, pasti mereka ingin hijrah ke kota untuk mengadu nasib, keterkaitan sederhana ini dapat kita pahami dan mengerti, betapa keduanya berada dalam tempat yang berbeda namun tetap memiliki keuntungan masingmasing dari keduanya. Oleh karena itu, baik keduanya tidak dapat dipisahkan, masyarakat perkotaan membutuhkan masyarakat pedesaaan, begitupun sebaliknya keduanya mempunyai keterkaiatan yang erat dalam membangun kelangsungan hidup bersama untuk menciptakan keselarasan yang seimbang. Adapun aspekaspek interaksi yang menunjukan hubungan antara pedesaan dengan perkotaan, selain aspek positif, aspek negative juga mempengaruhi hubungan tersebut. Aspek Positif Interaksi desa-kota a. b. c. d. Pengetahuan Penduduk desa meningkat Pengetahuan penduduk desa tentang pertanian meningkat, karena adanya sistem teknologi Meningkatkan hubungan social ekonomi desa dan kota karena kemudahan sarana transportasi Adanya guru dari kota yang menjadi pengerak pembangunan desa.

Aspek Negatif Interaksi Desa-Kota


4

a. b. c. d.

Penetrasi kebudayaan kota ke desa yang kurang sesuai dengan tradisi budaya desa Perluasan kota dan masuknya orang berharta ke desa sehingga mengubah tata guna lahan desa. Daya tarik kota dalam berbagai bidang menyebabkan tenaga potensial di desa kurang. Munculnya masalah baru (pengangguran, tuna wisma, kejahatan, masalah pangan maupun lingkungan).

C. Pendapat C.1. Ahli R. Linton Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dalam satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu. Dari definisi tersebut maka masyarakat timbul dari setiap kumpulan individu, yang telah lama hidup dan bekerja sama dalam waktu yang cukup lama. Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental, yaitu: Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota; Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun. C.2. Kelompok Berbicara tentang masyarakat, terdapat kecenderungan untuk melihat 2 tipe masyarakat: Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks dimana belum mengenal pembagian kerja; Masyarakat yang sudah kompleks dimana sudah menjalankan spesialisasi dalam segala bidang. D. Simpulan Dalam suatu masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut: Harus ada pengumpulan manusia; Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu; Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak dapat dipisahkan, masyarakat perkotaan membutuhkan

masyarakat pedesaaan, begitupun sebaliknya keduanya mempunyai keterkaiatan yang erat dalam membangun kelangsungan hidup bersama untuk menciptakan keselarasan yang seimbang.