Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. D DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI DI RUANG BOEGENVILE RSUD Dr.

RADEN SOEDJATI PURWODADI GROBOGAN

DISUSUN OLEH : NAMA : HARI PRASETYO UMAR NIM : 2005. 10. 0569

AKADEMI KEPERAWATAN AN NUR PURWODADI TAHUN AJARAN 2006 / 2007

BAB I TINJAUAN TEORI A. DEFINISI Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial Nyeri adalah alasan utama seseorang mencari bantuan perawatan kesehatan . Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobatan. (Brunner dan Sudarth. 2001 :212)

Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang betul betul subjektif dan hanya orang yang menderitanya dapat menjelaskan dan mengevaluasi. ( Barbara C Long, 1996 : 220)

B. ANATOMI DAN FISIOLOGI

a.

Faktor yang mempengaruhi nyeri 1. Pengalaman masa lalu dengan nyeri 2. Ansietas dan nyeri 3. Budaya dan nyeri 4. Usia dan nyeri 5. Respon individu terhadap strategi pereda nyeri (efek plasebo ) ( Brunner & Suddarth, 2001 : 219 )

b.

Mekanisme Neurofisiologik nyeri Struktur spesifik dalam sistem saraf terlibat dalam mengubah stimulus menjadi sensori nyeri, sistem yang terlibat dalam transmisi dan persepsi nyeri disebut sebagai sistem nosiseptif Bentuk bentuk nyeri a. Nyeri akut Tujuan /keuntungan : memperingatkan adanya cedera atau masalah Awalnya : datangnya tiba tiba Intensitas : ringan samai berat Durasi : lama (6 bulan atau lebih) Komponen Psikologis : ansietas Contoh : Nyeri bedah, trauma

c.

b. Nyeri kronik Tujuan : tidak ada Awalnya : terus menerus atau intermiten Intensitas : ringan sampai berat Durasi : singkat (dari beberaa detik sampai 6 bulan ) Komponen Psikologis : depresi, mudah marah, menarikdiri dari minat dunia luar , menarik diri dari persahabatan Contoh : Nyeri kanker. Artritis, neuralgia trigeminal (Brunner & Suddart, 2001 : 213) C. ETIOLOGI Penyebab Nyeri : 1. 2. 3. 4. 5. Gangguan pada kuit Gangguan pada jaringan Gangguan ada integritas otot Trauma muskuluskeletal / tulang Muncunya /terpasangnya saluran dan selang ( Marilyn E Doenges,1999 :915 )

D. INTERVENSI INTERVENSI RASIONAL 1. Yakinkan pasien bahwa anda 1. Ketakutan bahwa nyeri akan tidak mengetahui nyeri yang dialami dapat diterima seperti peningkatan pasien nyata dan akan ketegangan dan ansietas yang membantunya dalam menghadapi nyata dan menurunkan toleransi nyeri tersebut. nyeri 2. Gunakan skala pengkajian nyeri 2. Berikan nilai dasar untuk mengkaji untuk mengidentifikasi intensitas perubahan dalam tingkat nyeri dan nyeri dan ketidak nyamanan mengevaluasi intervensi 3. Data membantu mengevaluasi 3. Kaji dan catat nyeri dan nyeri dan peredaan nyeri nyeri karakteristiknya , lokasi, kualitas, serta mengidentifikasi sumber frekuensi dan durasi sumber 4. Analgesik lebih efektif bila 4. Berikan analgesik sesuai yang diberikan pada awal siklus nyeri diresepkan 5. Memungkinkan pengkajian 5. Berikan kembali skala terhadap keefektifan analgesik dan pengkajian nyeri mengidentifikasi kebutuhan terhadap tindak lanjut bila tidak efektif 6. Membantu dalam menunjukkan 6. Catat keparahan nyeri pasien kebutuhan anagesik tambahan atau pada bagan endekaan aternatif terhadap penataaksanaan nyeri 7. Mendorong penggunaan strategi 7. Identifikasi dan dorong pasien peredaan nyeri yang familiar dan menggunakanstrategi yang dapat diterima oeh pasien menunjukkan keberhasilan pada nyeri sebelumnya 8. Menggunakan strategi ini sejalan 8. Ajarkan pasien strategi tambahan dengan analgesia daat untuk meredakan nyeri dan menghasilkan peredaan yang lebih ketidak nyamanan : distraksi, efektif imajinasi terbimbing, relaksasi, stimuasi kutaneus 9. Mengantisipasi dan mencegah efek 9. Instruksikan pasien dan keluarga samping kemampuan pasien untuk tentang potensial efek samping melanjutkan penggunaan analgesik analgesik, dan pencegahan serta tanpa gangguan karena efek penata laksanaannya samping

( Brunner & Suddarth, 2001 :237 )

BAB II TINJAUAN KASUS I PENGKAJIAN Pengkajian ini dilakukan pada hari senin , 29 Maret 2006 jam: 21. 30 di ruang

Boegenvile RSUD Dr. Raden Soedjati Purwodadi, secara allo anamnesa dan auto anamnesa A. BIODATA 1. Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Alamat Agama Tgl masuk No. Reg Dx Medis : : : : : : : : : : Tn. D 48 tahun Laki - laki SD Tani Turi rejo 4/1 Turi rejo - Demak Islam 27 Maret 2006 221219 Post op Hernia inguinalis repormibel hari ke 2

2. Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Hub dg pasien B. KELUHAN UTAMA Pasien mengatakan nyeri pada daerah post op perut kanan bawah. C. RIWAYAT KEPERAWATAN 1. Riwayat Keperawatan Sekarang Sejak enam bulan yang lalu pasien mengeluh nyeri pada lipatan paha kanan, Sebelumnya pasien pernah di bawa berobat ke dokter terdekat , tetapi tidak ada perubahan, kemudian keluarga pasien membawa ke RSUD Dr. Raden Soedjati pada tanggal 27 Maret 2006 jam 16.00 lalu di bawa ke ruang IGD untuk mendapatkan perawatan, kemudian di bawa ke ruang Boegenvile untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, kemudian pada tanggal 28 Maret 2006, pasien diakukan operasi. : : : : : : Ny. S 40 tahun Perempuan SD Tani istri

2. Riwayat keperawatan Dahulu Pasien mengatakan belum pernah pernah di rawat di rumah sakit. Selama sakit hernia pasien berobat ke dokter secara rutin atas penyakitnya. 3. Riwayat Keperawatan Keluarga Pasien mengatakan keluarganya tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti DM, asma ataupun menular seperti TBC, Hepatitis. D. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON 1. Pola manajemen kesehatan Pasien beranggapan bahwa kesehatan itu sangat penting, sehingga jika pasien merasa sakit, pasien minum obat untuk kesembuhannya dan pasien selalu menjaga kebersihannya dengan memotong kuku ketika kukunya sudah panjang , selama sakit pasien dibantu oleh keluarganya dalam memenuhi kebersihan diri. 2. Pola nutrisi dan metabolik Sebelum sakit : Pasien makan 3 x sehari dengan komposisi nasi, lauk pauk dan sayura, habis1 porsi, serta minum air putih 7 8 gelas setiap hari. Selama sakit : Pasien makan 2 x sehari (pagi dan sore), nafsu makan pasien menurun hanya habis porsi dengan komposisi bubur dan lauk, Pasien minum air putih 6 gelas atau 1000 cc setiap hari. 3. Pola eliminasi Sebelum sakit : Pasien BAB 1 x sehari teratur setiap pagi dengan konsistensi lembek dan warna kuning, bau khas BAK 5 6 x sehari dengan warna jernih kekuningan Selama sakit : Pasien BAB 1 x sehari dengan komsistensi lembek, warna kuning BAK 5 - 6 x sehari dengan warna jernih kekuningan 800 cc bau amoniak

4. Pola aktivitas dan latihan Sebelum sakit Selama sakit : Pasien mengatakan dapat melakukan aktivitasnya sebagai seorang petani : Pasien tidak dapat melakukan aktivitasnya sebagai seorang petani, dan kegiatan sehari harinya di bantu 5. Pola istirahat dan tidur Sebelum sakit Selama sakit : Pasien tidur 7 8 jam sehari dengan nyenyak , kadang pasien tidur siang 30 menit. : Pasien sulit tidur , pasien tidur 6 - 7 jam sehari dan tidak tidur siang 6. Pola persepsi dan kognitif Pasien dalam menghadapi penyakit yang diderita kelihatan pasrah dan selalu berdoa, dengan perawatan di rumah sakit pasien berharap bisa segera sembuh dan pasien tahu penyakit yang di deritanya. 7. Pola konsep dan persepsi diri Gambaran diri Ideal diri Peran diri Identitas diri Harga diri : : : : : Pasien menerima keadaan dirinya yang sedang sakit Pasien mengingginkan segera sembuh Pasien seorang petani dan kepala rumah, selama sakit pasien tidak bisa melakukan aktivitas Pasien dapat menyebutkan dirinya Pasien merasa senang mendapatkan perawatan yang baik dari perawat dan pasien tidak mengeluh dengan penyakit yang diderita. 8. Pola peran dan hubungan Hubungan pasien dengan keluarga masih tetap harmonis. Begitu juga dengan perawat dantimkesehatan yang lainnya yang membantu kesembuhannya. 9. Pola Seksual dan Reproduksi Pasien berjenis kelamin Laki -laki, berusia 48 tahun, sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak 10. Pola Pertahanan diri terhadap stress Sebelum sakit Selama sakit : Pasien dapat mengatasi segala masaahnya dengan sabar dan pasien dapat berfikir dengan baik. : Pasien lebih banyak diam dan berbaring di tempat tidur dengan ditemani keluarganya.

11. Pola keyakinan dan kepercayaan Pasien seorang yang beragama Islam Sebelum sakit Selama sakit : Pasien dapat menjalankan ibadah shalat 5 x sehari : Pasien hanya dapat berdoa di tempat tidur dan memohon kepada Tuhan agar cepat diberikan kesembuhan.

E. PENGKAJIAN FISIK 1. Keadaan umum GCS 3. TTV : : : Lemah M = 6, V = 5, E = 4 TD = 110/90 mmhg N = 82 x/ menit S = 36,5 o C RR = 20 x/ menit 4. Kepala : Bentuk mesochepal, rambut berwarna hitam , tidak ada lesi di kulit kepala , tidak ada ketombe, rambut lurus dan keadaan bersih 5. Mata 6. Hidung 7. Mulut 8. Telinga 9. Leher 10. Thorax 1. Paru paru I : Simetris, tidak tampak tarikan intra cutan P : Vocal fremitus kanan lebih bergetar dari pada kiri P : Sonor A : Vesikuler 2. Jantung I : Ictus kordis tidak tampak P : Ictus cordis teraba pada ICS ke V kiri P : Redup A : Reguler (S1 + S2 ) lub dup 11. Abdomen I : Datar, ada luka jahitan : : : : : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikhterik pupil ishokor Tidak ada pembesaran polip, tidak ada penumpukan sekret, fungsi pembau baik Tidak ada stomatitis, mukosa bibir lembab,tidak ada karies gigi, tidak ada karang gigi Tidak ada penumpukan serumen, fungsi pendengaran baik Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri telan, tidak ada pembesaran JVP 2. Tingkat kesadaran: Komposmetis

A : Peristaltik usus 9 x/ menit P : ada nyeri tekan P : Tympani 12. Ekstremitas (dex, Sin ) Atas : Akral dingin, tidak ada edema, koordinasi gerak baik, terpasang infus sebelah kiri RL 20 tts / menit Bawah : Akral dingin, tidak ada edema, koordinsi gerak baik 13. Kulit Warna sawo matang, turgor kulit baik , akral dingin 14. Genetalia Tidak terpasang DC , tidak ada gangguan BAK, keadaan bersih 15. Anus Tidak ada hemorroid, tidak ada gangguan BAB dan keadaan bersih

F. DATA PENUNJANG

Pemeriksaan Laborat HB Lekosit BBS I/II Segmen Limfosit Monosit Eritrosit Trombosit CT BT Gol darah Gula darah sewaktu Ureum Creatinim G. THERAPY Infus RL 25 tts /menit Ciprofoxacime

: : : : : : : : : : : : : :

14,6 gr/d 7400 /mm 5/15 mm 59 32 9 4 670 000 /mm 256 000 /mm 3 58 menit 1 46 menit B Rh + 92,9 mm 31,4 mg/ dl 0,91 mg/dl

(L =14 18, P= 12 16 ) (4000- 10000) ( 35 70 ) ( 25 40 ) (2-6) (4,5 5,5 juta ) ( 200 000 500 000) (2 6) (1 6 )

(10/50) (0,57 1,30)

2 x 500 mg

Asam Mefenamat 3 x 500 mg

H. PENGKAJIAN NYERI

Nama pasien No. Reg Dx Keperawatan Bangsal Perawat Hari / Tanggal

: : : : : :

Ny. S 218400 Gangguan rasa nyaman nyeri B/d terputusnya kuntinitas jaringan Boegenvile Hari prasetyo Umar Senin, 29 Maret 2006

1. Provoking 2. Quaity 3. Region 4. Skala 5. Time

: : : : :

Pola makan tidak teratur Nyeri seperti di remas remas Nyeri pada daerah perut kanan bawah Skala nyeri sedang 5 Terjadi pada malam hari