Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH DENTAL WAX

Disusun oleh : (Berdasarkan NPM) Ade Anggraeni (11-072) Nelly Nasary H (11-074) Nelva Sasmita (11-076) Vetty Dira Hayu (11-78) Fitri Sakinah Firman (11-080) Siska Janer (11-082) Hirzi Atsari Ramafebri (11-084) Beny Arbi Adam (11-086) Murti Ningsih (11-088) Sherifa Amelia (11-090) Yosbi Rekso (11-092)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas laporan ini dengan sebaik-baiknya yang berjudul Dental Wax. Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak M.Kes yang yang turut telah serta dalam membantu pemahamanmenyelesaikan Makalah ini, diantaranya Guru pembimbing, yaitu Drg. Darmawangsa, ini. Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tanpa bantuan dari semua pihak Makalah ini tidak akan selesai. Penulis pun sadar bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dalam penyusunan kata-kata maupun penguasaan materi atau permasalahan yang diperlukan dalam Makalah ini. Oleh karena itu penulis dengan senang hati menerima dan mengharapkan saran-saran dan kritikan demi kesempurnaan Makalah yang selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. memberikan pemahaman yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan laporan

Padang, Mei 2012 Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Malam dalam kedokteran gigi digunakan untuk pencatatan cetakan rahang tidak bergigi, malam mempunyai sifat fisis yang berbeda sesuai dengan tujuan dan kegunaannya. Malam merupakan bahan termoplastik yang terdiri dari bahan organik dan alami yang berasal dari mineral, hewan (serangga), dan tumbuhan. Contoh wax yang berasal dari mineral ialah paraffin wax dan microcristalin wax, sedangkan malam yang berasal dari serangga ialah beeswax, dan malam yang berasal dari tumbuhan ialah carnauba wax dan candelila wax. Pembuatan wax dapat dilakukan dengan cara pengambilan lemak hewan atau nabati dan basa kuat. Malam atau wax atau lilin dipergunakan sejak pertama kali di dunia Kedokteran Gigi sekitar abad 18, untuk tujuan pencatatan cetakan rahang yang tidak bergigi.Pada hakikatnya malam atau wax / liliin merupakan salah satu bahan yang memegang peranan penting di dalam ilmu bidang Kedokteran Gigi. Meskipun telah ditemukan bahan baru yang lainnya, malam masih digunakan dalam jumlah yang besar untuk keperluan klinik dan pekerjaan laboratorium. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut malam gigi biasanya dicampur dari bahan alami dan sintetis. Karena penggunaan malam dalam kedokteran gigi ini maka perlu untuk

mengetahui segala aspek dalam malam atu wax terutama sifat sifatnya sehingga akan memudahkan dalam memanipulasi, dan menghasilkan suatu hasil manipulasi yang maksimal. Dan untuk lebih memahaminya maka perlu dilakukan suatu percobaan yang akan memperlihatkan cara manipulasi malam yang benar serta pengaruh sifat sifatnya terhadap hasil manipulasi. Pada perkembangan selanjutnya, malam dental sebagian besar digunakan dalam proses laboratorium, meskipun masih ada sebagian dari malam dental yang digunakan langsung pada rongga mulut penderita misalnya malam onlay untuk mencetak atau mengecek hasil dari preparasi sebuah gigi.

1.2 Rumusan Masalah 1. Sebutkan jenis dan komposisi dental wax? 2.Bagaimana cara manipulasi dental wax? 3.Apa produk dan manfaat dental wax? 4.Apa saja syarat dan sifat dental wax? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui berbagai macam dental wax (jenis dan komposisi) yang digunakan di kedokteran gigi 2. Memahami sifat-sifat dan syarat dental wax di kedokteran gigi 3. Mengetahui dan memahami cara-cara memanipulasi dental wax 4. Memahami produk dan kegunaan dental wax

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Wax adalah bahan lentur yang dikumpulkan oleh serangga / didapatkan dari tumbuh-tumbuhan. Wax dental adalah campuran dua atau lebih bahan sintetis dan alami seperti lilin, damar, zat pewarna dan bahan tambahan lainnya. Digunakan dalam bidang kedokteran gigi untuk membuat cetakan, membuat konstruksi gigi palsu non logam, membuat catatan tentang hubungan rahang, sebagai bahan penolong kerja laboratorium. (Dorland, 2002) Pembuatan berbagai alat gigi sering membutuhkan bahan malam yang mempunyai sifat-sifat fisis berlainan untuk tujuan-tujuan tertentu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut malam gigi biasanya dicampur dari bahan alami dan sintesis. (E.C. Combe, 1992) Berdasarkan sumbernya wax terdiri dari dua macam, yaitu wax alami dan wax sintetik. 1. Wax Alami a. Animal Waxes

Contohnya yaitu pada bee wax yang merupakan hasil sekresi abdominal dari lebah jenis Apis mellifera. Warna wax tergantung pada jenis bunga. Komponennya berupa palmitat, palmitoleate, hidroksipalmitat, dan oleate ester dengan rantai panjang alkohol. Digunakan sebagai bahan modeling dan memiliki titik leleh 6265C. b. Vegetal Waxes

Contohnya pada jenis carnauba wax dan candelila wax. Pada carnauba wax juga dikenal sebagai queen of waxes. Merupakan hasil sekret dari daun pohon palem (Copernicia prunifera cerifera), tiap 100 gr untuk satu pohon dalam satu tahun. Komposisinya terdiri dari fatty ester (80-85%), free alcohol (1015%), asam (3-6%), dan hidrokarbon (1-3%). Untuk candelila wax merupakan hasil ekstraksi dari tumbuhan Euphorbia cerifera dan Euphorbia antisyphilitica (Euphorbiaceae). Cara ekstraksinya dengan merebus tanaman tersebut untuk memisahkan wax dan material tanaman. Komposisinya

berupa hidrokarbon (sekitar 50% dari C29-C33), ester (28-29%), alkohol, asam lemak bebas (7-9%), dan resin (12-14% triterpenoid ester). Titik leleh candelila wax berada dalam rentang 66-71C. c. Mineral Waxes

Contohnya pada parafin yang merupakan hasil dari petroleum yang mengalami pemanasan tinggi (penyulingan minyak tanah). Komposisinya berupa campuran kompleks hidrokarbon sari metan, dengan sejumlah kecil fase amorf atau mikrokristalin). 2. Wax Sintetik Seperti wax alami yang serba guna, wax sintetik bisa tahan pada perubahan pada kualitas dan ketersediaan. Terbuat dari etil glikol diester atau triester dengan rantai panjang asam lemah (C18-C36). Titik lelehnya dalam rentang 60-75C. (Sumber : http://www.cyberlipid.org/wax/wax0001.htm dan Anusavice, Keneth J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta: EGC)MACAM WAX ALAMI

Konstitusi dasar malam yang dipergunakan untuk keperluan kedokteran gigi berasal dari tiga sumber utam 1. Mineral 2. Serangga 3. Tumbuhan.

Tipe

Contoh

Sumber

Struktur

Sifat-sifat

(a) Min eral

Parrafin wax

Diperoleh penyulingan

saat Rantai Polykristal-

lurus Rapuh kamar

dalam

suhu

minyak mentah

hydrocarbon

Microcrystalline wax atau ceresin

Seperti di atas

Rantai polykristalhydrocarbon yang bercabang

Tidak serapuh paraffin wax.

Bees wax (b)Serangga

Sarang lebah Mengandung kebih banyak amorrph sedikit bahan kristaline; lebih

Bila dicampur dengan paraffin wax (i) Menjadi tidak kamar (ii) Pada lebih (missal, mulut) mengurangi flow malam. Malam yang keras dan kuat. Dicampur dengan paraffin wax untuk dan suhu dari suhu tinggi suhu begitu rapuh pada suhu

Carnauba wax c)Tumbuhan

Pohon

Palm

Amerika Selatan

Candelila wax

Tanaman

memperkerasnya meningkatkan transisi padat-padat. Serupa carnauba Dipergunakan wax

Resin dan gum

Pohon

dengan

untuk

menambah daya rekat

(E.C. Combe, 1992) MACAM WAX SINTETIK DAN KOMPOSISI

Macam wax sintetik : 1. Lilin Pola (Pattern Wax) Base plate wax Lilin/malam pelat landasan Komposisi: lilin lebah untuk memberi elastisitas, parafin, carnauba untuk memberi kekerasan dan mengatur titik cair, zat warna estetis. Syarat: - mudah dibentuk dalam keadaan lunak tanpa sobek dan patah - mudah diukir - larut dalam air panas tanpa residu - tidak mencemari model Diperdagangkan dalam bentuk sheet/lembaran (14,5 x 7,5 x 2)mm - Casting wax Merupakan malam tuang/cor untuk membuat pola lilin gigi tiruan rangka logam. Aplikasi pada model refractory. Malam jenis ini tersedia dalam bentuk lembaran dengan ketebalan tertentu. Bahan malam tuang dan komponen polimer harus dibakar habis dari bumbung tuang tanpa meninggalkan residu.

- Inlay wax Merupakan lilin tuang/cor . Digunakan untuk membuat pola lilin inlay, mahkota & jembatan yang akan dicor dengan logam, yang dapat dipergunakan langsung di dalam mulut atau dengan model. Komposisi : campuran parafin, carnauba, lilin, lebah, candelila dan getah dammar, serta zat warna

2. Lilin Proses (Processing Wax) - Boxing wax Digunakan untuk memagar/membatasi cetakan sebelum diisi/dicor dengan gips. Dapat dibentuk tanpa pemanasan. Disediakan dalam bentuk lembaran/batangan - Utility wax Dapat digunakan untuk berbagai keperluan (mendukung bahan cetak, batas perifer). Diperdagangkan dalam bentuk lembaran atau batangan (merah tua & oranye). Komposisinya terdiri dari lilin lebah, petroleum dan waxs softeners - Sticky wax Sebagai bahan perekat. Dapat melekat baik pada gips, akrilik& logam. Tersedia dalam warna kunng, komposisinya mengandung resin, lilin lebah dan getah damar. Bahan ini hendaknya mudah dilepas dengan air mendidih dan memiliki kontraksi minimal sewaktu pendinginan untuk mencegah bergeraknya bagian-bagian yang hendak disambung Komposisi : Resin, beeswax, getah damar

3. Lilin Cetak (Impression Wax) - Corrective - Bite wax (E.C. Combe, 1992)

SUHU TRANSISI PADAT - PADAT Sewaktu suhu malam meningkat terjadi transisi padat-padat di mana bentuk kisi kristal yang stabil (dalam kebanyakan malam berbentuk orthorhombic) mulai berubah menjadi bentuk hexagonal yang terjadi di bawah titik cair malam tersebut. Selama perubahan dari bentuk satu kisi ke kisi lain ini malam dapat dibentuk tanpa menyerpih, sobek atau terlalu stress. Adanya titik transisi padat-padat dan suhu di mana ini bisa berlangsung tidak hanya memungkinkan malam dimanipulasi dengan baik, tetapi juga menentukan banyak sifat-sifat fisisnya dan kebaikannya untuk penggunaan di klinik dan laboratorium.

10

Malam yang tetap kaku pada suhu mulut mempunyai suhu transisi padat-padat di atas 37C. ALIRAN Malam berubah bentuk ketika menerima suatu beban dalam waktu yang lama. Perubahan plastis ini atau presentase aliran tergantung pada suhu, dan ini ternyata hanya sedikit bila suhu malam ada di bawah suhu transisi padat-padat (yaitu apabila bahan berada dalam bentuk kisi kristal yang stabil). Sifat aliran malam dan campuran malam meningkat apabila suhu naik sampai di atas suhu transisi. Malam inlay yang digunakan dalam teknik langsung penting agar: memiliki aliran yang besar pada suhu sekitar 5%C di atas suhu mulut, sehingga dapat dihasilkan detil cetakan yang baik. aliran pada suhu 37C demikian kecil hingga dapat diabaikan, sehingga tidak terjadi distorsi sewaktu pengeluaran pola malam dari kavitet. (E.C. Combe, 1992)

11

BAB III PEMBAHASAN


Syarat dan sifat WAX Jenis

Komposisi Manipulasi Alat dan bahan

Produk dan Manfaat

12

1.

JENIS DAN KOMPOSISI MALAM : A. Lilin Pola (Pattern Wax) - Base plate wax Lilin/malam pelat landasan Komposisi: lilin lebah untuk memberi elastisitas, parafin,

carnauba untuk memberi kekerasan dan mengatur titik cair, zat warna estetis. Syarat:

- mudah dibentuk dalam keadaan lunak tanpa sobek dan patah - mudah diukir - larut dalam air panas tanpa residu - tidak mencemari model Diperdagangkan dalam bentuk sheet/lembaran (14,5 x 7,5 x

2)mm - Casting wax Merupakan malam tuang/cor untuk membuat pola lilin gigi tiruan rangka logam. Aplikasi pada model refractory. Malam jenis ini tersedia dalam bentuk lembaran dengan ketebalan tertentu. Bahan malam tuang dan komponen polimer harus dibakar habis dari bumbung tuang tanpa meninggalkan residu. - Inlay wax Merupakan lilin tuang/cor . Digunakan untuk membuat pola lilin inlay, mahkota & jembatan yang akan dicor dengan logam, yang dapat dipergunakan langsung di dalam mulut atau dengan model. Komposisi : campuran parafin, carnauba, lilin, lebah, candelila dan getah dammar, serta zat warna B. Lilin Proses (Processing Wax)

13

- Boxing wax Digunakan untuk memagar/membatasi cetakan sebelum diisi/dicor dengan gips. Dapat dibentuk tanpa pemanasan. Disediakan dalam bentuk lembaran/batangan - Utility wax Dapat digunakan untuk berbagai keperluan (mendukung bahan cetak, batas perifer). Diperdagangkan dalam bentuk lembaran atau batangan (merah tua & oranye). Komposisinya terdiri dari lilin lebah, petroleum dan waxs softeners - Sticky wax Sebagai bahan perekat. Dapat melekat baik pada gips, akrilik& logam. Tersedia dalam warna kunng, komposisinya mengandung resin, lilin lebah dan getah damar. Bahan ini hendaknya mudah dilepas dengan air mendidih dan memiliki kontraksi minimal sewaktu pendinginan untuk mencegah bergeraknya bagian-bagian yang hendak disambung Komposisi : Resin, beeswax, getah damar

C. Lilin Cetak (Impression Wax) - Corrective - Bite wax 2. CARA MANIPULASI MALAM : 1. 2. Merapikan basis model dengan pisau gips, memberi identitas pada basis Gambar outline dengan pensil tinta pada model, perhatikan daerah

model dengan pensil tinta. frenulum, bebaskan daerah tersebut, jika masih belum terampil menggambar outline dengan baik bisa menggunakan pensil biasa terlebih dahulu, dan juga jika sudah disetujui oleh instrukur bisa menebalkan outline dengan menggunakan pensil tinta. 3. Satu lembar baseplate wax dibagi menjadi dua bagian sama besar. Satu bagian baseplate wax digunakan untuk RA dapat langsung dimanipulasi, untuk RB sebelum dimanipulasi bagian baseplate wax dipotong berbentuk segitiga atau seperti huruf V.

14

4.

Siapkan

lampu

spirtus

dengan

api

yang

sedang,

kemudian

baseplate/m/malam mulai dimanipulasikan dengan cara memanaskan malam diatas lampu spirtus secara merata. Setelah malam mencapai suhu transisi padatpadat letakkan lempeng malam diatas model kemudian tekan-tekan dengan menggunakan ibu jari. Perhatikan saat menekan malam dengan ibu jari jangan sampai merobek lembaran malam, jika malam menjadi keras panaskan kembali diatas lampu spirtus. 5. Setelah semua permukaan malam menempel pada model, potong malam sesuai dengan garis outline dengan menggunakan pisau model dan pisau malam sesuai dengan kebutuhan. Merapikan seluruh tepi malam. 6. Hasil maksimal adalah seluruh malam dapat diaplikasikan pada model dengan ketebalan yang sama dan tepi yang rapi sesuai garis outline, halus dan permukaannya rata.

7. outline

Seluruh permukaan malam menempel rapat pada model sesuai dengan

3.

PRODUK DAN MANFAAT :

Lempeng gigit : cetakan awal dari gigi tiruan yang dicetak pada replika rahang (masih dalam bentuk wax) Galangan gigit : Sebagai tempat penyusunan gigi tiruan. 4. SIFAT-SIFAT FISIS MALAM Sifat fisis malam yang paling sering ditanyakan adalah titik cairnya. Walaupun ini mungkin penting dalam industri, tetapi tidak demikian halnya di kedokteran gigi di mana biasanya dipergunakan campuran berbagai malam. Sifat fisis malam yang penting dalam pemakaiannya di kedokteran gigi selain mengenail mudahnya dimanipulasi adalah; Suhu transisi padat-padat Ekspansi termis dan kontraksi termis Flow/aliran Internal stress/tegangan dalam

15

SUHU TRANSISI PADAT - PADAT Sewaktu suhu malam meningkat terjadi transisi padat-padat di mana bentuk kisi kristal yang stabil (dalam kebanyakan malam berbentuk orthorhombic) mulai berubah menjadi bentuk hexagonal yang terjadi di bawah titik cair malam tersebut. Selama perubahan dari bentuk satu kisi ke kisi lain ini malam dapat dibentuk tanpa menyerpih, sobek atau terlalu stress. Adanya titik transisi padat-padat dan suhu di mana ini bisa berlangsung tidak hanya memungkinkan malam dimanipulasi dengan baik, tetapi juga menentukan banyak sifat-sifat fisisnya dan kebaikannya untuk penggunaan di klinik dan laboratorium. Malam yang tetap kaku pada suhu mulut mempunyai suhu transisi padat-padat di atas 37C. EKSPANSI TERMIS DAN KONTRAKSI TERMIS Terjadi perubahan pada satuan luas dan panjang, yaitu berupa ekspansi (pemuaian) dan kontraksi (mengerut). Sifat ini merupakan sifat kekurangan malam karena koefisien ekspansi termis suatu malam lebih tinggi daripada koefisien ekspansi bahan kedokteran gigi lainnya dan suatu pola atau desain akan kontraksi sewaktu didinginkan dari suhu cairnya ke suhu kamar. ALIRAN Malam berubah bentuk ketika menerima suatu beban dalam waktu yang lama. Perubahan plastis ini atau presentase aliran tergantung pada suhu, dan ini ternyata hanya sedikit bila suhu malam ada di bawah suhu transisi padat-padat (yaitu apabila bahan berada dalam bentuk kisi kristal yang stabil). Sifat aliran malam dan campuran malam meningkat apabila suhu naik sampai di atas suhu transisi. Malam inlay yang digunakan dalam teknik langsung penting agar: memiliki aliran yang besar pada suhu sekitar 5%C di atas suhu mulut, sehingga dapat dihasilkan detil cetakan yang baik. aliran pada suhu 37C demikian kecil hingga dapat diabaikan, sehingga tidak terjadi distorsi sewaktu pengeluaran pola malam dari kavitet. INTERNAL STRES/TEGANGAN DALAM

16

Bila sebuah malam dibentuk atau ditekan untuk membentuknya tanpa pemanasan yang cukup sampai di atas suhu transisi padat-padat, akan terbentuk tegangan dalam (internal stress) pada bahan. Kemudian ketika dingin (malam kembali padat) dan bila dipanaskan kembali, tegangan dalam yang ada akan lepas tetapi malam akan mengalami distorsi.

SIFAT YANG DIINGINKAN DARI MALAM INLAY COR Dalam penggunaannya dalam kedokteran gigi, sifat malam inlay cor yang diinginkan adalah sebagai berikut: Jika lunak, malam harus merata. Dengan kata lain, bahan-bahan dasarnya harus tercampur dengan baik satu sama lain, sehingga tidak ada butiran atau titik-titik yang keras ketika malam dilunakkan. Warnanya harus sedemikian rupa sehingga kontras dengan bahan die, karena itu, kontras yang dipreparasi. Tepi malam harus diukir dengan ide, karena itu, kontras yang nyata dalam hal warna akan memungkinkan dilakukannya perapian yang baik dari berbagai tepi. Tidak boleh terkelupas atau terjadi kekasaran permukaan yang serupa ketika malam dibengkokkan dan dibentuk sesudah dilunakkan. Pengelupasan cenderung terjadi pada malam parafin, dan merupakan salah satu alasan mengapa ditambahkan modifier. Sesudah model malam memadat, perlu dilakukan pengukiran anatomi gigi asli pada malam dan seperti sudah disebutkan di atas, mengukir malam pada bagian tepinya sehingga model malam duduk tepat pada permukaan die. Prosedur yang terakhir ini kadang mengharuskan malam diukir sedemikian rupa sehingga membentuk lapisan yang sangat tipis. Jika malam tertarik karena instrumen pengukir atau gumpil sewaktu diukir, maka ketepatan tidak dapat diperoleh. Seperti disebutkan di atas, sesudah mold dibuat, malam dibersihkan dari mold. Penghilangan malam tersebut biasanya dilakukan dengan memanaskan mold sehingga malam hilang. Jika sesudah pembakaran tersebut, malam meninggalkan residu yang menghasilkan lapisan tak tembus air pada dinding mold, inlay hasil pengecoran dapat trpengaruh secara negatif, seperti akan dibicarakan pada bagian berikut. Karena itu, malam harus dibakar habis,

17

membentuk karbon yang nantinya dihilangkan melalui oksidasi menjadi gas yang menguap. Spesifikasi ADA No. 4 mengharuskan agar malam yang mencair jika menguap pada 500C (932F) tidak meninggalkan residu padat lebih dari 0,10% dari berat aslinya. Idealnya, model malam harus kaku dan mempunyai kestabilan dimensi yang baik sepanjang waktu sampai nantinya dihilangkan model malam terpajan aliran kecuali bila ditangani dengan hati-hati. Juga terpajan relaksasi, suatu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam manipulasi.

SYARAT MALAM KEDOKTERAN GIGI Malam yang dipergunakan di dunia Kedokteran Gigi harus memenuhi syarat sebagai berikut : Stabil pada suhu mulut Dapat mengisi rongga cetak Non iritan dan Non toxic Tidak meninggalkan residu Tidak berubah sifat fisis jika dipanaskan

18

BAB IV KESIMPULAN

1. Jenis wax : Pattern wax terdiri dari : - base plate wax - casting wax - inlay wax Processing wax terdiri dari : - boxing wax - utility wax - sticky wax Impression wax terdiri dari : - corrective wax - bite wax 2. Cara Manipulasi Malam : 1. Merapikan basis model dengan pisau gips, memberi identitas pada basis model dengan pensil tinta. 2. Gambar outline dengan pensil tinta pada model, perhatikan daerah frenulum, bebaskan daerah tersebut, jika masih belum terampil menggambar outline dengan baik bisa menggunakan pensil biasa terlebih dahulu, dan juga jika sudah disetujui oleh instrukur bisa menebalkan outline dengan menggunakan pensil tinta. 3. Satu lembar baseplate wax dibagi menjadi dua bagian sama besar. Satu bagian baseplate wax digunakan untuk RA dapat langsung dimanipulasi, untuk RB sebelum dimanipulasi bagian baseplate wax dipotong berbentuk segitiga atau seperti huruf V. 4. Siapkan lampu spirtus dengan api yang sedang, kemudian baseplate/m/malam mulai dimanipulasikan dengan cara memanaskan malam diatas lampu spirtus secara merata. Setelah malam mencapai suhu transisi padat-padat letakkan

19

lempeng malam diatas model kemudian tekan-tekan dengan menggunakan ibu jari. Perhatikan saat menekan malam dengan ibu jari jangan sampai merobek lembaran malam, jika malam menjadi keras panaskan kembali diatas lampu spirtus.
5. Setelah semua permukaan malam menempel pada model, potong malam sesuai

dengan garis outline dengan mnggunakan pisau model dan pisau malam sesuai dengan kebutuhan. Merapikan seluruh tepi malam. 6. Hasil maksimal adalah seluruh malam dapat diaplikasikan pada model dengan ketebalan yang sama dan tepi yang rapi sesuai garis outline, halus dan permukaannya rata. 7. Seluruh permukaan malam menempel rapat pada model sesuai dengan outline 3. Produk dan manfaat wax : - Lempeng gigit : cetakan awal dari gigi tiruan yang dicetak pada replika rahang (masih dalam bentuk wax) - Galangan gigit : Sebagai tempat penyusunan gigi tiruan. 4. Malam memiliki sifat fisis yang baik, sehingga dapat membantu pekerjaan di dunia Kedokteran.Gigi. Sifat fisis itu antara lain : Suhu transisi padat-padat Ekspansi termis dan kontraksi termis Flow atau aliran Internal stress/ tegangan dalam.

Malam yang dipergunakan di dunia Kedokteran Gigi harus memenuhi syarat sebagai berikut : Stabil pada suhu mulut Dapat mengisi rongga cetak Non iritan dan Non toxic Tidak meninggalkan residu Tidak berubah sifat fisis jika dipanaskan

20

DAFTAR PUSTAKA
Buku : Annusavice, Kenneth J. 2003. Phillips: Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta: EGC. Combe, EC. 1992. Sari Dental Material. Penerjemah : Slamat Tarigan. Jakarta : Balai Pustaka Craig, Robert G, and John M. Power. 2002. Restorative Dental Material: 11th edition. United State of America : Mosby. Harty, F.J., R. Ogston. 1995. Kamus Kedokteran Gigi. Jakarta : EGC Hatrick, Carol Dixon. 2003. Dental Material : Clinical Application for Dental Assistants and Dental Hygienist. Philadelphia : Saunders Tim Penyusun. 2009. Petunjuk Skill Lab Bahan dan Teknologi Kedokteran Gigi I. Jember : Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ Van Noorth, Richard. 2002. Dental Material second edition. London : Mosby Wilson, H.J. 1992. Dental Technology and Materials For Students. 8th Ed. Blackwell Year Book Medical Publisher. Inc. Oxford.

Internet : http://www.scribd.com/doc/57589049/Laporan-skenario-2 http://amaliapradana.blogspot.com/2010/09/dental-wax-malam.html

21