Anda di halaman 1dari 4

http://www.scribd.

com/doc/33316864/BERAT-MOLEKUL-POLIMER Disusun oleh: Vino Krissandra

PENENTUAN MASSA MOLEKUL RELATIF POLIMER Berat molekular polimer merupakan salah satu sifat yang khas bagi polimer yang penting untuk ditentukan. Berat molekular (BM) polimer merupakan harga rata rata dan jenisnya beragam yang akan dijelaskan kemudian. Dengan mengetahui BM kita dapat memetik beberapa manfaat. PENENTUAN MASSA MOLEKUL RELATIF POLIMER Berat molekular polimer merupakan salah satu sifat yang khas bagi polimer yang penting untuk ditentukan. Berat molekular (BM) polimer merupakan harga rata-rata dan jenisnya beragam yang akan dijelaskan kemudian. Dengan mengetahui BM kita dapat memetik beberapa manfaat. Manfaat berat molekular rata-rata polimer Menentukan aplikasi polimer tersebut Sebagai indikator dalam sintesa dan proses pembuatan produk polimer Studi kinetika reaksi polimerisasi Studi ketahanan produk polimer dan efek cuaca terhadap kualitas produk POLIMERISASI LARUTAN Pada cara ini monomer dilarutkan dalam pelarut yang cocok sebelum terjadi polimerisasi. Dalam system polimerisasi itu, pelarut dapat membantu melepaskan bahang reaksi. Kelemahan cara ini ialah kemungkinan terjadinya pengalihan rantai kepada pelarut dengan akibat pembentukan polimer bermassa molekul lebih rendah, dan pelarut kemudian harus dipisahkan dari polimer hasil. Masalah yang disebut terakhir dapat diatasi dengan menggunakan pelarut yang dapat melarutkan monomer tapi tidak melarutkan polimer sehingga polimer dapat diperoleh secara langsung sebagai suatu bubur.

tekimswebsite.yolasite.com/.../BAB%20I%20teorinya%20serat%20kapas.pdf

Pra Rancangan Pabrik Selulosa Asetat dari pulp kapas Menurut Faith-Keyes (Industrial Chemical) dan George T. Austin ( ShreveChemical Proses Industries) proses pembuatan selulosa asetat hanya terdapat satu macam proses yaitu reaksi esterifikasi antara selulosa dengan asetat anhidrida. Selulosa asetat adalah senyawa ester organic turunan selulosa. Dibuat dengan mereaksikan antara selulosa dengan asam asetat anhidrida, dengan katalis asam sulfat. Penambahan katalis asam sulfat dengan menggunakan asam asetat anhidrida mula-mula akan membentuk acetyl sulfuric acid sebuah produk antara, selanjutnya acetyl sulfuric acid akan bereaksi dengan selulosa membentuk selulosa asetat. Reaksi yang terjadi sebagai berikut : [C6H7O2.(OH)3]x + 3x(CH3CO)2O [C6H7O.(O2OCH3)3]x + 3xCH3COOH Kombinasi asam sulfat dalam hasil reaksi selulosa asetat yang dipisahkan dengan hidrolisis asam melalui panambahan magnesium asetat kemudian dipisahkan melalui proses penyaringan. Dalam proses hidrolisis ini juga terjadi perurairan asam asetat anhidrida. Kondisi operasi pada proses hidrolisis berlangsung pada suhu antara 40 80 0C dan tekanan 1 atm. Kegunaan Produk Selulosa Asetat Ada bermacam-macam kegunaan selulosa asetat yaitu sebagai bahan industry, diantaranya: a) Bidang industri sandang yaitu sebagai serta tekstil tiruan b) Dibidang industri bahan pelapis yaitu sebagai coating c) Dibidang industri plastic d) Dibidang industri film fotografi Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku dan Produk Bahan Baku a) Pulp Sifat Fisika Wujud : Padatan Bentuk : Lembaran Warna : putih Rumus Molekul : [C6H7O2(OH)3]x Spesifik grafity : 1,52 gr/cm3 Panas pembakaran : 17,46 joule/gr Panas kristalisasi : 18,7-21,8 Kj/mol Panas Spesifik : 1,0-1.21 Joule/gr0K Sifat Kimia Mengalami reaksi esterifikasi dengan pemakaian alkali (NaOH) Cell-OH + NaOH + Cl-R cell-O-R+NaCl + H2O Esterifikasi tanpa penggunaan alkali

SPEKTROFOTOMETER Posted by: rgmaisyah on: November 25, 2008 Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spectrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang di transmisikan atau yang di absorpsi. Filter Sinar (nm) <400 400-450 450-500 500-570 570-590 590-620 620-750 >750 warna UV Violet Biru Hijau Kuning Jingga Merah Infra Merah Penyerapan sinar uv dan sinar tampak o/ molekul, melalui 3 proses yaitu : 1. Penyerapan o/ transisi electron ikatan dan electron anti ikatan. 2. Penyerapan o/ transisi electron d dan f dari molekul kompleks 3. Penyerapan o/ perpindahan muatan. Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb : E = hv Dimana , E = energy (joule/second) h = tetapan plank v = frekuensi foton Penyerapan sinar uv-vis dibatasi pd sejumlah gugus fungsional/gugus kromofor (gugus dengan ikatan tidak jenuh) yang mengandung electron valensi dengan tingkat eksitasi yang rendah. Dengan melibatkan 3 jenis electron yaitu : sigma, phi dan non bonding electron. Kromoforkromofor organic seperti karbonil, alken, azo, nitrat dan karboksil mampu menyerap sinar ultraviolet dan sinar tampak. Panjang gelombang maksimalnya dapat berubah sesuai dengan pelarut yang digunakan. Auksokrom adalah gugus fungsional yang mempunyai elekron bebas, seperti hidroksil, metoksi dan amina. Terikatnya gugus auksokrom pada gugus kromofor akan mengakibatkan pergeseran pita absorpsi menuju ke panjang gelombang yang lebih besar (bathokromik) yang disertai dengan peningkatan intensitas (hyperkromik). Komponen dari suatu spektrofotometer berkas tunggal : 1. Suatu sumber energy cahaya yang berkesinambungan yang meliputi daerah spectrum dimana instrument itu dirancang untuk beroperasi.