Anda di halaman 1dari 28

PEMBUMIAN PADA TEGANGAN RENDAH

Oleh Pribadi Kadarisman & Wahyudi Sarimun.N

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan & Pelatihan


wyd sn - pri.k 1

PEMBUMIAN PADA TEGANGAN RENDAH

Pembumian sistem
Pembumian peralatan
R S T.M R1 Fuse Sistem PP R2 Fuse R2 T N Sistem PNP

Pembumian sistem

Pembumian peralatan

wyd sn - pri.k

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


PENTANAHAN SISTEM DISAMBUNG PADA NETRALNYA TRAFO TEGANGAN RENDAH YANG MEMPERGUNAKAN TAHANAN PEMBUMIAN ( R ) SEBESAR 0,1 Ohm
220 V T.M R 380 V 380 V 380 V R S T N

220 V 220 V

SYARAT: TEMBAGA (CU) LUAS PENAMPANG MINIMUM 50 mm2 UNTUK MEMPEROLEH NILAI TAHANAN PENTANAHAN HARUS DIUKUR, PENGUKURAN MEMPERGUNAKAN ALAT TAHANAN UKUR PEMBUMIAN. PELAKSANAAN PENGUKURAN PADA SAAT MUSIM KEMARAU ATAU KONDISI TANAH KERING (NILAI TAHANAN < 0,1 OHM) PENTANAHAN INI TIDAK BOLEH DIGABUNG DENGAN PENTANAHAN PERALATAN
wyd sn - pri.k 3

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


KEGUNAAN PENTANAHAN SISTEM TR: UNTUK MENGURANGI TEGANGAN SENTUH JIKA TERJADI KEBOCORAN
PERALATAN DISISI KONSUMEN PENTANAHAN PADA RUMAH TANGGA MEMPERGUNAKAN: SISTEM PNP (PENTANAHAN NETRAL PENGAMAN) SPLN 3 : 1978 SISTEM PP (PENTANAHAN PENGAMAN)
R S T.M R1 Fuse Sistem PP R2 Fuse R2 T N Sistem PNP

SISTEM PP ADALAH SISTEM PENTANAHAN DIRUMAH TANGGA TERPISAH DENGAN PENGHANTAR NETRAL
SISTEM PNP ADALAH SISTEM PENTANAHAN DIRUMAH TANGGA DIGABUNG DENGAN PENGHANTAR NETRAL
wyd sn - pri.k 4

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


TEGANGAN SENTUH PADA SISTEM PP
R Rl

T.M
R1

IF

T Fuse R2 N

IF =
VS =

R1 + R2 + RL

VPh

Ampere Volt

IF x R2

IM =

RM

VS

Ampere

Dimana :

IF = Arus hubung singkat (Amp) Rl = Tahanan penghantar fasa (Ohm) R1 = Tahanan pembumian Trafo (Ohm) R2 = Tahanan pembumian peralatan Listrik (Ohm) VS = Tegangan sentuh (Volt) IM = Arus yang melewati manusia (Amp) RM = Tahanan manusia 2000-3000 Ohm wyd sn - pri.k

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


TEGANGAN SENTUH PADA SISTEM PNP
R RL RN R1 Fuse R2 RN . (R1 + R2) RN + R1 + R2 OHM AMPERE AMPERE IF R2 = VS = RN R1 + R2 + RN R2 . IF R2 VOLT IF AMPERE S T N

T.M

RP =

OHM

RS = Rp + RL IF = IM = VPH RS VS RM

DIMANA : RP = Tahanan Paralel RS = Tahanan seri IF = Arus gangguan IF R2 = Arus gangguan melalui R2 VS = Tegangan sentuh wyd sn - pri.k 6

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Jika terdapat beberapa konsumen pembumiannya mempergunakan sistem PNP
Perlu perhitungan yang mempergunakan loop pada rangkaian listrik Misal : I1 Re I3 RN2 RN1 Reb I2 Rea BUMI Loop 1 : Eph = I1RL Loop 2 : 0 = (I2-I1)RN1 + (I1-I2)RN1 + (I1-I3)RN2 - I3RN2 + (I2-I3)Reb + (I3-I2)Reb + I3(RN2+Reb+Re)
7

RL

= I1(RL+RN1+RN2) - I2(RN1) + I2Rea

= -I1RN1
= -I1RN2

+ I2(RN1+Rea+Reb) -I3Reb
- I2Reb
wyd sn - pri.k

Loop 3 : 0 = (I3-I1)RN2 + I3Re

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


RL I1 Re I3 Hukum Ohm RN2 RN1 Reb I2 Rea BUMI

E = I.R
I1 I2 I3

I = E / R
A11 A12 A22 A32 A13 A23 A33

I = R-1 .E
E1

Selanjutnya disusun matrik : (3x3)

-1
X

INVERS

A21 A31

E2 E3

Dimana : A11 = RL+RN1+RN2 A12 = - RN1 A21 = -RN1 A31 = -RN2 A32 = -Reb A13 = - RN2 dan A = R +Reb+Re A22 = RN1+Rea+Reb A23=-Reb
33 N2 wyd sn - pri.k

E1 = E E2 =0 E3 = 0
8

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Untuk menghitung permasalahan
Tegangan fasa di konsumen yang kan dihitung tegangan sentuhnya setiap fasa nya (Volt) Pentanahan sistem di gardu distribusi dan di peralatan (Ohm) Tahanan penghantar fasa dan netral (Ohm) Dari data tersebut diatas dapat dihitung: Arus bocor diperalatan (Amp) Tegangan sentuh di peralatan (Volt) Arus yang melewati tubuh manusia (Amp)

wyd sn - pri.k

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH

Batas arus yang melewati tubuh manusia


Batas arus 0 - 0,9 mA 0,9 - 1,2 mA 1,2 - 1,6 mA 1,6 - 6,0 mA 6,0 - 8,0 mA 13 - 15,0 mA 15 - 20,0 mA 20 - 50,0 mA 50 - 100,0 mA Pengaruh pada tubuh manusia Belum merasakan pengaruh Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak menimbulkan kejang Mulai terasa se akan2 ada yang merayap didalam tangan Tangan sampai kesiku merasa kesemutan Tangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah Rasa sakit tak tertahankan penghantar masih dapat dilepas Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia Batas arus yang dapat menyebabkan kematian

wyd sn - pri.k

10

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Besar dan Lama tegangan Sentuh Maksimum (IEC)
Tegangan sentuh (Volt) rms < 50 50 75 90 110 150 220 280 PENGHANTAR NETRAL PUTUS DAPAT TERJADI PADA : Waktu Pemutusan Maksimum (detik)

1,0 0,5 0,2 0,2 0,1 0,05 0,03

INSTALASI KONSUMEN SAMBUNGAN RUMAH JTR DEKAT TRAFO (TIANG PERTAMA DARI GARDU DISTRIBUSI)
wyd sn - pri.k 11

CATATAN :

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH

MACAM DARI LETAK PUTUSNYA KAWAT NETRAL TERSEBUT MASING-MASING AKAN MENIMBULKAN AKIBAT YANG BERLAINAN
CONTOH: 1. KAWAT NETRAL PUTUS PADA SAMBUNGAN RUMAH (SEBELUM APP)

A. KONSUMEN 1 FASA
A.1. SISTEM PP Akibat penghantar Netral putus, peralatan konsumen tidak akan menyala. Karena perbedaan tegangan antara fasa dan netral tidak ada. A.2. SISTEM PNP Akibat penghantar Netral putus, peralatan konsumen akan menyala. Karena terdapat perbedaan tegangan antara fasa dan netral dimana netral digantikan oleh penghantar pentanahan

Vdrop = IB X R2 (VOLT)
DIMANA : Vdrop = Tegangan kawat netral - tanah IB R2 = Arus beban = Resistansi pembumian
wyd sn - pri.k

(VOLT) (AMPERE) (OHM)


12

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Jika terjadi kebocoran pada peralatan dengan sistem PNP
Tegangan Sentuh menjadi:
R S T.M R1 Sistem PNP T

Fuse
If

.
R2

VS = If x R2 Volt
Dimana : VS = Tegangan sentuh (Volt) If = Arus bocor, besarnya tergantung besarnya arus gangguan (Ampere) R2 = Tahanan pembumian dirumah (Ohm)

wyd sn - pri.k

13

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Penghantar Netral dekat gardu distribusi putus dengan beban tidak simetris
R S T T.M

PUTUS R1
PP R2 PNP R2

Jika beban tidak simetris misal IR > IS > IT Maka: Pada sistem PP terjadi pergeseran titik netral yang menuju ke penghantar R karena pada penghantar ini mempunyai beban yang besar yang mengakibatkan tegangan pada fasa S dan fasa T naik atau lebih besar dari 220 Volt Pada sistem PNP pergeseran titik netral masih di kompensir oleh penghantar tanah, tetapi tegangan fasa - netral dapat naik (tergantung dari pentanahannya)

wyd sn - pri.k

14

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Tegangan pada sistem PP
S

. .
N

Besarnya tegangan: VRN < 220 Volt VSN > 220 Volt VTN > 220 Volt

Besarnya kecilnya tegangan tergantung dari besarnya arus setiap fasanya

Tegangan pada sistem PNP

V = I x R2
Dimana : VS = Tegangan kawat netral - tanah I = Arus beban R2 = Tahanan pembumian dirumah (Volt) (Ampere) (Ohm)

Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan teori tentang hubungan wye antara trafo di gardu distribusi dan konsumen yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.
Teori tersebut dapat dilihat pada halaman berikutnya
wyd sn - pri.k 15

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Hubungan wye - wye berfasa tiga A a Van n Vcn c Sumber berfasa tiga simetris Van = Vbn = Vcn =Vph = Disebut tegangan fasa dan Van + Vbn + Vcn = 0
wyd sn - pri.k 16

B
N C

Vbn

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Misal:
1. untuk urutan fasa positif Diambil sembarang tegangan, Van = Vp 0o 2. untuk urutan fasa negatif Van = Vp 0o Vbn = Vp 120o Vcn = Vp 240o

Vbn = Vp -120o
Vcn = Vp -240o Vcn = Vp -240o Van = Vp 0o

Vbn = Vp 120o Van = Vp 0o

Vbn = Vp -120o Urutan fasa abc


wyd sn - pri.k

Vcn = Vp 240o Urutan fasa cba


17

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Untuk memperoleh tegangan fasa -fasa dapat diperoleh dengan bantuan gambar fasor dibawah ini Vca Vcn Van Vab

Vab =-Vph + Vph -1200


=-Vph + Vph (Cos1200-jSin1200) =-Vph ( -3/2 -j 3/2)

Vbn Vbc

3 Vph

300

Dengan cara sama diperoleh : Vbc = Vbn + Vcn = Vca = Vcn + Van = 3 Vph 3 Vph -2700 -300

wyd sn - pri.k

18

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Sumber tiga fasa (hubungan Y) dihubungkan dengan beban

a Van n Vcn c Van = 200 0 Volt

b Vbn

N
R+jXL = 100 60 C

VL =

3 .200 Volt

VL = 346 Volt rms

Vbn = 200 -120 Volt Vcn = 200 -240 Volt InA = Van = 200 0o

Dari gambar diatas Vab = 346 30o Volt

Zb

100 60o

= 2 -60o Amp rms

PAN = 200 . 2 . Cos (00 + 600) = 200 W


wyd sn - pri.k 19

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Jika Zbeban tidak diketahui Misal tegangan fasa-fasa = 300 Volt beban 1200 W (3f) pf = 0,8 IL = Zp = 3 .400 /300.0,8 = 2,89 A Vp IL 300 / 3 = 2,89 = 60 Ohm

Karena pf = 0,8 mendahului maka sudut fasa impedansi = -36,90

dan Zp = 60 -36,90 Ohm

wyd sn - pri.k

20

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Penghantar Netral dekat gardu distribusi putus dengan beban tidak simetris penghantar netral diketanahkan
R S T T.M R1 PUTUS PP R2 PNP R2 N

Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan teori tentang hubungan wye antara trafo di gardu distribusi dan konsumen yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.

Teori tersebut dapat dilihat pada halaman berikutnya

wyd sn - pri.k

21

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH

Hubungan Y - Y antara gardu distribusi dan beban


R 220V 0
SEKUNDER TRAFO TR

Loop 1, i1 ZR

n
T

220V -120 S

220V 120

ZT

BEBAN

ZS Loop 2, i2

PERSAMAAN LOOP SEWAKTU NETRAL PUTUS VR - VT = .i1(ZR + ZT ) + i2xZT VS - VT = .i1xZT + i2x(ZS + ZT )

.i1x(ZR + ZT ) + i2xZT = .i1xZT + i2x(ZS + ZT ) =


wyd sn - pri.k

(ZR + ZT ) . ZT

+ ZT

.i1 .i2
22

+ (ZS + ZT )

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH

SELANJUTNYA DIBUAT MATRIK

.i1x(ZR + ZT ) + i2xZT = .i1xZT + i2x(ZS + ZT ) =


I1 I2

(ZR + ZT ) . ZT
A12 A22

+ ZT

.i1 .i2

+ (ZS + ZT )

A11 A21

-1 E1 X
E2

Karena tegangan dan impedansi berbentuk Riel dan imajiner dibuat matrik khusus sbb: Misal : a + jb ; c + jd ; e + jf ; g + jh Matriknya : a e c g b f d h -c -g a e -d -h b f

wyd sn - pri.k

23

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Untuk menghitung permasalahan ini perlu dilihat (pada saat penghantar netral putus)
Data pengukuran arus (ampere) di gardu distribusi untuk setiap fasa nya Tegangan setiap fasa nya (Volt) Pentanahan sistem di gardu distribusi (Ohm) Dari data tersebut diatas dapat dihitung: Impedansi beban sebelum penghantar netral putus Arus loop Kenaikan tegangan setiap fasa nya

wyd sn - pri.k

24

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


UNTUK MENANGGULANGI PUTUSNYA PENGHANTAR NETRAL DIPASANG PENTANAHAN DITIANG
PENTANAHAN INI DILAKSANAKAN PALING SEDIKIT 2 TIANG DIPASANG SATU BUAH PENTANAHAN R S N T

wyd sn - pri.k

25

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH


Penghantar Netral dekat gardu distribusi putus dengan beban tidak simetris penghantar netral diketanahkan di tiang
R S T.M R1 T N PP PNP

. .

PUTUS

Pentanahan tiang

R2

R2

Karena penghantar netral disambung pada tiang tegangan rendah, meskipun penghantar netral putus tetapi masih ada hubungan antara penghantar netral dan trafo distribusi melalui tanah, sehingga masih loop antara penghantar netral dan fasa

Teori tersebut dapat dilihat pada halaman berikutnya


wyd sn - pri.k 26

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH

Hubungan Y - Y antara gardu distribusi dan beban dengan penghantar netral di tiang di ketanahkan
IR
SEKUNDER TRAFO TR

Vtn 0

Zbr
BEBAN

n
Vtn 120

IT

Vsn

-120
IS

Pentanahan ditiang

Zbs Zbt

Tanah Dalam permasalahan ini kenaikan tegangan pada beban tidak ada karena masih adanya hubungan penghantar netral dan titik netral di gardu distribusi (rangkaian tertutup)
wyd sn - pri.k 27

PENTANAHAN SISTEM TEGANGAN RENDAH Kesimpulan:


1. Jika terjadi kebocoran peralatan listrik di konsumen, tegangan sentuh yang terjadi di peralatan konsumen dengan pentanahan sistem PNP lebih kecil daripada pentanahan yang mempergunakan sistem PP 2. Jika penghantar netral putus di sambungan rumah untuk konsumen yang mempergunakan sistem PNP peralatan listrik tetap nyala tetapi pada sistem PP peralatan listrik tidak nyala. 3. Jika penghantar netral putus dekat gardu distribusi dengan penghantar netral ditiang tidak diketanahkan, akibatnya tegangan beban rendah akan naik, dan tegangan pada beban tinggi akan turun . 4 Sebaliknya kalau penghantar netral di tiang di ketanahkan tegangantetap atau tidak naik.

wyd sn - pri.k

28