Anda di halaman 1dari 50

1

Dasar-Dasar Kalkulus Vektor


untuk
Medan dan Gelombang EM
2
Dasar-dasar Vektor
( ) ( ) ( ) ( )
z z y y x x
a z , y , x A a z , y , x A a z , y , x A z , y , x A + +

Konvensi:
Vektor ditulis dengan anak
panah diatas atau cetak tebal
Vektor biasanya
fungsi dari koordinat
spasial
Konvensi:
vektor satuan dilambangkan
dengan topi diatasnya
magnitude dari komponen vektor
(bisa jadi fungsi dari x,y,z)
ke arah sumbu-y
A
A
a

or a

( )
2
2
2
z
2
y
2
x
A A A A + +

3
Penjumlahan vektor
( )
z z z y y y x x x
a ) B A ( a ) B A ( a B A C + + + + +

Pengurangan ekivalen dng penjumlahan


A dng negatif dari B: D = A B = A + (-B)
4
Vektor posisi dan vektor jarak
z 2 y 2 x 2 2
z 2 y 2 x 2 2
a z a y a x R
a z a y a x R
+ +
+ +

Vektor R
12
adalah vektor dari
P
1
ke P
2
dan jaraknya (panjang
atau magnitude) adalah d:
( ) ( ) ( )
z 2 2 y 2 2 x 2 2
2 2 22
a z z a y y a x x
R R R
+ +


( ) ( ) ( ) [ ]
2 2
2
2 2
2
2 2
2
2 2
22
z z y y x x
R d
+ +


5
Vektor posisi dan vektor jarak
Contoh : Titik P (1,2,3) dan Q (2,-2,1)
Vektor posisi OP = r
P
= a
x
+ 2a
y
+ 3 a
z
Vektor posisi OQ = r
Q
= 2a
x
- 2a
y
+ a
z
Vektor jarak R
PQ
= r
Q
- r
P
= a
x
- 4a
y
- 2 a
z
6
Perkalian titik (perkalian skalar)
( )
AB
B A B A cos

Selalu menghasilkan bilangan skalar


A cos(
AB
) adalah komponen A sepanjang B.
Disebut sebagai proyeksi dari A pada B.

Dua vektor ortogonal memberikan hasil kali skalar nol:

AA=|A|
2
=A
2
2 y x
7
Perkalian titik (perkalian skalar)
( )
2 2 2 2 2 2
z 2 y 2 x 2
z 2 y 2 x 2
AB
B A B A B A B A
a B a B a B B
a A a A a A A
cos B A B A
+ +
+ +
+ +


8
Perkalian silang (perkalian vektor)
Aturan sekrup putar bisa dipakai:
Pemutaran A ke B menggerakkan
sekrup ke arah vektor hasil
Perhatikan bahwa perkalian skalar menghasilkan
vektor tegak lurus pada bidang yg mengandung
dua vektor yg dikalikan! Ini berhubungan dengan
Komponen tangensial dan normal.
!!!!PENTING!!!
9
Perkalian silang (ljt)
Pergerakan searah arah-putar-jarum jam memberikan hasil
perkalian silang positif, sebaliknya, pergerakan ke-arah
berlawanan arah-putar-jarum-jam memberikan hasil perkalian
silang negatif.
x
a
y
a
z
a
y z x
y x z
z y x
a a a
a a a
a a a



z y x
z y x
z y x
B B B
A A A
a a a
B A

10
Triple Products
Hasil operasi lain yang penting:
( ) ( ) ( ) B A C A C B C B A


Scalar triple product
Vector triple product (aturan bac-cab)
( ) ( ) ( ) B A C C A B C B A


Menghasilkan skalar
Menghasilkan vektor
11
VECTOR REPRESENTATION
3 PRIMARY COORDINATE SYSTEMS:
RECTANGULAR

CYLINDRICAL
SPHERICAL
Choice is based on
symmetry of problem
Examples:
Sheets - RECTANGULAR
Wires/Cables - CYLINDRICAL
Spheres - SPHERICAL
12
Sistem Koord. Kartesian
x
y
z
(x, y, z) Kuantitas diferensial:
dV, dS and d!
y x z
z y x
a

dz dx a

dz dy a

dy dx s d
a

dz a

dy a

dx l d
dz dy dx dv

+ +

x
a

y
a

z
a

13
Sistem Koord. Kartesian
y x z
z y x
a

dz dx a

dz dy a

dy dx s d
a

dz a

dy a

dx l d
dz dy dx dv

+ +

14
Sistem Koord. Tabung atau Silindris
z
y
x

(, , z)
Perhatikan kuantitas diferensial:
dV, dS and d!
dz d d dv
a

dz d s d
a

dz a

d a

d l d
z


+ +

z
a

15
Sistem Koord. Tabung atau Silindris
dz d d dv
a

dz d s d
a

dz a

d a

d l d
z


+ +

16
Sistem Koordinat Bola
z
y
x
r

(r, , )
nb : harga adalah 0 sampai
, bukan 0 sampai 2
Lihat lagi kuantitas diferensial:
dV, dS and d!
d d dr sin r
a

d d sin r
a

d sin r a

d r a

dr l d
2
r
2
r

+ +
dv
s d

r
a

17
Sistem Koordinat Bola
d d dr sin r dv
a

d d sin r s d
a

d sin r a

d r a

dr l d
2
r
2
r


+ +

18
Transformasi Koordinat
Kadang kala kita perlu melakukan transformasi antar sistem
koordinat: mis. dlm teori antena kita perlu Transformasi dari
sistem kartesian ke bola :
+
+
+ +

cos A sin A A
sin A sin cos A cos cos A A
cos A sin sin A cos sin A A
y x
z y x
z y x r
Transformasi lain dapat dilihat pada buku acuan
19
Soal2
1. Tiga titik A(2,-3,1); B(-4,-2,6); C(1,5,-3)
Cari :

Vektor dari A ke C

Vektor satuan dari B ke A

Jarak dari B ke C

-a
x
+8a
y
-4a
z

0,762a
x
-0,127a
y
-0,635a
z
12,45
20
Soal2
2. Sebuah medan vektor dinyatakan oleh
W=4x
2
y a
x
(7x+2z) a
y
+ (4xy+2z
2
) a
z
Cari :

Besar medan di P(2,-3,4)

Vektor satuan yg menyatakan arah medan di P

Titik mana pd sumbu z , besar W mrpk vektor satuan


53,4
-0,899ax-0,412ay+0,150az
+- 0,455
21
Soal2
3. Diketahui F = 2a
x
-5a
y
-4a
z
; G = 3a
x
+5a
y
+2a
z
Cari :

F.G

Sudut antara F dan G

Panjang proyeksi F pada G

Proyeksi vektor F pada G


-27,0
130,8
o
-4,38

-2,13a
x
-3,55a
y
-1,42a
z
Medan Elektromagnetik. Sukiswo
22
23
Soal2
4. Diketahui F = -45a
x
+70a
y
+25a
z
; G = 4a
x
-3a
y
+2a
z
Cari :

F x G
a
x
(a
y
x F)
(a
y
x a
x
) x F

Vektor satuan yang tegak lurus F pada G


215ax+190ay-145az
-45ay
-70ax-45ay

+- (0,669a
x
+0,591a
y
-0,451a
z
)
24
Soal2
5. Diketahui P(=6,=125
0
, z=-3) dan Q(x=3,y=-1,z=4)
Cari :

Jarak dari P ke titik asal

Q tegak lurus pada sumbu z

P ke Q
6,71
3,16
11,20
25
Soal2
6. a. Nyatakan T=240+z
2
-2xy dalam koordinat
tabung
b. Cari kerapatan di titik P(-2,-5,1) jika
kerapatannya
( )
2 2
cos 2
2
+
z
e
240+z
2

2
sin 2
8,66
26
Soal2
7. a. Nyatakan medan vektor W= (x-y)a
y
dalam
koordinat tabung
b. Cari medan F dalam koord cartesian jika
F= cos a

(cos - sin )(sin a

+cos a


( ) y x ya xa
y x
x
+

,
_

+
2 2
27
Operator Del =
( )
( )
( ) Bola a
sin r
a
r
a
r
Tabung a
z
a a
Cartesian a
z
a
y
a
x
r
z
z y x



28
Grad, Div dan Curl
an vektor menghasilk untuk vektor pada beroperasi : Curl
A A A
z y x
a a a
A Curl A
skalar an menghasilk untuk vektor pada beroperasi : Div
z
A
y
A
x
A
A Divergensi A
an vektor menghasilk untuk skalar fungsi pada beroperasi : Grad
a
z
a
y
a
x
Gradien
EM medan teori dalam mendasar sangat yang
hal merupakan dan l diferensia operator adalah Ketiganya
z y x
z y x
z
y
x
z y x



29
Gradien dari medan skalar
Jika (x,y,z) fungsi riil dari 3 variabel, maka fungsi ini disebut
medan skalar. Gradien dari , dinyatakan sbg grad atau
Adalah vektor menurut aturan berikut:
dibaca
del phi
Gradien adalah ukuran laju perubahan maksimum dari permu-
kaan yang digambarkan oleh (x,y,z) dan perubahan laju
ini muncul pada arah tertentu.
Catat bahwa operator gradien mengubah fungsi skalar menjadi
fungsi vektor.
a
z
a
y
a
x
Grad
z y x



30
Contoh gradien
( )
( )
2
2
, ,
Maka 2
z
z z
x y z x y xe
x e x x y xe z


+
Evaluasi gradien pada titik P (2,-1,0), menghasilkan
( )
2 2 2 P x y z +
Jika kita melihat dari permukaan ke berbagai arah, akan
teramati bahwa perubahan maksimum dari permukaan muncul
pada arah yg diberikan vektor tsb diatas. Laju maksimumnya
adalah
( )
22

P

turunan
berarah
31
Rapat fluks
Operator divergensi dinyatakan sbg dan selalu beroperasi
pada vektor. Tidak dibaca sbg del yg beroperasi titik thd
vektor !
Divergensi berhubungan dengan rapat fluks dari sumber
Arah medan searah dengan anak
panah (jadi suatu vektor).
Kekuatan medan sebanding dengan
kerapatan anak panah (bukan panjangnya).
medan
seragam
medan tak seragam
32
Divergensi
Divergensi pada suatu titik adalah fluks keluar netto per satuan
volume pada (sepanjang) permukaan tertutup. Pada pembahasan
Mendatang akan diberi-kan tafsiran EM-nya:
Secara matematika:
Perhatikan bahwa operator divergensi selalu beroperasi pada
(fungsi/medan) vektor untuk menghasilkan skalar.
z
E
y
E
x
E
E Divergensi E
z
y
x


33
Contoh divergensi
x 2 x
x 2 x 2 E
z

z x y

z 2 x

x 2 E
2
2
2 2
+
+ +
+ +

Di titik (2,-2,0)
( )
22
2 , 2 , 2

Karena nilai divergensi >0 berarti ada fluks netto keluar dan
mengindikasikan adanya sumber (source). Jika nilainya <0, ini
menandakan fluks netto kedalam volume dan menandakan
adanya sink.
34
Curl (Rotasi=Pusaran)
Curl dari medan vektor berhubungan dengan rotasi dari medan
vektor tsb. Dilihat dari sudut pandang lain, rotasi dapat dipakai
sebagai ukuran ketidakseragaman medan, semakin tidak
seragam suatu medan, semakin besar pula nilai pusarannya.
Medan B seragam,
curl-nya nol.
medan tak-seragam,
Curl-nya tidak nol.
35
Perhitungan curl
( )
teksbook pada ditemukan bisa lain koordinat sistem Untuk
Cartesian
B B B
z y x
a a a
B Curl B
z y x
z y x


36
Operator penting lainnya
( )
( )
2
2
2
2
2
2
2
z
2
y
2
x
2 2
2
z
V
y
V
x
V
V
A A A
2
2


+ +



A
A
A A A
Dua rumus ini sangat
bermanfaat pd pembaha-
san mendatang.
Operator Laplacian
37
Operator Laplacian (1)
Ingat:


x y z
x y z
x y z
A x A y A z


+ +

+ +
Sekarang
( )
2 2 2
2 2 2
y
x z
A
A A
x y z
x y y


+ +


+ +

Untuk praktisnya ditulis:
( )
2

baca del kuadrat
38
Laplacian (2)
Laplacian bisa juga ber-operasi pada vektor

x y z
E xE yE zE + +
r
Jika
Maka,
2 2 2
2
2 2 2
2 2 2

x y z
E E
x y y
x E y E z E
_

+ +


,
+ +
r r
Dapat juga ditunjukkan bahwa:
( )
2
E E E
r r r
curl curl dari E
39
Ikhtisar: Grad, Div, dan Curl
z y x
z
y
x
A A A
z y x
z y x
z
A
y
A
x
A
z
z
y
y
x
x





A
A

40
Teorema integral
(teorema divergensi)
v S
E dv E dS

r r r

Hubungan ini berguna untuk mengubah integral volume


menjadi integral permukaan.
( )
(teorema Stokes)
S C
B dS B dl

r r r r

Yang ini berguna untuk mengubah integral permukaan


menjadi integral garis.
permukaan atau lintasan tertutup
41
Integral garis/permukaan
Contoh: teorema Stoke
r n
( )
(teorema Stoke)
S C
B dS B dl

r r r r

Hitung integral ini


ke-seluruh segmen
permukaan.
Hitung integral ini
sepanjang garis-batas
dari segmen.
42
Permasalahan nilai batas
Karena PDE (partial differential equation-persm. diff. parsial)
yg menggambarkan medan EM adalah fungsi dari ruang
(dlm bentuk harmonik-waktu), solusi unik hanya bisa diperoleh
jika diberikan sekumpulansyarat batas.
Secara umum ada tiga jenis syarat batas:

Syarat batas jenis Dirichlet

Syarat batas jenis Neumann

Syarat batas jenis campuran


(kombinasi dari Dirichlet & Neumann)
43
Syarat batas jenis Dirichlet
S

Daerah S dibatasi oleh kurva . Misalkan kita ingin menentukan


suatu kuantitas (variabel yg kita selesaikan, mis. V) dalam
daerah S, sedemikian hingga V = g pada .
g V
Persyaratan V = g pada disebut sbg syarat batas Dirichlet.
44
Syarat batas jenis Neumann
Untuk kasus dimana turunan normal dari suatu kuantitas
diberikan pada batasnya, mis, pada . f
dn
dV

f
dn
dV

Ini dikenal sebagai syarat batas Neumann.


45
Contoh (1) batas bidang (planar)
H
i
E
i
E
r
H
r
x

r

i

t
H
t
E
t

1
Kita perlu pernyataan mengenai medan normal
dan tangensial pada antarmuka, yaitu syarat
batas. Hal ini memungkinkan kita menerus-
kan solusi dari satu sisi batas (y>0) ke yang
lainnya (y<0).
y
incident
reflected
transmitted
46
Contoh (2): bumbung gelombang
( ) 2 y , x E k
y x
z
2
c
2
2
2
2

,
_

( ) 2
2
2
2
2
2

,
_

y x H k
y x
z c
,
X
Y
a
b
,
Perlu E
z
=0 pada semua
dinding syarat batas Dirichlet
perlu
pada dinding.
syarat batas Neumann
dan 2
z z
H H
x y


47
Syarat batas dalam EM
E
t1 n
1

2
E
t2
E tangensial kontinyu
n
1

2
H
t2
H
t1
n (H
1
-H
2
)=J
s
n
1

2
B
n1
B
n2
B normal kontinyu
n
1

2
D
2n
D
1n
n(D
1
-D
2
)=
s
Ekivalen
48
Lihat contoh berikut
E
t1 n
1

2
E
t2
E tangensial kontinyu
Hal ini menyatakan bahwa
medan (listrik) tangensial dalam
daerah-1 adalah sama dengan
medan (listrik) tangensial pada
daerah-2.
Ini tdk menyatakan apapun
mengenai kompenen lain dr E.
Jika kita punya:
x y z
E xE yE zE + +
r
Maka, secara otomatis memilih komponen tangensial!
n E
r
49
Dan satu contoh lagi
n
1

2
H
t2
H
t1
n (H
1
-H
2
) = J
s
Hal ini menyatakan bahwa medan
magnetik pada kedua sisi tidak
kontinyu oleh adanya arus.
Hal ini umum terjadi. Jika
medium kedua konduktif
sempurna,
2
. Maka, sama
sekali tidak ada medan didalam
daerah-2, dan persamaan menjadi:
2

s
n H J
r r
Ini berarti bahwa komponen
tangensial dari medan H
adalah arus permukaan.
permukaan
50
Contoh:
( )
( )
2
2
2 2
2
2 2

memenuhi 2

memenuhi 2
d
j z
i i
j z
r r
j z
t t d
E xE e
E
E xE e
E xE e E


+
)

+
r
r
r
r r
z
0

d
E
i
atau E
r
E
t
Kini pada batas kita terapkan syarat batas yg menyatakan bahwa
(pada z=0), medan tangensial E dan H kontinyu.
( )
2
2
i r t
t
i r
d
E E E
E
E E
Z Z
+