Anda di halaman 1dari 2

TOGA DAN MANFAATNYA

Kita mungkin sering mendengar tentang gaya hidup kembali kealam atau populer disebut back nature,
walaupun kenyataannya
kita telah memasuki era globalisasi tetapi dunia pengobatan justru sedang mengalami trend back nature.
Hal ini disebabkan
pengobatan tradisional cenderung lebih murah dan mudah cara pembuatannya. Dinegeri kita penggunaan
obat-obat tradisional
sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu dan dilestarikan oleh perusahaan jamu tradisional maupun
modern. Hanya saja
saat ini kita sudah banyak yang tidak mengetahui cara meramunya bahkan tidak mengenal jenis tanaman
yang menjadi bahan
untuk membuat ramuan tersebut, padahal banyak bahan obat-obatan ada disekitar kita. Leaflet sederhana
ini mencoba untuk
kembali melestarikan peninggalan berharga dari leluhur kita yang sekarang banyak dipelajari oleh bangsa-
bangsa di dunia, dan
melestarikan alam untuk menghindari kepunahan tanaman-tanaman yang berkhaisat melalui kegiatan
apotek hidup, serta
menambah pengetahuan dan keterampulan bagi siswa-siswi di kabupaten sergai.
1. bangle-bangle (zingiiber casummuar)
reumatik: rimpang dari banle diparut dioleskan pada bagian yang sakit
2. cabai (capsicum annum)
luka: bebrapa lembar daun cabai diolesi minyak kelapa atau minyak goreng dan dipanggang diatas api,
setelah hangat dan
lemas daunnya ditempelkan diatas luka
3. ciplukan (physolis minimal = p peruvitana)
borok: daun ciplukan sebanyak ½ genggam dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih
secukupnya, lalu diturapkan
ke borok. Ganti 2 kali sehari
influenza dan sakit tenggorokan, batuk rejan, bronchitis, gondongan: semua bagian tanaman ciplukan
dipotong-potong 3-4
cm dijemur, lalu dibungkus agar tidak lembab lagi. Kemudian diambil kira-kira sebanyak 9-15 gram direus.
Airnya diminum.
Lakukan sebanyak 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan
bisul: daun ciplukan sebanyak ½ genggam dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada bisul lalu dibalut.
Ganti 2 kalis
ehari.
4. jahe (zingiber officinale)
sakit kepala: jahe sebesar ibu jari dibakar kemudian dimemarkan, masukkan kedalamnya 1 gelas air
mendidih dan beri gula
jawa secukupnya. Diaduk dan diminum hangat-hangat
sakit kepala: 15 gram bunga kenangan dan 15 gram jahe diiris, direbus dnegna 400 cc hingg tersisa 200
cc, lalu airnya
diminum selagi hangat
5. jeruk nipis (citrus aurantifolia)
batuk: peras sebuah jeruk nipis tua. Ambil air perasannya satu sendok teh. Campur dengan kecap manis.
Minum 3 kali
sehari. Cara lain dengan memanggang jeruk nipis sebentar diatas api hingga diperkirakan air didalam geruk
nipis mendidih.
Setelah hangus, lalu peras kedalam mulut hingga mengalir ke tenggorokan
rambut rontok: oleskan belahan jeruk nipis pada kulit kepala hingga merata. Setelah agak mengering
oleskan telur ayam
hingga merata dan bungkus kepala dengan handuk hingga satu malam. Keesokan hari cuci rambut sampai
bersih. Lakukan
tiga kali seminggu.
6. kencur (kaempferia galanga)
pegal-pegal/linu: gosokkan parutan kencur sebelum tidur pada daerah yang pegal-pegal
7. kumis kucing (orthosiphon aristalus)
batu kandung empedu: 17 lembar daun kumis kucing, 3 lembar daun ungu (handeuleum), 1 jari tangan
kunyit diiris, lalu
direbus dengan 4 gelas air bersama bahan lain sampai air tinggal 3 gelas. Minum ramuan 3 x sehari
setengah gelas selama
3 hari berturut-turut. Selanjutnya seminggu sekali selama 2 bulan
8. kunyit (curcuma domestica)
diare: rimpang kunyit, ditambah air, diperas air perasaan ditambahkan air kapur sirih hingga berwarna
merah lalu diminum
eksim: rimpang kunit diparut dicampur bawang merah dan minyak kelapa sampai kental lalu dioleskan
pada bagian yang
kena eksim
keputihan: kunyit setengah panjang jari tngah diparut, ditambahkan air 3 sendok makan, lalu diperas. Air
perasan tadi diberi
perasan jeruk nipis beberapa tetes dan diminum. Lakukan 3 kali sehari.
9. lidah buaya (aloe vera)
rambut rontok: ambil perasan daging lidah buaya dan oleskan merata pada rambut. Biarkan mengering
selama beberapa
jam lalu dibilas dengan air
10. meniran (phyllantus aranaria)
limpha: temu lawak sebanyak 2 rimpang diparut. Lengkuas ½ rimpang diparut, daun meniran segenggam,
direbus dengan 1
liter air sampai mendidih. Disaring minum sehari sekali 1 cangkir
11. mentimun (cucumis sativus)
hipertensi: 2 mentimun ½ tua yang panjangnya sejengkal, 3 siung bawang putih tua dikupas cuci dan parut.
Tambahkan ½
gelas air dingin lalu diperas dan disaring, diminum
12. sambiloto (andrographis paniculata)
tumor payudara: ½ genggam daun sambiloto, satu genggam benalu jeruk nipis, ¼ genggam kayu secang
½ sdt adas, ½ jari
tangan pulo sari, 1 biji jadam sebesar kelereng, irisan tipis satu biji umbi kunyit sebesar telur ayam, lalu
direbus dalam 8
gelas air sehingga tersisa separuhnya, air rebusan diminum 3 kali sehari sebanyak 1/3 gelas
thypus: sambiloto 1 genggam, sirih 1 genggam, kunyit sebesar ibu jari ditumbuk lalu diambil airnya diminum
13. sirih (piver betle)
bau mulut: ambil beberapa lembar daun sirih, diremas-remas dan bubuhi air sedikit. Lalu ambil air
perasannya dan
berkumur-kumur dengan air sirih tersebut. Lakukan beberapa hari berturut-turut
batuk: daun sirih dicampur dengan daun saga, 1 potong kayu manis dan gula batu secukupnya kemudian
direbus dengan 1
liter air sampai mendidih, hasil rebusan dapat diminum
amandel: kunit sebesar ibu jari dan 5 lembar daun sirih dan 5 gelas air direbus hingga mendidih. Kumur
setelah suam kuku,
lalu diminum 1 kali sehari.
14. temu lawak (curcuma xanthorrhiza)
maag: rimpang temu lawak dipotong kecil-kecil direbus dinginkan dan minum
bau badan: temu lawak 1 rimpang ditumbuk, direbus dengan 1 liter air, saring, minum 2 kali sehari 1
cangkir
15. mahkota dewa
masuk angin dan penyakit dalam lainnya: buahnya yang matang diiris halus-halus, dijemur kering, taruh
diatas gelas, seduh
dengan air panas lalu diminum
16. penycillin
obat luka: patahkan tangkai bunga, cairan getahnya oleskan pada tempat yang luka
sakit kuning: daunnya direbus lalu diminum
17. melati cina
sakit kuning dan lever: daun direbus diminum setiap 2 hari sekali
18. tebu hitam
diare, disentri, tambah darah, sakit kuning, lever: tabu yang tua dikupas lalu diperas dan diminum

Beri Nilai