Anda di halaman 1dari 4

PS : TULISAN YG GW KUNING-KUNINGIN ITU GW MASIH BELUM YAKIN BENER APA KAGA JURNAL Determinants of Occupational Fracture Proneness : A Case-Control

Study in Construction and Railway Workers 1. Eksposure Faktor-faktor individu dan Faktor Pekerjaan pada pekerja konstruksi dan pekerja jalan rel kereta api (table 2) 2. Outcome Occupational Fracture (Patah tulang karena pekerjaan) 3. Desain Studi Case-Control Studi. - Case : Pekerja yang cuti sakit karena mengalami sedikitnya 1 kejadian cedera antara Januari 1995 Desember 1996 untuk pekerja konstruksi dan antara Maret 1999 Februari 2000 untuk pekerja jalan kereta api. - Kontrol : Pekerja yang tidak mengalami cedera apapun selama 5 tahun kebelakang untuk pekerja konstruksi dan 3 tahun kebelakang untuk pekerja jalan kereta api - Penelitian berkonsentrasi khusus pada kejadian patah tulang sehingga case-control terdiri dari 199 (case-control) pekerja konstruksi dan 124 (case-control) pekerja rel kereta api. 4. Populasi - Case : Pekerja yang cuti sakit karena mengalami sedikitnya 1 kejadian cedera antara Januari 1995 Desember 1996 untuk pekerja konstruksi dan antara Maret 1999 Februari 2000 untuk pekerja jalan kereta api. - Kontrol : Pekerja yang tidak mengalami cedera apapun selama 5 tahun kebelakang untuk pekerja konstruksi dan 3 tahun kebelakang untuk pekerja jalan kereta api - Populasi berjumlah 880 case-control pada pekerja konstruksi dan 1305 case-control pada pekerja rel kereta api 5. Sampel - 199 case-control pada pekerja konstruksi & 124 case-control pada pekerja kereta api 6. Hipotesis Peneliti tidak menuliskan hipotesis dengan jelas tapi dari tujuan penelitian yaitu untuk menilai peran setiap factor pekerjaan dan factor individu yang berkaitan dengan kejadian patah tulang karena pekerjaan pada pekerja konstruksi dan pekerja jalan kereta api, dapat disimpulkan bahwa hipotesisnya yaitu ada pengaruh factor pekerjaan dan factor individu terhdap kejadian patah tulang karena pekerjaan. 7. Hasil Utama

Patah tulang karena pekerjaan biasanya terjadi karena terjatuh, penanganan alat, membawa alat, dan pada saat perbaikan dan pemeliharaan mekanis. Dan biasanya terjadi pada tangan dan kaki. - Penelitian menghasilkan bahwa factor-faktor seperti bekerja 5 tahun dan lack of do it yourself & gardening activity menjadi factor risiko jangka panjang terhadap kejadian patah tulang yang disebabkan oleh pekerjaan pada pekerja jalan kereta api sedangkan factor gangguan tidur menjadi factor risiko jangka panjang terhadap kejadian patah tulang pada pekerja konstruksi. - Faktor risiko tertinggi yaitu gangguan tidur dimana memiliki Adjusted OR sebesar 2.38 vs. 2.02, 1.02-4.11 pada pekerja konstruksi. 8. Bias - Bias informasi, karena dalam penelitian ini menggunakan kuesioner juga maka kenungkinan adanya bias informasi karena kesalah pahaman responden terhadap pertanyaan yang diberikan dan responden mengandalkan ingatan saja untuk mengisi kuesioner tersebut. 9. Confounding - Pada Pekerja Konstruksi : Bekerja 5 tahun, ketidakmampuan (cacat) fisik, gangguan penglihatan, dan gangguan tidur - Pada pekerja Jalan kereta api : usia < 30 tahun, bekerja 5 tahun, permintaan pergantian kerja, ketidakmampuan fisik, dan no do it your self & no gardening activities 10. Uji Statistik yang digunakan - Uji Chi Square - Uji regresi logistic 11. Faktor Kebetulan Karena peneliti menggunakan CI 95% maka kemungkinan adanya kebetulan sebanyak 5 % 12. Mekanisme Biologi Tidak ada mekanisme biologi 13. Tujuan Penelitian Peneliti tidak menuliskan tujuan penelitian secara tersurat akan tetapi pada kalimat terakhir pendahuluan dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai peran setiap factor pekerjaan dan factor individu yang berkaitan dengan kejadian patah tulang karena pekerjaan pada pekerja konstruksi dan pekerja jalan kereta api 14. Spesificity 15. Time Relationship Intinya karena disini case control jadi outcome dulu baru eksposure nya diteliti, tau dah itu kata-katainnya gimana

16. Konsisten dengan penelitian lain Hasil penelitian ada beberapa yang konsisten dan tidak konsisten dengan penelitian lain karena ada penjelasan yang menyatakan bahwa konsumsi rokok tidak menjadi factor risiko patah tulang, hal tersebut sama dengan hasil penelitian lain. Akan tetapi pada penelitian lain konsumsi alcohol juga mempengaruhi kejadian jatuh yang menyebabkan patah tulang sedangkan pada penelitian ini hal tersebut tidak menjadi factor risiko yang signifikan. 17. Karakteristik Responden Ada di table 1. 18. Judul Tidak sesuai dengan ketentuan jurnal bahasa inggris yaitu 10 kata, karena pada jurnal ini judul terdiri dari 15 kata 19. Pendahuluan - Pendahuluan hanya terdiri dari 1 paragraf, dimana pada umumnya pendahuluan terdiri dari 3-4 paragraf. - Tertulis Latar belakang penelitian ini pada pendahuluan dimana dijelaskan bahwa frekuensi kejadian patah tulang pada pekerja konstruksi dan pekerja rel kereta api cukup tinggi (22.6% dan 9.5%). Oleh karena itu diperlukan identifikasi factor risiko yang dapat digunakan untuk pencegahan patah tulang karena pekerjaan. 20. Abstrak - Tidak ada abstrak - Hanya ada kata kunci yaitu kecelakaan kerja, patah tulang, gangguan tidur, pengalaman, dan aktifitas fisik. Kata kunci sudah sesuai yaitu terdiri dari 5 kata. 21. Nama peneliti - Nama peneliti tertulis terdiri dari 10 nama, ditulis lengkap tanpa gelar akademik atau indikasi jabatan - Nama penulis ditulis dalam satu bari sesuai dengan kaidah penulisan jurnal dan masing-masing nama diberi nomor urut - Nama lembaga para peneliti dan korespondensi tertulis jelas dalam jurnal. 22. Cara mengukur eksposure dan outcome - Eksposure diketahui melalui pengisian kuesioner dan pengukuran menggunakan alat untuk mengetahui berat badan & tinggi badan. - Outcome diketahui dengan melihat rekam medis pekerja, konsultasi medis, dan hasil uji klinis tahunan. 23. Dose-Respone - Tidak adanya dose-respon yang menjelaskan eksposure terhadap outcome 24. Validitas hsail menjawab hipotesis

Pada penelitian tidak tertulis hipotesis yang jelas, akan tetapi dari tujuan penelitian dapat disimpulkan hipotesisnya yaitu ada pengaruh factor pekerjaan dan factor individu terhadap kejadian patah tulang. Hasil statistic yang didapat cukup valid untuk menjawab hipotesis tersebut karena berdasarkan uji statistic beberapa factor seperti bekerja 5 tahun, gangguan tidur, dan lack of do it yourself & gardening activity merupakan factor risiko yang signifikan terhadap kejadian patah tulang. 25. Koherens dengan penelitian lainnya Tidak koheren karena tidak ada mekanisme biologi dalam penelitian ini 26. Apakah dapat digeneralisir ke eligible populasi? Tidak dapat digeneralisir ke eligible populasi karena sampel yang diambil sedikit 27. Apakah dapat digeneralisir ke populasi sumber? Tidak dapat digeneralisir ke populasi lainnya karena sampel yang diambil sedikit jika dibandingkan dengan populasi sumbernya 28. Apakah dapat digeneralisir ke populasi lainnya? Tidak dapat digeneralisir ke populasi lainnya karena sampel nya sedikit 29. Apakah literature sudah tepat? - Literature yang digunakan sudah tepat karena kebanyakan dari referensi yang dikutip membahas tentang cedera karena pekerjaan dan patah tulang. Referensi tersebut berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. 30. Apakah pengutipan dan penulisan daftar pustaka sudah sesuai dengan kaidah penulisan jurnal? - Cara pengutipan literature dan penulisan daftar pustaka juga sudah sesuai dengan ketentuan dan kaidah penulisan jurnal.