Anda di halaman 1dari 1

KATARAK A.

Definisi Kekeruhan lensa yang mengarah kepada penurunan ketajaman visual dan / atau cacat fungsional yang dirasakan oleh pasien. Katarak memiliki derajat kepadatan yang sangat bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, biasanya akibat proses degeneratif.

B. Anatomi dan Fisiologi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonvenks, avaskuler, tak berwarna, dan hampir transparan sempurna. Tebalnya sekitar 4 mm dan diameter 9 mm. Di belakang iris lensa digantung oleh zonula yang menghubungkan lensa dengan korpus siliaris. Di anterior lensa terdapat humor aquaeous, di sebelah posteriornya, vitreus. Bagian depan ditutupi kapsul anterior dan di belakang oleh kapsul posterior. Di bagian dalam kapsul terdapat korteks dan nukleus. Posisi lensa tergantung pada Zonula Zinn yang melekat pada prosesus siliaris. Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otit siliaris relaksasi, menegangkan serat Zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil; dalam posisi ini, daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya parallel akan terfokus ke retina. Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan Zonula berkurang. Kapsul lensa yang elastic kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. Kerjasama fisiologik antara korpus siliaris, zonula, dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan berkurang. C. Epidemiologi Katarak memiliki derajat keparahan yang sangat bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi biasanya berkaitan dengan penuaan. Penelitian menunjukkan bahwa katarak mengenai sekitar 10% orang Amerika Serikat, dan prevalensi ini meningkat sampai sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dan sampai sekitar 70% untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. Sebagian besar kasus bersifat bilateral, walaupun kecepatan perkembangan pada masing-masing karang