Anda di halaman 1dari 26

Faskanita M Nadapdap Patria T Tarigan Soraya P Keliat Epifanus A Tanoto Tulus L Manurung

Artritis gout adalah suatu sindrom klinis yang mempunyai gambaran khusus, yaitu artritis akut. Artritis gout lebih banyak terdapat pada pria daripada wanita. Pada pria sering mengenai usia pertengahan, sedangkan pada wanita biasanya mendekati masa menopause

Istilah Gout berasal dari kata gutta, berarti tetesan. Gout Artritis merupakan suatu sindrom klinik sebagai deposit kristal asam urat di daerah persendian yang menyebabkan terjadinya serangan inflamasi akut.

Gout terdistribusi di seluruh dunia. Secara internasional prevalensi gout adalah 0,3%, tetapi prevalensi sangat bervariasi dari negara ke negara. Perbedaan regional mungkin mencerminkan lingkungan, pengaruh diet, dan genetik

Gout didominasi oleh laki-laki. Prevalensi gout adalah 13,6 kasus per 1000 pria dan 6,4 kasus per 1000 wanita. Perbedaan ini sebagian besar merupakan konsekuensi dari usia saat onset, karena hormon estrogenik memiliki efek uricosuric ringan, sehingga asam urat tidak biasa pada wanita premenopause.

Rentang usia dominan adalah 30-60 tahun. Pada pria, kadar asam urat meningkat pada pubertas, dan usia puncak onset gout pada pria adalah dalam dekade keempat sampai dekade keenam dari kehidupan

Penyebab utama terjadinya gout adalah karena terdapat gangguan kesetimbangan metabolisme (pembentukan dan ekskresi) dari asam urat, dimana gangguan tersebut menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam serum sehingga terjadi pengendapan urat pada berbagai jaringan.

Pembentukan asam urat yang berlebihan.


Gout metabolik primer, disebabkan sintesis langsung yang bertambah. Gout metabolik sekunder, disebabkan pembentukan asam urat berlebihan karena penyakit lain seperti leukemia, terutama bila diobati dengan sitostatika, psoriasis, polisitemia vera, dan mielofibrosis.

Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal.


Gout renal primer, terjadi karena gangguan ekskresi asam urat di tubuli distal ginjal yang sehat. Penyebabnya tidak diketahui pasti Gout renal sekunder, disebabkan oleh kerusakan ginjal, misalnya pada glomerulonefritis kronik atau gagal ginjal kronik

Perombakan dalam usus yang berkurang.

Gout Primer yang merupakan akibat dari hiperurisemia primer, terdiri dari hiperurisemia karena penurunan ekskresi (80-90%) dan karena produksi yang berlebih (10-20%).

Gout Sekunder dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :


kelainan yang menyebabkan peningkatan biosintesis de novo, kelainan yang menyebabkan peningkatan degradasi ATP atau pemecahan asam nukleat kelainan yang menyebabkan sekresi menurun

Gout Idiopatik Hiperurisemia yang tidak jelas penyebab primernya, kelainan genetik, tidak ada kelainan fisiologis dan anatomi yang jelas

hiperurisemia asimtomatik artritis gout akut tahap interkritis tahap gout kronik

Radiograf dari erosi dengan tepi menggantung

(a) Foto manus posisi oblique yang menunjukkan erosi tulang pada sendi metacarpal phalangeal dan proksimal serta distal sendi interphalangeal. (b) Foto pedis dengan proyeksi dorso-plantar menunjukkan erosi tulang yang ekstensif, melibatkan sendi metatarsal phalangeal I dan V serta proksimal dan distal sendi interphalangeal. (c) Foto polos tarsal dengan proyeksi oblique menunjukkan erosi scaphoid dan metatarsal I, dengan tepi yang menjorok.

(a) Gambaran double contour sign pada USG lutut pada area intercondile anterior. (b) Gambaran hyperechoic pada USG sendi metatarsal phalangeal I. Area hyperechoic menggambarkan deposit
monosodium urat dengan penebalan membran synovial.

Tampak pada gambar deposit tophaceous (berwarna merah) di sendi metatarsal phalangeal I, midfoot, dan tendon Achilles. (a) Proyeksi dorsal. (b) Proyeksi lateral.

Serum asam urat. Angka leukosit

Eosinophil Sedimen rate (ESR)


Urin spesimen 24 jam Analisis cairan aspirasi dari sendi

Severe degenerative arthritis


Infeksi sekunder Urat atau asam urat nefropati

Nerve or spinal cord impingement


Peningkatan kerentanan terhadap infeksi Batu ginjal Fraktur

Pemberian kolkisin dosis standar untuk artritis gout akut secara oral 0,5-0,6 mg per hari 3-4 kali dengan dosis maksimal 6 mg Dosis obat indometacin adalah 150-200 mg/hari selama 2 -3 hari dan dilanjutkan 75100 mg/hari sampai minggu berikutnya atau sampai nyeri atau peradangan berkurang

Gout dikaitkan dengan morbiditas yang cukup besar, dengan episode akut sering menyebabkan menderita cacat. Namun, asam urat yang diobati dini dan benar membawa prognosis yang sangat baik jika kepatuhan pasien baik.

Gout arthritis adalah salah satu penyakit inflamasi yang menyerang persendian disebabkan oleh penimbunan asam urat (kristal mononatrium urat). Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh pembentukan berlebihan atau penurunan eksresi asam urat ataupun keduanya. Penyakit gout tidak mudah didiagnosis hanya dengan pemeriksaan darah, karena kebanyakan orang yang mempunyai kadar asam urat yang tinggi tidak terkena penyakit gout.

Pemeriksaan tambahan yang paling bisa diandalkan untuk penyakit gout adalah menemukan kristal asam urat di dalam cairan sendi dengan cara aspirasi cairan sendi (arthrocentesis) Penemuan radiologis yang khas adalah pembengkakan yang tidak simetris disekitar sendi yang terkena diikuti perubahan berupa sklerotik dan tofi pada tulang.