Anda di halaman 1dari 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Energi merupakan hal pokok bagi kehidupan. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan namun hanya dapat diubah dari bentuk energi lain ke bentuk energi yang lainnya. Tanpa adanya energi maka kehidupan tidak dapat berlangsung. Konsumsi energi hingga saat ini masih didominasi oleh penggunaan minyak. Konsumsi minyak mencapai 54% sedangkan bentuk sumber energi lainnya dibawah 30%. Sumber energi lainnya tersebut seperti gas alam, batu bara, PLTA, Geothermal, dan bentuk energi lainnya yang dikenal dengan energi terbarukan (renewable energy), seperti biogas, bioetanol, fuel cell, dan lain sebagainya. Konsumsi energi tahun 2009 dapat dilihat pada gambar.

Gb. 3.1-1 konsumsi energy tahun 2009 Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat, karena pada air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang

PLTA jenis mikroidro

Page III-1

mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik dengan adanya bantuan dari generator. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. PLTA merubah energi yang disebabkan gaya jatuh air untuk menghasilkan listrik. Turbin mengkonversi tenaga gerak jatuh air ke dalam daya mekanik. Kemudian generator mengkonversi daya mekanik tersebut dari turbin ke dalam tenaga elektrik. Jenis PLTA bermacam-macam, mulai yang berbentuk mikrohidro dengan kemampuan mensupalai untuk beberapa rumah saja sampai berbentuk raksasa seperti Bendungan Karangkates yang menyediakan listrik untuk berjuta-juta orang-orang. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak Salah satu sumber daya listrik alternatif lain yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi air adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil (kurang dari 200 kW), yang memanfaatkan tenaga (aliran) air sebagai sumber penghasil energi. PLTMH termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energi karena ramah lingkungan. Dari segi teknologi, PLTMH dipilih karena konstruksinya sederhana, mudah dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang. Secara

PLTA jenis mikroidro

Page III-2

ekonomi, biaya operasi dan perawatannya relatif murah, sedangkan biaya investasinya cukup bersaing dengan pembangkit listrik lainnya. Secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas (bandingkan misalnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). 1.2 Tujuan Penyusunan Adapun tujuan penyusunan dalam makalah ini adalah untuk mempelajari atau mengetahui komponenkomponen utama dan komponenkomponen pendukung dalam pembangkit listrik tenaga air dan cara perawatan dan perbaikan apabila terjadi kerusakan dalam sistem tersebut. 1.3 Permasalahan
a. Mengetahui pengertian pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik

tenaga mikrohidro
b. Mengetahui komponenkomponen utama dan komponenkomponen

pendukung dalam pembangkit listrik tenaga air


c. Mengetahui cara perawatan dan perbaikan apabila terjadi kerusakan dalam

sistem tersebut. 1.4 Metode Penyusunan Metode penyusunan yang digunakan penyusun untuk mendapatkan informasi maupun data dalam penyusunan makalah ini adalah dengan metode studi kepustakaan, yaitusuatu cara pengumpulan data melalui perpustakaan, buku, majalah, dan internet yang berhubungan dengan judul yang tertulis.

1.5 Sistematika Penyusunan

PLTA jenis mikroidro

Page III-3

Adapun sistematika penyusunan dalam penyusunan makalah ini adalah dimulai dari bab 1 sampai dengan bab , yaitu : BAB I PENDAHULUAN

Pada bab pendahuluan ini penyusun menjelaskan tentang latar belakang Pembangkit Listrik Tenaga Air. Adapun bab ini meliputi : latar belakang, tujuan penyusunan, permasalahan, metode penyusunan, dan sistematika penyusunan. BAB II ISI

Pada bab Isi ini penyusun menjelaskan lebih terperinci tentang pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro, komponen komponen utama dalam pembangkit listrik tenaga air dan cara perawatan dan perbaikan apabila terjadi kerusakan dalam sistem tersebut BAB III PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi tentang pembahasan dari keseluruhan materi yang telah diuraikan BAB V KESIMPULAN

Dalam bab ini akan mencakup inti-inti dari bab-bab sebelumnya.

PLTA jenis mikroidro

Page III-4

BAB II ISI
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan berupa air. Salah satu keunggulan dari pembangkit ini adalah responnya yang cepat sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Selain kapasitas daya keluarannya yang paling besar diantara energi terbarukan lainnya, pembangkit listrik tenaga air ini juga telah ada sejak dahulu kala. Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai pembangkit listrik tenaga air serta keberadaan potensi energi air yang masih belum digunakan. Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari instalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

PLTA jenis mikroidro

Page III-5

Gb. 3.2-1 Skematik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan "energi putih". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik. Air yang mengalir dengan kapasitas dan ketinggian tertentu di salurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah turbin, instalasi air tersebut akan menumbuk turbin, dalam hal ini turbin dipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan/dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro, merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik.
PLTA jenis mikroidro Page III-6

Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya, istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik 400 Watt. Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro dibandingkan dengan PLTA skala besar, berimplikasi pada relatif sederhananya peralatan serta kecilnya areal yang diperlukan guna instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan mikrohidro terutama pada besarnya tenaga listrik yang dihasilkan, PLTA dibawah ukuran 100 KW digolongkan sebagai mikrohidro.

Dengan demikian, sistem pembangkit mikrohidro cocok untuk menjangkau ketersediaan jaringan energi listrik di daerah-daerah terpencil dan pedesaan. Beberapa keuntungan yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro adalah sebagai berikut: 1. Dibandingkan dengan pembangkit listrik jenis yang lain, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam. 2. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.
3. Tidak menimbulkan pencemaran. 4. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.

PLTA jenis mikroidro

Page III-7

5. Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan

sehingga ketersediaan air terjamin.

Energi Potensial air pada dam yang memiliki ketinggian Energi Kinetik air yang bergerak melalui reservoir Energi Mekanik putaran pada turbin

Energi Listrik putaran rotor generator

Gb. 3.2-2 Skema prinsip kerja PLTA 2.1 Komponen Komponen Pembangkit Listrik

PLTA jenis mikroidro

Page III-8

Gb. 3.2-3 Komponen-komponen Pembangkit Listrik

2.1.1

Komponen Utama a. Turbin Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan digunakan secara luas untuk pembangkit tenaga listrik.. Turbin air mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis. Energi mekanis diubah dengan generator listrik menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis, turbin air dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin reaksi.

PLTA jenis mikroidro

Page III-9

1. Turbin Impuls Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pda nozle. Air keluar nozle yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu arah kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impulse). Akibatnya roda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah turbin tekanan sama karena aliran air yang keluar dari nosel tekanannya adalah sama dengan tekanan atmosfir sekitarnya. Semua energi tinggi tempat dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah menjadi energi kecepatan. Contoh turbin impuls adalah turbin pelton. Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nosel. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi. Bentuk sudu turbin terdiri dari dua bagian yang simetris. Sudu dibentuk sedemikian sehingga pancaran air akan mengenai tengah-tengah sudu dan pancaran air tersebut akan berbelok ke kedua arah sehinga bisa membalikkan pancaran air dengan baik dan membebaskan sudu dari gayagaya samping. Untuk turbin dengan daya yang besar, sistem penyemprotan airnya dibagi lewat beberapa nosel. Dengan demikian diameter pancaran air bisa diperkecil dan ember sudu lebih kecil. Turbin Pelton untuk pembangkit skala besar membutuhkan head lebih kurang 150 meter tetapi untuk skala mikro head 20 meter sudah mencukupi.

PLTA jenis mikroidro

Page III-10

Gb. 3.2-4 Turbin pelton Komponen- komponen turbin pelton : Pipa nozel, berfungsi untuk mengarahkan aliran air Runner, berfungsi menangkap aliran air (mangkok dan chord) Kotak penutup, berfungsi untuk melindungi nozel dan runner. Governor, berfungsi untuk mengatur kecepatan air yang diarahkan nozel. Ridge, membagi air kesarah kiri dan kanan magkok runner. Deflector, berfungsi untuk membelokan pancaran air

Gb. 3.2-5 turbin pelton

PLTA jenis mikroidro

Page III-11

Gb. 3.2-6 turbin pelton

Gb. 3.2-7 Turbin Pelton


2. Turbin reaksi

Yang dimaksud dengan turbin reaksi adalah turbin air yang cara bekerjanya dengan merubah seluruh energi air yang tersedia menjadi energi puntir. Pada turbin reaksi, rotor bekerja karena adanya tekanan air. Turbin air reaksi dibagi menjadi dua jenis yaitu: Francis, contoh: turbin Francis

PLTA jenis mikroidro

Page III-12

Komponen komponen turbin Francis :

Rumah Spiral, berfungsi menerima air dari pipa pusat dan Runner, berfungsi sebagai penangkap aliran air (pengarah Pipa pelepas air, berfunsi membuang aliran air dari turbin ke

membagi air ke sekitar turbin. dan penggerak). saluran pembuangan.

Gb. 3.2-8 Turbin Perancis

PLTA jenis mikroidro

Page III-13

Gb. 3.2-9 Turbin Francis

Gb. 3.2-10 Turbin Francis Propeller:


Page III-14

PLTA jenis mikroidro

a. Sudut tetap (fixed blade), turbin jenis ini merupakan turbin generasi

pertama dari jenis ini. Karena sudu tidak dapat diatur, maka efisiensinya berkurang jika digunakan pada kisaran debit yang lebar. Oleh karena itu dikembangkan jenis dengan sudu yang dapat diatur agar efisiensi tetap tinggi walaupun kisaran debitnya lebar. b. Sudut dapat diatur (adjustable blade), contoh Kaplan, Nagler, Bulb, Moody

Gb. 3.2-11 Turbin Propeller Turbin Kaplan

Komponen komponen utama turbin Kalpan : Rumah Spiral, berfungsi menerima air dari pipa pusat dan Pipa Pelepas Air Katup Pemandu Bagian yang berputar (runner) Poros (shaft). Berfungsi untuk menghubungkan turbin Bantalan Poros (bearing), berfungsi sebagai kedudukan membagi air ke sekitar turbin.

dengan generator. poros.

PLTA jenis mikroidro

Page III-15

(a)

(b) Gb. 3.2-12 (a) dan (b) Turbin Kaplan

Gb. 3.2-13 Turbin Kaplan

b. Reservoir / Bak Pengendap (Settling Basin)

Reservoir / Bak Pengendap (Settling Basin) Tempat jutaan meter kubik air yang akan diubah energinya sebagai energy mekanik penggerak turbin.
PLTA jenis mikroidro Page III-16

Gb. 3.2-14 reservoir

c. Dam Dam adalah Suatu bangunan yang menahan laju air sehingga mencapai ketinggian tertentu agar menghasilkan energy yang besara saat air dialirkan

Gb. 3.2-14 Dam d. Intake

PLTA jenis mikroidro

Page III-17

Intake atau pemasukan adalah fasilitas yang digunakan untuk mengambil air dari reservoir kedalam saluran air. Intake terdiri dari pintu (gate) dan saringan (filter)

Gb. 3.2-15 Intake

e. Pipa Pesat (Penstock)

Penstock adalah saluran air masuk ke turbin denga sudut kemiringan tertentu. Bentuk bentuk penstock ada dua, diantaranya adalah bulat atau tapal kuda (horse shoe) dan segi empat atai berkaki (pedestal).

PLTA jenis mikroidro

Page III-18

Gb. 3.2-16 penstok


f. Generator

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanikal, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya.

Gb. 3.2-17 Generator

Gb. 3.2-18 Generator

PLTA jenis mikroidro

Page III-19

Komponen komponen generator : Komponen utama Stator Stator merupakan komponen generator yang berbentuk gulungan yang terbuat dari tembaga yang diisolasikan dalam bentuk plat yang berbentuk persegi panjang. Stator berfungsi menghasilkan fluksi fluksi megnetik. Untuk menghindari gagalnya isolasi antara lilitan penghantar.

Gb. 3.2-19 Stator Rotor

Rotor merupakan bagian generator yang berputar dan terdiri dari kumparan kumparan. Fungsi rotor adalah menghasilkan medan magnet , menghasilkan GGL.

PLTA jenis mikroidro

Page III-20

Gb. 3.2-20 rotor Sikat

Sikat merupakan bagian yang menghubungkan jangkar atau stator dengan kabel. Sikat memiliki fungsi agar kabel penghubung tidak ikut berputar.

Gb. 3.2-21 Sikat Komponen Pendukung Exciter

Berfungsi sebagai penguat yang digunakan generator untuk membangkitkan sumber tenaga. Sebagai penggerak awal generator.

Gb. 3.2-22 Exciter

AVR ( Automatic Voltage Regulator)

PLTA jenis mikroidro

Page III-21

AVR adalah suatu alat yang mengatur tegangan yang berubah-ubah, dan terdiri dari suatu kumparan.

Gb. 3.2-23 Skematik AVR Pengatur Generator Fungsi dari pngatur generator adalah mengatur kecepatan putaran generator atau turbin dan berfungsi juga sebagai rem

Gb. 3.2-24 Pengatur generator Bearing

Bearing berfungsi untuk menjaga kestabilan posisi dan putaran poros.

PLTA jenis mikroidro

Page III-22

Gb. 3.2-25 Bearing

g. Control Gate

Control gate atau gerbang control adalah pengatur masuknya air kedalam penstock yang menuju turbin. Control gate dapat dibuka dan ditutup sesuai waktu operasi ataupun jika terjadi masalah pada turbin atau komponen lain.

Gb. 3.2-26 Control Gate

PLTA jenis mikroidro

Page III-23

h. Kincir Air Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa tipe kincir air yaitu:
1. Kincir Air Overshot

Kincir air overshot bekerja bila air yang mengalir jatuh ke dalam bagian sudu-sudu sisi bagian atas, dan karena gayaberat air roda kincir berputar. Kincir air overshot adalah kincir air yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan jenis kincir air yang lain

Gb. 3.2-27 Kincir Air Overshot Keuntungan Tingkat efisiensi Tidak Konstruksi kerugian Karena aliran air berasal dari sehingga

yang

tinggi dapat mencapai 85%. membutuhkan yang aliran yang deras. sederhana. Mudah dalam perawatan.

atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air, banyak. Tidak dapat diterapkan untuk mesin putaran tinggi. memerlukan investasi yang lebih

PLTA jenis mikroidro

Page III-24

Teknologi yang sederhana

Membutuhkan

ruang

yang

lebih luas untuk penempatan. Daya yang dihasilkan relatif kecil

mudah diterapkan di daerah yang terisolir.


2. Kincir Air Undershot

Kincir air undershot bekerja bila air yang mengalir, menghantam dinding sudu yang terletak pada bagian bawah dari kincir air. Kincir air tipe undershot tidak mempunyai tambahan keuntungan dari head.Tipe ini cocok dipasang pada perairan dangkal pada daerah yang rata. Tipe ini disebut juga dengan Vitruvian. Disini aliran air berlawanan dengan arah sudu yang memutar kincir.

Gb. 3.2-28 Kincir Air Undershot Keuntungan Konstruksi lebih sederhana Lebih ekonomis Mudah untuk dipindahkan

Kerugian Efisiensi kecil Daya yang dihasilkan relatif kecil

3. Kincir Air Breastshot

shot merupakan perpaduan antara tipe overshot dan undershot dilihat dari energi yang diterimanya. Jarak tinggi jatuhnya tidak melebihi diameter kincir, arah aliran air yang menggerakkan kincir air disekitar sumbu poros

PLTA jenis mikroidro

Page III-25

dari kincir air. Kincir air jenis ini menperbaiki kinerja dari kincir air tipe under shot

Gb.3.2-29 Kincir Air Breastshot

Keuntungan Tipe ini lebih efisien dari Dibandingkan tipe

Kerugian Sudu-sudu dari tipe ini rata seperti tipe

tipe under shot overshot tinggi jatuhnya lebih pendek

tidak

undershot (lebih rumit) Diperlukan dam pada arus aliran datar

Dapat diaplikasikan pada

Efisiensi lebih kecil dari

sumber air aliran datar 4. Kincir Air Tub

pada tipe overshot

Kincir air Tub merupakan kincir air yang kincirnya diletakkan secara horisontal dan sudu- sudunya miring terhadap garis vertikal, dan tipe ini dapat dibuat lebih kecil dari pada tipe overshot maupun tipe undershot. Karena arah gaya dari pancuran air menyamping maka, energi yang diterima oleh kincir yaitu energi potensial dan kinetik.

PLTA jenis mikroidro

Page III-26

Gb.3.2-30 Kincir Air Tub Keuntungan Memiliki konstruksi yang lebih ringkas Kecepatan putarnya lebih cepat Kerugian Tidak menghasilkan Karena komponennya

daya yang besar. lebih kecil membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih teliti

2.1.2

Komponen Pendukung
a. Main Circuit Breaker (MCB)

Main Circuit Breaker (MCB), pemutus hubungan listrik secara otomatis bilamana daya/tegangan melampaui standar yang ditentukan. Gunanya untuk mencegah terjadinya korsleting/hubungan pendek ataupun kerusakan peralatan listrik akibat melonjaknya tegangan listrik. Pada rumah model lama, pemutus arus listrik ini berupa fuse (sekering) yang sudah tidak praktis lagi, karena bilamana putus, harus mengganti sekering tersebut. Dengan adanya MCB maka setiap kali arus listrik over sehingga circuit terputus, sesudah instalasi normal kembali maka

PLTA jenis mikroidro

Page III-27

untuk menghidupkan listrik cukup dengan menekan tuas/saklar pada mcb. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu pemutus hubungan listrik agar dapat melakukan hal-hal diatas, adalah sebagai berikut:
1.

Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-

menerus.
2.

Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan

berbeban maupun terhubung singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3.

Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan

tinggi agar arus hubung singkat tidak sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan kestabilan, dan merusak pemutus tenaga itu sendiri

(a)

(b) Gb. 3.2-31 (a) dan (b) MCB

b. Switch atau Saklar

PLTA jenis mikroidro

Page III-28

Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.

Gb. 3.2-32 Tiga macam saklar tekan/tombol Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian pengontrolan. Beberapa jenis Saklar : 1. Saklar Manual Saklar manual yang dipasang berfungsi sebagai penyambung (ON) atau pemutus arus (Off), dimana cara mengoperasikannya ialah dengan memindahkan tuas saklar secara mekanis. Ukuran, bentuk
PLTA jenis mikroidro Page III-29

dan cara pemasangannya sangat bervariasi. Saklar yang digunakan sebagai komponen input biasanya berjenis: Toggle, Push Button, Selektor, dan Push wheel.

Gb. 3.2-32 saklar Toggle

Gb. 3.2-33 konfigurasi Kontak Saklar Toggle


PLTA jenis mikroidro Page III-30

a)

Saklar Push Bottom (PB)

Pada umumnya saklar push button adalah tipe saklar NO (Normally Open) yang hanya kontak sesaat saja ketika pertama kali ditekan. Sedangkan untuk mengembalikan ke kondisi NO lagi, maka perlu ditekan sekali lagi. Terdapat 4 konfigurasi saklar push button: tanpapengunci (no guard), pengunci penuh (full guard), extended guard, dan mushroom button.

Gb. 3.2-34 saklar Push Bottom b) Saklar Pemilih (Selector Switch / SS)

Saklar jenis ini pada umumnya tersedia dua, tiga atau empat pilihan posisi, dengan berbagai tipe knop, seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.

Gb. 3.2-35 saklar Pemilih


PLTA jenis mikroidro Page III-31

2. Saklar Mekanik Saklar mekanik akan ON atau OFF secara otomatis oleh sebuah proses perubahan parameter, misalnya posisi, tekanan, atau temperatur. Saklar akan On atau Off jika set titik proses yang ditentukan telah tercapai. Terdapat beberapa tipe saklar mekanik, antara lain: Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure Switch dan Temperatur Switch. a) Limit Switch (LS) Limit switch termasuk saklar yang banyak digunakan di industri. Pada dasarnya limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas karena mendapat tekanan plunger atau tripping sirip wobbler.

Gb. 3.2-36 Konfigurasi Limit Switch yang ada dipasaran adalah: (a).Sirip roller yang bisa diatur, (b) plunger, (c) Sirip roller standar, (d) sirip wobbler, (e) sirip rod yang bisa diatur.

b) Flow Switch (FL) Saklar ini digunakan untuk mendeteksi perubahan aliran cairan atau gas di dalam pipa, tersedia untuk berbagai viskositas.

PLTA jenis mikroidro

Page III-32

Gb. 3.2-37 Flow switch dalam aliran zat cair melalui pipa

c) Level Switch atau Float Switch (FS)

Saklar level atau float switch, merupakan saklar diskret yang digunakan untuk mengontrol level permukaan cairan di dalam tangki. Posisi level cairan dalam tangki digunakan untuk mentrigger perubahan kontak saklar. Kontak akan tersambung dan terputus dengan cepat membentuk histerisis.

Gb. 3.2-38 level switch atau Float Switch (FS) d) Saklar Tekanan (Pressure Switch) Pressure switch merupakan saklar diskrete yang kerjanya tergantung dari tekanan pada perangkat saklar. Tekanan tersebut berasal dari air, udara atau cairan lainnya, misalnya oli. Terdapat dua macam Pressure Switch: absolut (trigger terjadi pada tekanan

PLTA jenis mikroidro

Page III-33

tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi karena perbedaan tekanan).

Gb. 3.2-39 saklar Tekanan e) Saklar Temperatur (Temperatue Switches) Secara fisik saklar ini terdiri dari dua komponen, yaitu bagian yang bergerak/ bergeser (digerakkan oleh tekanan) dan bagian kontak. Bagian yang bergerak dapat berupa diafragma atau piston. Kontak elektrik biasanya terhubung pada bagian yang bergerak, sehingga jika terjadi pergeseran akan menyebabkan perubahan kondisi (On ke Off atau sebaliknya).

Gb. 3.2-40 saklar temperature Saklar diskret temperatur biasanya disebut Thermostat, bekerja berdasarkan perubahan temperatur. Perubahan kontak elektrik ditrigger (dipicu) oleh pemuaian cairan yang ada pada chamber yang

PLTA jenis mikroidro

Page III-34

ter-tutup (sealed chamber) Chamber ini terdiri dari tabung kapiler dan silinder yang ter-buat dari stainless steel.
a. Fuse atau sekering

Sekering (dari bahasa Belanda zekering) adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek. Cara kerja dari fuse adalah berdasarkan pelelehan bahan sehingga akan memberikan hubungan terbuka pada rangkaian karena beban lebih atu hubung singkat. Semua jenis sekering mampunyai sifat sensitif terhadap temeratur (dari temperatur ambang 25o C), serta mempunyai spesifikasi rating arus dan tegangan.

Gb. 3.2-41 sekering

Sekering atau fuse dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya, yaitu: Tipe ulir

PLTA jenis mikroidro

Page III-35

Gb. 3.2-42 a) Diazed. b) Neozed

Tipe pisau Sekering jenis ini sering disebut pula HRC fuse (High Rupturing Capacity fuse). Sekering tipe ini merupakan jenis sekering dengan kapasitas pemutusan tinggi.

Gb. 3.2-43 Sekering atau fuse tipe pisau

Tipe tabung Pengaman lebur dengan kapasitas pemutusan yang variatif mulai kapasitas pemutusan yang rendah hingga tinggi dan dapat dijumpai
PLTA jenis mikroidro Page III-36

dalam rating tegangan extra rendah, tegangan rendah, menengah ataupun tegangan tinggi.

Gb. 3.2-44 Sekering atau fuse tipe tabung Rating Standar Fuse Low Voltage ( 240V, 660V dan 1000V ) 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A, 125A Medium Voltage ( 3,6KV, 7,2KV, 12,0KV, 15,5KV, 17,5KV, 24,0KV ) 3,15A, 4A, 5A, 6,3A , 8A, 10A, 16A, 20A, 25A, 31,5A , 35,5A 40A, 50A, 63A, 80A, 90A, 100A, 125A, 160A, 200A, 250A, dst High Voltage ( 36KV, 72,5KV , dst ) 3,15A, 4A, 5A, 6,3A , 8A, 10A, 16A, 20A, 25A, 31,5A , 35,5A 40A, 50A, 63A, 80A, 90A, dst
HRC FUSE

PLTA jenis mikroidro

Page III-37

Ukuran Fuse Diazed

b.

Transformator atau trafo Transformator adalah alat untuk menaikan tegangan sehingga mencapai nilai yang diinginkan untuk tegangan transmisi. Transformator terdiri dari sebuah inti dari susunan lapisan yang mempunyai dua isolasi yaitu dari sisi tegangan rendah dan dari sisi tegangan tinggi. Power lines atau jalur jalur transmisi daya berfungsi untuk mendistribusikan listrik yang telah dibangkitkan. Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan hukum Ampere dan hukum Faraday, yaitu : arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Jika pada salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik (AC) maka jumlah garis gaya magnet akan berubah-ubah. Akibatnya pada sisi primer terjadi induksi. Sisi sekunder menerima garis gaya magnet dari sisi primer yang jumlahnya berubah-ubah pula. Maka di sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung kumparan (lilitan) terdapat beda tegangan. Trafo digunakan untuk menaikan tegangan arus bolak balik (AC) agar listrik tidak banyak terbuang saat dialirkan melalui transmisi. Trafo yang digunakan adalah travo step up. Transmisi berguna untuk
PLTA jenis mikroidro Page III-38

mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah rumah atau industri. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi dengan trafo step down. Transformator harus diletakkan ditempat yang mudah dicapai agar mudah di periksa secara. periodik. Karena Transformator ini mengubah kurang lebih 1 sampai 1,5% daya listrik menjadi panas, maka untuk ruang Transformator berdaya besar (yang juga berat dan kadang berisik) diperlukan sirkulasi udara untuk mendinginkan dan pada batas tertentu mengurangi resiko kebakaran. Oleh sebab itu, Transformator berdaya besar sebaiknya diletakkan diluar bangunan untuk kemudahan perawatan (biasanya lebih murah) dan dari segi arsitektur dapat dikatakan menghemat ruang dalam gedung yang bernilai tinggi. Namun, rumah Transformator harus diletakkan tidak terIalu jauh dari gedung, agar nilai power loss tetap kecil serta biaya konduktor tetap rendah. Pada umumnya kontruksi transformator terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut : 1. Inti (core) yang dilaminasi. 2. Dua buah kumparan, kumparan primer dan sekunder. 3. Tangki. 4. Sistem pendingin. 5. Terminal. 6. Bushing. Secara umum transformator dapat dibedakan dua jenis menurut konstruksinya, yaitu: 1. Tipe inti Pada transformator tipe inti, kumparan mengelilingi inti dan kontruksi dari intinya berbentuk huruf L atau huruf U.

PLTA jenis mikroidro

Page III-39

Gb. 3.2-45 Konstruksi transformator tipe inti

2. Tipe cangkang Pada transformator tipe cangkang, kumparan atau belitan transformator dikelilingi oleh inti dan kontruksi intnya berbentuk huruf E, huruf I, dan huruf F..

gb. 3.2-46 Kontruksi transformator tipe cangkang.

PLTA jenis mikroidro

Page III-40

Gb. 3.2-47 Konstruksi transformator

c. Motor listrik Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-moto menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri. Motor listrik dapat dikategorikan berdasarkan pasokan input konstruksi, dan mekanisme operasinya. Berikut adalah klasifikasi jenis utama motor listrik.

PLTA jenis mikroidro

Page III-41

Gb. 3.2-48 Klasifikasi Jenis Utama Motor Listrik

2.2 Pemeliharaan Umun pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

beserta komponennya Pemeliharaan bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan dalam peralatan baik unit dalam keadaan beroperasi maupun stand by, mempertahankan unjuk kerjanya. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan. Pemeliharaan instalasi pembangkit listrik tenaga air dilakukan secara rutin/berkala. Secara garis besar pemeliharan yang dilakukan terdiri dari pemeliharaan periodik dan non periodik. Untuk pemeliharaan periodik terdiri dari pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

PLTA jenis mikroidro

Page III-42

2.2.1

Pemeliharaan dan Perawatan Turbin Air Pemeliharaan rutin yaitu: Melumasi kogelager. Memeriksa seal dan bearing Mengencangkan baut-baut yang kendur. Memeriksa turbin secara keseluruhan. Pemeliharaan saringan. Pemeriksaan cincin slip dan sikat komulator Pemeriksaan pompa pengering Pembongkaran kompresor udara dan pemeriksaanya Pemeliharaan berkala yaitu: Keausan karet (belt) penghubung; jika aus perlu diganti. Perawatan turbin, generator. Pemeliharaan saluran seperti pengerukan lumpur dan sebagainya Untuk pemeliharaan tahunan dilakukan berdasarkan jam kerja mesin yang

telah dijalani, yaitu: Annual Inspection, setelah 6000 jam kerja

Meliputi: pemeriksaan bagian dalam turbin, pemeriksaan kualitas minyak, penyaringan kualitas minyak tekan atau penggantiannya, penyaringan minyak pelumas atau penggantiannya, pembongkaran bermacam - macam saringan, pemeriksaan, dan pembersihannya, pemeriksaan baut dan pengencangaannya, pengukuran tahanan isolasi.

PLTA jenis mikroidro

Page III-43

General Inspection, setelah 20.000 jam kerja

Meliputi: pembongkaran peralatan control dan operasi serta pemeriksaanya, pembingkaran peralatan minyak tekan dan pemeriksaanya. Major Overhaul, setelah 40.000 jam kerja

Meliputi : pembongkaran bantalan dan pemeriksaanya, pembongkaran katup masuk dan pemeriksaanya, rotor dikeluarkan dan dibersihkan, pemeriksaan bantalan dan pengukuran celah-celahnya, pemeriksaan pipa pendingin bantalan dan pembersihannya, pembongkaran bantalan poros dorong dan pemeriksaanya.

Gb. 3.2-49 Kavitasi pada turbin Francis

2.2.2

Pemeliharaan dan Perawatan Generator Pemeliharaan mingguan generator/exciter & seal oil unit 5-7 secara rutin

yang dilakukan saat generator sedang beroperas, meliputi: a. b. c. d. e. f. Memeriksa kebocoran minyak,gas,air Memeriksa indikator temperature Memeriksa pressure indikator hidrogen dan seal oil pump Memeriksa sikat arang Memeriksa fuse rotating rectifier Memeriksa kelainan suara
Page III-44

PLTA jenis mikroidro

g.

Memeriksa kebersihan

Pemeliharaan periodik dilakukan berdasarkan lama operasi dari generator yaitu: a. b. c. simple inspection, setiap 8000 jam middle inspection, setiap 16000 jam. serious inspection, setiap 32000 jam.

Pemeriksaan periodik meliputi pembongkaran (disassembly), pemeriksaan dan pengujian. Kegiatan pemeriksaan tersebut tegantung klasifikasi pemeriksaan periodiknya. Komponen-komponen exciter yang perlu diperiksa saat pemeliharaan meliputi:
-

Rotating diode rectifier dari kotoran atau bekas pemanasan yang Fuse baut-baut terminal pengukuran tahanan isolasi kebersihan kumparan, dll.

berlebihan dan kerusakan


-

2.2.3

Pemeliharaan dan Perawatan saklar Saklar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik, penempatan saklar sebaiknya di tempat yang mudah dicapai, seperti di dekat pintu masuk ruangan. Cara memeriksa dan merawat saklar adalah dengan memeriksa tutup saklar, bila ada yang pecah maka harus diganti. Kemudian bukalah tutup saklar dengan melepaskan sekrup-sekrupnya. Bila kontaknya kotor harus dibersihkan dengan ampelas halus. Bila kontaknya sudah aus, maka saklar harus diganti. Sebelum melakukan perbaikan ini, aliran arus listrik dibuka atau diputuskan terlebih dahulu. Selanjutnya pemeriksaan pada kontak saklar, masih berfungsi dengan baik atau tidak.

PLTA jenis mikroidro

Page III-45

2.2.4

Pemeliharaan dan Perawatan sekering Sekering merupakan alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun hubung singkat. Di dalam beberapa sekering dipasang kawat perak sebagai sambungan sekering yang akan meleleh jika terjadi gangguan arus lebih atau arus hubung singkat. Ukuran sekering harus menurut aturan yang ditetapkan dalam PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) yaitu maksimal sebesar 2,5 kali arus nominalnya. Sekering merupakan komponen penghambat alat listrik yang fungsinya cukup vital. Tips perawatan sekering : 1. Kotak yang berisi deretan sekring perlu dibersihkan secara berkala. Jika ada pompa kompresor digunakan untuk membersihkan bagian kotak ini dengan cara menyemprotkannya.
2. Sekering dalam kondisi optimal. Hal ini terlihat dari keutuhan logam

dibagian tengah sekering. Bila warna sekering tampak pudar digantikan dengan yang baru.
3. Penggantian sekering yang baru harus berukuran sama dengan yang

sebelumnya.
4. Sediakan sekering cadangan untuk berjaga-jaga. 5. Pemasangan sekering perlu kehati-hatian.

2.2.5

Pemeliharaan dan Perawatan Motor Listrik Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan karbonnya, sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia. Walau begitu, perawatan yang buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal. Sebagai contoh, pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada motor dan penggerak transmisi peralatan. Kehilangan resistansi pada motor, yang meningkat dengan kenaikan suhu.

PLTA jenis mikroidro

Page III-46

Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor. Sebagai contoh, suhu ekstrim, kadar debu yang tinggi, atmosfir yang korosif, dan kelembaban dapat merusak sifat-sifat bahan isolasi; tekanan mekanis karena siklus pembebanan dapat mengakibatkan kesalahan penggabungan. Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Sebuah daftar periksa praktekperawatan yang baik akan meliputi:

Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya (untuk mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi motor (untuk menjamin pendinginan motor)

Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang digerakkan, penyebabnya yang harus diketahui.

Pemberian pelumas secara teratur. Fihak pembuat biasanya member rekomendasi untuk cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan masalah, seperti yang telah diterangkan diatas. Pelumasan yang berlebihan dapat juga menimbulkan masalah, misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor, menyebabkan kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran

Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan sumbu as dan bearings lebih cepat aus, mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan.

Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar. Sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk meyakinkan kebersihan dan kekencangnya.

PLTA jenis mikroidro

Page III-47

Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Umur isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10oC diatas suhu puncak yang direkomendasikan, waktu pegulungan ulang akan lebih cepat, diperkirakan separuhnya.

PLTA jenis mikroidro

Page III-48

BAB III PEMBAHASAN

Pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan berupa air. Salah satu keunggulan dari pembangkit ini adalah responnya yang cepat sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Sistem tenaga air mengubah energi dari air yang mengalir menjadi energy mekanik dan kemudian biasanya menjadi energi listrik. Air mengalir melalui kanal (penstock) melewati kincir air atau turbin dimana air akan menabrak sudu-sudu yang menyebabkan kincir air ataupun turbin berputar. Ketika digunakan untuk membangkitkan energi listrik, perputaran turbin menyebabkan perputaran poros rotor pada generator. Energi yang dibangkitkan dapat digunakan secara langsung, disimpan dalam baterai ataupun digunakan untuk memperbaiki kualitas listrik pada jaringan. Daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga mikro hidro 10 100 KW. Dengan daya dihasilkan tersebut dapat digunakan sebagai salah satu solusi alternatif untuk menjawab keterbatasan energi saat ini. Energy listrik yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber penerangan rumah rumah di pedesaan ataupun sebagai sumber energy listrik industry kecil yang tidak memerlukan daya yang besar untuk memenuhi kebutuhan energy listrik. Komponen kompnen dasar pembangkit listrik tenaga mikrohidro berupa dam, turbin, generator, kincir, transformator, reservoir, penstock. Sedangkan komponen pendukung pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah MCB, switch, fuse, dan motor listrik. Komponen komponen tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam menghasilkan energy listrik.

PLTA jenis mikroidro

Page III-49

Komponen komponen tersebut didesain untuk bekerja dalam jangka waktu puluhan tahun dengan sangat sedikit pemeliharaan pada elemen utamanya, interval pemeriksaan total dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun. Pemeliharaan komponen dapat dilakukan secara rutin, berkala, dan perawatan tahunan. Misalnya pada turbin yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro diperlukan pemeliharaan pada sudu, pengarah dan part lain yang bersentuhan dengan air termasuk pembersihan, pemeriksaan dan perbaikan part yang rusak. Keausan umumnya adalah lubang akibat kavitasi, retakan kelelahan dan pengikisan dari benda padat yang tercampur dalam air. Elemen baja diperbaiki dengan pengelasan, umumnya dengan las stainless steel. Area yang berbahaya dipotong dan digerinda, kemudian di las sesuai dengan bentuk aslinya atau dengan profil yang diperkuat. Sudu turbin tua mungkin akan mempunyai banyak tmbahan stainless steel hingga akhir penggunaanya. Prosedur pengelasan yang rumit mungkin digunakan untuk mendapatkan kualitas perbaikan yang baik. Elemen lainnya yang membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan selama pemeriksaan total termasuk bantalan, kotak paking dan poros, motor servo, sistem pendingin untuk bantalan dan lilitan generator, cincin seal, elemen sambungan gerbang dan semua permukaan. Sebuah turbin Francis dalam masa akhir penggunaanya, menunjukan lubang kavitasi, retakan kelelahan dan kerusakan besar. Dapat dilihat dari bekas perbaikan sebelumnya dengan las stainless steel. Pemilihan program perawatan akan mempengaruhi kelangsungan produktivitas produksi pembangkit listrik. Karena itu perlu dipertimbangkan secara cermat mengenai bentuk perawatan yang akan digunakan terutama berkaitan dengan kebutuhan produksi, waktu, biaya, keterandalan tenaga perawatan dan kondisi peralatan yang dikerjakan.

PLTA jenis mikroidro

Page III-50

BAB IV KESIMPULAN
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro merupakan salah satu sumber listrik dengan energy terbaharukan. Dimana air digunakan untuk menghasilkan energy mekanik yang kemudian dirubah menjadi energy listrik oleh generator. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan sangat penting, karena dapat Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan, Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan, Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan, Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis, Memelihara instalasi secara aman, Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan, Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material, Memperbaiki komunikasi teknik.

PLTA jenis mikroidro

Page III-51

DAFTAR PUSTAKA
Msw. 2010. pembangkit listrik tenaga air. (online) tersedia :http://beritaiptek.blogspot.com/2008/04/pembangkit-listrik-tenaga-air.html November 2010 pukul 20.59) Azhula. (tersedia) 2010. karakteristik pembangkit listrik. Online (14

.http://www.scribd.com/doc/36781914/KARAKTERISTRIK-

PEMBANGKIT-LISTRIK# (14 November 2010 pukul 21.15) dompil. pukul 6.09) Hiqaraz. 2010. (terbesar) pembangkit listrik tenaga air. (online) tersedia: http://www.artikelasik.com/2010/01/terbesarpembangkit-listrik-tenagaair.html (21 November 2010 pukul 20.40) Anonym. 2010. Pemanfaatan tenaga air. (online) tersedia: (21 2010. Prinsip Kerja PLTA. (online) tersedia:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4211776%22 (15 November 2010

http://www.scribd.com/doc/15560315/Pemanfaatan-Tenaga-Air November 2010 pukul 22.47 ) Ilma. 2010. Pembangkit listrik mikrohidro. (online)

tersedia:

http://pinginpintar.com/?p=65 (21 November 2010 pukul 23.00) lischer. 2010. Air sebagai energy alternative. (online) tersedia: (21

http://lischer.wordpress.com/2010/01/08/air-sebagai-energi-alternatif November 2010 pukul 23.09) anonym. 2010. 2010 pukul 23.15)

Pembangkit listrik tenaga air. (online) tersedia:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_air (21 November

PLTA jenis mikroidro

Page III-52

anonim.

2010.

plta

riam

kanan.

(online)

tersedia:

http://www.alpensteel.com/article/66-105-energi-sungai-plta--waduk-bendungan/1374--riam-kanan-plta.html ( 21 November 2010 pukul 23.50) Prof Erman Mawardi. 2010. penerapan teknologi pembangkit listrik tenaga air dengan tinggi tekan kecil di saluran irigasi. (online) tersedia: http://fadhilsttpln07.blogdetik.com/penerapan-teknologi-pembangkitlistrik-tenaga-air-dengan-tinggi-tekan-kecil-di-saluran-irigasi/ November 2010 pukul 23.54) Anonym. 2011. pembangkit energy listrik tenaga mikrohidro. (online) tersedia: http://adesalbg.wordpress.com/2008/06/10/pembangkit-energilistrik-tenaga-mikrohidro/ (01 Januari 2011 pukul 15.58 ) (21

PLTA jenis mikroidro

Page III-53