Anda di halaman 1dari 12

DISTRIBUSI TEGANGAN SEBELUM DIBUAT TEROWONGAN

1. Tegangan gravitasi yang terjadi karena berat dari tanah atau batuan yang berada diatasnya (overburden) 2. Tegangan tektonik yang terjadi akibat pergerakan kulit bumi yang terjadi pada waktu yang lampau maupun saat ini. 3. Tegangan sisa adalah tegangan yang masih tersisa, walaupun penyebab tegangan tersebut sudah hilang yang berupa panas ataupun pembengkakan pada kulit bumi.

TEGANGAN MULA-MULA
o = . H
Keterangan ;
o H = = = TEGANGAN MULA-MULA (KPa) Density tanah atau batuan di atasnya (KN/m3) Jarak dari permukaan tanah (m)

h = k .v
dimana ; - Untuk material elastik k = V/1-V - Dalam keadaan tegangan hidrostatik, k = 1 - V = Poissons ratio

DISTRIBUSI TEGANGAN PADA TEROWONGAN BENTUK LINGKARAN

DISTRIBUSI TEGANGAN PADA TEROWONGAN BENTUK LINGKARAN Tegangan tangensial :

Tegangan Radial : rr = v a2 a2 (1 + k )(1 ) (1 k )(1 4


2 r2

v 2

2 4 a a (1 + k )(1 + 2 ) + (1 k )(1 + 3 4 )Cos 2 r r

a4 + 3 4 )Cos 2 2 r r

Tegangan Geser : r = v 2a 2 (1 + k )(1 +


2 r2

3a 4 4 )Sin 2 r

KETERANGAN ;
v = Tegangan vertikal yang bekerja pada massa batuan r = Jarak dari titik pusat lingkaran ke suatu titik didalam massa batuan a = Jari-jari lingkaran E = Modulus Elastisitas = Sudut yang dibentuk terhadap sumbu vertikal

KONSENTRASI TEGANGAN TANGENSIAL ( ) TERHADAP TEGANGAN VERTIKAL ( V) DI DINDING LUBANG BUKAAN LINGKARAN (A = R)

0 15 30 45 60 75 90 K=1 2 2 2 2 2 2 2

/ v k= 2.5 2.4 2.0 1.5 1.0 0.6 0.5 k = 1/3 2.7 2.6 2.0 1.3 0.7 0.2 0.0

KURVA TEGANGAN TANGENSIAL DAN TEGANGAN RADIAL TERHADAP TEGANGAN VERTIKAL DISEKITAR DINDING LUBANG BUKAAN LINGKARAN PADA TEGANGAN BIAKSIAL DENGAN KONDISI K=1, K= DAN K=1/3 (O.LEONARD AND W.I. DUVALL, 1967).
3.0 2.5
/v atau r /v /v k=1 k= k = 1/3

2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 1 2 3 r/a 4 5 6


r /v

Tegangan Tangensial ( ) dan Tegangan Radial ( r) Terhadap Tegang Vertikal ( v) di sekitar dinding lubang bukaan lingkaran Pada berbagai jarak r dan kondisi k = 1, k = dan k = 1/3.

r/a k=1 1 2 3 4 5 6 2.00 1.25 1.11 1.06 1.04 1.03

/ v k= 2.50 1.23 1.09 1.05 1.03 1.02 k = 1/3 2.70 1.23 1.09 1.05 1.03 1.02 k=1 0.00 0.75 0.89 0.94 0.96 0.97

r/ v k= 0.00 0.52 0.52 0.51 0.51 0.51 k = 1/.3 0.00 0.44 0.39 0.37 0.36 0.35

DISTRIBUSI TEGANGAN TEROWONGAN BERBENTUK ELLIPS

W A A

B H H

(a)

(b)

DISTRIBUSI TEGANGAN TEROWONGAN BERBENTUK ELLIPS

TEGANGAN TANGENSIAL ( ) PADA SUMBU LUBANG BUKAAN BERBENTUK ELLIPS TERHADAP TEGANGAN VERTIKAL, V (DUFFAUT, 1981)
Lubang Bukaan Ellips H/W Tegangan Tangensial terhadap tegangan vertikal ( / v) Titik A (Atap) h = 0 (k=0) h = v (k=1) Titik B (Dinding) h = 0 (k=0) h = v (k=1)

Ellips Horizontal : 2/3 Ellips Vertikal : 2 3/2

-1 -1 -1 -1

1 4/3 4 3

5 4 2 7/3

4 3 1 4/3