Anda di halaman 1dari 19

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Profil BNI Syariah KCPS Bulaksumur 2.2. Visi dan Misi 2.3.

BAB III KEGIATAN Produk A. Individual :


1. Murabahah

Pembiayaan Murabahah memaiaki prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, dengan pihak bank selaku penjual dan nasabah selaku pembeli. Karakteristiknya adalah penjual harus memberitahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya Pembayaran dapat dilakukan secara angsuran sesuai dengan kesepakatan bersama. Pembiayaan ini cocok untuk Anda yang membutuhkan tambahan asset namun kekurangan dana untuk melunasinya secara sekaligus. Syarat-syarat: 1. Bank Islam memberitahu biaya modal kepada nasabah. 2. Kontrak pertama harus sah. 3. Kontrak harus bebas dari riba. 4. Bank Islam harus menjelaskan setiap cacat yang terjadi sesudah pembelian dan harus membuka semua hal yang berhubungan dengan cacat. 5. Bank Islam harus membuka semua ukuran yang berlaku bagi harga pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang. 6. Jika syarat dalam 1, 4 atau 5 tidak dipenuhi, pembeli memiliki pilihan:

a. melanjutkan pembelian seperti apa adanya. b. kembali kepada penjual dan menyatakan ketidaksetujuan. membatalkan kontrak. 2. Ijarah Ijarah Bai Ut Takjiri adalah pembiayaan berdasarkan prinsip sewa beli. Pembiayaan ini sesuai untuk Anda yang menginginkan tambahan asset yang diperoleh melalui sewa yang pada akhirnya bertujuan untuk pengalihan kepemilikan asset tersebut kepada Anda. Pembiayaan Ijarah Dalam produk ijarah akan ditawarkan 2 (dua) jenis produk yang sangat cocok dengan kebutuhan msayarakat saat ini yaitu: - Ijarah Bai Ut Takjiri Ijarah Musyarakah Muntanaqisah. Ijarah Bai Ut Takjiri Produk Ijarah ini, suatu kontrak sewa yang diakhiri dengan penjualan. Produk ini ditawarkan untuk memberikan pelayanan kepada nasabah yang memerlukan asset yang diperoleh melalui sewa yang pada akhirnya bertujuan untuk pemindahan kepemilikan asset tersebut kepada penyewa, yang lebih dikenal sebagai "Ijarah Muntahia Bittamliik/ Ijarah Wa Iqtina". Yang pada intinya produk ini adalah dengan prinsip sewa beli, dimana harga sewa dan harga beli ditetapkan bersama diawal perjanjian. c.

SKEMA PEMBIAYAAN IJARAH MUNTAHIA BITTAMLIIK 1. Nasabah memesan untuk menyewa barang kepada Bank. 2. Bank membeli dan membayar barang kepada Supplier. 3. Supplier mengirim barang kepada Nasabah. 4. Nasabah membayar sewa kepada Bank. 5. Masa sewa diakhiri dengan nasabah membeli barang tersebut. Ijarah Musyarakah Muntanaqisah Dalam produk ini ditawarkan kepada nasabah yang ingin memiliki suatu

asset dengan jalan membayar secara bertahap. Oleh karena yang bersangkutan hanya memiliki dana sebagian, maka ditempuh dengan jalan bermusyarakah dengan Bank. Disepakati antara Bank dengan nasabah untuk berkongsi dengan menyertakan modal masing-masing sesuai dengan yang disepakati untuk membeli suatu asset. Asset tersebut kemudian disewakan kepada nasabah dengan harga sewa yang disepakati. Oleh karena pihak nasabah bermaksud memiliki asset tersebut pada akhir sewa maka nasabah tidak mengambil bagian dari uang sewa tersebut dan seluruhnya diserahkan kepada Bank sebagai upaya penambahan modal miliknya, dengan demikian semakin banyak angsuran semakin bertambah modal nasabah dan semakin berkurang modal Bank sampai modal bank menjadi Nol/nihil sehingga asset tersebut menjadi milik nasabah. Produk ini akan diaplikasikan kepada pembiayaan kepemilikan rumah (sebagai alternatif dari KPR). 3. Gadai Emas Syariah Gadai Emas Syariah - BNI Syariah atau disebut juga pembiayaan Rahn merupakan penyerahan jaminan / hak penguasaan secara fisik atas barang berharga berupa emas (lantakan dan atau perhiasan beserta aksesorisnya) kepada bank sebagai jaminan atas pembiayaan (qardh) yang diterima. Gadai emas Syariah ini dapat dimamfaatkan oleh Anda yang membutuhkan dana jangka pendek dan keperluan yang mendesak. Misalnya menjelang tahun ajaran baru, hari raya, kebutuhan modal kerja jangka pendek dan sebagainya. Keunggulan : Cepat, karena keseluruhan proses hanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Mudah, karena dengan prosedur yang sederhana dan diperuntukkan untuk segenap lapisan masyarakat. Murah, karena tarif penitipan ditetapkan harian dan tidak dikaitkan dengan nominal pembiayaan. Berkah, karena dikelola secara syariah dan tidak menggunakan bunga.

Persyaratan : Memiliki bukti identitas yang jelas dan masih berlakU Menyerahkan barang gadai berupa emas perhiasan atau lantakan yang dilengkapi dengan sertifikat logam mulia. Dana Gadai dapat dipindahbukukan ke Tabungan Syariahplus atau Giro Wadiah atau diambil tunai Pembiayaan dapat diberikan maksimal 85% dari nilai taksiran untuk emas lantakan atau 75% dari nilai emas perhiasan dengan minimal Rp.500.000,-- atau + 10 gram emas. Tarif Gadai : Biaya meterai Biaya administrasi Biaya penitipan / jasa penyimpanan yang dihitung secara harian.

Contoh : Ibu Aminah akan menggadaikan perhiasannyadengan taksiran sebesar Rp. 10 Juta. Misalkan tarif ujrah rahn yang berlaku adalah 0,04% perhari, maka pelunasannya adalah: 0,04% X 10 hari X Rp.10 juta = Rp.40.000 ,-- (dibayar pada saat jatuh tempo / melunasi qardnya). 4. Tabungan Syariah Plus Tabungan Syariah Plus dengan prinsip Mudharabah Mutlhlaqah*, menyimpan dana Anda dalam kemurnian dengan keuntungan bagi hasil yang adil. Didukung pelayanan 24 jam di ribuan ATM di seluruh Indonesia yang makin memudahkan transaksi Anda. Keunggulan dan Kemudahan 1. Bagi Hasil sangat menarik 2. Saldo di bawah saldo minimum tetap diberikan bagi hasil.

3. Sistem menghitung keuntungan bagi hasil sampai tanggal penutupan. 4. Pengambilan dari Teller tidak terbatas, sedangkan melalui ATM sebesar Rp. 5 Juta/ hari. 5. On-Line real time di seluruh Cabang/ Capem BNI dan BNI Syariah. 6. Dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan. 7. Fasilitas Phone Banking 24 Jam. 8. Kartu ATM: dapat diakses melalui jaringan BNI ATM dan melalui ATM Cirrus . 9. Sebagai kartu Debit untuk berbelanja di merchant berlogo Maestro/ master Card. Persyaratan 1. Mengisi Formulir Permohonan Pembukaan Rekening. 2. Foto Copy identitas diri (KTP/ SIM/ Paspor, dll). 3. Setoran pertama/ saldo minimum Rp. 25.000,4. Setoran lanjutan minimal Rp. 5.000,5. Menandatangani perjanjian bagi hasil diatas materei Rp. 6.000,6. Biaya Pencetakan Kartu Rp. 5.000,*Mudharabah Mutlaqah merupakan simpanan dan masyarakat (pemilik dana/ shahibul maal) yang oleh BNI Syariah (mudharib) dapat dioperasikan untuk mendapat keuntungan. Hasil Keuntungan akan dilakukan bagi hasil antara pihak penabung dan pihak bank sesusai dengan nisbah yang disepakati 5. Giro Wadiah Giro Wadiah merupakan simpanan nasabah berbentuk giro dengan prinsip Wadiah Yad Dhamanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan

menggunakan media cek atau bilyet giro. Dengan prinsip Wadiah Yad Dhamanah*) yang sesuai dengan syariah, Giro BNI Syariah merupakan pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan nilai lebih oleh rekanan bisnis Anda. Gunakan rekening Giro BNI Syariah untuk rekanan bisnis anda dan rasakan betapa dipercayanya Giro BNI Syariah. Persyaratan Mudah : Giro Perorangan : Membawa kartu identitas asli (KTP)/SIM/paspor atau identitas lainnya Mengisi formulir aplikasi Foto copy NPWP, SIUP dan legalitas usaha lainnya Setoran awal minimal sebesar Rp. 500.000,-

Giro Perusahaan/lembaga Membawa kartu identitas asli (KTP)/SIM/paspor atau identitas lainnya atas yang berhak pada perusahaan / lembaga, serta akta pendiriannya. Mengisi formulir aplikasi Foto copy NPWP, SIUP dan legalitas usaha lainnya Setoran awal minimal sebesar Rp. 1.000.000,-

Keunggulan : 1. Uang Anda aman duniawi dan ukhrowi karena dikelola sesuai syariah oleh BNI Syariah yang sudah terbukti aman dan dipercaya. 2. Dapat memperoleh bonus yang menarik. 3. Rekening Giro Wadiah perorangan dapat memperoleh Kartu ATM Syariahplus. 4. Seluruh transaksi Anda tercatat melalui rekening giro secara computerized. 5. Pengoperasian dana ke sektor riil yang menguntungkan khususnya untuk kemajuan ekonomi ummat dan tidak bertentangan dengan syariah.

*) Wadiah Yad Dhamanah Merupakan titipan dana murni yang dengan seizin dari pemilik dana dapat dioperasikan oleh bank untuk mendukung sektor riil dengan jaminan bahwa dana dapat ditarik sewaktu-waktu oleh pemilik dana (dengan menggunakan media cek atau bilyet giro). Keuntungan / kerugian atas pemanfaatan dana tersebut sepenuhnya menjadi hak dan tanggung jawab dari bank, sedangkan pemilik dana (shahibul maal) tidak memperoleh imbalan dan tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian. Namun kepada pemilik dana dapat diberikan bonus yang tidak diperjanjikan di depan, melainkan tergantung dari kebijakan bank yang dikaitkan dengan pendapatan bank. 6. Deposito Mudharabah Deposito Mudharabah merupakan investasi Anda baik secara individu maupun perusahaan dalam bentuk deposito yang sesuai dengan prinsip syariah yakni Mudharabah Muthlaqah*), yang merupakan pilihan tepat bagi anda yang ingin menginvestasikan dana selama jangka waktu tertentu. Dana Anda akan diinvestasikan pada sektor riil yang menguntungkan untuk memajukan ekonomi ummat, sehingga selain berinvestasi anda sekaligus juga beribadah. Persyaratan Mudah : Membawa Kartu Identitas diri asli (KTP)/SIM/Paspor atau identitas lainnya Nilai nominal minimal sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening

Keunggulan : 1. Uang Anda aman duniawi dan ukhrowi karena di kelola sesuai syariah. 2. Bagi hasil dapat diambil setiap bulan atau otomotis dikreditkan ke rekening tabungan mudharabah atau giro wadiah anda atau dikliringkan. 3. Dana dioperasikan ke sektor-sektor usaha yang menguntungkan dan tidak bertentangan dengan syariah serta difokuskan kepada sektor riil untuk memajukan

ekonomi ummat. Dengan dikelola oleh SDM BNI Syariah yang professional, investasi anda akan berkembang dan menguntungkan. *Mudharabah Muthlaqah Merupakan simpanan dana masyarakat (pemilik dana / shahibul maal) yang oleh BNI Syariah (mudharib) dapat dioperasikan untuk mendapatkan keuntungan. Hasil keuntungan tersebut akan dilakukan bagi hasil antara pemilik dana dan pihak bank sesuai dengan nisbah yang disepakati. 7. THI Mudharabah Insya Allah, dengan menabung secara berkala di THI MUDHARABAH, BNI Syariah dapat mewujudkan niat Anda untuk pergi haji ke tanah suci dengan lebih tentram karena dana Anda dikelola secara aman dan sesuai syariah. Manfaat yang diperoleh: - Dikelola dengan prinsip bagi hasil sesuai dengan Syariah Islam - Aman dikelola oleh Bank yang berpengalaman - Mendapat pertanggung jawaban asuransi kecelakaan diri dan kematian. - Untuk setoran berikutnya dapat dilakukan di seluruh kantor cabang Bank BNI baik konvensional maupun syariah yang tersebar di seluruh Indonesia secara online. penitipan. Agama. Anda belum mencukupi, Anda dapat memperoleh fasilitas talangan*) - Memperoleh souvenir yang menarik. Persyaratan: - Hanya dengan setoran awal sebesar Rp.1.000.000,-- (satu juta rupiah) - Membawa Kartu Identitas diri asli (KTP) /SIM/Paspor atau identitas lainnya - Setoran berikutnya minimal Rp.5.000,-- ( lima ribu rupiah) sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan *) - Bebas biaya administrasi pembukaan rekening, pengelolaan dan - Memudahkan anda untuk memperoleh kepastian - Jika dana

nomer porsi keberangkatan haji karena telah on-line dengan SISKOHAT di Departemen

8. Reksadana Syariah Reksa Dana Syariah adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta ( shabib al-mal/rabb al-mal) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip Syariah islam. Jenis Reksadana Syariah BNI DANA SYARIAH 1. Total unit penyertaan sebesar Rp.500 juta 2. Dana awal penerbitan sebesar Rp.12,5 milyar 3. Komposisi portofolio min.80% sd.max.98% di efek pendapatan tetap a.l; Obligasi Syariah SWBI, CD Mudharabah Muqayaddah, CD Mudharabah Mutlaqah, Sertifikat Investasi Mudharabah antar bank serta efek-efek lain yang bersifat syariah. 4. Minimum pembelian setiap kali Rp. 1 juta atau maksimum 2% dari total unit yang dijual. 5. Pembelian reksadana dapat dilakukan di outlet BNI Securities dan BNI Syariah 6. Biaya pembelian sebesar 0,75% dan biaya penjualan kembali 0%. 7. Pengalihan ke reksadana non syariah tidak dikenakan biaya 8. Fasilitas bebas pajak atas return yang diterima dari investor 9. Imbalan jasa MI pertahun max.1% berdasarkan NAB dihitung secara harian dan dibayar setiap bulan 10. Imbalan jasa kustodian pertahun max.0,25% dari NAB harian dan dibayar setiap bulan. 11. Pembayaran penjualan kembali selambat-lambatnya 7 hari kerja (t+7). Tujuan Investasi BNI Dana Syariah adalah memberikan tingkat pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang kepada Syariah Islam

dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba' dan gharar. BNI DANA PLUS SYARIAH 1. Total unit penyertaan sebesar Rp.500 juta 2. Dana awal penerbitan sebesar Rp.12,5 milyar 3. Komposisi portofolio min.48% sd. 98% di efek pendapatan tetap a.l; Obligasi Syariah, SWBI,CD Mudharabah Muqayaddah, CD Mudharabah Mutlaqah, Sertifikat Investasi Mudharabah antar bank serta efek-efek lain yang bersifat syariah dan max.50% pada efek yang bersifat ekuitas a.l. saham prinsip syariah (jii) 4. Minimum pembelian setiap kali Rp. 1 juta atau maksimum 2% dari total unit yang dijual. 5. Pembelian reksadana dapat dilakukan dioutlet bni securities dan bni syariah 6. Biaya pembelian sebesar 0,75% dan biaya penjualan kembali 0%. 7. Pengalihan ke reksadana non syariah tidakdikenakan biaya 8. Fasilitas bebas pajak atas return yang diterima dari investor 9. Imbalan jasa MI pertahun max.1% berdasarkan NAB dihitung secara harian dan dibayar setiap bulan. 10. Imbalan jasa kustodian pertahun max.0,25% dari NAB harian dan dibayar setiap bulan. 11. Pembayaran penjualan kembali selambat-lambatnya 7 hari kerja (t+7). Tujuan Investasi BNI DanaPlus Syariah adalah memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang lebih baik dan optimal dalam jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang kepada Syariah Islam dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba' dan gharar. KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI BNI REKSADANA SYARIAH 1. Terjangkau (minimum pembelian Rp.1.000.000,-

2. Likuiditas Terjamin (dapat dicairkan sewaktu-waktu) 3. Bebas Pajak (bukan objek pajak) 4. Transparan (investasi ditentukan didepan, audit 1x setahun) 5. Pengelolaan Portofolio yang profesional 6. Bebas biaya pencairan (tidak dikenakan penalti) 7. Hasil yang optimal (dibanding deposito) 8. Mudah dijangkau dari segala penjuru (ATM,Phoneplus) 9. Return dihitung berdasarkan perubahan NAB 10. .Minimum pencairan penjualan Rp.500.000,11. Waktu pencairan penjualan setiap saat 12. Penalti tidak ada 13. Biaya pembelian 0,75% dari investasi 14. Penjualan kembali atau pengalihan tanpa biaya 15. Proyeksi pencairan penjualan T +1 (maksimum T+7)/bursa Tata cara Pembukaan Rekening dan Pembayaran Setiap pemodal yang ingin membeli Unit penyertaan BNI Dana Syariah dan/atau BNI DanaPlus Syariah terlebih dahulu diharuskan untuk mengisi Formulir pembukaan Rekening dengan melampirkan fotocopi identitas diri (KTP/SIM/Paspor - untuk Pemegang Unit Penyertaanperorangan ) dan fotocopi akte pendirian perusahaan, NPWP, daftar anggota direksi dan komisaris serta surat kuasa dari direksi kepada pejabat yang ditunjuk untuk melakukan transaksi dengan disertai fotokopi KTP atau Paspor dari yang memberi memberi dan diberi kuasa. Formulir Pembukaan Rekening dapat diperoleh di Kantor Manajer Investasi (PT. BNI SECURITIES) dan outlet-outletnya serta di kantor-kantor cabang BNI Syariah .

Pembayaran pembelian Unit Penyertaan BNI Dana Syariah dan / atau BNI DanaPlus Syariah dapat dilakukan secara tunai, cek atau giro dalam mata uang rupiah. 9. Kiriman Uang Dengan teknologi on-line BNI, anda akan mendapatkan kemudahan pengiriman uang seketika, baik antar sesama kantor cabang BNI Syariah ataupun dengan kantor cabang BNI lain. Bagi anda pemegang rekening tabungan syariahplus, pengiriman uang juga bisa anda lakukan melalui fasilitas open transfer via ATM BNI. B. BISNIS 1. Musyarakah Pembiayaan syariah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda sesuai dengan prinsip syariah, yakni bagi hasil, jual beli dan sewa beli yang terbebas dari penetapan bunga. Dengan prinsip syariah Anda akan mendapatkan pembiayaan yang adil. Prinsip kami, kemajuan usaha Anda adalah juga kemajuan BNI Syariah. Manfaatkan fasilitas pembiayaan dari BNI Syariah, dengan persyaratan yang mudah dan fleksibel. Segera hubungi Cabang BNI Syariah terdekat. Tujuan Pembiayaan: 1. Pembiayaan konsumtif, untuk memenuhi kebutuhan Anda akan barang-barang konsumtif: kendaraan, rumah tinggal, furniture, dll. 2. Pembiayaan produktif, untuk membantu perusahaan Anda dalam memperoleh modal kerja dan barang modal. Manfaat :

1. Rasa tentram, karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Rasa aman, karena prinsip syariah akan memberikan pembiayaan yang lebih adil. 3. Rasa tenang, karena tidak ada beban bunga yang ditetapkan di depan. JENIS-JENIS MUSYARAKAH A. Musyarakah kepemilikan

B. Musyarakah akad (kontrak). - Al-Inan adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap fihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua fihak berbagi dalam keuntungan dan kerugian sebagaimana yang disepakati diantara mereka, tetapi tidak disaratkan sama, baik dalam dana maupun kerja atau bagi hasil (hal ini harus disepakati diantara mereka). Jenis ini dibolehkan oleh semua ulama. - Musyarakah Mufawadha adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap fihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua fihak membagi keuntungan dan kerugian secara sama. Adalah syarat dari jenis musyarakah ini bahwa dana yang diberikan, kerja, tanggungjawab dan beban hutang dibagi secara sama oleh fihak-fihak itu. Mazhab Hanafi dan Maliki membolehkan musyarakah jenis ini tetapi memberikan banyak batasan terhadapnya. - Musyarakah A'maal adalah kontrak antara dua orang yang sepakat untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu. Misalnya dua orang dari profesi atau keahlian yang sama sepakat untuk bekerja bersama dan membagi keuntungan yang timbul dari pekerjaan itu dengan dasar kesepakatan. Musyarakah ini kadang-kadang disebut Musyarakah Abdan atau Sanaa'I Musyarakah A'maal dibolehkan oleh Mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbali. Ia dianggap sah baik jika profesi itu sama atau sebaliknya. Kebolehannya didasarkan kepada bukti-bukti termasuk persetujuan terbuka dari Nabi SAW. Lagipula ia didasarkan kepada perwakilan (wakalah) yang juga dibolehkan. Musyarakah jenis ini telah lama digunakan tanpa ada yang menyangkal. - Musyarakah Wujuh adalah kontrak antara dua orang atau lebih yang memiliki reputasi dan prestise baik` serta ahli dalam bisnis. Fihak yang berkontrak membeli barang secara kredit dari perusahaan, tergantung kepada reputasi mereka dan menjual barang itu secara tunai. Mereka berbagi dalam keuntungan dan kerugian berdasarkan jaminan kepada penyuplai

yang disediakan oleh tiap mitra. Karenanya musyarakah jenis ini tidak memerlukan modal, sebab ia didasarkan pada kredit yang didukung oleh jaminan. Karenanya ia kadang-kadang disebut "musyarakah piutang". APLIKASI DALAM PERBANKAN 1. Pembiayaan Proyek. Musyarakah biasanya diaplikasikan untuk pembiayaan proyek dimana nasabah dan bank sama-sama menyediakan dana untuk membiayai proyek tersebut. Seteleh proyek itu selesai nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasil yang telah disepakati untuk bank. 2. Modal Ventura Pada bank-bank yang dibolehkan investasi dalam kepemilikan perusahaan, musyarakah diterapkan dalam skema modal ventura . Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu, dan setelah itu bank melakukan divestasi baik secara singkat maupun bertahap.

SKEMA PEMBIAYAAN MUSYARAKAH

2. Mudharabah Mudharabah merupakan jenis pembiayaan atas dasar prinsip bagi hasil (Mudharabah

Muqayadah) sesuai dengan kesepakatan, dimana pihak Bank selaku penyedia modal (sahibul maal) menyediakan dana 100%. Sedangkan pihak nasabah, bertindak selaku pengelola (mudharib), dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan dimuka dan apabila rugi ditanggung oleh sahibul maal. Pembiayaan ini dapat disalurkan untuk berbagai jenis usaha yakni perdagangan, perindustrian dan pertanian serta jasa. SKEMA PEMBIAYAAN MUDHARABAH :

3. Murabahah Pembiayaan Murabahah memakai prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, dengan pihak bank selaku penjual dan nasabah selaku pembeli. Karakteristiknya adalah penjual harus memberitahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya Pembayaran dapat dilakukan secara angsuran sesuai dengan kesepakatan bersama. Pembiayaan ini cocok untuk Anda yang membutuhkan tambahan asset namun kekurangan dana untuk melunasinya secara sekaligus. Syarat-syarat: 1. Bank Islam memberitahu biaya modal kepada nasabah. 2. Kontrak pertama harus sah.

3. Kontrak harus bebas dari riba. 4. Bank Islam harus menjelaskan setiap cacat yang terjadi sesudah pembelian dan harus membuka semua hal yang berhubungan dengan cacat. 5. Bank Islam harus membuka semua ukuran yang berlaku bagi harga pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang. 6. Jika syarat dalam 1, 4 atau 5 tidak dipenuhi, pembeli memiliki pilihan: a. melanjutkan pembelian seperti apa adanya. b. kembali kepada penjual dan menyatakan ketidaksetujuan. c. membatalkan kontrak. SKEMA MURABAHAH

Pembiayaan ini dapat diaplikasikan kepada pembiayaan di sektor-sektor perdagangan, industri, pertanian dan jasa. Contoh Perhitungan Angsuran Murabahah Kebutuhan Investasi Modal Sendiri Pembiayaan Bank Jangka Waktu Ekspektasi Margin Harga Beli Bank Rp. 12,000,000.00 Rp. 4,000,000.00 Rp. 8,000,000.00 3 Tahun 10.50% Effective p.a Rp. 8,000,000.00

Margin Bank Harga Jual Bank Angsuran Per Bulan

Rp. 2,520,000.00 Rp. 10,520,000.00 Rp. 292,222,22

4. Ijarah Ijarah Bai Ut Takjiri adalah pembiayaan berdasarkan prinsip sewa beli. Pembiayaan ini sesuai untuk Anda yang menginginkan tambahan asset yang diperoleh melalui sewa yang pada akhirnya bertujuan untuk pengalihan kepemilikan asset tersebut kepada Anda. Pembiayaan Ijarah Dalam produk ijarah akan ditawarkan 2 (dua) jenis produk yang sangat cocok dengan kebutuhan msayarakat saat ini yaitu: - Ijarah Bai Ut Takjiri Ijarah Musyarakah Muntanaqisah. Ijarah Bai Ut Takjiri Produk Ijarah ini, suatu kontrak sewa yang diakhiri dengan penjualan. Produk ini ditawarkan untuk memberikan pelayanan kepada nasabah yang memerlukan asset yang diperoleh melalui sewa yang pada akhirnya bertujuan untuk pemindahan kepemilikan asset tersebut kepada penyewa, yang lebih dikenal sebagai "Ijarah Muntahia Bittamliik/Ijarah Wa Iqtina". Yang pada intinya produk ini adalah dengan prinsip sewa beli, dimana harga sewa dan harga beli ditetapkan bersama diawal perjanjian. SKEMA PEMBIAYAAN IJARAH MUNTAHIA BITTAMLIIK -

1. Nasabah memesan untuk menyewa barang kepada Bank. 2. Bank membeli dan membayar barang kepada Supplier. 3. Supplier mengirim barang kepada Nasabah. 4. Nasabah membayar sewa kepada Bank. 5. Masa sewa diakhiri dengan nasabah membeli barang tersebut. Ijarah Musyarakah Muntanaqisah Dalam produk ini ditawarkan kepada nasabah yang ingin memiliki suatu asset dengan jalan membayar secara bertahap, oleh karena yang bersangkutan hanya memiliki dana sebagian maka ditempuh dengan jalan bermusyarakah dengan Bank. Disepakati antara Bank dengan Nasabah untuk berkongsi dengan menyertakan modal masing-masing sesuai dengan yang disepakati untuk membeli suatu asset. Assset tersebut kemudian disewakan kepada nasabah dengan harga sewa yang disepakati. Oleh karena pihak nasabah bermaksud memiliki asset tersebut pada akhir sewa, maka nasabah tidak mengambil bagian dari uang sewa tersebut dan seluruhnya diserahkan kepada Bank sebagai upaya penambahan modal miliknya, dengan demikian semakin banyak angsuran semakin bertambah modal nasabah, dan semakin berkurang modal Bank sampai modal bank menjadi Nol/nihil sehingga asset tersebut menjadi milik nasabah. Produk ini akan diaplikasikan kepada pembiayaan kepemilikan rumah (sebagai alternatif dari KPR). BAB IV HASIL & PEMBAHASAN

Akad Mudharabah Mutlaqah Mudharabah yaitu suatu akad usaha antara pemilik modal (shahibul maal), dimana pihak pemilih modal menyediakan seluruh dana yang diperlukan dan pihak pengelola (mudharib) melakukan pengelolaan atas usaha. Hasil usaha bersama ini dibagi sesuai dengan kesepakatan pada waktu akad dengan nisbah tertentu sesuai kesepakatan. Apabila terjadi kerugian dan kerugian tersebut merupakan konsekuensi bisnis (bukan penyelewengan atau keluar dari kesepakatan) maka pihak penyedia dana akan menanggung kerugian manakala pengusaha akan menanggung kerugian managerial skill dan waktu kehilangan nisbah keuntungan bagi hasil yang akan diperoleh. Landasan Dasar Syariah Landasan dasar syariah dari investasi bagi hasil mudharabah adalah Filosofi dan Sifat Investasi Mudharabah Filsaat dasar dari investasi mudharabah adalah untuk menyatukan capital dan labour (skill entrepreneurship) yang selama ini senantiasa terpisah dalam sistem konvensional karena memang sistem tersebut diciptakan untuk menunjang mereka yang memiliki capital (modal). Dalam investasi mudharabah, akad tampak jelas sifat dan semangat kebersamaan dalam menanggung kerugian yang dialami dalam proyek dan membagikan keuntungan yang membengkak di waktu ekonomi sedang booming. BAB V PENUTUP

Beri Nilai