Anda di halaman 1dari 16

KEGIATAN POKOK DAN KEGIATAN PENDUKUNG BANK UMUM KONVENSIONAL DAN BANK UMUM SYARIAH BAB I PENDAHULUAN

Sebagaimana diketahui bahwa Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan. Umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Peranan bank dewasa ini sangat dominant dalam perekonomian masyarakat di Indonesia pada umumnya. Hampir setiap kegiatan perekonomian masyarakat tidak terlepas dari peran bank maupun lembaga keuangan lainya diluar bank. Dalam menjalankan aktifitasnya, bank menawarkan berbagai produk yang berisi kegiatan pendukung perekonomian masyarakat, mulai dari jasa menabungkan uang masyarakat, pengiriman uang sampai jasa-jasa lainya yang intinya mempermudah masyarakat melakukan aktifitas bisnis dan perekonomian seharihari. Sebagian masyarakat sendiri secara tidak sadar telah merasa tergantung dengan kegiatan bank tersebut untuk melakukan aktifitas perekonomiannya, mulai dari berbelanja sehari-hari sampai sekedar untuk pengisian pulsa bagi telepon selularnya. Hal ini bukan hanya sekedar trend dalam masyarakat, tetapi memang perkembangan jaman dan teknologi serta perkembangan kebutuhan masyarakat sehingga menuntut peran besar perbankan dalam sendi-sendi kehidupan perekonomian pada saat ini. Dalam makalah ini, penulis akan menguraikan secara singkat sebatas literature yang penulis baca dan dari beberapa sumber terutama dari bahan pengantar kuliah pada mata kuliah HUKUM PERBANKAN yang diasuh oleh Bapak Drs. Harab Nasrullah, SH, MH., pada Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Palembang.

BAB II

A. LATAR BELAKANG
Dalam menjalankan aktifitasnya, bank membutuhkan dana untuk

membiayai operasionalnya, maka bank mengeluarkan produk-produk yang membungkus kegiatan-kegiatan standar yang berlaku secara umum berupa, menghimpun dana dari masyarakat (Funding), menyalurkan dana ke masyarakat (Lending), memberikan jasa-jasa bank lainnya (Services) . Sebagai suatu bentuk badan usaha, maka bank umum secara khusus didirikan untuk memperoleh keuntungan benefit dari kegitanya tersebut. Keuntungan didapatakan dari perputaran uang dan jasa yang dikelolanya dengan berbagai bentuk produk yang kemudian disebarluaskan kepada masyarakat pengguna jasa bank.

B. PERMASALAHAN
Dengan dasar tiga kegiatan tersebut dalam latar belakang seperti telah penulis uraikan diatas, maka penulis dapat menarik suatu permasalahan yang menjadi pokok pembahasan yang akan penulis bahas dalam bab ii makalah ini. Adapun permasalahan tersebut adalah : APAKAH KEGIATAN UTAMA BANK UMUM SERTA PENGERTIAN DARI KEGIATAN-KEGIATAN TERSEBUT Dengan berbagai produk tersebut di atas, maka dirasakan perlu bagi penulis untuk mengetahui lebih jauh tentang kegiatan perbankan yang dibungkus produkproduk yang dikeluarkan oleh bank berdasarkan tiga kegiatan dasar seperti yang yang telah penulis uraikan di atas, yaitu, menghimpun dana dari masyarakat (Funding), menyalurkan dana ke masyarakat (Lending), memberikan jasa-jasa bank lainnya (Services) .

BAB III

PEMBAHASAN
A. RUANG LINGKUP BISNIS BANK UMUM B a n k, adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak Menurut jenisnya Bank terdiri dari : a) Bank Umum, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannnya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran b) Bank Perkreditan Rakyat, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannnya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran Fungsi Pokok Bank Umum Secara umum, bank umum yang melayani masyarakat adalah berfungsi sebagai : a. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efesien dalam kegiatan ekonomi. b. Menciptakan uang.

c. Menghimpun dana dari masyarakat d. Menawarkan jasa-jasa keuangan lainnya

Bentuk kegiatan Usaha Bank Umum adalah berupa berbagai kegiatan yang diatur dalam UU No 10 Tahun 1998 pasal 6 adalah sbb. : a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dll)

b) .

Memberikan kredit

c) Menerbitkan surat pengakuan hutang d) Membeli, menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan atas perintah nasabahnya surat-surat berharga a.l SBI, Obligasi, Saham dll. e) Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah f) Menyediakan tempat untuk menyimpan berharga Bentuk-bentuk Jasa-jasa Bank Umum (A). Jasa-jasa Keuangan : 1) Transfer / kiriman uang dalam dan luar negeri Untuk membantu kelancaran serta mempercepat proses transaksi yang dilakukan masyarakat agar menjadi lebih efektif dan efisien serta mengurangi risiko, dapat manfaatkan layanan transfer/kiriman uang Bank. Dengan kegiatan ini memungkinkan bagi masyarakat terutama nasabah bank untuk melakukan pengiriman uang kepada orang lain baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan pada dasawarsa terakhir ini, pengiriman uang melalui bank dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan technologi internet yang dioperasikan melalui mesin ATM atau bahkan melalui telepon selular yang memungkinkan bagi nasabah atau masyarakat untuk melakukanya sendiri tanpa bantuan teller bank dan dapat dilakukan dari manapun juga tanpa terbatas tempat dan waktu sehingga masyarakat tidak lagi direpotkan dengan harus mengantri di loket bank pada batasbatas tertentu untuk pengiriman uang tersebut. barang dan surat

2) Inkaso dalam negeri dan luar negeri (collection)

Adalah sebuah layanan bank untuk penagihan pembayaran atas surat/document berharga kepada pihak ketiga di tempat atau kota lain di dalam negeri. Surat atau dokumen berharga yang dapat diproses adalah wesel, cek bilyet giro, kuitansi, surat promes/aksep dan hadiah undian. Pembayaran hasil penagihan tersebut dapat dilakukan dengan Cash / Non Cash. Dengan kata lain bahwa inkaso adalah memberi kuasa pada Bank oleh Perusahaan/Perorangan / Lembaga untuk menagih, atau memintakan persetujuan untuk pembayaran (akseptasi) atau menyerahkan begitu saja kepada pihak tertarik di tempat lain (dalam/luar negeri) atas surat - surat berharga, dalam Rupiah / Valas seperti Wesel (Draft), cek, kuitansi, surat aksep (Promissory Notes), money order, kupon, dividen dan nota tagihan lain. Macam-macam Inkaso : dll Inkaso tak berdokumen. 3) Pembukaan Letter of Credit/ LC luar negeri Letter of credit, atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan). Dengan kata lain Letter of Credit atau L/C adalah bentuk jaminan Inkaso berdokumen seperti Bill of Lading, Faktur, Polis Asuransi,

pembayaran yang diberikan oleh bank (issuing bank) kepada pihak beneficiary atau ordernya atas penyerahan dokumen-dokumen yang telah ditetapkan sepanjang memenuhi persyaratan yang tercantum dalam L/C. Proses Mekanisme Transaksi L/C secara singkat dapat penulis uraikan sebagai berikut ; adalah apabila telah terjadi suatu kesepakatan transaksi jual-beli antara eksportir dan importer, maka Importir meminta Issuing Bank (Bank Devisa) membuka L/C. Lalu Issuing Bank membuka LC kepada Bank

Correspondence atau advising Bank (Bank penerus L/C) di luar negeri, maka Advising Bank meneruskan/advis L/C kepada beneficiary (Eksportir/ Penjual), sehingga Eksportir dapat mengapalkan barang ke importer. Berdasarkan dokumen pengapalan (Bill of Lading dan Faktur) disampaikan eksportir ke Advising Bank atau Negotiating bank, lalu Advising Bank mengirim dokumen tersebut ke Issuing Bank. Berdasarkan hal-hal tersebut maka Advising/Negotiating Bank membayar kepada eksportir, lalu Issuing Bank menyampaikan dokumen kepada importer. Dengan dasar dokumen yang disampaikan bank kepadanya, maka Importir membayar kepada Issuing/Negotiating Bank, lalu Issuing Bank membayar kepada Advising/Negotiating Bank. 4) Pembukaan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Adalah domestic L/C yaitu janji tertulis pemohon yang mengikat bank pembuka untuk : 5) Melakukan pembayaran kepada penerima atau

ordernya, atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima; 6) penerima; 7) SKBDN dipenuhi. 8) Penerbitan Garansi Bank Merupakan pengakuan tertulis dari Bank, dimana bank mengikat diri kepada Penerima Jaminan untuk membayar sejumlah uang dalam jangka waktu dan syaratsyarat tertentu, apabila dikemudian hari pihak Terjamin tidak memenuhi kewajiban kepada pihak Penerima Jaminan. Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan negosiasi wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen, sepanjang Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima, mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh

9) Penyelenggaraan Kliring Secara singkat dapat dikatan bahwa kliring (dari bahasa Inggris clearing) adalah sebagai kegiatan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. (Wikipedia ID) Arti kliring adalah pertukaran warkat (bisa berupa cek, giro/bilyet, nota debet/kredit dan lainnya) atau data keuangan elektronik antar peserta (bank) kliring baik atas nama peserta (bank) maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Jadi, jika ada peserta (bank) kliring yang mengalami kalah kliring itu artinya bank tersebut mendapat banyak kewajiban pembayaran ke sejumlah peserta (bank) kliring lainnya yang tak sebanding dengan hak (tagihan) pembayaran pada satu hari kerja kliring. (Bank Indonesia) 10) Perdagangan valuta asing (money changer) 11) perdagangan surat-surat berharga Sebagaimana diketahui, surat berharga terdiri dari beberapa bentuk, dan dapat diperjual belikan, untuk mengulas lebih jauh mengenai surat berharga ini, akan penulis bahas secara ringkas dalam sub judul mengenai Produk-Produk Perbankan. 12) Penjualan cek perjalanan (travellers check) 13) Perbankan elektronik, ATM, Internet Banking 14) Penerbitan Kartu Debet dan Kartu Kredit 15) Standing instruction, misal dalam hal pembayaran telepon, air, listrik, dll. (B). Jasa-jasa lain : 1. 2. 3. 4. Manajemen Pajak Manajemen dana dan investasi Costudian Safe Deposit Box

5. 6. 7.

Wali amanat Pelatihan pegawai Jasa-jasa Komputer

B.

PRODUK-PRODUK PERBANKAN

Dalam kegiatan perbankan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat berbagai produk ditawarkan, beberapa diantaranya telah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, tetapi terkadang tanpa kita sadari bahwa produk tersebut telah menjadi suatu ketergantungan bagi kita terutama bagai mahasiswa yang berasal dari luar kota Palembang dan mengandalkan uang kiriman dari orang tua sebagai biaya hidup dan biaya lain-lain terutama yang berkenaan dengan pendidikanya. Dari beberapa produk yang akan penulis bahas dalam sub judul ini, penulis hanya mengulas produck-produk dimana dalam uraian-uraian di atas belum penulis ulas secara khusus. Maka produk yang yang telah penulis ulas sebelumnya tidak akan penulis ulas lagi, melainkan hanya cukup penulis sebutkan saja produk tersebut tersebut. Adapun produk-produk tersebut adalah sebagai berikut : 1) Simpanan atau Tabungan1 Adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan itu. 2) ATM dan Kartu Debit2 Atau dikenal juga dengan istilah uang plastic, yaitu sebentuk kartu yang terbuat dari bahan plastic mengandung medan magnet yang dapat digunakan oleh seorang nasabah bank dengan menggunakan kode pribadi, yang berfungsi.

Prof. DR. Soedjono Dirdjosisworo, SH, MBA., Hukum Perusahaan Mengenai Hukum Perbankan Di Indonesia (Bank Umum), penerbit CV. Mandar Maju, Bandung, 2003 hal 4 2 www.bankmandiri.com

Dalam bahasa inggris dikenal dengan Automatic teller machine, atau dalam bahasa Indonsia dikenal dengan Anjungan Tunai Mandiri. ATM merukan alat elektronik yang diberikan oleh bank yang kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis seperti mengecek saldo, mentransfer uang dan juga mengambil uang dari mesin ATM tanpa perlu dilayani seorang teller. Setiap pemegang kartu diberikan PIN (personal identification number), atau nomor pribadi yang bersifat rahasia untuk keamanan dalam penggunaan ATM. Lalu apa beda kartu ATM dengan kartu Debit. yang membedakan adalah cara penggunannya. Jika digunakan untuk bertransksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenal sebagai kartu ATM, tapi jika digunakan untuk bertransaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu Debit. Untuk kartu Debit selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya Kartu Kredit. Batas (limit) transaksi Kartu Debit dan Kartu ATM tergantung dari jenis kartu yang anda miliki. Umumnya terdiri dari limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja, transfer. 3) Kartu Kredit (Credit Card) Kartu ini seperti halnya ATM, terbuat dari bahan plastic dan juga dikenal dengan uang plastic. Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai atau cek. Kartu ini hanya dapat dikeluarkan oleh bank yang tergolong sehat dan mendapat persetujuan dari BI. Pemegang kartu kredit harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh penerbit. Karena sifatnya kredit, maka butuh jaminan pembayaran dimana hal itu adalah merupakan bonafiditas pemegang kartu kredit, oleh karenanya dilakukan penilaian awal. Menurut Prayogo S dan Djoko Prakoso, kartu kredit adalah suatu jenis alat pembayaran pengganti uang tunai, dimana kita dapat sewaktu-waktu menukarkan apa saja yang kita inginkan yakni di tempat-tempat dimana saja ada cabang yang dapat menerima credit card dari bank, atau perusahaan yang mengeluarkan atau dapat juga kepada bank yang mengeluarkan atau pada cabang yang mengelluarkan.3
3

Joni Emirzon, SH., M hum., HUKUM SURAT BERHARGA DAN PERKEMBANGANYA DI INDONESIA, PT. Prenhallindo, Jakarta, 2002, hal. 212

4) Giro4 Adalah simpanan yang penarikanya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainya, atau dengan pemindah bukuan. 5) Deposito Adalah simpanan yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. 6) Sertifikat Deposito Adalah simpanan dalam bentuk depositi yang sertifikat bukti

penyimpananya dapat dipindahtangankan. 7) Surat Berharga Adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, securitas kredit, atau setiap derifatifnya, atau kepentingan lainya, atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang. 8) Kredit Adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. 9) Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah Adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan ytersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil. 10) Safe Deposit Box

Lockcit hal. 4

10

Yaitu suatu sistem pelayanan penyimpanan harta berdasarkan perjanjian atau kontrak antara bank umum dan penitip dengan ketentuan bank umum yang bersangkutan tidak mempunyai hak kepemilikan atas harta tersebut , dalam bentuk bank menyewakan box dengan ukuran tertentu. Dimana barang-barang yang diizinkan untuk disimpan :berupa : Mata uang, barang logam mulia, barang berharga lainnya. Kertas berharga, dokumen-dokumen penting. Barang lain yang disetujui bank secara tertulis.. 11) Wali Amanat Adalah kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum untuk mewakili surat berharga berdaasarkan perjanjian antara bank umum dengan emiten surat berharga yang bersangkutan. 12). Jual Beli Valuta Asing Berupa jasa jual beli Valuta asing (foreign exchange) dipergunakan transaksi ekonomi internasional, Bursa valuta asing (Foreign Ex- change Market) tempat terjadinya jual-beli/penukaran mata uang asing , Convertible Currencies, mata uang yang dapat diperdagangkan pada pasar valas internasional (rupiah belum dianggap convertible), Hard Currency, mata uang yang sering dipergunakan dalam transaksi ekonomi & keuangan internasional, karena nilainya yang relatif stabil. Mata uang dimaksud antara lain U.S Dollar (USD), Yen Japan (JPY), Poundsterling Inggris (GBP), Uni Eropah (EURO), Australia Dollar (AUD) Hongkong Dollar (HKD), Singapore Dollar (SGD)Dan beberapa produk lainya dan turunanya yang bisa dinikmati masyarakat dari pelayanan bank seperti; Transaksi Barter ( Swap ), Transaksi Berjangka (forward ), Transaksi Tunai ( Spot ).

C.

SURAT BERHARGA

11

Adalah surat pengakuan utang, adalah surat berharga yang diterbitkan oleh bank dengan suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang. Dalam praktek di dunia perbankan, surat berharga ada dikenal dalam beberapa bentuk, yang lazim digunakan di tengah-tengah masyarakat adalah cek dan giro. Selain itu ada juga bentuk-bentuk lain dari surat berharga seperti wesel, saham, obligasi, securitas kredit, atau setiap derifatifnya dan sebagainya. Dari beberapa surat berharga tersebut, penulis akan mengulas sedikit tentang hal tersebut. a. Cek Cek merupakan surat perintah bayar tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut. Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral terdapat perkataan CEK harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu nama bank yang harus membayar (tertarik) penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan tanda tangan penarik. b. Giro Giro adalah Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan. Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Giro adalah : Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, saran perintah pembayaran lainnya atau dengan cara

12

pemindahbukuan. Pengertian dapat ditarik setiap saat adalah bahwa uang yang sudah disimpan di rekening giro dapt ditarik berkali-kali dalam sehari selama dana masih tercukupi, selain harus memenuhi syarat dari bank yang bersangkutan. Penarikan dapat berupa penarikan tunai atau non tunai. c. Bilyet giro Bilyet Giro (BG) merupakan surat perintah bayar dari nasabah kepad abank yang memelihara rekening giro nasabah untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank sama atau lain. Bilyet Giro Adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah (bank tertarik) untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lain. d. Wesel (Bank draft) Adalah sejenis surat berharga yang memuat kata wesel dalam surat wesel dan ditanda tangani di suatu tempat dalam mana penerbit memberikan perintah tak bersyarat kepada tersangkut untuk membayarkan sejumlah uang pada hari bayar kepada pembawa atau orang yang ditunjuk oleh penerbit yang disebut penerima atau penggantinya, di suatu tempat tertentu. e. f. g. h. i. Saham Obligasi Securitas kredit Surat sanggup bayar Travel cek

BAB IV PENUTUP

13

KESIMPULAN
Dari seluruh uraian tentang perbankan dengan seluruh kegiatan serta produk-produknya di atas, penulis dapat menyimpulkan tetang kegiatan utama dan pengertian serta produk-produk perbankan sebagai berikut; bahwa kegiatan perbankan secara umum, dikategorikan dalam tiga jenis kegiatan utama. Adapun kegiatan utama bank, secara hokum ditetapkan sebagai menghimpun dana dari masyarakat (Funding), menyalurkan dana ke masyarakat (Lending), memberikan jasa-jasa bank lainnya (Services). Hal ini telah digariskan oleh pemerintah melalui Undang-Undang No. 10 tahun 1998 Bank umum adalah suatu Badan Usaha yang kegiatan utamanya menerima simpanan dari masyarakat dan atau dari pihak lainnya kemudian mengembalikannya kembali untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa-jasa dalam lalu-lintas pembayaran Bentuk kegiatan Usaha Bank Umum adalah berupa berbagai kegiatan yang diatur dalam UU No 10 Tahun 1998 pasal 6 adalah sbb. : a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dll) b) .Memberikan kredit c) Menerbitkan surat pengakuan hutang d) Membeli, menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan atas perintah nasabahnya surat-surat berharga a.l SBI, Obligasi, Saham dll. e) Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah f) Menyediakan tempat untuk menyimpan berharga barang dan surat

14

Dari uraian pasal 6 UU No 10 Tahun 1998 tersebut, telah mencerminkan dari bunyi pasal 1 angka 2 tentang maksud dari istilah BANK itu sendiri yang dirumuskan sebagai berikut; B a n k, adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak Maka dengan menjabarkan makna dari istilah Bank itu sendiri dapatlah ditarik suatu kesimpulan tengtang kegiatan utama dari bank itu sendiri. Produk jasa dari bank sendiri berfariasi tergantung dari kebijakan pasar bank masing-masing, untuk jenis tabungan atau simpanan, setiap bank memiliki bernmacam bentuk dan jenis simpanan atau tabungan yang ditawarkan kepada masyarakat, hal ini biasanya mengacu pada dasar pendirian bank itu sendiri. Misalnya Bank Sumsel Babel memiliki jenis simpanan Pesirah, sementara Bank Rakyat Indonesia menawarkan jenis simpanan Simpedes. Dan lain sebagainya. Begitupun jenis-jenis jasa lainya, beberapa bank memiliki cirri khas sendiri untuk menarik nasabah supaya menggunakan jasanya guna meraih keuntungan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Situs internet Bank Indonesia. www.bankindonesia.com

15

2. 3.

Situs internet bank Ekonomi, www.bankekonomi.com HUKUM PERUSAHAAN MENGENAI HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA (BANK UMUM), Prof. DR. Soedjono Didjosisworo, SH., MBA., penerbit PT. Mandar Maju, Bandung, tahun 2003.

4.

HUKUM

SURAT BERHARGA DAN PERKEMBANGANYA DI

INDONESIA, Joni Emirzon, SH., M. Hum., penerbit PT. Prenhallindo, Jakarta, tahun 2002 5. catatan perkuliahan HUKUM PERBANKAN oleh Bapak Drs. Harab Nazrullah, SH., MH.

16