Anda di halaman 1dari 11

JOURNAL PRESENTATION

Imam Atrih Bayu Desi Ayu Austinia

Kelompok 4 : Siti F. Satika Ira F. Bagus

Gusryanda Tatik Sarah Isti

JUDUL
Journal 1 : A Placebo-Controlled Trial of Antimicrobial Treatment for Acute Otitis Media Journal 2 (Pembanding) : Treatment of Acute Otitis Media in Children under 2 Years of Age

LATAR BELAKANG
Angka kejadian otitis media akut (OMA) di Amerika Serikat (AS) cukup tinggi. Kemanjuran pengobatan antimikroba pada anak dengan otitis media akut masih kontroversial. Rekomendasi mengenai pengobatan dengan menggunakan antimikrobal (amoxcilinclavulanate) dan plasebo untuk anak usia dibawah 2 tahun dengan penyakit Otitis Media Akut (OMA).

TUJUAN
Mengetahui efektifitas terapi amoxicillincalvulanate dengan plasebo pada penderita otitis media akut

METODE
Uji coba secara acak, double-blind, anak-anak usia 6 -35 bulan dengan OMA Pemberian amoksisilin-klavulanat (161 anak) atau plasebo (158 anak) selama 7 hari.

PEMBAHASAN
Otitis media akut (OMA) adalah infeksi akut telinga tengah. Penyebab utama OMA adalah masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah. Terapi antimikroba amoxicillin-calvulanate cukup efektif diberikan pada penderita OMA. Terapi antimikroba yang dibandingkan dengan penggunaan placebo ternyata memberikan keuntungan pada anak-anak usia 6-35 bulan yang menderita OMA

Kegagalan pengobatan lebih rendah terjadi pada pemberian amoxicillin-calvulanate dibandingkan dengan pemberian placebo Kegagalan pengobatan penderita OMA yang diberikan terapi amoxicillin-calvulanate : 13,7% dari total jumlah anak yaitu 161 orang, dibandingkan dengan yang diberikan placebo mencapai 25,3% dari total jumlah anak yaitu 158 orang Namun pemberian amoxicillin-calvulanate menimbulkan efek samping yaitu diare dan dermatitis di area yang memakai popok. 47,8% dari total anak yang menggunakan amoxicillin-calvulanate (161 anak) mengalami diare dibandingkan dengan total anak yang menggunakan placebo (158) hanya 26,6%

Cont
Pada anak yang diberikan placebo dapat mengalami mastoiditis Mastoiditis berkembang pada satu orang anak yang menerima placebo pada hari ke 5

KESIMPULAN
amoxicillin-calvulanate lebih efektif dalam mengatasi OMA dibandingkan dengan plasebo. Namun amoxicillin-calvulanate memberikan efek samping diare dan dermatitis lebih besar dari pada plasebo. Pada penggunaan plasebo, penderita OMA cenderung mengalami mastoiditis. Sehingga dapat dikatakan bahwa amoxicillin-calvulanate dapat mencegah komplikasi mastoiditis pada penderita OMA.

PERAN PERAWAT
sebagai edukator dengan memberikan informasi tentang efek samping amoxicillincalvulanate untuk terapi pengobatan OMA. sebagai advokat dengan memberikan pertimbangan dalam pemilihan pengobatan yang disarankan oleh dokter. Selain itu, perawat harus mampu memberikan sugesti positif pada penderita OMA, agar proses pengobatan lebih cepat.

THANK YOU