Anda di halaman 1dari 11

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KKPI (KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI) SISWA MELALUI MODEL PEMECAHAN MASALAH

DAN PENILAIAN PORTOFOLIO (Suatu Penelitian Tindakan Kelas di SMK Negeri 1 Jakarta Kelas X)

Oleh Alumni : FARIDA (Alumni Angkatan 2009 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika) Dr. Bambang Dharmaputra, M.Pd. Dosen Teknik Elektro FT-UNJ Di Tulis ulang oleh : Fiqar Iransyah (5215087480) Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika (2008)

This study aims to increase the activity of the teachers, learners, and the process by implementing portfolio assessment methods and problems in the learning KKPI (Computer Skill and Information Processing). Objective research is XO2 class learners (one automotive two) SMK Negeri 1 Jakarta in the second semester of the 2008/2009 school year. Data collected through observation, interviews, and document review, and analysis of qualitative manner. To give meaning to the success of the action then use relative criteria, namely the action and declared successful if there was an increase learning outcomes of previous learning. This study conducted over fourtimes round (cycle) and improvements in each cycle strategy. Kata kunci : metode pemecahan masalah dan penilaian portofolio bagi siswa SMK, pembelajaran Mata Pelajaran KKPI, peningkatan hasil belajar siswa SMK.

Penelitian

Tindakan

Kelas

(PTK)

profesi

guru

bisa

dilihat

dalam

merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja disimulasikan di dalam sebuah kelas secara bersama yang

Permendiknas No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

Kompetensi Guru. Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri atau dunia usaha atau asosiasi profesi, substansi

bertujuan untuk meningkatkan kualitas profesional guru, Ciri khususnya dari kualitas

pembelajaran.
1

kemampuan

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

diklat dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi program normative, adaptif dan produktif.

diperhatikan oleh guru menyebabkan hasil prestasi peserta didik tidak sesuai yang diharapkan. Untuk mengetahui informasi tentang

KKPI merupakan program adaptif yang mempunyai durasi waktu 202 jam, alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. Program adaptif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik

sejauh mana hasil peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian

kemampuan) peserta didik, dibutuhkan sebuah penilaian. Pada penelitian di SMKN 1 Jakata guru menggunakan penilaian potofolio (jobsheet) dalam setiap praktikum dan di tambah tugas peserta didik kebutuhan grafiknya. Penilaian Berbasis Portofolio (Portofolio Based Assesment) adalah suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan yang berkenaan dengan sekolah dan kenaikan

sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyelesaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di

lingkungan sosial, lingkungan kerja serta sesuai mampu dengan mengembangkan perkembangan diri ilmu

pengetahuan, teknologi dan budaya. Program adaptif terdiri dari kelompok mata diklat yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan kelompok mata pelajaran adaptif terdiri atas

menyeluruh, tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumentasi pengalaman belajarnya. Konsep penilaian portofolio dalam

Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Pengelolaaan Kewirausahaan. Dalam observasi awal di SMKN 1 Jakarta peneliti melihat adanya Komputer Informasi, dan dan

pembelajaran KPPI pada penelitian kali ini berbeda dengan penilaian tradisional yang mengacu pada teks book saja, akan tetapi bagaimana peserta didik bisa mencari informasi tentang materi pelajaran yang tidak hanya didapatkan dari guru tetapi dari media informasi lainnya seperti internet atau perpustakaan sekolah.

perbedaan ketika peserta didik diberikan teori dengan praktik, tes yang

dilaksanakan nilainya terlalu rendah karena keputusan peserta didik tidak


2

Pevote, Vol. 4, No. 8, September 2010 : 1-8

Metode penilaian portofolio merupakan satu bentuk praktik belajar, yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang

dalam

pengetahuan,

pemahaman,

keterampilan dan nilai-nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Menurut James L.Mursell belajar

untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui

merupakan upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri, menjelajah, menelusuri dan memperoleh Benjamin sendiri. Sedangkan belajar

pengetahuan belajar praktik. Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah

menurut

Bloom

tersebut, maka perumusan masalah dapat disimpulkan yaitu: Apakah peserta didik dapat mengusai materi dengan baik setelah mengikuti praktik dengan metode pemecahan portofolio? Kajian Teoritik Belajar Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks dimana terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Menurut Gagne belajar merupakan suatu proses dimana seseorang berubah pikiran dan prilaku sebagai Menurut akibat Hilgard dari and masalah dan penilaian

merupakan perubahn kualitas kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik untuk meningkatkan taraf hidupnya sebagai

pribadi, masyarakat dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan pendapat pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar

merupakan proses mencari ilmu melalui latihan dan pembelajaran yang

berlangsung dalam jangka waktu lama yang membawa pada perubahan diri dari segi kualitas kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik untuk meningkatkan taraf hidupnya. Konstruktivisme Teori konstruktivistik memahami belajar sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh si belajar itu sendiri. Menurut pengetahuan teori tidak konstruktivisme, dapat dipindahkan

pengalaman.

Marquis belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembelajaran dan

sebagainya, sehingga terjadi perubahan dalam diri seseorang. Menurut W.S

Wingkel, belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perubahan

begitu saja dari pikiran guru ke pikiran peserta didik. Artinya, bahwa peserta didik harus aktif secara mental membangun

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

struktur

berdasarkan

pengetahuannya

konstektual dan otentik serta menarik buat dirinya.

kematangan kognitif yang dimilikinya. Glaserfeld, Bettencourt (1989) dan

Hasil belajar KKPI Hasil belajar adalah kemampun-kemapuan yang dimiliki peserta didik setelah ia mengalami pengalaman belajar. Hasil belajar tercapai tidak hanya

Matthews (1994), mengemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang

merupakan hasil kontruksi kita sendiri. Piaget (Dahar, 1989:159) menegaskan bahwa konstrtuktivisme merupakan

pengetahuan dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi.

dorongan dari guru tapi juga dari motivasi peserta didik itu sendiri. perubahan dan Menurut energy didahului

Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). Tasker (1992 : 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar

Mc.Donald munculnya

adalah

dalam diri seseorang yang ditandai dengan feeling

tanggapan terhadap adanya tujuan. Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) KKPI merupakan salah satu mata pelajaran kelompok adaptif. KKPI adalah singkatan dari Keterampilan Komputer KKPI dan mulai

konstruktivisme sebagai berikut: 1. Peranan aktif peserta didik dalam mengkontruksi bermakna. 2. Pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian pengetahuan secara

Pengelolaan

Informasi.

dimplimentasikan pada kurikulum edisi 2004 sampai diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Nasional

Republik Indonesia. Secara teoritis KKPI memainkan peran yang sangat luar biasa untuk mendukung terjadinya proses belajar yang: a. Active, memungkinkan peserta didik dapat telibat lebih aktif. b. Constructive; memungkinkan peserta didik dapat lebih menggabungkan ideide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.

secara bermakna. 3. Mengaitkan antara gagasan dengan informasi yang diterima. Ciri utama pembelajaran konstruktivisme adalah adanya partisipasi aktif peserta didik misalnya dalam memecahkan

masalah, berpkir kritis, dan lain-lain terkait dengan aktifitas belajar yang relevan,
4

Pevote, Vol. 4, No. 8, September 2010 : 1-8

c. Collaborative; memungkinkan peserta didik dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerja sama, berbagi ide, saran atau pengalaman. d. Intentional; memungkinkan peserta

penggunaan berbagai strategi penalarannya yang akan mereflesikan hasil belajar sesungguhnya. Keuntungan penilaian

autentik bagi peserta didik, antara lain: Mengungkapkan secara total

didik dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang dinginkan. e. Conversational; memungkinkan siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi baik di dalam maupun luar kelas. f. Contextualized; memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna melalui pendekatan problem-based learning g. Reflective; memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari. atau case based

seberapa baik pemahaman matri dan akademik mereka. Menghubungkan dengan sendiri, pembelajaran mereka dan

pengalaman dunia mereka

masyarakat luas. Mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka

seperti mengumpulkan informasi, menggunakan sumber daya,

menangani teknologi, dan berfikir secara sistematis. Berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain dalam

mengerjakan tes. Penilaian dengan Autentik pada Portofolio Metode Biasakan para siswa dengan rubric tertentu, ajak para siswa untuk terus-menerus melakukan penilaian diri saat mereka menilai kerja mereka sendiri. 2. Portofolio Portofolio adalah kumpulan kerja peserta didik yang berarti untuk member suatu gambaran yang lengkap tentang apa yang telah dicapai peserta didik. Adapun alasan penggunaan model pembelajaran atau dan menggunakan

Pemecahan Masalah (Problem Solving) 1. Penelitian Autentik Penelitian autentik merupakan penilaian yang berusaha mengukur pengetahuan

menunjukkan

keterampilan peserta didik dengan cara menerapkan pengetahuan dan

keterampilan itu pada kehidupan nyata. Penilaian autentik mendorong peserta

didik dan merupakan refleksi kegiatan yang baik. Penilian autentik merupakan
5

portofolio, yang mendasari kegiatan serta

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

proses pembelajaran KKPI mengacu pada pendekatan sistem : Contextual Teaching Learning (CTL): CTL adalah suatu bentuk pembelajaran yang memiliki karakteristik: 1. Keadaan yang mempengaruhi

Proses

belajar

mengajar

dengan

menggunakan metode pemecahan masalah dilakukan melalui komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik, bukan semata-mata pemberian searah dari guru mengembangkan gagasan-gagasan dari

kreatifitas peserta didik. Aspek yang diukur dalam penilaian

langsung kehidupan peserta didik dan pembelajarannya. 2. Lawan dari textbook centered. 3. Dengan menggunakan waktu, yaitu masa yang lalu, sekarang, dan yang akan datang. 4. Belajar tidak menggunakan ruang kelas, bisa dilakukan di dalam kegidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. 5. Mengaitkan isi pelajaran dengan dunia nyata dan memotivasi peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Metode kegiatan pemecahan masalah Metode pemecahan masalah adalah

portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitik, afektif dan psikomotorik. Metodologi Penelitian Penelitian kelas XO2 di SMK Negeri 1 Jakarta melalui penilaian dengan

menggunakan portofolio dalam pemecahan masalah dengan sumber belajar jobsheet dan penugasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji seberapa besar pengaruh penilaian portofolio terhadap minat dan prestasi belajar peserta didik. Terdapat Tindakan empat Kelas, (2) tahapan yaitu Penelitian : (1) (3)

tahap

perencanaan,

pelaksanaan,

metode yang menekankan pada keaktifan dan kreaktifitas peserta didik dalam usaha menemukan dengan jawaban belajar, sesuai oleh

pengamatan, dan (4) refleksi. Namun perlu diketahui bahwa tahapan pelaksanaan dan pengamatan sesungguhnya dilakukan

yang

dikemukakan

secara bersamaan. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut. Tahap 1: Perencanaan Tindakan Dalam tahap ini peneliti membuat meliputi

S.Nasution bahwa : Pemecahan masalah adalah metode belajar yang mengharuskan pelajar untuk menemukan jawabannya (discovery) tanpa bantuan khusus.

perencanakan
6

tindakan

Pevote, Vol. 4, No. 8, September 2010 : 1-8

perencanaan tindakan umum dan tindakan khusus. Perencanaan umum merupakan perencanaan yang disusun untuk

diambil dari acuan Permendiknas No. 41 tahun 2007. Silabus akan sangat

bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, Silabus juga menerangkan tentang kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan Peneliti melaksanakan proses

keseluruhan aspek, sedangkan perencanaan khusus disusun merupakan untuk perencanaan yang siklus. disusun

masing-masing perencanaan

Keseluruhan

berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan rekan sejawat sebagai kolabolator. Perencanaan umum disusun berdasarkan permasalahan peneiti sebagaiman

dipaparkan pada BAB I, yakni terkait dengan upaya meningkatkan hasil belajar KKPI kelas X(satu) dengan menggunakan metode pemecahan masalah dan penilaian portofolio di SMK Negeri 1 Jakarta. Peneliti merancang kegiatan belajar

pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dengan menggunakan pendekatan masalah dan penilaian

portofolio, penilaian portofolio diambil dari jobsheet yang sudah dirancang oleh peneliti. direncanakan Pelaksanaan selama 4 tindakan siklus yang

berdasarkan Silabus dan RPP yang telah dirancang menurut permasalahan yang ada dalam kelas tersebut. Silabus adalah suatu rencana yang mengatur kegiatan

dilakukan selama 4 siklus yang dilakukan dalam 4 pertemuan, setiap pertemuan dilakukan 2 jam pelajaran (90 menit) yang disesuaikan dengan waktu belajar yang telah dijadwalkan pihak sekolah. Tahap 3: Pengamatan Terhadap Tindakan Peneliti melaksanakan tahap pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, Kegiatan pengamatan sekaligus melaksanakan

pembelajaran dan pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar dari suatu mata pelajaran. Silabus merupakan bagian dari kurikulum sebagai penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Silabus dalam penelitian tindakan kelas ini dirancang
7

tindakan. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan lembar pengamatan tindakan kelas dan dokumentasi dalam bentuk portofolio.

berdasarkan

matrik

yang

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

Pendekatan observasi

pengamatan yang digunakan

tindakan adalah

maka guru harus merenungkan metode apa yang tepat untuk agar dapat digunakan pada siklus berikutnya. Dan jika ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari ketentuan KKM maka guru harus

observing peer (pengamatan sejawat), yakni observasi yang dilakukan oleh guru kolabolator pembelajaran. Tahap 4: Refleksi Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan evaluasi dengan cara terhadap pelaksanaan

memberikan remedial diluar jam pelajaran yaitu berupa penugasan. Data dan Cara Pengambilan Data Pengambilan Data merupakan suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk

memproses data yang telah diperoleh, mendiskusikannya kolaborator, apakah dengan tindakan guru yang

mendapatkan data. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Data melalui aktivitas kelas diambil saat

dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, apa kelebihan dan apa kekurangan perencanaan serta tindakan yang telah dilakukan, serta bagaimana rata-rata hasil belajar KKPI siswa setelah diberikan tindakan pada siklus I. Tujuan dilaksanakannya refleksi adalah mengingat dan merenungkan kembali

observasi

pada

pelaksanaan tindakan berlangsung dengan observasi. b. Data hasil belajar siswa diambil ketika praktik siklus berlangsung. c. Data tentang kepuasaan siswa menggunakan lembar

suatu tindakan persis sama seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi yang sudah dilakukan berguna untuk siklus berikutnya, agar bisa menyusun

dalam praktikum dan cara guru mengajar kuesioner berlangsung. Analisis Data Analisis data penelitian dilakukan melihat peningkatan nilai rata-rata kelas dan Job Sheet hasil praktik belajar KKPI setiap siklusnya. Adapun untuk melihat diambil setelah melalui KBM

perencanaan tindakan dari kekurangan siklus yang sebelumnya. Siswa juga diberikan kuesioner setelah 1 indikator kepuasan komponen selesai siswa dasar untuk dalam mengetahui praktikum dan

elektronika,

pengamatan terhadap cara guru mengajar, bila hasil koesioner tidak memuaskan
8

signifikan motivasi dan ketertarikan hasil belajar KKPI maka digunakan koesioner,

Pevote, Vol. 4, No. 8, September 2010 : 1-8

untuk mengetahui kepuasan peserta didik dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa dalam penelitian dianggap berhasil apabila terjadi kenaikan nilai rata- rata dan kepuasan peserta didik pada hasil belajar KKPI kelas X(satu) di SMK Negeri 1 Jakarta, dibandingkan dengan kondisi sebelumnya terdahulu. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus I : Pada siklus ini guru masih belum terbiasa menghadapi situawsai dalam kelas

3. Mengajar dengan metode yang lain agar peserta didik tidak bosan dalam kelas. Siklus II : Pada pelaksanaan siklus II peneliti

memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus, Berdasarkan silabus dan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat, peneliti merancang slide power point, bahan ajar dan jobsheet. Guru sudah terbiasa dalam mengahadapi situasi dalam kelas, sudah bisa melihat siswa-siswa yang mengalami kesliatan dalam pembelajaran. Untuk merancang tindakan siklus II, hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain: 1. Merancang rencana program

sehingga dalam pembelajaran pada saat praktikum masih kurang merespon siswasiswa yang bermasalah dalam

pembelajaran. Dari hasil diskusi dengan guru kolaborator untuk merancang tindakan siklus II, halhal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain: 1. Merancang rencana program

pembelajaran, agar peserta didik lebih tertarik pada pembelajaran yaitu menghubungkan dengan

dunia kerja. 2. Memperluas kesempatan bagi

pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan yang sikap dan

peserta didik untuk aktif mencari informasi diluar tentang pelajaran yang akan dipelajari untuk siklus III. Siklus III : Pada pelaksanaan siklus III peneliti

keterampilan

diharapkan

dapat dikembangkan oleh peserta didik selama berlangsungnya

pembelajaran. 2. Membiasakan peserta didik untuk belajar secara bersama-sama dalam kelompok untuk menggali motivasi belajar siswa tentang materi dengan mengurangi bantuan guru.
9

memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus II, sebelum masuk pelajaran

selanjutnya, guru mengadakan kuis untuk

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

siklus III ini, setiap peserta didik yang bias menjawab akan diberikan nilai tambahan, peneliti merancang agar peserta didik bias berfikir spontan dari pertanyaan-

perbaikan nilai dan minat peserta didik untuk memperlajari materi-materi yang telah diberikan pengajar dibandingkan dengan nilai pada semester sebelumnya. Akan tetapi nilai peserta didik akan kembali menurun jika guru tidak konsisten dalam menjalankan cara mengajar, guru kembali dengan cara lama yaitu dengan ceramah dan mencatat yang membuat para siswa menjadi bosan. Penelitian ini tidak akan berguna jika guru hanya mengajar seenaknya tidak menngunakan metode yang benar dalam pembelajaran. Untuk itu kekonsistenan cara mengajar guru harus

pertanyaan yang dilontarkan pengajar dan utnuk mengetahui apakah peserta didik masih mengingat pelajaran sebelumnya. Setelah itu pengajar membagikan jobsheet Hlookup dan didiskusikan menurut

kelompok yang sudah dibentuk. Dengan demikian untuk merancang siklus IV hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain : 1. Merancang rencana program

dipertahankan untuk menjaga kualitas keterampilan dan nilai peserta didik. Kesimpulan Pengembangan kurikulum KKPI adalah pembelajaran pemecahan portofolio menggunakan masalah dan metode penilaian tumbuhnya

pembelajaran, agar siswa mencari informasi untuk pelajaran yang berikutnya. 2. Membiasakan siswa untuk belajar secara bersama-sama dalam

kelompok untuk menggali motivasi belajar siswa tentang materi dan guru hanya sebagai memonitoring. Siklus IV : Terjadinya peningkatan cara mengajar guru dari siklus I,II, III sampai IV. LPGK yang diamati oleh pengamat mendapat nilai 90% dan total KKM pada kompetensi dasar pada penelitian ini adalah 77, KKM pada kompernsi dasar ini tercapai itu bias dilihat dari nilai kenaikan peserta didik. Hasil penelitian tindakan kelas ini di nyatakan
10

mendorong

keaktifan, kreatifitas, dan produktifitas, dan mementingkan kerja sama serta ketercapaian kurikulum. Pembelajaran menggunakan masalah dan metode penilaian pemecahan portofolio

menunjukkan kreatifitas bagi perolehan hasil belajar siswa, baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi pelajaran tentang fungsi if, grafik, fungsi hlookup, dan fungsi vlookup pada

Microsoft excel akan sangat bermanfaat

berhasil

karena

terjadinya
Pevote, Vol. 4, No. 8, September 2010 : 1-8

untuk digunakan dalam dunia kerja nantinya. Penerapan penilaian portofolio di kelas XO2 (satu otomotif dua) SMK Negeri 1 Jakarta selama pelaksanaan dari sikus I sampai siklus IV memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar KKPI peserta didik. Saran 1. Sebelum diadakannya pembelajaran harus diperhatikan dahulu silabus dan RPP karena itu merupakan patokan untuk proses pembelajaran agar tidak menyimpang dari jalur. 2. Dalam proses pembelajaran

Alwasilah, Teaching Kegiatan

Chaidar, Learning Belajar dan

Contextual Menjadikan Mengajar Bermakna,

Mengasyikkan

(Jakarta: Mizan Learning Center). Arikunto, Suharsimi, Penelitian Tindakan Kelas, Yogyakarta: Bumi Aksara, 2007. Budimansyah, Pembelajaran Dasim, dan Model Penilaian

Portofolio, Bandung: PT. Genesindo, 2002. Busnawir dan Suhaena, Berbasis Pengaruh portofolio,

Penilaian

khususnya KKPI, guru hendaknya menggunakan metode pemecahan

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Edisi Khusus (Desember 2006). Evelin Siregar dan Hartini Nara, Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran, 2007.

masalah dan penilaian portofoio, karena dapat menciptakan situasi dan kondisi yang yang mendorong

keinginan belajar siswa terhadap suatu materi pelajaran. Kepustakaan Afcariono, Muhamad, Berbasis "Penerapan Masalah

Pembelajaran

Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi", Jurnal Pendidikan

Inovatif, JPI vol.3, No.2, (Jakarta, 2 Januari 2009).

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar KKPI Siswa Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Penilaian Portofolio di SMKN 1 JKT

11