Anda di halaman 1dari 18

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SMA KRISTEN WAIKABUBAK- SUMBA BARAT - NTT

Naskah Publikasi

SMA KRISTEN WAIKABUBAK- SUMBA BARAT - NTT Naskah Pu blikasi Diajukan Oleh : Marlince Dappa 05.12.1338

Diajukan Oleh :

Marlince Dappa

05.12.1338

Kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJAMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

“AMIKOM” YOGYAKARTA

2011

AN ANALYSIS AND DESIGNING OF ACADEMIC INFORMATION SYSTEM IN SMA KRISTEN WAIKABUBAK- SUMBA BARAT- NTT

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SMA KRISTEN WAIKABUBAK- SUMBA BARAT - NTT

Marlince Dappa Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

In the midst of the current development of Information Technology, development of technology for education continues to be developed. Today Information Technology is not only seen as a field of education alone, but more than that Information Technology was developed in order to help develop the field of education itself.

This is due to the growing development of information technology in supporting the advancement of information exchange is increasingly dominant in today's society. Without exception in Waikabubak Christian High School, Information Technology and academic information system that was built is expected to not only support the development of education alone, but more than that can provide solutions to the problems of education and information in Waikabubak Christian High School.

With this new system expecting more effective and efficient so that can support needed information to institute go to school and also can give maximum benefit. And also making of report will be more on schedule and mistake storey level become smaller because always happened correction of data each shares.

Keywords : Information Technology and Information Sistems

1.

Pendahuluan

Di tengah maraknya perkembangan Teknologi Informasi saat ini, pengembangan

teknologi untuk edukasi pun terus dikembangkan. Saat ini Teknologi Informasi tidak

hanya dipandang sebagai sebuah bidang pendidikan saja, namun lebih dari itu Teknologi

Informasi mulai dikembangkan agar dapat membantu pengembangan bidang pendidikan

itu sendiri. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya Teknologi Informasi dalam

mendukung kemajuan pertukaran informasi yang semakin dominan di masyarakat saat

ini. Tanpa terkecuali di SMA Kristen Waikabubak, Teknologi Informasi diharapkan tidak

hanya sekedar mendukung pengembangan pendidikan saja, namun lebih dari itu

Teknologi Informasi diharapkan dapat memberikan pemecahan pada permasalahan

pendidikan dan informasi yang ada di SMA Kristen Waikabubak.

Komputer mempunyai keunggulan yang nyata untuk mempercepat pengolahan

data dalam jumlah yang besar melalui “Sistem Pengolahan Data”. Sistem pengolahan

data adalah sistem yang menggunakan media komputer sebagai alat untuk

menghasilkan sebuah informasi yang lebih baik, sehingga dapat memberi manfaat

dalam kemudahan kerja bagi pemakai. Dari data tersebut sekolah dengan mudah dapat

mengetahui data-data tentang berbagai hal yang diperlukan.

Sistem pengolahan data yang baik dapat mengatasi keadaan atau masalah

secara cepat dan dengan hasil yang tepat pula. Dalam hal ini pengolahan data yang

dilakukan secara manual sangat tidak komplek sehingga penyampaian informasi yang

dilakukan sering terlambat dan tidak efisien.

2. Dasar Teori

2.1 Defenisi Sistem

Mempelajari suatu sistem akan lebih mudah apabila mengetahui pengertian

sistem tersebut. Sistem terbagi menjadi dua pendekatan, yaitu dilihat dari

pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya dan pendekatan sistem

yang menekankan pada elemen/komponennya.

Sistem dilihat dari prosedurnya menurut Jerry FitzGerald, Andra F. FitzGerald

dan Warren D. Stallings, Jr sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu. 1 (Jogiyanto 2001). Berdasarkan pada

1 Jerry FitzGerald, Andra F. FitzGerald dan Warren D. Stallings, Jr. “Fundamentals Of System Analyst” (edisi ke 2 : New York : John Willey dan Sinns, 1981), Hal 5

elemen/komponennya sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang

berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. 2

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa: Sistem adalah

sekumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dengan maksud yang sama untuk

mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan dan

sasaran yang tepat, karena akan sangat menentukan dalam mendefenisikan

masukan yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan.

2.2 Pengertian Informasi

Informasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting artinya

bagi suatu sistem. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan

menjadi lemah dan akhirnya berakhir. Informasi adalah data yang diolah menjadi

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Jogiyanto Hm (2005:8) mendefenisikan informasi sebagai “data yang

diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang

menerimanya.” 3

2.3 Siklus Informasi

Siklus informasi adalah gambaran secara umum mengenai proses

pengolahan data-data sehingga menjadi informasi yang lebih bermanfaat bagi

pengguna. Informasi yang dihasilkan dari pengolahan data-data sebelumnya

akan digunakan kembali sebagai data untuk menghasilkan informasi berikutnya.

Demikian seterusnya proses-proses dalam pengolahan sehingga data menjadi

informasi. Sedangkan data merupakan suatu bentuk mentah yang belum dapat

dijadikan sember cerita yang mampu menjadi suatu bahan jawaban dari suatu

pertanyaan, sehingga perlu memasuki tahap untuk olah data dan berdaya guna

dalam bentuk informasi.

2 Jogiyanto HM. “Analisis & DESAIN Sistem Informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis ”, 1999, hal 2.

3 Jogiyanto Hm. “Analisis & DESAIN Sistem Informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis ”, 2005, hal 8.

2.4

Kualitas Informasi

Kualitas dari informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat pada waktunya (timeliness) dan relevan (relevance). John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas informasi dari tiga pilar utama yakni:

a.

Akurat (accurate) Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Informasi tersebut harus jelas mencerminkan maksudnya karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

b.

Tepat pada Waktunya Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan dapat berakibat pada kinerja organisasi.

c.

Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya atau relevan dengan pokok permasalahan yang harus diselesaikan.

2.5

Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya memanfaatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.

2.6 Pengertian Sistem Informasi

merupakan kumpulan dari perangkat keras dan

perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data

menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut.

Sebuah

sistem

informasi

“ Sistem Informasi adalah suatu sistem yang di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

2.7

Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi dalam

organisasi untuk mendukung informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan

manajemen. Frederick H. Wu mendefinidikan bahwa SIM sebagai berikut:

SIM adalah kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk

mendukung manajemen. 4

Secara teori, komputer tidak harus digunakan dalam SIM, tetapi kenyataannya

tidaklah mungkin SIM yang kompleks dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen-

elemen non komputer dan elemen komputer.

2.8 Pengertian Pengolahan Data

Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan teransaksi, yang

tidak mempunyai makna atau berpengaruh secara langsung kepada pemakai. Data

sering kali disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui suatu proses

transformasi, data dibuat menjadi bermakna. Data dapat berupa nilai yang terformat,

teks, citra, audio, dan video. Pengertian data menurut Drs M. Suyanto, MM dalam

bukunya pengolahan data elektronik (PPDE) sebagai berikut: Data merupakan bahan

yang akan diolah baik berupa angka-angka, huruf-huruf, rata-rata, simbol-simbol,

yang menunjukkan suatu situasi dan lain-lain yang bersifat sendiri.

Sedangkan yang dimaksud dengan pengolahan data adalah: segala macam

operasi yang dilakukan terhadap data sehingga data tersebut menjadi berguna dan

sesuai dengan hasil yang diinginkan yaitu berupa informasi.

Dari pengertian di atas maka pengolahan data siswa dapat didefinisikan

segala macam proses operasi yang menyangkut data aktivitas siswa dari proses

manual data, pemasukan data, penyimpanan serta pengaksesan data-data menjadi

informasi yang berguna dan komunikatif. Pengolahan data biasanya memiliki tahap-

tahap yang harus dilaksanakan agar informasi yang dihasilkan dapat berguna.

Sistem informasi akademik siswa dapat diartikan dengan mempersiapkan

data-data kesiswaan agar dapat digunakan untuk tujuan penerapan atau

pengambilan keputusan bagi pihak manajemen atau pihak luar yang memerlukan.

4 Frederick H. Wu, Accounting Information System, Theory And Practice, (International Student Edition ; Tokyo : MCGraw – Hill Japan, 1984), hal 65.

Tujuan utama pengolahan data adalah menerima informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. Semakin banyak data dan kompleknya aktivitas dalam pengolahan data baik itu organisasi besar maupun organisasi kecil, maka metode pengolahan data yang tepat sangat dibutuhkan, karena berpengaruh pada kinerja sistem tersebut.

2.9 Pengertian Basis Data

Database merupakan kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut bisa ditunjukkan dari kunci tiap file. Suatu database menunjukkan suatu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup lembaga.

Beberapa istilah penting yang harus diketahui dalam database, yaitu:

a. Atribut atau field Entitas mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili entitas

b. Entitas (entity) Entitas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya di rekam.

c. Data value (nilai data atau isi data) Data value merupakan data aktual yang di simpan pada tiap data atau elemen atau atribut.

d. Record\Tupple Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record ini mewakili satu informasi tentang seseorang.

e. Key Syarat untuk menjadikan suatu atribut menjadi sebuah key adalah harus unik dari antara atribut dalam sebuah entity. Key dapat berupa atribut tunggal atau gabungan atribut yang membentuk kombinasi unik.

1. Candidate Key Candidate Key adalah kumpulan atribut key yang dicalonkan menjadi key tertentu.

2. Primary Key Satu atribut yang tidak hanya mengindentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik tetapi yang mewakili setiap kejadian dari suatu entity.

3. Alternative Key Alternative Key adalah kunci kandidat yang tidak digunakan sebagai priwary key.

Foreign Key menpunyai nama lain kunci tamu. Primary key dari suatu entity yang menjadi key di entity yang lain.

f. File File adalah kumpulan record yang mempunyai atribut yang sama tetapi berbeda data valuenya.

g. Database atau Basis Data Database adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lainnya, sehingga membentuk suatu informasi sistem secara

keseluruhan.

h. Database Manajement System (DBMS)

Database Manajement System (DBMS) adalah kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya.

2.10 Operasi dasar Basis Data

Dalam sebuah basis data dapat ditempatkan satu atau lebih file atau tabel pada file atau table data tersebut disimpan atau ditempatkan.

Operasi-operasi dasar yang dapat dilakukan yang berkenaan dengan basis data adalah sebagai berikut:

a. Pembuatan basis data baru (create database)

b. Pembuatan file atau tabel baru ke suatu basis data (create table)

c. Penghapusan basis data (drop database)

d. Penghapusan file atau tabel dari suatu basis data (drop table)

e. Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file atau tabel di sebuah basis data (insert)

f. Penghapusan data dari sebuah file atau tabel (delete)

g. Pengambilan data dari sebuah file atau tabel (retrieve atau search)

h. Pengubahan data dari sebuah file atau tabel (update)

2.11 Sistem Basis data

Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah basis komputer) dan sekumpulan program Database Manajement System (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file atau tabel tersebut.

2.12 Perancangan Sistem Basis Data

Merancang sebuah database merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan pertama yang dihadapi dalam merancang database adalah bagaimana

merancang hingga database dapat memuaskan keperluan sekarang dan masa yang akan datang. Perancangan model konseptual perlu dilakukan disamping perancangan model phisik. Pada perancangan konseptual akan menunjukkan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan. Ketika menentukan entity dan relasinya dibutuhkan analisis data tentang informasi yang ada dalam spesifikasi di masa mendatang.

2.13 Bentuk Normalisasi Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. Langkah-langkah pembentukan normalisasi :

1. Bentuk Tidak Normal Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.

2. Bentuk Normal Kesatu (Firs Normal Form / 1 NF) Pada tahap ini dilakukan beberapa penghilangan group elemen yang

berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel, dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic. Syarat normal kesatu adalah:

a. Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”.

b. Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda

c. Telah ditentukannya primary key untuk table atau relasi tersebut.

d. Setiap atributnya hanya memiliki satu pengertian.

3. Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form / 2 NF) Bentuk normal kedua didasari atas konsep ketergantungan fungsional

sepenuhnya (full functional dependency). Syarat normal kedua adalah:

a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu

b. Atribute bukan kunci harus memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya

pada kunci utama atau primary key.

4. Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form / 3 NF) Syarat normal ketiga adalah:

a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua

b. Atribute bukan key harus tidak memiliki ketergantungan transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional

terhadap atribut bukan key lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key direlasi itu saja.

5. Boyce-Codd Normal Forn (BCNF) Suatu relasi dikatakan telah memenuhi kriteria boyce-codd normal form jika dan hanya jika setiap determinan adalah suatu candidate key.

2.14 Sistem Perangkat Lunak

Perangkat Lunak (Software) adalah perangkat pendukung dalam perancangan dan juga pengolahan basis data. Fungsi perangkat lunak adalah menjadi penghubung komunikasi pengguna dengan sistem mesin basis data dalam proses perancangan. Keinginan programmer diterjemahkan ke dalam bahasa mesin atau

perangkat lunak untuk menyusun keinginan programmer.

2.15 Mengenal Visual Basic 6.0

Microsoft Visual Basic 6.0 adalah perangkat lunak yang biasa dipakai dalam perancangan atau pengembangan perangkat lunak visual atau GUI (Graphical User Interfase). Microsoft Visual Basic 6.0 kompatible dengan sistem operasi windows. Dalam pemrograman ini bahasa ditulis dalam bahasa Basic (Beginners All Purpose Symbolic Instruction Code). Karena bahasa basic cukup mudah dipelajari dan popular maka hampir setiap programmer menguasai ini. Semua bentuk pekerjaan dalam visual basic disimpan dalam satu project. Setelah project selesai dikerjakan dapat dikonversikan kedalam bentuk backage (siap di instalasikan pada komputer lain dengan operasi sistem windows ) atau ke dalam format exe.

2.16 Microsoft SQL Server 2000

Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak pendukung pemrograman Database Management System (DBMS). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah SQL (Structure Query Language). Microsoft SQL Server 2000 mempunyai kemampuan manajemen penyimpanan data untuk layanan aplikasi client-server. Pengaturan, pengendalian, pembatasan tertentu dalam pengolahan data dapat dikelola sesuai pengaturan yang diharapakan. Pengaturan tersebut dinyatakan dalam definisi-definisi bahasa SQL (Structure Query Language) melalui DDL

(Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language).

2.17 Sistem Perangkat Keras

Sistem perangkat keras diperlukan sebagai perangkat sistem pendukung untuk

menjalankan perangkat lunak. Maka yang perlu diperhatikan adalah kemampuan

kerja perangkat keras harus mampu mendukung kebutuhan perangkat lunak. Pada

sistem perangkat komputer misalnya prosesor, media penyimpanan (harddisk),

Graphic Card, Floopy Disk Drive, CD-ROM, Memori RAM dan lain-lain.

3. Analisis dan Perancangan Sistem

3.1 Defenisi Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefenisikan sebagai:

Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian

komponennya dengan maksud untuk mengindentifikasikan dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang

terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan

perbaikan-perbaikannya. 5

3.2 Memahami Kerja Dari Sistem Yang Ada

Pengolahan data siswa yang dilakukan pada SMA Kristen Waikabubak saat ini

dilakukan secara manual dimana pencatatan data siswa, data kelas, data bagi kelas,

data mata pelajaran, data guru, data mengampu, data jadwal dan data nilai ditulis

dan disimpan dalam bentuk dokumen-dokumen berbentuk kertas, dan apabila

laporan tersebut dibutuhkan akan membutuhkan waktu lama untuk dicari.

3.3 Analisis Sistem Yang Dilakukan

Analisis sistem yang akan dijelaskan pada pembahasan ini merupakan

gambaran secara keseluruhan dari kendala-kendala sistem yang telah dilakukan oleh

SMA Kristen Waikabubak dalam proses pengolahan data siswa. Pengolahan data

siswa yang dilakukan secara manual oleh SMA Kristen Waikabubak saat ini

kemungkinan besar akan terjadi keterlambatan dalam menyajikan laporan yang

dibutuhkan, sehingga informasi yang disampaikan kurang relevan, tidak akurat, tidak

tepat waktu dan sulit untuk diketahui bentuk laporannya

5 Jogiyanto HM, Analisis dan Disain Sistem Informasi, Yogyakarta, Andi Offset, 2005, Hal

129

3.4

Analisis Kelemahan Sistem

Tujuan analisis terhadap kelemahan sistem yang ada merupakan hal yang sangat dibutuhkan guna untuk mengetahui lebih lanjut apakah sistem tersebut masih layak digunakan. Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis dari sistem yang telah ada, yaitu dengan menggunakan analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Effciency, dan Services). Dari analisis ini akan didapatkan beberapa masalah yang dapat disimpulkan oleh penulis dengan jelas dan spesifik, kemudian dari hasil tersebut yang nantinya dapat disimpulkan beberapa kesimpulan yang dapat membantu dalam perancangan sistem baru yang akan lebih baik dan layak digunakan

3.5 Analisis Kebutuhan Sistem

Untuk merubah keadaan yang diinginkan dan sesuai dengan perkembangan waktu, SMA Kristen Waikabubak memerlukan peralatan yang cukup efesien dan efektif seperti komputer sebagai sarana pemanfaatan teknologi dan juga sistem baru yang dapat membantu dalam pengolahan data siswa. Penulis merancang sistem baru yang diharapkan mampu mengubah dan mempercepat atau mengefesienkan serta mengoptimalkan waktu dengan baik, guna memenuhi kebutuhan berikut :

a. Pencatatan dan pengeditan data lebih mudah dan cepat

b. Perhitungan data lebih cepat dan akurat

c. Pencarian data lebih cepat dan tepat

d. Pembuatan laporan-laporan akan lebih mudah.

4. Implementasi Sistem

4.1 Sejarah Singkat SMA

SMA Kristen Waikabubak berdiri pada tanggal 1 Agustus 1960 di jln Bhayangkara no 64 Pada Eweta, Kota Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Dengan menempati tanah seluas 14,125 m 2 dengan izin pendidikan sekolah dari Kawil Depdiknas/Dinas Pendidikan/Depag No. 14206/I 21.A/88 pada tanggal 15 Maret 1988. SMA Kristen Waikabubak berada di bawah naungan yayasan YAPMAS jln R. Suprapto No.20 Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, telepon 0387-61365. SMA Kristen Waikabubak merupakan sekolah Swasta yang terdapat di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai sekolah yang sudah ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) Tahun pelajaran 2008/2009.

Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik, jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar cukup memadai. Anggaran sekolah berasal dari dana yang dihimpun dari orang tua peserta didik dan bantuan pemerintah dalam bentuk dana Block Grant. Alokasi dana diperuntukkan untuk menunjang kegiatan-kagiatan intrakulikuler dan ekstrakurikuler, dan juga untuk memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana belajar.

4.2 Pengertian Implementasi

Implementasi sistem ( sistem implementation ) merupakan tahapan meletakkan sistem baru yang akan dikembangkan supaya nantinya sistem tersebut

siap untuk dioperasikan sesuai dengan yang diharapkan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program yang akan digunakan pada software aplikasi. Implementasi sistem ini, meliputi beberapa kegiatan yaitu :

a. Rencana implementasi sistem

b. Kegiatan implementasi sistem

c. Tindak lanjut implementasi system

4.3 Rencana Implementasi Sistem

Rencana implementasi merupakan kegiatan awal dari tahap implementasi sistem. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahapan implementasi. Semua biaya yang akan dikeluarkan, dimasukan ke dalam anggaran biaya yang berfungsi untuk mengendalikan biaya yang dikeluarkan. Waktu yang diperlukan untuk menentukan kegiatan implementasi juga perlu diatur dalam rencana implementasi berbentuk jadwal waktu dimana fungsinya sebagai pengendalian terhadap waktu implementasi.

4.4 Kegiatan Implementasi

a. Pemrograman dan Pengetesan Program Dalam membangun sebuah program, perlu dilakukan sebuah analisis untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam merancang dan mengembangkan program tersebut. Disamping itu pula, tim pengembang sistem harus bekerja sama agar program yang dibangun dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pihak yang membutuhkan. Pemrograman merupakan kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer. Kode program yang ditulis oleh

programmer harus berdasarkan dokumentasi yang disediakan oleh analisis sistem hasil dari desain sistem secara rinci.

b. Instalasi Hardware dan Software Jika ada peralatan baru yang akan dimiliki, maka ruangan peralatan

perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Keamanan fisik dari tempat tersebut juga perlu dipertimbangkan. Suhu ruang dan tempat menyimpan hardware harus memenuhi ketentuan yang baik karena jika tidak maka hardware akan cepat rusak sehingga penggunaannya tidak maksimal.

c. Pengetesan Sistem Pengetesan sistem dimaksudkan untuk menguji program yang telah

dibuat dan implementasikan dapat berjalan dengan baik serta sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam hal ini sistem yang digunakan oleh SMA Kristen

Waikabubak.

Pengetesan program dilakukan dengan cara mendemokan program,

kemudian beberapa responden diminta untuk melihat dan menjalankan program tersebut.

d. Pemilihan dan Pelatihan Personil

Personil pengguna sistem merupakan orang yang memegang peran penting dalam pemanfaatan sistem baru. Pelatihan personil dilakukan dengan maksud agar personil atau orang yang ditunjuk untuk menjalankan

sistem yang baru tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya

e. Konversi Sistem

Konversi sitem adalah suatu proses meletakkan sistem baru supaya siap digunakan. Pendekatan yang digunakan pada SMA Kristen Waikabubak adalah pendekatan konversi paralel yang artinya konversi ini dilakukan

dengan mengoperasikan sistem yang diusulkan dengan sistem yang lama bersama-sama selama suatu periode waktu tertentu.

f. Pemeliharaan Sistem Pemeliharaan adalah kegiatan memelihara sistem yang diusulkan agar dapat beroperasi dengan baik tanpa adanya hambatan-hambatan dan gangguan yang menghambat kerja sistem yang diusulkan tersebut. Selain itu pemeliharaan dimaksudkan untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang terjadi pada sistem baik kerusakan fisik maupun kerusakan non-fisik.

g. Manual Program Manual program merupakan panduan bagi pengguna dalam

mengoperasikan program aplikasi.

5.

Kesimpulan Dalam suatu sistem yang sedang berjalan tentunya memiliki kelemahan serta

kelebihan. Pada sistem pengolahan data siswa yang ada pada SMA Kristen Waikabubak memiliki kelemahan antara lain :

1. Sistem pengolahan data siswa yang diterapkan oleh SMA Kristen Waikabubak masih doilakukan secara manual sehingga sistem tersebut mempunyai banyak kelemahan diantaranya kurangnya efektif dan efesien terhadap waktu dan biaya

2. Adanya kesulitan dalam penulisan laporan, karena pendataan disimpan secara

manual dalam lembar-lembar buku yang berbentuk arsip serta banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan karena harus mencari dan mengumpulkan data-data yang akan dilaporkan. Dari kelemahan yang ada dapat di ambil kesimpulan bahwa pengolahan data siswa yan ada pada SMA Kristen Waikabubak di dalam pengolahan dan pembuatan laporan tidak dapat secara cepat untuk menyesuaikan situasi jika sewaktu-waktu terjadi perubahan secara mendadak. Adapun upaya untuk mengatasi hal-hal tersebut di atas adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini yaitu dengan membuat software aplikasi pengolahan data siswa.

Maka kelebihan dari software aplikasi adalah :

1. Dengan diterapkannya sistem yang baru maka pengolahan data siswa akan lebih mudah karena data tersimpan secara terstruktur dan terintegrasi

2. Dengan sistem yang baru ini pelayanan terhadap siswa dapat ditingkatkan baik dari segi kualitas dan kuantitas yang tentunya akan berdampak pada kenaikan jumlah siswa

3. Dengan sistem yang baru ini kebijakan dalam mengambil tindakan untuk lembaga dapat dilakukan dengan mudah dan cepat

4. Dengan sistem yang baru ini pembuatan laporan akan lebih tepat waktu dan tingkat kesalahan menjadi lebih kecil karena selalu terjadi pengoreksian data pada masing-masing bagian.

A.

Saran-saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan adalah :

1. Hal-hal penting untuk diperhatikan pada sistem yang baru ini adalah melakukan perawatan hardware dan software dengan baik dan benar

2. Untuk kelancaran proses pengolahan data dilakukan pelatihan personil yang akan terlibat dalam sistem baru tersebut

3. Peningkatan disiplin waktu kerja perlu ditingkatkan agar tercapai efektifitas dan efesiensi kerja yang optimal

4. Sistem ini baik memasukkan data siswa ataupun data nilai hanya dilakukan satu orang karyawan untuk mengurangi beban kerja dari karyawan tersebut, maka guru mata pelajaran juga bisa melakukan tugas untuk memasukkan data nilai khususnya mata pelajaran yang dipegangnya

5. Dengan sistem yang baru ini di harapkan lebih efektif dan efisien sehingga dapat mendukung informasi yang diperlukan bagi lembaga sekolah serta dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin

6. Dengan seiring berkembangnya organisasi maka semakin kompleks juga kebutuhannya, sehingga menyebabkan sistem yang telah berjalan dapat memenuhi kebutuhan organisasi. Maka dari itu pengembangan suatu sistem informasi harus terus dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Adi Kurniadi, Pemrograman Microsoft Visual Basic 6, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000

Bambang Robi’in, Manajemen dan Administrasi Database menggunakan SQL Server 2000, Andi Offset, Yogyakarta, 2005

Djolo Pramono, Mudah Menguasai Visual Basic 6, PT Elex Media Komputindo, Jakarta,

1999

Frederick H. Wu, Accounting information System, 1984

Fathansyah, Buku Teks Ilmu Komputer Basis Data, CV. Informatika, Bandung, 1999

Jogianto HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori Dan

 

Praktek

Aplikasi

Bisnis,

Edisi

Pertama,

Cetakan

keempat,

Andi

Offset,

Yogyakarta, 1995

Raymond Mcleod, Jr, Sistem Informasi Manajemen, PT Prehallindo, Jakarta, 1996

 

WAHANA

KOMPUTER

Semarang,

Pemrograman

Visual

Basic

6.0,

Andi

Offset,

Yogyakarta, 2002