Anda di halaman 1dari 3

Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Dosen : Santosa.M.Hum. Nama Mahasiswa : Nila Kesuma. NIM : 10149137. Semester /Kelas : IV / A.

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN DI INDONESIA

Rangkuman , Tugas Individu Pada Kelompok : VI A. Pendidikan Islam pada Masa Penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda terbagi pada dua periode yaitu pada masa VOC dan masa Pemerintahan Hindia Belanda. Setelah VOC dibubarkan artinya Pendidikan di taman VOC gagal maka terbentuklah Pemerintahan baru yang beraliran ide-ide Liberal, menaruh kepercayaan bahwa pendidikan alat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan sosial dan ini semua merupakan Pendidika Zaman Pemerintah Belanda setelah VOC. Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda,sitem sekolah berdeasarkan lapisan / kelas ,menurut keturunan kebangsaan. Dan periode ini Pendidikanya mengunakan Bahasa Pengantar Bahasa Belanda dan sekolah yang ada hanya bagi anak yang memeluk Agama Nasrani. Alasanya di karenakan kesulitan Finansial yang berat menurut orang Belanda akibat perang Diponegoro.

B. Pendidikan Islam pada masa Penjajahan Jepang Pada masa Jepang, dengan konsep Hakko Ichiu /Kemakmuran bersama Asia Raya dan semboyan Asia untuk Bangsa Asia

Jepang mengelola Pendidikan di Indonesia sangat di pengaruhi Motif untuk mendukung kemenagan Militer dalam peperangan Pasifik. Pada masa penjajahan Jepang pendidikan di indonesia mengunakan Bahasa resmi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa pengantar mengantikan Bahasa Belanda dan di hapuskannya sistim Pendidikan berdasarkan Kelas sosial pada era penjajahan Belanda. Untuk memperoleh dukungan tokoh pribumi, terpilihlah Ki Hajar Dewantara sebagai penasihat bidang Pendidikan mereka. Hal ini merupakan strategi Jepang, ada indikasi untuk menerapkan sistem NIPPONIZE kembali, dan jepang sebenarnya ingin menghancurkan Ideologi Indonesia Raya. Setelah menguasai Indonesia, Jepang mengintruksikan di tutupnya Sekolahsekolah berbahasa Belanda, dan untuk Pendidikan Islam Jepang memberikan suatu kebijakan. Kebijaksanaan pada masa Jepang itu antara lain : - Mengubah kantor Voor Islamistische Zakon pada masa Belanda yang di pimpin kaum Orientatis menjadi Sumabi yang di pimpin tokoh Islam, yakni K.H Hasyim Asyari. Di daerah-daerah di bentuk Sumuka. - Pondok pesantren mendapat kunjungan dan bantuan. - Mengizinkan Pembentukan barisan Hasbullah, K.H. Zainal Arifin. - Mengizinkan Sekolah Tinggi Islam di dirikan di jakarta di bawah asuhan K.H. Wahid Hasyim, Kahar Muzakfkir, dan Bung Hatta. - Adanya barisan Pembelah. - Di izinkanya Majelis Islam Aala Indonesia ( MIAI ) dan akhirnya terbentuklah dua Ormas besar Islam yaitu Muhamadiyah dan NU.

C. Pendidikan Islam pada Masa Kemerdekaan. Setelah Merdeka Pendidikan Islam mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistim Pendidikan Nasional. Merdekanya Indonesia tentu saja dapat mengali segala potensi yang ada sehingga dapat digunakan dan di kembangkan untuk tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Kesadaran akan tampilnya dunia Pendidikan dalam memecahkan dan merespon berbagai tantangan baru yang timbul pada setiap zaman adalah suatu hal yang logis bahkan suatu keharusan, sebab Pendidikan merupakan salah satu Pranata yang terlibat dalam mempersiapkan masa depan Bangsa.

D. Pendidikan pada Masa Orde Baru. Pendidikan Islam pada masa Orde Baru, tentu banyak hal yang ditempuh untuk menyetarakan antara Pendidikan Agama dan Pendidikan umum , hal ini dapat di lihat dari SKB 2 Menteri. Adanya SKB 2 Menteri dapat mempertipis perbedaan dan dapat diharapkan mampu mengikis dualisme Pendidikan.