Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI Kelelahan Otot Saraf pada Manusia

Disusun oleh

Kelompok A4

Universitas Kristen Krida Wacana 2011


I. Tujuan Percobaan

Untuk mengetahui kelelahan otot saraf pada seseorang II. Alat- alat yang Digunakan A. Kertas B. Perekat C. Kimograf D. Manset stigmomanometer E. Ergograf F. Metronome (frekuensi 1 detik) G. Timer

III.

Cara Kerja A. Percobaan pertama; Kerja steady - state 1. Persiapkan alat-alat sesuai gambar

2. Sambil dicatat lakukan satu tarikan tiap 4 detik menurut irama alat yang diperdengarkan di ruang praktikum sampai putaran tromol. Setiap kali setelah melakukan tarikan , lepaskan segera jari saudara dari pelatuk sehingga kembali ke tempat semula

B. Percobaan kedua; Pengaruh gangguan peredaran darah 1. Pasang manset stigmomanometer pada lengan atas kanan orang percobaan yang sama dengan orang yang melalukan percobaan pertama 2. Sebagai latihan lakukan beberapa kali oklusi pembuluh darah lengan atas dengan jalan memompa manset dengan cepat sampai denyut nadi arteri radialis tak teraba lagi 3. Dengan manset tetap terpasang tetapi tanpa oklusi, lakukan 12 kali tarikan dengan frekuensi satu tarikan tiap 4 detik sambil dicatat pada kimograf 4. Tanpa menghentikan tromol pada tarikan ke-13, mulailah memompa manset dengan cepat sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba lagi. Selama pemompaan orang percobaan tetap melakukan latihan. 5. Berilah tanda pada kurve pada saat denyut nadi arteri radialis tidak teraba lagi 6. Setelah terjadi kelelahan total, turunkan tekanan di dalam manset sehingga peredaran darah pulih kembali 7. Dengan frekuensi yang sama teruskan tarikan dan pencatatan sehingga pengaruh faktor oklusi tidak terlihat lagi

C. Percobaan ke tiga; Pengaruh istirahat dan massage 1. Latihan ini dilakukan oleh orang percobaan lain 2. Besarkan beban ergograf sampai hampir maksimal 3. Sambil dicatat lakukan satu tarikan tiap 1 detik sampai terjadi kelelahan total, kemudian hentikan tromol 4. Berilah istirahat selama 2 menit. Selama istirahat, lengan tetap diniarkan diatas meja 5. Setelah tromol diputar dengan tangan sepanjang + 2 cm, jalankan

kimograf dan lakukan kembali tarikan dengan frekuensi dan beban yang sama sampai terjadi kelelahan total, kemudian hentikan tromol 6. Berilah istirahat selama 2 menit lagi. Selama masa istirahat ini lakukan massage pada lengan orang percobaan. Massage dengan cara mengurut

dengan tekanan kuat ke arah perifer, kemudian dengan tekanan ringan ke arah jantung. Massage dilakukan dari fossa cubiti hingga ujung jari 7. Setelah tromol diputar dengan tangan sepanjang + 2 cm, jalankan kimograf dan lakukan kembali tarikaan seperti langkah nomor 5 8. Bandingkan ke 3 ergogram yang sudah diperoleh dan lakukanlah analisis terhadap ketiganya

D. Percobaan ke empat; Rasa nyeri, perubahan warna dan suhu kulit akibat iskemia 1. Latihan ini dilakukan pada orang percobaan lain tanpa dilakukan pencatatan pada ergogram 2. Pasanglah manset pada lengan atas kanan orang percobaan dan berikan pembeban yang cukup berat sehingga penarikan hanya akan

memperlihatkan penyimpangan ujung pencatatan yang kecil saja 3. Perhatikan suhu dan warna kulit lengan bawah kanan orang percobaan 4. Lakukan satu tarikan tiap saatu detik sambil diadakan oklusi sehingga terjadi kelelahan total atau sampai terjadi rasa sakit yang tidak tertahankan 5. Hentikan tindakan oklusi segera setelah orang percobaan merasa nyeri yang hebat sekali. Perhatikan suhu dan warna kulit lengan bawah kanan orang percobaan

IV.

Hasil Pemeriksaan

Percobaan I Percobaan II Percobaan III Percobaan IV Pada saat awal suhu yang terjadi adalah dingin dan warna kulitnya adalah coklat. Sedangkan setelah terjadi rasa nyeri yang begitu hebat suhu yang terjadi adalah panas dan warna kulitnya adalah biru keunguan.

V.

Pembahasan A. Percobaan pertama

Terlihat tidak terjadi pengurangan kinerja ataupun kelelahan yg dapat dilihat stabilitasnya pada hasil grafik percobaan I, grafik terlihat stabil. dapat disimpukan bahwa otot memiliki durasi untuk menguraikan asam laktat yang terbentuk dati pemecahan glikogen untuk sumber tenaga mekanisme pengerak otot. B. Percobaan kedua Pada percobaan ketiga terlihat ada 3 bagian grafik yang berbeda. Dimulai dengan grafik yang stabil pada awalnya, setelah mulai dilakukan penghambatan aliran darah (oklusi), otot mulai kelelahan, disebabkan suplai nutrisi dan O2 yang berkurang. Nutrisi berguna untutk sumber energy bagi otot, sedangkan O2 sebagai bahan bakar untutk menguraikan asam laktat yang tertimbun akibat penguraian glikogen. Asam laktat membutuhkan lebih banyak O2 untuk menghasilkan energi, penimbunan asam laktat menimbukan kelelahan pada otot. Pada saat oklusi grafik cenderung menurun sampai terjadi kelelahan otot maksimal. Setelah oklusi dibuka, grafik mulai naik perlahan-lahan sampai dengan keadaan stabil yang dikarenakan darah sudah mengalir dan pasokan nutrisi dan O2 sudah kembali lancar. C. Percobaan ketiga Pada grafik terlihat bahwa grafik cenderung menurun karena waktu otot bekerja terlalu padat sehingga tidak memiliki waktu untuk menguraikan asam laktat (bekerja tiap 1 detik), oleh sebab itu di grafik menunjukan rentang waktu dari mulai bekerja hingga lelah cukup pendek. Setelah diberikan waktu untuk istirahat sebanyak dua menit, otot dapat kembali bekerja namun tidak berlangsung lama, karena penguraian asam laktat kurang maksimal sehingga otot dengan cepatnya kembali lelah. Ketika otot kembali diistirahatkan sambil dilakukan pijatan untuk memperlancar kembali sirkulasi darah serta meluruskan otot kembali. Seharusnya grafik menunjukan kecenderungan untuk meningkat dan rentang waktunya lama. Tetapi dari grafik OP kelompok kami, hasil yang didapat sama bahkan lebih tidak maksimal dari grafik yang istirahat (tanpa pijatan). Hal ini dimungkinkan karena teknik pijatan yang tidak dilakukan dengan baik dan kondisi otot OP yang tidak terlatih. Terlihat pada grafik, tahap awak grafik cendrung menurun pada frekuensi waktu kerja otot yang cukup padat, otot tidak memiliki waktu untuk mengurai asam laktat, rentang waktu dari awal test sampai kelelahan cukup pendek. Tahap kedua dilakukan
3

setelah 2 menit mengistirahatkan. Hasil grafik kurang baik karena otot tidak dapat mengurai asam laktat dari proses sebelumnya secara maksimal sehingga otot cepat lelah. Tahap akhir dilakukan setelah proses istirahat dengan durasi yang sama beserta proses pemijatan yang bertujuan utuk memperlancar peredaran darah. Diperkirakan grafik akan cendrung memiliki hasil yg lebih baik tetapi resipien/OP menghasilkan grafik yang serupa dengan tahap kedua, dimungkinkan karena teknik pijatan yg tidak tepat atau kondisi otot resipien /OP yg kurang terlatih.

D. Percobaan keempat Pada saat awal suhu yang terjadi adalah dingin dan warna kulitnya adalah coklat. Sedangkan setelah terjadi rasa nyeri yang begitu hebat suhu yang terjadi adalah panas dan warna kulitnya adalah biru keunguan. Timbulnya suhu yang lebih panas karena otot terus bekerja sehingga melepaskan energi dalam bentuk panas. Warna kulit yang membiru karena aliran darah tertutup oklusi.

VI.

Kesimpulan

Pengekserian asam laktat terjadi pada saat otot bekerja, jikalau proses pengunaan otot terus berlanjut pada jangka waktu dan frekuensi tertentu, penimbunan asam laktat akan terjadi, poses penimbunan ini akan mengurangi kinerja dan menimbulkan rasa pagal pada bagian otot yang bekerja. Penghabatan aliran darah juga akan mengurangi kinerja otot, pengembalkaian kinerja otot dapat dilakukan dengan proses istirahat atau pemijatan.

Referensi