P. 1
2008-S2-RZaenalArifin-Pengembangan Pakan Buatan Berbasis Lemna Minor_2

2008-S2-RZaenalArifin-Pengembangan Pakan Buatan Berbasis Lemna Minor_2

|Views: 12|Likes:
Dipublikasikan oleh Rijal Idris

More info:

Published by: Rijal Idris on Jul 07, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

ABSTRAK PENGEMBANGAN PAKAN BUATAN BERBASIS Lemna minor UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp.) Oleh R.

Zaenal Arifin NIM : 21306306
Ikan lele sangkuriang (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam proses budidayanya, masih dijumpai beberapa kendala yang menghambat proses produksinya. Salah satu kendalanya adalah tingginya biaya pakan yang berkisar antara 60-70% dari total biaya produksi. Tingginya biaya pakan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya harga tepung ikan (fish meal) yang merupakan sumber utama protein pakan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan upaya pengembangan pakan berbahan baku sumber protein lokal yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai sebagai pengganti tepung ikan. Salah satu bahan baku sumber protein yang dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan pakan buatan adalah kiambang (Lemna minor) yang diketahui memiliki kandungan protein (25-45%), karbohidrat (14,1-43,6%), lemak (4,4%), dan serat (8-10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pakan buatan berbasis Lemna minor untuk pertumbuhan dan kesintasan ikan lele sangkuriang (Clarias sp.). Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan konsentrasi Lemna minor pada campuran pakannya: pakan I (0%), pakan II (15%), pakan III (30%), pakan IV (45%) dan pakan V (60%) dan sebagai kontrol digunakan pakan komersial, pakan diberikan 2 kali sehari sebanyak 10% dari total berat tubuh. Pengujian dilakukan pada ikan lele yang berumur 26 hari dengan bobot awal rata-rata 0,558±0,012 g dan rata-rata panjang 3,65±0,027 cm dalam drum berkapasitas 60 liter dengan kepadatan awal 50 individu/bak selama 30 hari periode kultur dengan tiga kali ulangan dan dua kali ulangan pada waktu yang berbeda (repeated by time) dalam sistem resirkulasi. Parameter yang diukur meliputi penambahan berat dan panjang tubuh, laju pertumbuhan, rasio konversi pakan (food conversion ratio), kesintasan (survival rate), dan kondisi kualitas air (suhu, DO, pH, kadar amonium, kadar nitrit, kadar nitrat dan kepadatan mikroba). Berdasarkan hasil penelitian, laju pertumbuhan tertinggi dijumpai pada pakan komersial sebesar (3,52±0,28)% diikuti oleh pakan IV sebesar (2,91±0,51)%, pakan V sebesar (2,76±0,52)%, pakan III sebesar (2,32±0,62)%, pakan I sebesar (2,21±0,51)% dan pakan II sebesar (1,83±0,39)%. Nilai rasio konversi pakan terendah adalah pada pakan komersial, disusul kemudian oleh pakan IV, pakan V, pakan I, pakan III, dan pakan II dengan masingmasing nilai secara berturut-turut : 2,24, 3,38, 3,46, 4,71, 4,72 dan 6,11. Nilai kesintasan pada tiap perlakuan adalah 78,33±13,47% (pakan komersial), 58,67±4,68% (pakan IV), 54,67±7,55% (pakan V), 48,00±11,8% (pakan III), 42,33±10,56% (pakan II), dan 37,33±10,56% (pakan I). Penggunaan sistem resirkulasi dalam proses kultur mampu mempertahankan kualitas air kultur sehingga semua parameter fisika dan kimia dalam semua perlakuan masih berada dalam kisaran yang dapat diterima oleh ikan lele. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dihitung bahwa penggunaan kombinasi 50% pakan IV dengan 50% pakan komersial dapat menekan biaya pakan sebesar Rp. 2.041.200,-/tahun di dalam budidaya pendederan ikan lele pada kolam seluas 1.000m2 dengan padat tebar 200/m2. Kata kunci: Clarias sp., Lemna minor, laju pertumbuhan, kesintasan.

ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF ARTIFICIAL FEED BASED ON Lemna minor FOR SANGKURIANG CATFISH (Clarias sp.) CULTURE

By R. Zaenal Arifin NIM : 21306306
Sangkuriang catfish (Clarias sp.) is one of the freshwater fishery commodities with high economic value. Several obstacles attribute to the production of this commodity. One of them is the high price of commercial feed, which account up to 60-70% of the total production cost. This high price is caused by the increase of fish meal price, which is the main source for the diet’s protein. Based on that condition, an effort for the development of diets need to be conducted using protein from raw local material that is easy to get and suitable nutritional ingredients to replace the fish meal. One of the alternative protein source that potentially be used in artificial diets formula is Lemna minor because of its protein content (25% 45%), carbohydrate (14,1 - 43,6%), fat (4,4 %), and fiber (8 – 10 %). This study was aim to develop an artificial feed based on Lemna minor for sangkuriang catfish culture. The experimental feed used for the trial were different level of Lemna minor inclusion: feed I (0%), feed II (15%), feed III (30%), feed IV (45%) and feed V (60%), and as a control the commercial feed was used, the diets were administered two times a day with amount of 10% of total catfish body weight. Experimental diets were tested in the culture filled with 26 days old catfish with average initial weight 0,558±0,012 g and average of body length 3,65±0,027 cm, the catfish were cultured in 60 liters cylindrical tanks with stocking density 50 individuals/tank during 30 days period of culture and the experiment were conducted by using three replicate and repeated by times in a recirculation system. Several parameters including growth rate, feed efficiency, survival rate, and water quality (DO, pH, temperature, ammonium, nitrite, and density of microbe) were measured. Based on the result, the highest growth rate obtained on commercial diet (3,52±0,28)%, followed by artificial diet IV (2,91±0,55)%, artificial diet V (2,76±0,52)%, artificial diet III (2,32±0,62)%, artificial diet I (2,21±0,51)%, and artificial diet II (1,83±0,39%). The food conversion ratio obtained in the culture fed on commercial diets, experimental diets IV, V, I, III and II were (2,24 : 1), (3,38 : 1), (3,46 : 1), (4,71 : 1), (4,72 : 1), and (6,11 : 1). Survival rate respectively measured from each treatment were 78,33±13,47% (commercial diet), 58,67±4,68% (diet IV), 54,67±7,55% (diet V), 48,00±11,8% (diet III), 42,33±10,56% (diet II), and 37,33±10,56% (diet I). Usage of recirculation system in the culture could maintain the water quality during culture and all physical and chemical parameters in all treatment were still in the range of by Sangkuriang catfish. Based on this research, the economic analysis of combination 50% diet IV with 50% commercial diet could reduce the expense of feed about Rp.2.041.200,- / year during fingerling catfish product at pond of 1.000m2 and stocking density of 200/m2.

Key word: Clarias sp., Lemna minor, growth, survival rate

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->