Anda di halaman 1dari 22

meli_muchlian@yahoo.co.

id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Salah satu masalah dalam mekanika kuantum adalah menentukan energi suatu
sistem yang pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara menyelesaikan persamaan
Schrodinger. Untuk sistem sederhana seperti partikel dalam kotak, gerak harmonis satu
dimensi atau sistem atom hidrogen penyelesaian persamaan Schrodinger telah pernah
dilakukan dan tidak membutuhkan kalkulasi yang terlalu rumit. Namun untuk sistem
yang terdiri atas banyak partikel seperti pada atom berelektron banyak atau pada suatu
molekul penyelesaian persamaan Schrodinger untuk sistem tersebut tidak sederhana
atau bahkan merupakan sesuatu yang sangat rumit. Untuk itu pada makalah ini akan
membahas salah satu metode aproksimasi (pendekatan) dengan metode variasi.
Metode variasi adalah salah satu cara untuk menemukan pendekatan ke
eigenstate energi terendah atau keadaan dasar. Ide dasar dari metode ini adalah harga
ekspekstasi dari operator energi H yang disebut energi rata-rata, tentunya energi rata-
rata ini terkait dengan fungsi keadaan yang digunakan. Energi rata-rata ini harus lebih
besar atau sama dengan keadaan energi terendah dari sistem. Karena energi terendah
sebagai batas bawah dari harga ekspektasi maka memungkinkan untuk memilih fungsi
gelombang coba (trial) yang mengandung sejumlah parameter dan meminimasi harga
ekspektasi dengan metoda variasi. Dasar metode variasi adalah memilih sebuah fungsi
gelombang yang tergantung pada satu atau lebih parameter dan menemukan nilai-nilai
parameter ini dengan nilai harapan energi serendah mungkin.

1.2 Tujuan
Makalah ini membahas bagaimana metode variasi digunakan dalam mekanika
kuantum. Dimana metode variasi ini didasari oleh teorema yang menyatakan operator
Hemiltonian H sebagai operator penentu energi terendah E
min

1.3 Batasan Masalah
Bagaimana metode variasi digunakan dalam mekanika kuantum disertai dengan
contoh kasus.
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teorema Variasi
Jika kita ingin menghitung energi keadaan dasar E
g
untuk sistem yang digambarkan
dalam Hamiltonian H, tapi tidak bisa memecahkan persamaan Schrodinger (bergantung
waktu). Pilihlah beberapa fungsi normalisasi .
Misalkan terdapat persamaan eigen dan fungsi gelombang umum yaitu :
Persamaan eigen
n n n
E H =
Fungsi gelombang
n
N
n
C

=
Dengan demikian sembarang nilai energi rata-rata untuk suatu fungsi eigen
ternormalisasi tertentu tidak mungkin lebih besar dari energi rata-rata tingkat dasarnya.
Secara matematis dituliskan
Teorema:

|| (1)
Persamaan diatas adalah harga ekspetasi dari H dalam keadaan yang merupakan
kepastian energi keadaan dasar. Tentu saja, jika hanya berlaku untuk satu keadaan
eksitasi, sehingga melebihi

; tetapi teorema mengatakan bahwa kondisi yang


sama untuk sembarang .
Metode variasi ini didasari oleh teorema jika telah diketahui bahwa operator
Hemiltonian H adalah operator penentu energi terendah E
g
maka untuk sistem yang
fungsi gelombangnya + berlaku :

}
= + +
g
E d H t
*

Dan untuk sembarang fungsi gelombang ternormalisasi | yang kondisi ikatannya sesuai
dengan kondisi ikatan + maka berlakulah :
}
>
g
E d H t | |
*
| ternormalisasi
(2)
Dengan + adalah fungsi gelombang partikel yang sesungguhnya sedang | adalah
fungsi gelombang aproksimasi atau fungsi variasi
Untuk membuktikan teorema tersebut maka suatu fungsi dapat diekspansi
menjadi kombinasi linear yang suku-sukunya merupakan fungsi eigen. Untuk itu
dimisalkan | diekspansi ke dalam fungsi eigen
k
sehingga :
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 3

=
k
k k
a |
(3)
Dan karena
k
adalah fungsi eigen maka padanya berlaku :
k k k
E H = (4)
Substitusi pers. (3) ke ruas kiri pers. (2) membuat ruas kiri ini menjadi :
t t | | d a H a d H
j
k j
j k k
} }

=
* * *

Dengan menggunakan persamaan eigen (4) maka ruas kiri pers. (2) menjadi :

} }

=
k j
j j j k k
d E a a d H t t | |
* * *

Karena a
j
, a
k
dan E
k
adalah bukan fungsi maka mereka dapat dikeluarkan dari tanda
integral, sehingga :

}

}

= =
k j k j
kj j j k j k j j k
E a a d E a a d H o t t | |
* * * *

Perlu diingat bahwa
kj
o berharga 1, jika k = j dan 0 jika k = j sehingga ruas kiri pers.
(2) menjadi :

}

=
k
k k k
E a a d H
* *
t | | (Boleh juga dinyatakan
}

=
j
j j j
E a a d H
* *
t | | )
Karena
2 *
k k k
a a a = maka
}

=
k
k k
E a d H
2 *
t | |
(5)
Mengingat E
g
adalah tingkat energi terendah maka E
k
pasti > E
g
sehingga :

}

> =
k
g k
k
k k
E a E a d H
2 2 *
t | | atau
}

>
k
k
a E d H
2
1
*
t | |
(6)
Karena | adalah ternormalisasi maka
}
=1
*
t | | d , dan jika ekspansi pers (3)
dimasukkan ke dalam kondisi normalisasi ini maka :
2
* * * *
1
}

}

= = = =
k j k j k
k kj j k j k j k
a a a d a a d o t t | |
(7)
Jika 1
2
=

k
k
a , dimasukkan pada pers. (6) maka diperoleh :
}
>
g
E d H t | |
*

| ternormalisasi
(8)
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 4

Dengan demikian pers.(2) sudah terbukti. Teorema dengan pernyataan seperti pada pers.
(2) adalah jika | ternormalisasi. Bagaimana jika | tidak ternormalisasi? Fungsi |
yang tidak ternormalisasi akan menjadi ternormalisasi jika dikalikan dengan suatu
bilangan yaitu A yang disebut faktor normalisasi sehingga pers. (8) menjadi :
}
>
g
E d H A t | |
* 2


(9)
Harga A dapat dihitung dari sifat fungsi ternormalisasi yaitu
}
=1
* 2
t | | d A , jadi pers.
(3) dapat ditulis :
g
E
d
d H
>
}
}
t | |
t | |
*
*


(10)
Keberhasilan penggunaan metode variasi ini ditentukan oleh kemampuan memformulasi
| berdasarkan data boundary condition.
Fungsi | disebut fungsi variasi dan integral (2) atau integral (10) disebut
integral variasional. Untuk dapat memperoleh aproksimasi yang bagus terhadap energi
ground state E
g
maka harus mencoba beberapa fungsi variasi yang memberikan hasil
terendah tetapi tidak lebih rendah dari E
g
yang sesungguhnya (yaitu E
g
yang diperoleh
melalui eksperimen). Salah satu cara untuk mengetahui bahwa fungsi variasi yang kita
gunakan adalah salah jika fungsi variasi itu menghasilkan integral variasional yang
lebih rendah dari E
g
manakala harga E
g
sesungguhnya dari sistem itu telah diketahui.
Jika diambil
1
sebagai fungsi gelombang ground state yang sesungguhnya,
dengan demikian :
1 1

g
E H =

(11)
Jika secara kebetulan dapat membuat fungsi variasi yang sama dengan
1
, maka dengan
menggunakan pers. (11) ke dalam pers. (2) akan terlihat bahwa integral variasional tepat
sama dengan E
g
. Jadi fungsi gelombang keadaan dasar menghasilkan integral
variasional terendah untuk suatu sistem. Dalam praktek orang sering memasukkan
beberapa parameter ke dalam fungsi variasi untuk memperoleh integral variasional yang
semakin mendekati energi keadaan dasar yang sesungguhnya.



meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 5

Contoh Kasus
Contoh 1 : (Osilator Harmonik)
Anggap kita ingin mencari keadaan energi dasar untuk osilator harmonik satu dimensi:

2 2
2
2 2
2
1
2
x m
dx
d
m
H e + =


Jawab :
Prosedur pertama yaitu mencari fungsi sembarang untuk digunakan sebagai fungsi eigen
ternormalisasi, misalkan kita pilih fungsi.

2
) (
bx
Ae x

=
Normalisasikan fungsi tersebut (cari A yang cocok) melalui syarat normalisasi berikut
dimana b adalah konstanta:
||

||


Selanjutnya mencari masing-masing rata-rata energi potensial dan energi kinetik dari
Hamiltoniannya.

Energi kinetik rata-rata :

||


Energi potensial rata-rata :

||


Hamiltonian total :
b
m
m
b
H
8 2
2 2
e
+ =


Minimalisasikan H terhadap b:



Substitusikan nilai b yang didapat ke Hamiltonian, sehingga diperoleh :



meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 6

Contoh 2 :
Misalkan kita ingin mencari keadaan energi dasar potensial fungsi delta:


Jawab:
Dan lagi, kita tahu jawabannya:

. Sebelum A, kita gunakan fungsi


percobaan gaussian. Kita siap menentukann normalisasi dan menghitung
||


Dengan jelas,



Dan kita tahu bahwa ini menghasilkan

untuk semua b. Meminimalisasi itu,


Sehingga



Tentu saja sedikit lebih tinggi dari

, karena > 2

Contoh 3 :
Turunkan fungsi variasi | jika fungsi eksaknya merupakan fungsi partikel dalam kotak
satu dimensi yang panjangnya l dengan kondisi batas berharga 0 jika x = 0 dan x = l.
Aproksimasilah E
g
.

Jawab :
Fungsi | harus mempunyai sifat-sifat tersebut. Bentuk paling sederhana untuk | yang
memenuhi sifat-sifat tersebut adalah :
) ( x l x = | untuk l x s s 0

meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 7

Karena tidak ada pernyataan bahwa | ternormalisasi maka tidaklah menggunakan pers.
(2). Tetapi pers.(10) dengan operator Hemilton H = -(P
2
/2m) d
2
/dx
2
(dimana energi
potensial partikel dalam kotak satu dimensi adalah 0 untuk di dalam kotak). Pembilang
ruas kiri pers. (10) adalah :
dx x lx
dx
d
x lx
m
P
dx x l x
dx
d
x l x
m
P
dt H
l l
) ( ) (
2
) ( ) (
2
2
0
2
2
2
2
0
2
2 2
*
= =
} } }
| |

m
l P
6
3 2
=
Penyebut ruas kiri pers.(10):

30
) (
5
0
2 2 *
l
x d x l x dt
l
= =
} }
| |
Jika disubsitusikan pada pers. (10) diperoleh :

} }
= =
l
l
dx x l x d
0
5
2 2 *
30
) ( t | |
Jika disubstitusikan pada pers. (10) diperoleh :

g
E
m l
h
>
2 2
2
4
5
t


Contoh 3. Temukan ikatan paling atas energi keadaan dasar sumur persegi tak hingga
satu dimensi, menggunakan fungsi percobaan gelombang segitiga.

Gambar 1. Fungsi gelombang segitiga percobaan untuk sumur persegi tak hingga
{






Dimana A diperoleh dari normalisasi:
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 8

||

+ ||



Dalam kasus ini





Seperti yang digambarkan pada Gambar 2. Sekarang, turunan dari tahapan fungsi adalah
fungsi delta.

Gambar 2. Turunan dari fungsi gelombang pada Gambar 1.

)

Dan karena

* (

) +

* (

) +




Eksak keadaan dasar adalah

, sehingga teorema kerja 12 >



2.2 Keadaan Dasar Helium
Atom helium pada Gambar 3 berisi dua elektron dalam orbit mengelilingi nukleus
yang berisi dua proton (sama dengan neutron, mereka tidak sesuai seperti yang kita
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 9

harapkan). Hamiltonian sistm ini (mengabaikan struktur halus dan koreksi yang kecil)
adalah

|
)
(12)
Masalah kita adalah menghitung keadaan energi dasar,

sejumlah besar energi yang


akan melepaskan dua electron. (Diberikan

yang mudah untuk menggambarkan


energi ionisasi yang diperlukan untuk menghilangkan satu electron)

telah dihitung
sangat akurat dalam laboratorium:

eV (eksperimen)
(13)
Nilai ini akan kita peroleh secara teoritis.


Gambar 3. Atom Helium

Adalah suatu hal yang aneh jika suatu masalah yang penting dan mudah tidak
mempunyai solusi yang eksak. Kesalahan tersebut dating dari tolakan electron-elektron.

|

(14)
Jika kita abaikan bentuk tersebut, jangkauan H menjadi Hamiltonian Hiddrogen bebas
(hanya dengan muatan nuklir 2e diganti dengan e); sehingga solusi eksak adalah fungsi
gelombang hidrogenik:


(15)
Energi totalnya adala 8E
1
= -109 eV. Ini dimulai dari jalan yang panjang -79 eV.
Untuk mendapatkan pendekatan yang baik untuk

, kita aplikasikan metoda


variasi, menggunakan

sebagai fungsi gelombang percobaan. Ini adalah pilihan


terbaik karena fuungsi eigennya sebagian besar Hamiltonian.

(16)
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 10

Sehingga


(17)
dimana

)(


(18)


Gambar 4. Pemilihan koordinat untuk integral



Langkah awal kita adalah mengintegralkan

; dengan tujuan

sudah ditentukan, dan


sekarang kita orientasikan pada system koordinat

sehingga sumbu polar berada


sepanjang

(lihat Gambar 4). Dengan menggunakan hukum kosinus,


|


(19)
dan karena


(20)

Integral

terhadap (2); integral

adalah

)
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 11

|]
{


(21)
Sehingga

[ (

]
(22)
Itu mengikuti bahwa

sama dengan
(

)(

) [ (


Integral angular adalah mudah (4), dan integral

menjadi
*


Akhirnya


(23)
Dan energi totalnya

(24)
Tidak terlalu jelek(ingat, nilai eksperimen adalah -79 eV). Tapi kita bisa membuat yang
lebih baik.
Jika kita berfikir lebih realistis bahwa fungsi percobaan

(yang terdiri dari dua


electron yang tidak saling berinteraksi)? Dengan mengabaikan pengaruh electron
lainnya, kita bisa mengatakan satu electron membentuk awan bermuatan negative
sebagai perisai nucleus sehingga electron lainnya dianggap sebagai muatan efektif inti
(Z=2).
Pendapat ini kita gunakan pada bentuk fungsi percobaan


(25)
Kita cobakan Z sebagai parameter variasi, dengan mengambil nilai minimum.
Fungsi gelombang ini adalah keadaan eigen dari Hamiltonian tak pertubasi
(mengabaikan tolakan electron), tapi dengan Z = 2, pada keadaan Coulumb. Kembali
kita tulis H dengan mengikuti:
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 12

|
)
(26)
Harga ekspektasi H otomatis adalah

)(


(27)
disini (1/r) adalah ekspektasi nilai 1/r dalam satu partikel hidrogenik keadaan dasar

(tapi dengan nilai muatan atom Z); sehingga


(28)
Nilai ekspektasi

sama dengan persamaan 23, kecuali disini ada nilai Z = 2


(29)
Mengambil semuanya bersamaan, kita temukan
[

) ]


(30)
Berdasarkan metoda variasi, kuantitas melebihi

untuk beberapa nilai Z. Yang


terendah diatas ikatan ketika diminimalkan:


Dari ini kita ikuti bahwa


(31)
Ini adalah hasil yang rasional, ini mengatakan pada kita bahwa electron lainnya berada
di luar nucleus, mengurangi efef muatan dengan 2 diperoleh 1,69. Mengambil nilai ini
untuk Z, kita peroleh


(32)
Keadaan dasar Helium telah diukur dengan ketelitian yang tinggi, menggunakan
fungsi gelombang percobaan yang lengkap dengan memperbaiki beberapa parameter.
Nilainya sudah mendekati eksperimen dengan selisih 2%.




meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 13

Contoh Kasus
Contoh 1 :
Mengambil nilai

=-79,0 eV untuk energi keadaan dasar Helium, hitunglah energi


ionisasi (energi untuk melepas 1 elektron). Petunjuk: pertama hitung energi keadaan
dasar ion He
+
, dengan satu electron mengorbit inti, lalu kurangi untuk dua energi.

Jawab:
He
+
adalah ion hidrogenik; Energi keadaan dasarnya adalah (2)
2
(13.6 eV), atau 54.4
eV. (

)
Sehingga

- (

)
79.0 54.4 = 24.6 eV untuk menghilangkan satu electron.

Contoh 2 :
Aplikasikan metoda tersebut untuk H
-
dan Li
+
(masing-masing punya dua electron,
seperti Helium, tapi nilai Z = 1 dan Z = 3). Carilah muatan efektif, dan hitunglah ikatan
terbaik diatas

untuk masing-masing kasus. Catatan: Dalam kasus ini H


-
harus dicari
dulu > -13,6 eV.

Jawab:
Tahap awalnya kita anggap inti proton dengan Z
0
. Mengabaikan tolakan elektron-
elektron, sehingga


Dan energinya adalah 2Z
0
2
E
1

menjadi 1/a
Maka


Dan nilai [


Jika kita perisai satu-satu perubahan itu adalah (Z - 2) digantikan dengan (Z Z
0
).
[


meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 14

* (

)+


Sehingga:

= 1 (H
-
) ;

, muatan efktif kurang dari 1, seperti yang


diharapkan

= 2 (He) ;

= 3 (Li
+
) ;



2.3 Molekul Ion Hidrogen
Aplikasi klasik lainnya untuk metoda variasi adalah prinsip ion molekul hydrogen
H
2
+
, yang berisi satu electron dan dua proton dalam medan Coulumb seperti terlihat
pada Gambar 5. Kita bisa mengasumsikan momen yang berlaku pada proton dalam
posisi berjarak R satu sama lain, walaupun satu dari yang paling penting dari
perhitungan ini untuk menentukan nilai R yang sebenarnya, Hamiltoniannya adalah

)
(33)
dimana

dan

adalah jarak electron terhadap proton. Strategi awal penyelesaian ini


adalah menentukan fungsi gelombang percobaan, dan menggunakan metoda variasi
untuk mendapatkan ikatan pada energi keadaan dasar.
Untuk menentukan fungsi gelombang percobaan, gambaran ion atom hydrogen
dalam keadaan dasar adalah


(34)
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 15

dan lalu membawa proton jauh dan memakunya di bawah jarak R. Jika nilai R lebih
besar dari radius Bohr (a), fungsi gelombang electron tidak akan berubah banyak. Tapi
kita akan mencoba dua proton dalam persamaan dasar, sehingga electron mempunyai
kemugkinan yang sama berasosiasi dengan lainnya. Fungsi gelombang percobaan yang
ditawarkan adalah:

(35)

Gambar 5. Molekul Ion Hidrogen H
2
+


Tugas pertama kita adalah menormalisasi fungsi percobaan:
||


||

[|

]
(36)
Integral satu dua adalah 1 (karena

telah dinormalisasi); yang ketiga lebih rumit.



(37)
Mengambil koordinat proton 1 dan 2 pada sumbu z, pada jarak R seperti Gambar 5, kita
punya:


(38)
dan selanjutnya


(39)
Integral dalam (2 ). Untuk melakukan integral

sehingga


kemudian
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 16


||


||
| | ]


Gambar 6. Koordinat untuk perhitungan persamaan 37

Lalu integral r kita dapatkan

+
Dengan mengevaluasi integral, kita dapatkan

* (

+
(40)
I disebut integral overlap/tumpang tindih; digunakan untuk mengukur jumlah


overlap

(perhatikan dengan nilai 1 untuk R0 dan o saat R . I dalam


bentuk factor normalisasi adalah
||



(41)
Selanjutnya kita harus menghitung nilai ekspetasi H dari keadaan percobaan .
(


meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 17

Dimana

= -13,6 eV pada keadaan energi dasar dari atom hidrogn dan r


2
sama dengan
meletakkan r
1
*

)+ [

) [

]
Ini mengikuti bahwa:

||

) [

]
(42)
Nilai direct integral/integral langsung


(43)
Dan exchange integral/ pertukaran integral,


(44)
Hasilnya adalah


(45)
dan
(


(46)
Mengambil semuanya bersamaan, dan nilai

) kita simpulkan
bahwa:
*


+


(47)
Berdasarkan metoda variasi, keadaan energi dasar kecil dari . Sehingga hanya energi
electron dengan energi potensial yang berasosiasi dengan tolakan proton-proton.


Sehingga energi total system dalam -

dan ekspresi fungsi dari

, kecil
(48)
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 18

dari

{
( (

( (

}
Fungsi yang diplot pada Gambar 7. Ikatananya terlihat, untuk grafik di bawah -1,
mengindikasikan energi lebih sedikit dari atom netral ditambah proton bebas (-13,6 eV).
Kesetimbangan jarak proton sekitar 2.4 jari-jari Bohr atau 1.27


Gambar 7. Plot fungsi F(x) persamaan 49

Contoh Kasus
Contoh 1 :
Evaluasi D dan X pada persamaan 43 dan 44. Cek jawabannya pada persamaan 45 dan
46.

Jawab:


[ ]

| |

meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 19

||

(| |

)]


) *

[(

) (

)]

) (

) |

) |

) (

) |

)}

+
*

+-

)

pers 7.45

]
[]

||
| | ]

) *

+
meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 20

[(

)]

+-
[

) |

) |

)+

) (

pers 7.46

Contoh 2 :
Misalkan kita menggunakan tanda minus pada fungsi gelombang percobaan, persaman
35.
[

]
Tanpa menggunakan integral baru, cari F(x) dan buktikan kalau tidak ada ikatan.

Jawab:
[


]

]

meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 21


Grafik (dengan tanda plus untuk perbandingan) tidak ada nilai minimum, dan tetap di
atas -1, menunjukkan bahwa energi lebih besar daripada proton dan atom yang
dipisahkan. Oleh karena itu, tidak ada bukti ikatan di sini.
BAB III
PENUTUP

Ide dasar dari metode variasi adalah harga ekspekstasi dari operator energi H
memberikan energi rata-rata, energi rata-rata ini harus lebih besar atau sama dengan
keadaan energi terendah dari sistem. Karena energi terendah sebagai batas bawah dari
harga ekspektasi maka memungkinkan untuk memilih fungsi gelombang coba (trial)
yang mengandung sejumlah parameter dan meminimasi harga ekspektasi dengan cara
variasi.
Fungsi | yang tidak ternormalisasi akan menjadi ternormalisasi jika dikalikan
dengan suatu bilangan A yang disebut faktor normalisasi
}
>
1
* 2
E d H A t | | dan harga A
dihitung dari sifat fungsi ternormalisasi yaitu
}
=1
* 2
t | | d A










meli_muchlian@yahoo.co.id

METODA VARIASI PADA MEKANIKA KUANTUM Hal 22












DAFTAR PUSTAKA

Griffiths D.J. 1995. Introduction to quantum mechanics. Prentice Hall. Inc

Koichi Ohno, 2004, Buku Teks Kimia Kuantum Online, Terjemahan Bambang
Prijamboedi, Iwanami Publishing Company

Sugihartono I, Prinsip Variasi Dalam Mekanika Kuantum, Jurusan Fisika FMIPA UNJ,
Jakarta

Triyanta, 2000, Fisika Kuantum ; Disampaikan pada Lokakarya Perbaikan Mutu Mata
kuliah Fisika Kuantum dan Fisika Statistik, FMIPA Unand, Padang

Nouredine Zettili, 2009, Quantum Mechanics Concepts and Applications, Second
Edition, John Wiley and Sons, Ltd, Publication

www.scribd.com/doc/7084628/Bab-8-Metode-Variasi