Anda di halaman 1dari 10

Akuntansi Perkebunan dan Peternakan

UTANG SEWA PEMBIAYAAN, LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG DAN PROVISI

Oleh: Karina Eka Syafitri Fatma Dwi Jati (080503029) (080503034)

DEPARTEMEN AKUNTANSI S1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

Statement of Authorship
Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/ tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini belum pernah digunakan sebagai bahan untuk tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan dengan jelas menggunakannya. Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme. Nama : (1) Karina Eka Syafitri (2) Fatma Dwi Jati NPM : (1) 080503029 (2) 080503034 Tandatangan : (1)

Karina Eka Syafitri (2)

Fatma Dwi Jati Mata Ajaran Judul Tugas : Akuntansi Perkebunan dan Peternakan : Utang Sewa Pembiayaan, Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang dan Provisi Tanggal Dosen : 21 Mei 2012 : Dra. Narumondang Bulan Siregar, MM., Ak.

UTANG SEWA PEMBIAYAAN Utang sewa pembiayaan adalah liabilitas kepada perusahaan pembiayaan (lessor) sebagaii akibat perjanjian sewa pembiayaan (finance lease) yang dilakukan oleh entitas (lessee) untuk pelaksanaan kegiatan operasional. Dasar pengaturannya adalah PSAK 30: Sewa. Suatu sewa diklasifikasikan dalam sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Utang sewa pembiayaan diakui pada saat awal masa sewa sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum atau nilai wajar aset sewaan. Pembayaran utang sewa pembiayaan dibagi menjadi pelunasan pokok dan beban bunga. Utang sewa pembiayaan disajikan dalam kelompok liabilitas jangka panjang. Ilustrasi jurnal:
1. Pada saat perolehan

Db. Aset tetap Kr. Utang sewa pembiayaan 2. Reklasifikasi ke liabilitas jangka pendek Db. Utang sewa pembiayaan Kr. Bagian jangka pendek dari utang sewa pembiayaan 3. Saat pembayaran angsuran Db. Bagian jangka pendek dari utang sewa pembiayaan Db. Beban bunga Kr. Kas dan setara kas Contoh kasus: Caterpillar Financial Services Corp. dan Sterling Construction Corp. menandatangani perjanjian lease tertanggal 1 Januari 2008 di mana Caterpillar meleasekan peralatan ke Sterling mulai tanggal 1 Januari 2008. Jangka waktu dan povisi dari perjanjian lease tersebut dan data terkait lainnya adalah sebagai berikut: Jangka waktu lease adalah 5 tahun, dan perjanjian lease tdak dapat dibatalkan, yang mengharuskan pembayaran sewa yang sama sebesar %25.981,62 pada awal setiap tahun (dasar anuitas jatuh tempo)

Peralatan tersebut memiliki nilai wajar pada awal lease sebesar $100.000 dengan estimasi umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu.

Sterling membayar seluruh biaya executor secara langsung kepada pihak ketiga kecuali untuk pajak property sebesar $2.000 per tahun, yang dimasukkan dalam pembayaran tahunan kepada lessor.

Lease ini tidak mencakup opsi pembaharuan, dan peralatan kembali menjadi milik Caterpillar pada akhir masa lease.

Suku bunga pinjaman incremental Sterling adalah 11% per tahun. Sterling menyusutkan peralatan serupa miliknya atas dasar garis lurus. Caterpillar menetapkan sewa tahunan untuk memperoleh tingkat pengembalian atas investasi sebesar 10% per tahun; hal ini diberitahu kepada Sterling.

Pencatatan: Ayat jurnal untuk mencatat lease modal pada pembukuan Sterling per 1 Januari 2008 adalah: Equipment Lease Liabilities $100.000 $100.000

Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran lease pertama per 1 Januari 2008 adalah: Property Tax Expense Lease Liabilities Cash $ 2.000 23.981,62 $25.981,62

Pada akhir tahun fiscal 31 Desember 2008, Sterling mencatat bunga akrual sebagai berikut: Interest Expense Interest Payable [($100.000 - $23.981,62) x 10%] Ayat jurnal untuk mencatat penyusutan per 31 Desember 2008: Depreciation ExpenseCapital Lease Accumulated DepreciationCapital Lease ($100.000 / 5 years) $20.000 $20.000 $7.601,84 $7.601,84

Ayat jurnal untuk mencatat bagian lancar sebesar $16.379,78 dari total kewajiban tidak lancar per 31 Desember 2008 sebesar $76.018,78 adalah: Lease Liabilitiesnon current Lease Liabilitiescurrent $16.379,78 $16.379,78

Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran lease per 1 Januari 2009 adalah sebagai berikut: Property Tax Expense Interest Payable Lease Liabilities Cash $2.000 7.601,84 16.379,78 $25.981,62

LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah liabilitas atas imbalan kerja yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasa. Dasar pengaturannya adalah PSAK 24 : Imbalan Kerja. Imbalan kerja meliputi: 1. Tunjangan pension 2. Imbalan pasca kerja lainnya, seperti tunjangan kesehatan jangka panjang, asuransi jiwa jangka panjang. Program inbalan kerja jangka panjang dapat diklasifikasikan sebagai iuran pasti atau imbalan pasti tergantung dari substansi ekonomi program tersebut. Karakteristik dalam program iuran pasti adalah: 1. Kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif entitas terbatas pada jumlah yang disepakati sebagai iuran kepada dana (entitas terpisah); 2. Jumlah imbalan kerja yang diterima pekerja ditentukan berdasarkan jumlah iuran yang dibayarkan entitas (dan mungkin juga oleh pekerja) kepada program imbalan pasca kerja atau perusahaan asuransi ditambah dengan hasil investasinya; 3. Risiko actuarial dan risiko investasi ditanggung oleh pekerja. Karakteristik dalam program imbalan pasti adalah: 1. Kewajiban entitas adalah menyediakan imbalan yang dijanjikan kepada pekerja mapun mantan pekerja; 2. Risiko actuarial dan risiko investasi ditanggung oleh entitas. Ilustrasi jurnal: 1. Pada saat pengakuan awal Db. Beban Imbalan Kerja Kr. Liabilitas imbalan jangka panjang 2. Pada saat penyelesaian Db. Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Kr. Kas dan setara kas

Contoh kasus: Berikut berkaitan dengan program pension Zarle company: Aktiva program, 1 Januari 2006, adalah $100.000 Proyeksi kewajiban tunjangan, 1 Januari 2006, adalah $100.000 Biaya jasa tahunan adalah $9.000. Suku bungan penyelesaian adalah 10% Pengembalian actual atas aktiva program adalah $10.000 Kontribusi (pendanaan) tahunan adalah $8.000 Tunjangan yang dibayarkan kepada para pensiunan selama tahun berjalan adalan $7.000.

Lembar kerja yang menyajikan saldo awal dan semua ayat jurnal pension yang dicatat Zarle Company pada tahun 2006: Ayat Jurnal Umum Beban Pension Tahunan Biaya Dibayar Di Muka/ Akrual 9.000Dr 10.000Dr 10.000Kr 8.000Kr 7.000Kr 8.000Kr 7.000Kr Ayat jurnal untuk thn2006 Saldo, 31 Desember 2006 9.000Dr 8.000Kr 1.000Kr 1.000Kr 112.000Kr 111.000Dr Catatan Memo Proyeksi Kewajiban Tunjangan 100.000Kr 9.000Kr 10.000Kr 10.000Kr

Pos Saldo, 1 Januari 2006 (a) Biaya jasa (b) Biaya bunga (c) Pengembalian actual (d) Kontribusi (e) Tunjangan

Kas

Aktiva Program 100.000Dr

Ayat jurnal formal: pada tanggal 31 Desember, yang merupakan ayat jurnal yang dibuat secara formal untuk mencatat beban pension tahun 2006, adalah sebagai berikut: Pension Program Cash Prepaid pension $9.000 $8.000 1.000

PROVISI Provisi adalah liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti serta dibentuk untuk estimasi pengeluaran dalam jangka pendek (diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu siklus normal operasi entitas atau jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal laporan posisi keuangan). Provisi jangka panjang adalah liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti serta dibentuk untuk estimasi pengeluaran dalam jangka panjang (diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu siklus normal operasi entitas atau jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dari tanggal laporan posisi keuangan).Dasar pengaturan untuk provisi adalah PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. Ilustrasi jurnal: 1. Pada saat pengakuan provisi jangka pendek Db. Beban/pos yang terkait Kr. Provisi jangka pendek 2. Pada saat penyelesaian Db. Provisi jangka pendek Kr. Kas atau setara kas 3. Pada saat pengakuan provisi jangka panjang Db. Beban yang terkait Kr. Provisi jangka panjang 4. Pada akhir periode pelaporan Db. Beban bunga Kr. Provisi jangka panjang 5. Pada saat reklasifikasi menjadi provisi jangka pendek Db. Provisi jangka panjang Kr. Provisi jangka pendek 6. Pada saat penyelesaian Db. Provisi jangka pendek Kr. Kas atau setara kas Apabila terjadi selisih jumlah penyelesaian dengan jumlah estimasi maka diakui sebagai penambah atau pengurang beban periode berjalan.

Contoh kasus: Diasumsikan bahwa Denson Machinery Company memulai memproduksi mesin baru pada July 2011 dan menjual 100 unit seharga $5.000 tiap unitnya pada akhir tahun yaitu 31 Desember 2011. Setiap mesin memiliki garansi 1 tahun. Denson memperkirakan berdasarkan pengalaman masa lalu dengan mesin yang sama, bahwa biaya garansi rata-rata $200 per unit. Selanjutnya, sebagai hasil dari penggantian bagian mesin dan jasa yang diberikan dengan garansi mesin, maka menjadi kewajiban sebesar $4.000 sebagai biaya garansi 2011 dan $16.000 pada 2012. Pencatatan: 1. Penjualan 100 unit mesin seharga $5.000 per unit, pada Juli hingga Desember 2011: Cash or Accounts Receivable Sales $500.000 $500.000

2. Pengakuan beban garansi untuk bulan Juli hingga Desember 2011: Warranty expense Cash, Inventory, Accrued Payroll Warranty expense Warranty Liability $16.000 $16.000 $4.000 $4.000

3. Pengakuan beban garansi yang dibebankan pada 2012 (pada penjualan mesin tahun 2011): Warranty Liability Cash, Inventory, Accrued Payroll $16.000 $16.000

Sumber Bacaan:
Kieso, Weygant, dan Warfield. 2007. Akuntansi Intermediate Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga Kieso, Weygant, and Warfield. 2010. Intermediate Accounting, Volume 1, IFRS Edition. Willey. Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan Berbasis IFRS PSAK 24: Imbalan Kerja PSAK 30: Sewa PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi