P. 1
PKP bab 3,4,5

PKP bab 3,4,5

|Views: 99|Likes:
Dipublikasikan oleh Annisa Indah Setyawati

More info:

Published by: Annisa Indah Setyawati on Jul 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

III. PERSIAPAN PENYULUHAN A.

Khalayak Sasaran Desa yang dipilih untuk melakukan penyuluahan ialah Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. 1. Keadaan Desa Secara Umum (monografi) Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Pennyuluhan Kokmunikasi Pertanian adalah Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. a. Luas Daerah Wilayah Tabel 3.1.1. Luas Daerah Wilayah Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. No 1. 2. 3. ∑ Jenis tanah Tanah sawah (irigasi teknis) Tanah kering (pekarangan ) Lain - lain (kolam dan tambak) Luas wilayah (ha) 281,179 162,000 5,45 448,629

Sumber: Data Sekunder Dari tabel data 3.1.1 diatas dapat diketahui bahwa Desa Lalung mempunyai luas wilayah total 448,629 ha yang terdiri dari tanah sawah (irigasi tehnis) seluas 281,179 ha, tanah kering (pekarangan & bangunan) seluas 162,000 ha dan lain-lain yang meliputi : kolam dan tambak seluas 5,45 ha. Tabel 3.1.2 Sarana dan Prasarana Pemerintahan di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sarana dan Prasarana BUUD/KUD Koperasi di luar KUD Bank Unit Desa (BPR, BRI) Kios saprotan Lembaga Swadaya Masyarakat Jumlah huller Hand Sprayer Traktor Jumlah 1 buah 2 buah 1 buah 6 buah 1 buah 4 buah 38 buah 5 buah

Sumber : Data Sekunder

Dari data tabel 3.1.2 diatas dapat diketahui bahwa di desa Lalung memiliki sarana dan prasarana pemerintahan berupa : BUUD/KUD 1 buah, Koperasi diluar KUD 2 buah, Bank Unit Desa (BPR/BRI) 1 buah, Kios Saprotan 6 buah, Lembaga Swadaya Desa 1 buah, Huller 4 buah, hand spreyer 38 buah, dan traktor 5 buah. Tabel 3.1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tamatan Sekolah di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. No 1 2 3 4 5 6 ∑ Penduduk Tamat Akademik Perguruan Tinggi Tamatan SLTA Tamatan SLTP Tamatan SD Tidak Tamat Belum Tamat Jumlah 376 397 543 398 1263 2618

Sumber : Data Sekunder Dari data table 3.1.3 tersebut dapat diketahui bahwa penduduk di desa Lalung mayoritas merupakan tamatan SD yaitu dengan jumlah 543 orang, tamatan SLTA sebanyak 376 orang, tamatan SLTP sebanyak 397 orang, yang tidak tamat sebanyak 398 orang, dan yang belum tamar adalah sebesar 1263 orang b. Mata Pencaharian Tabel 3.1.4 Mata Pencaharian di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tahun 2012. No 1. 2. 3. ∑ Sumber : Data Sekunder Dari data tabel 3.1.4 di atas dapat diketahui bahwa penduduk di desa Lalung sebagian besar bermata pencaharian di bidang pertanian yaitu sebagai penggarap 1206 orang, sedangkan yang lainnya sebagai Mata Pencaharian Pemilik Lahan Penggarap Buruh tani Pemilik lahan tidak menggarap Jumlah 145 675 85 905

pemilik lahan tidak menggarap 85, pemilik lahan penggarap 145, dan buruh tani 675. c. Jumlah Hewan Ternak Banyak hewan ternak yang ada di desa Karangwuni dapat di lihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.1.5 Jumlah Hewan Ternak di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. ∑ Jenis Ternak Kerbau Sapi Kambing Ayam Kampung Itik Lain - lain Jumlah 4 357 62 2346 1751 11 4531

Sumber : Data Sekunder Berdasarkan dari data tabel 3.1.5 Jumlah Hewan Ternak di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tahun 2012 di atas dapat diketahui bahwa kebanyakan ternak yang di pelihara yaitu ayam kampung sebanyak 2346 ekor. Unggas yang lain yaitu itik sebanyak 1751 ekor sedangkan yang lain adalah sapi sebanyak 357 ekor, kerbau 4 ekor dan hewan yang dipelihara lainnya ada 11 ekor. d. Jumlah Hasil Pertanian Jumlah Hasil Pertanian yang di miliki oleh masyarakat di Desa Lalung dapat dilihat di tabel di bawah ini. Tabel 3.1.6 Jumlah Hasil Pertanian yang Dimiliki di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. No. 1 2 3 ∑ Jenis Hasil Pertanian Padi Cabe Kacang panjang Luas Lahan (Ha/Batang) 192,32 1 1,75 195,07

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan data tabel Tabel 3.1.6 Jumlah hasil pertanian yang dimiliki di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tahun 2012 diatas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian di Desa Lalung adalah padi sebanyak 192,32 ha/batang, cabe 5500 batang, dan kacang panjang 1,75 ha/batang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa hasil utama desa Lalung adalah padi. 2. Kelompok Tani a. Profil Kelompok Tani Gabungan Kelompok Tani Rukun Tani (GAPOKTAN) Desa Lalung, kecamatan Karanganyar, kabupaten Karanganyar yang perlu dibina agar lebih aktif dari pada saat ini. Adapun kelompok tani beranggotakan) 1194 orang di wilayah seluruh kelompok tani Rukun Tani b. Struktur Organisasi Kelompok Tani Keberadaan Gabungan Kelompok Tani, Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, pada tahun 2012 melakukan reorganisasi. Adapun kepengurusannya adalah sebagai berikut : Ketua : Sumarso Sekretaris : Sutardi Bendahara : H. Sukamto Sie lain : ( pengurus terpilih diberi amanat memilih ) Jumlah anggota ada 271 KK dan 301 jiwa yang ada di wilayah c. Sejarah Pembentukan Petani merupakan subjek dalam kegiatan pertanian dalam hal ini petani merupakan penentu kebijaksanaan dalm mengelola usaha tani yang melibatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keefektifkan serta keaktifan dalam mengelola usaha tani merupakan faktor penentu keberhasilan produksi pertanian. Untuk meningkatkan keefektifan dan keaktifan dibutukkan kelompok tani untuk mewadahi petani dalam proses peningkatannya.

Kelompok tani yang digunakan sebagai tempat tujuan penyuluhan adalah Gapoktan Rukun Tani. Kelompok tani ini berdiri pada tanggal 1 September 2007. Kelompok tani ini didirikan berdasarkan kesadaran warga desa sendiri. Pendirian kelompok tani ini dipelopori oleh Bapak Sumarso, seorang petani padi yang dapat dikatakan cukup sukses. Tujuan dari pendirian kelompok tani ini adalah sebagai wadah bagi pera petani untuk menyalurkan aspirasinya kepada pemerintah. Selain itu kelompok tani ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada petani dengan memberikan kegiatan seperti penyuluhan atau sekolah lapang sehingga petani dapat ditingkatkan kesejahteraannya. d. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan Gapoktan Rukun Tani memiliki semboyan yakni Tanah Subur Petani Makmur. Kelompok tani secara aktif , inovatif berusaha mencari informasi teknologi pertanian baru. Hal ini dimaklumi di samping tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi cukup, dan pengaruh informasi sangat cepat, melalui media elektronik sehingga penyuluh kadang agak tertinggal daripada petani jika tidak aktif mengikuti perkembangan teknologi baru. Kegiatan yang dilakukan kelompok diantaranya : 1). Pertemuan kelompok tani dilaksanakan awal musim dan selapanan bila perlu. Pertemuan sering dilaksanakan pada malam hari bersamaan pertemuan RT dan arisan. 2). Di awal musim dilakukan sekaligus membicarakan kerjasama pengadaan bahan benih padi dengan PP kerja. Hal ini dilakukan sejak tahun 2007 sampai sekarang. Sebagai pelaksanaan di lapangan para pengurus kelompok tani. 3). Tanaman Padi Hibrida Petani juga ingin mencoba tanaman padi hibrida, dalam luasan sempit. Dari informasi yang berkembang pemasaran hasil belum baik sehingga petani takut harga persatuan luas rendah.

4). Pupuk Organik Dari keinginan petani tentang pemanfaatan pupuk organik kurang, karena harga semi organik dan harga pembelian padi hibrida masih relatif di bawahnya sedang syarat untuk semi organik jauh lebih rumit. Untuk itu sosialisasi tentang pemanfaatan pupuk organik terus dilakukan, untuk memeperbaiki tanah. 5). Pemantauan pemupukan dengan dasar bagian warna daun (BWD) Hal ini dilakukan agar penggunaan pupuk konvensional bagi petani khususnya pupuk “N” bias di antisipasi. Hal ini kaitannya dengan pengendalian hama terpadu (menjaga tanaman tidak sekulen) mudah terserang hama penggerek batang padi. 6). Pengaturan Varietas Kerjasama pengadaan bahan benih ke tempat pelaksanaan lapangan yang di tunjuk PP kerja wilayah Bentak sudah ditentukan. Dari PP. Kerja Varietas Way Opo Buru, IR 64, ataupun Ciherang. 7). Kajian Penggunaan Pupuk Organik dari kotoran sapi dan sisa tumbuhan maupun pupuk alternative yang lain. 8). Kajian pengendalian hama penggerek batang padi dengan agen serangga seperti laba-laba dan kepik merah. PHT ini dilakukan agar petani dapat mengendalikan hama dengan ramah lingkungan, memperhatikan lingkungan ekosistem. 9). Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Botanik Pembuatan pupuk organik Fine Compost dari kotoran hewan dengan bahan aktif Stardek. Walaupun produksinya relatif kecil, kurang lebih 2 ton cukup memberikan kontribusi memotivasi petani untuk lebih meningkatkan hasil produksinya. B. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1. Penggalian permasalahan Sebelum dilakukan penyuluhan, perlu diketahui terlebih dahulu permasalahan apa yang ada di tempat tujuan. Penggalian permasalahan disusun untuk memberikan arah, pedoman, dan alat pengendali pencapaian

tujuan penyelenggara penyuluhan. Dengan demikian penyuluhan dapat berjalan dengan tepat guna dan tepat sasaran. Setelah permasalahan diketemukan maka dapat dibuat program penyuluhan pertanian. Program penyuluhan pertanian merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Setelah program terumuskan maka dapat dilakukan perencanaan dalam melakukan penyuluhan. Perencanaan adalah suatu proses pengambilan keputusan yang berdasarkan fakta, mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan yang diharapkan atau yang dikehendaki. Pada langkah penggalian permasalahan di tempat tujuan praktikum yaitu desa Lalung didapatkan permasalahan ada di desa tersebut. Permasalahan tersebut adalah tidak adanya Pos Penyuluhan Pertanian yang dapat digunakan sebagai tempat penyuluhan pertanian itu berlangsung. Biasanya para petani melakukan aktifitas penyuluhan di rumah warga yang secara bergantian setiap minggunya dari desa satu ke desa yang lain. 2. Perumusan Tujuan Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada maka kami mengambil langkah usaha yaitu dengan mengadakan penyuluhan yang berjudul ”Pembuatan Pos Penyuluhan dalam Rangka Mempermudah Sistem Penyuluhan”. Yaitu sebuah penyuluhan yang menginformasikan pentingnya sebuah pos penyuluhan pertanian untuk menunjang kegiatankegiatan pertanian dalam sitem penyuluhan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai tempa Adapun tujuan penyuluhan yang dapat kami sampaikan di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Mempermudah para petani untuk mengadakan pertemuan-pertemuan mengenai pertanian. b. Mempertemukan antara penyuluh, pelaku utama (petani) dan pelaku usaha (stekholder).

c. Mempermudah penyuluh untuk menyampaikan informasi baik seputar bidang pertanian ataupun bidang yang lainnya . d. Mempererat hubungan kekeluargaan antar warga desa tersebut e. Menjadi tempat bertukar pikiran ataupun diskusi antar petani seputar permasalahan yang terjadi saat bertani. f. Mempermudah petani untuk menyalurkan masalah-masalah yang dihadapinya saat bertani kepada penyuluh untuk dapat dicari jalan penyelesaian masalah tersebut. C. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Metode Penyuluhan Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran, agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif. Tabel 3.3.1 Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012 No 1 2 3 Teknik Individu Kelompok Massal Penjelasan Penyampaian materi penyuluhan antar penyuluh dengan petani secara langsung (face to face). Penyampaian materi penyuluahan antar penyuluh dengan kelompok tani. Skala penyuluhan lebih besar dari teknik individu Penyampaian materi penyuluhan antar penyuluh dengan gabungan kelompok tani.

Sumber : Data Primer Dari data tabel 3.3.1 dapat disimpulkan bahwa di Desa Lalung menggunakan tiga metode yaitu individu, kelompok, dan massal. Adapun metode yang dipakai dalam penyuluhan adalah massal yaitu dalam penyampaian materi penyuluahan antar penyuluh dengan gabungan kelompok tani. Skala penyuluhan lebih besar dari teknik kelompok.

2.

Teknik Penyuluhan

Teknik penyuluhan merupakan langkah lanjut untuk menunjang dari metode penyuluhan tersebut. Teknik penyuluhan bisa dikatakan sebagai mekanisme tersampainya materi penyuluahan yang akan diberikan kepada petani Tabel 3.3.2 Teknik Penyuluhan Pertanian di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012
No 1 2 Metode Ceramah Diskusi Penjelasan Penyuluh memberikan informasi suatu inovasi pada petani setempat. Dengan adanya kegiatan ceramah, petani bersamasama dapat mengungkapkan pendapat/tanggapannya di dalam forum diskusi, membahas apakah suatu inovasi dapat diterapkan pada lahan pertanian mereka, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari inovasi. Petani mempraktikkan inovasi dari penyuluh terhadap lahan mereka

3

Praktik

Dari Sumber: Data Primer

Dari data tabel 3.3.2 dapat disimpulkan bahwa teknik yang efektif untuk awal dari penyampaian materi penyuluhan adalah dengan cara teknik diskusi. Dengan adanya kegiatan ceramah, petani bersama-sama dapat mengungkapkan pendapat/tanggapannya di dalam forum diskusi, membahas apakah pos penyuluhan dapat diterapkan pada daerah tersebut, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari inovasi tersebut. B. Perlengkapan Penyuluhan Pertanian 1. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif, antara lain kurikulum, lembar-lembar persiapan penyuluhan, papan tulis atau papan penempel, alat tulis, perlengkapan ruangan, serta proyektor. Tabel 3.4.1 Perlengkapan Alat Bantu Penyuluhan Pertanian di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Tahun 2012 No Alat Bantu Keterangan 1 Buku Tulis Tempat menuliskan materi yang diberikan penyuluh 2 Bolpoint Alat untuk menuliskan materi yang diberikan penyuluh 3 Ruangan Tempat berkumpulnya antara penyuluh dengan sasaran penyuluhan Sumber : Data Primer Dari data tabel 3.4.1 dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan dalam penyuluhan cukup sederhana yaitu berupa buku tulis, bolponit, dan ruangan. Alat bantu ini dapat membantu petani untuk menulis materi penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh. Dengan seperti itu mudah memahami apa yang disampaikan oleh penyuluh sehingga materi yang diberikan tidak hanya dapat didengar oleh petani namun juga dapat ditulis dan dibaca kapan saja.

2. Alat Peraga Penyuluhan Pertanian Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati, diraba atau dirasakan oleh indera manusia, yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Tabel 3.4.2 Perlengkapan Alat Peraga Penyuluhan Pertanian Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tahun 2012 No 1 Alat Peraga Poster Keterangan Menunjukkan mekanisme dari materi yang diberikan oleh penyuluhan.

Sumber : Data Primer Dari data table 3.4.2 dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang digunakan saat penyuluhan adalah poster. Penggunaan poster penyuluh dapat dengan mudah menyampaikan mekanisme dari penyuluhan yang diberikan. Jadi petani tidak hanya dapat membayangkan mekanismenya saja namun juga mendapatkan gambaran nyata dari mekanisme tersebut.

IV. PELAKSANAAN PENYULUHAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penyuluhan Praktikum Penyuluah Komunikasi Pertanian dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Mei 2012 di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah pukul 09.00-13.00 WIB. B. Faktor yang Menunjang Penyuluhan Di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, kegiatan penyuluhan yang diadakan disana memiliki beberapa faktor penunjang agar penyuluhan tersebut dapat berjalanan dengan lancer, antara lain sebagai berikut: 1. Kelompok tani terorganisir dengan baik Organisasi kelompk tani di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Boyolai sudah terorganisir dengan baik. Sudah ada kelompok tani di setiap dusunnya. Susunan keanggotaan juga sudah terstruktur dengan baik mulai dari ketua sampai anggota-anggotanya. 2. Rutin diadakan pertemuan-pertemuan antar kelompok tani Kelompok tani dari setiap dusun rutin melakukan pertemuan sendiri-sendiri setiap minggunya. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan masalah pertanian yang terjadi di sana. Selain itu juga membicarakan tentang keaktifan anggota dari kelompok tani tersebut. Membicarakan tentang keberlanjutan dari inovasi yang diberikan oleh penyuluh tidak luput diperbincangkan pada pertemuan tersebut. Pertemuan gabungan seluruh kelompok tani di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar di adakan setiap 35 hari sekali yaitu pada hari Sabtu pon siang. 3. Lembaga yang bergerak dalam bidang penyuluhan sudah ada Tidak hanya dari segi kelompok tani yang sudah terorganisir dengan baik serta sering diadakannya pertemuan dari beberapa kelompok tani tersebut, lembaga yang bergerak dalam bidang penyuluhan sudah ada. Lembaga yang pernah melakukan penyuluhan di

24

Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar antara lain kelompok tani daerah tersebut, penyuluh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan penyuluh dari Dinas Kecamatan Karanganyar serta Dinas Kabupaten Karanganyar. 4. Petani dan kelompok tani yang aktif Dasar dari keberhasilan penyuluhan adalah aktifnya petani di daerah tersebut mengikuti dan mencari tahu tentang materi yang diberikan oleh penyuluh. Penyuluhan pun akan berjalan dengan aktif karena ada timbal balik antar penyuluh dengan sasaran penyuluhan. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya keaktifan dari petani dan kelompok tani ini dapat mempengaruhi petani-petani yang belum mengerti manfaat dari materi penyuluhan yang berisikan motivasimotivai tersebut. C. Faktor yang Menghambat Penyuluhan Selain ada faktor pendukung suatu penyuluhan pasti ada juga faktor penghambat dari penyuluhan di Desa Lalung, Kecamatan Lalung, Kabupaten Karanganyar sebagai berikut: 1. Tempat penyuluhan pertanian yang belum ada Ini merupakan faktor penghambat yang sangat berarti di Desa Lalung, Kecamatan Lalung, Kabupaten Karanganyar. Petani di sana sangat menginginkan adanya pos penyuluhan tersebut agar mempermudah sistem penyuluhan pertanian disana. Pemerintah melalui perantara penyuluh dinas kecamatan dan kabupaten setempat membuat rencana akan dibangun pos penyuluhan pertanian tersebut yang menggunakan tempat bekas puskesmas Desa Lalung. 2. Tidak semua petani mengikuti penyuluhan Tidak semua petani mengikuti penyuluhan ini menjadi salah satu faktor penghambat jalannya penyuluhan. Sebagian petani masih belum tergerak untuk menncari tahu tentang inovasi-inovasi pertanian yang diberikan saat penyuluhan. Ini dikarenakan masih terpakunya sistem pertanian tradisional yang diturukan oleh nenek moyang terdahulu.

Dengan demikian, materi penyuluhan yang diberikan tidak dapat diberikan kepada seluruh petani. 3. Jabatan lebih dari satu yang dipegang oleh ketua gabungan kelompok tani. Ketua kelompok tani di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar tidak hanya memegang jabatan sebagai ketua gabungan kelompok tani namun juga akan memegang ketua dari pos penyuluhan pertanian tersebut. Banyaknya memegang jabatan akan memecah konsentrasi antar satu amanah jabatan dengan amanah jabatan yang lain. Mengurangi jabatan ketua akan membuat ketua gapoktan tersebut lebih terfokuskan akan amanah yang beliau dapatkan.

V. PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang telah dilaksanakan pada tanggal 03 Mei 2012, di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pembangunan pos penyuluhan desa dapat mengefektifkan kerja seorang penyuluh untuk menyampaikan materi penyuluhannya 2. Pos penyuluhan desa dapat menjadi pusat informasi berkaitan dengan inovasi-inovasi yang diberikan oleh penyuluh 3. Pertemuan antar kelompok tani dapat dilaksanakan dan terpusat di pos penyuluhan desa 4. Pos penyuluhan desa dapat diisi dengan poster-poster berisikan inovasiinovasi sehingga para sasaran (petani) dapat dengan mudah membacanya sewaktu-waktu 5. Mempererat tali silahturahmi antar warga dapat terwujud dengan adanya pembangunan pos penyuluhan desa. B. SARAN 1. Mengefektikan fungsi dari pembangunan pos penyuluhan desa ini 2. Keanggotaan dalam mengurus pos penyuluhan desa lebih diperkuat lagi agar pos penyuluhan desa dapat berjalanan lancar

27

DAFTAR PUSTAKA Anonima. 2006. Perkembangan Pertanian Perkebunan. http://www.indra.blogspot .com . Diakses pada tanggal 11 Mei 2012 pukul 15.30 WIB Anonimb. 2008. Dasar-dasar Penyuluhan. http://subejo.staff.ugm.ac.id. pada tanggal 8 Mei 2012 Pukul 15.30 WIB. Adrianto, Diakses

Joko. 2009. Filosofi, Defenisi dan Istilah Penyuluhan. http://JokoAdrianto_blogspot.com. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012. Pukul 15.15 WIB.

Departemen Pertanian Indonesia. 2008. Strategi, Metode dan Teknik Penyuluhan. http://pfi3pdata.litbang.deptan.go.id.Diakses pada tanggal 8 Mei 2012. Pukul 15.00 WIB. Kartasapoetra, A.G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta. Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Press UNS. Surakarta. Mardikanto, Totok dan Arif Wijianto. 2005. Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta. Rochaeni, S, danLakollo, E.M. 2005. Faktor –faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Petani di Kelurahan Setugede Kota Bogor. Jurnal Agro Ekonomi. 23-2. UniversitasPatimurra, Ambon Rohman, Moch Khayatul. 2008. Alat Peraga dalam Dunia Pertanian .http://www.rohman.tripod.com. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012. Pukul 15.00 WIB.

Seespersad dan Henderson. 1984. Prinsip Dasar Manajemen. Jurnal Evaluasidan Monitoring. Vol 3 hal 25 – 37. Setiana, L. 2005. Pengertian Dasar Penyuluhan Pertanian. PT Gramedia, Jakarta. Suhardiyono, L. Jakarta. 1990. PenyuluhanPetunjukbagiPenyuluhPertanian.Erlangga,

Suradisastra, Kedi. 2006. Revitalisasi Kelembagaan untuk Mempercepat Pembangunan Sektor Pertanian dalam Otonomi Daerah. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol 1 hal 22 - 31 No. 3 September 2006. Suradisastra, K. 2008. Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi-Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor Wastutiningsih, Sri Peni. 2009. Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. www.subejo.staff.ugm.ac.id. Diakses tanggal 11 Mei 2010 pukul 19.13 WIB

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->