Anda di halaman 1dari 2

SEKOLAH VS RUMAH SAKIT

Sekolah dapat kita ibaratkan sebagai sebuah Rumah Sakit. Setiap tahun siswa baru selalu datang mengantikan siswa yang lulus. Begitu juga di Rumah Sakit setiap saat akan datang pasien baru menggantikan pasien yang telah sembuh dan diizinkan untuk pulang. Para pasien datang ke Rumah Sakit dengan berbagai macam penyakit yang ada pada dirinya. Rumah Sakit tidak pernah menolak seorang pasien karena penyakit yang dideritanya. Rumah Sakit juga tidak akan mengusir pasien karena penyakit yang dideritanya. Semua pasien dengan berbagai macam penyakit selalu diterima tanpa pandang bulu. Sesampainya di Rumah Sakit pasien akan dirawat sesuai penyakitnya. tidak pernah juga Dokter dengan berbagai keahlian akan menangani pasien dengan penuh tanggung jawab. Mereka menyalahkan akan pasien karena penyakitnya. upaya untuk Mereka melakukan berbagai

menyembuhkan penyakitnya. Mereka baru akan mengijinkan pasiennya bila benar-benar telah sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Sekolah tiap tahun didatangi siswa baru dari berbagai macam golongan, baik ekonomi, sosial, maupun intelektualnya. Mereka juga datang dengan berbagai masalah, ada yang pintar, sedang, dan bodoh. Bila kita dapat memperlakukan semua siswa sebagaimana Rumah Sakit memperlakukan pasiennya maka niscaya tidak akan ada anak yang putus sekolah karena tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Jika semua guru dapat bertindak layaknya dokter yang senantiasa merawat pasiennya dengan penuh tanggung jawab maka niscaya tidak akan ada anak yang gagal menyelesaikan pendidikannya. Untuk itu sebagai seorang pendidik saya mengajak kepada semua pihak, mari kita kelola Lembaga Pendidikan sebagaimana Rumah Sakit. Kita tidak perlu mengeluh mana kala ada anak yang kurang pandai atau bahkan bodoh. Mereka kita ibaratkan seorang pasien yang mencari kesembuhan, dan tugas kita adalah merawat dan mengobati penyakit mereka. Dengan demikian tidak akan ada lagi anak yang putus sekolah karena bermasalah seperti kurang tertib, tidak cerdas, dan sebaginya.