Anda di halaman 1dari 8

BAB 7

UJI KRUSKAL-WALLIS

Uji Kruskal-Wallis merupakan uji nonparametrik yang dikembangkan oleh William Kruskal dan W. Allen Wallis. Uji Kruskal-Wallis merupakan perluasan dari uji nonparametrik Mann-Whitney. Pada uji Mann-Whitney, sampel yang diteliti hanya dua sedangkan pada uji Kruskal-Wallis dapat menguji tiga atau lebih sampel. Uji Kruskal-Wallis merupakan alternatif dari uji parametrik analisis variansi satu arah. Uji Kruskal-Wallis merupakan uji nonparametrik yang digunakan unttuk menguji tiga atau lebih sampel independen. Sampel-sampel independen tersebut diuji apakah berasal dari satu populasi yang sama atau dengan kata lain apakah nilai rata-rata dari ketiga populasi tersebut identik atau sama. Hipotesis nol yang diajukan adalah terjadi kesamaan nilai parameter rata-rata dari masing-masing populasi. Uji statistik yang digunakan pada uji Kruskal-Wallis adalah uji statistik chi kuadrat. Nilai dari uji statistik chi kuadrat digunakan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Berikut rumus untuk menghitung nilai uji statistik chi kuadrat. 12 1 3 1 1

Keterangan :

adalah . adalah jumlah ranking pada kelompok sampel ke- , 1,2, , . adalah jumlah elemen dalam sampel ke- , 1,2,3, , .

Nilai uji statistik chi kuadrat kemudian dibandingkan dengan dengan nilai kritis berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat. Berikut aturan keputusan berdasarkan uji statistik chi kuadrat. , , . .

Contoh Soal 1 Misalkan seorang dosen ingin meneliti kualitas dari tiga buah bimbingan belajar, yakni bimbingan belajar A, B, dan, C. Untuk keperluan penelitian, dosen tersebut melakukan interview langsung ketiga bimbingan belajar tersebut untuk memperoleh data mengenai jumlah siswa yang lulus keperguruan tinggi negeri selama 6 tahun terakhir. Berikut data mengenai jumlah siswa yang lulus keperguruan tinggi negeri dari ketiga bimbingan belajar A,B, dan C selama 6 tahun terakhir.

Tabel 1 Data Jumlah Kelulusan Siswa pada Bimbingan Belajar A,B,C Selama 6 Tahun Terakhir di Perguruan Tinggi Negeri BIMBINGAN BELAJAR A B C 50 80 80 70 69 85 65 50 90 60 65 120 70 65 150 45 45 200

tahun ke 2000 2001 2002 2003 2004 2005

Pada tabel di atas, pada tahun 2000, jumlah siswa yang lulus keperguruan tinggi negeri pada bimbingan belajar A adalah 50, bimbingan belajar B adalah 80, dan bimbingan belajar C adalah 80 dan seterusnya. Berikut tahap-tahap yang diperlukan dalam uji Kruskal-Wallis. 1. Tahap pertama : menghitung nilai dari uji statistik chi kuadrat Tabel 2 Data Untuk Perhitungan Uji Statistik Chi Kuadrat BIMBINGAN BELAJAR Ranking A Ranking B Ranking C 3,5 12,5 12,5 10,5 9 14 7 3,5 15 5 7 16 10,5 7 17 1,5 1,5 18 38 40,5 92,5

Tahun Ke1 2 3 4 5 6 Jumlah Ranking

Untuk memperoleh hasil pada tabel 2, tahap pertama adalah menggabungkan seluruh data. 50 70 65 60 70 45 80 69 50 65 65 45 80 85 90 120 150 200

Kemudian mengurutkan nilai data dari yang paling kecil sampai yang paling besar.

Urutan Ke 1 2 3 4 5 6

Jumlah Mahasiswa 45 45 50 50 60 65

Urutan Ke 7 8 9 10 11 12

Jumlah Mahasiswa 65 65 69 70 70 80

Urutan Ke 13 14 15 16 17 18

Jumlah Mahasiswa 80 85 90 120 150 200

Nilai data 45 merupakan nilai yang paling kecil. Karena nilai 45 terdapat 2 buah maka nilai 45 berada pada urutan ke-1 dan urutan ke-2 dan seterusnya.

Kemudian memberi ranking untuk setiap nilai. Sebagai contoh, nilai 45 terdapat dua buah, yakni pada urutan ke-1 dan urutan ke-2 sehingga ranking untuk nilai 45 adalah 1 2 2 1.5

Nilai 65 terdapat tiga buah, yakni pada urutan ke-6,7, dan 8 sehingga ranking untuk nilai 65 adalah 6 7 3 8 7

dan seterusnya sehingga diperoleh tabel data untuk perhitungan uji Statistik chi kuadrat seperti berikut. BIMBINGAN BELAJAR Ranking A Ranking B Ranking C 3,5 12,5 12,5 10,5 9 14 7 3.5 15 5 7 16 10,5 7 17 1,5 1,5 18 38 40,5 92,5

tahun ke 1 2 3 4 5 6 jumlah ranking

Kemudian menentukan nilai uji statistik chi kuadrat. 12 1 3 40,5 6 92,5 6 1 3 18 1

12 38 18 18 1 6 11,073

Sehingga nilai uji statistik chi kuadrat adalah 11,073.

2. Tahap kedua : perumusan hipotesis Uji Kruskal-Wallis merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji tiga atau lebih sampel independen apakah kelompok-kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama atau dengan kata lain apakah rata-rata dari ketiga populasi tersebut sama atau identik. Dalam kasus ini, jika kelompok-kelompok sampel berasal dari populasi yang sama berarti kualitas ketiga bimbingan belajar tersebut adalah sama. Namun jika terdapat satu atau lebih sampel berasal dari populasi yang berlainan berarti terjadi perbedaan kualitas di antara ketiga bimbinga belajar tersebut. Perumusan hipotesisnya sebagai berikut. atau ketiga bimbingan belajar mempunyai kualitas yang sama. : terdapat satu atau lebih populasi yang memiliki nilai rata-rata yang berbeda atau terdapat perbedaan kualitas di antara ketiga bimbingan belajar. 3. Tahap ketiga : menentukan nilai kritis berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat Misalkan nilai tingkat signifikansi adalah 5% atau 0,05. Distribusi chi kuadrat hanya memiliki satu daerah penolakkan yang terletak di sebelah kanan sehingga uji hipotesisnya satu arah. Daerah penolakkan . Untuk distribusi chikuadrat hanya terdapat satu daerah penolakkan yang terletak di sebelah kanan.

Untuk menentukan nilai kritis, terlebih dahulu menentukan nilai derajat bebas. Berikut rumus dari derajat bebas. 1;

Sehingga derajat bebas 3 1 2. Nilai kritis berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat dengan derajat bebas 2 dan tingkat signifikansi 5% adalah 5,991 sehingga nilai kritis adalah 5,991. 4. Tahap keempat : pengambilan keputusan Tahap keempat adalah pengambilan keputusan. Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji statistik chi kuadrat. , , . .

Diketahui nilai statistik adalah 11,073 dan nilai kritis adalah 5,991. Karena nilai statistik lebih besar dari nilai kritis, maka ditolak dan diterima. Ini berarti bahwa pernyataan terdapat satu atau lebih populasi yang memiliki nilai rata-rata yang berbeda atau terdapat perbedaan kualitas di antara ketiga bimbingan belajar dapat dibenarkan pada tingkat signifikansi 5%. Secara kasat mata, bimbingan belajar C mempunyai tingkat kelulusan besar dibandingkan bimbingan belajar yang lain sehingga terjadi perbedaan nilai rata-rata.

Penyelesaian dengan SPSS


Contoh Soal 1 Bangun tabel SPSS seperti berikut.

Aktifkan variable view.

Aktifkan data view dan input data seperti berikut.

Kemudian klik menu Analyze => Nonparametric Test => K Independent Samples sehingga muncul kotak dialog Test for Several Independent Samples seperti berikut.

Pada kotak Test Variables List, masukkan variabel jumlah_kelulusan. Kemudian pada kotak Grouping Variable, klik Define Range. Nilai Minimum : diisi dengan 1 dan nilai Maximum diisi dengan 3 kemudian klik Continue. pada Test Type, pilih Kruskal-Wallis H. Kemudian klik OK. Sehingga hasil nya sebagai berikut.
Ranks bimbing an_bela jar jumlah_kelulusan A B C Total N 6 6 6 18 Mean Rank 6.33 6.75 15.42

Pada tabel Ranks, kolom Mean Rank memberikan informasi bahwa Mean Rank atau rata-rata ranking dari bimbingan belajar adalah 6,33. Nilai tersebut merupakan hasil bagi antara jumlah ranking pada bimbingan belajar , yakni 38 dengan banyaknya elemen yakni, 6 dan seterusnya.

Test Statistics

a,b

jumlah_kelulusan Chi-Square df Asymp. Sig. a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: bimbingan_belajar 11.165 2 .004

Pada tabel Test Statistics memberikan informasi bahwa nilai uji statistik chi kuadrat adalah 11,165. Karena nilai uji statistik chi-kuadrat, yakni 11,165 lebih besar dari nilai kritis, yakni 5,991, maka ditolak dan diterima. Selain itu, pada tabel Test Statistics juga memberikan nilai probabilitas kumulatif atau Asymp. Sig. , yakni 0,004. , , . .

Karena nilai probabilitas kumulatif, yakni 0,004 lebih kecil dari nilai tingkat signifikansi, yakni 0,05, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.