Anda di halaman 1dari 1

"Blue Heart Ocean": Teknologi Baru Konservasi Terumbu Karang dalam Implementasi Fisheries Sustainable Economics For Ecology,

Studi Kasus Perencanaan Educotourism di Pantai Ponjuk Sumenep Madura Nugroho W.; Ahmad Ali M.; Abdullah M.; M. Rizky Kurniawan; Tio Nugroho Universitas Brawijaya Abstrak: Desa Padike, Pantai Ponjuk, Pulau Talango Sumenep, adalah bagian dari pulaupulau kecil di Madura. Potensi rumput laut yang begitu besar di Pantai Ponjuk mulai dari genus Euchema cottoni dan Sargassum sp membuat desa ini dapat menghasilkan permintaan yang besar dari bahan baku rumput laut itu sendiri, tetapi khusus Sargassum sp sampai saat ini belum ada metode budidayanya, padahal permintaan Sargassum sp biasanya digunakan sebagai bahan nutraseutical. Sehingga selama ini nelayan masih mengambil langsung Sargassum sp dari alam, Sargassum sp juga hidup dengan habitat terumbu karang, dan karena minimnya pengetahuan petani sehingga membuat terumbu karang rusak. Masyarakat Padike bergantung pada rumput laut yang bagi mereka memiliki nilai ekonomi, namun masyarakat kurang peduli dengan terumbu karang dan dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Maka perlu upaya konservasi terumbu karang di daerah ini, di mana kami memperkenalkan konsep "Economics for Ecology". Konsep pembangunan ekonomi masyarakat yang peduli lingkungan, salah satunya metode budidaya Sargassum sp dan konservasi terumbu karang dengan penerapan inovasi teknologi Blue Heart Ocean. Tujuan khusus dari proyek ini adalah untuk menciptakan alat lampu bawah air yang sesuai konsep Blue Heart Ocean, sementara tujuan umumnya adalah untuk membuat wilayah pesisir Ponjuk Sumenep sebagai wilayah Educotourism dan konservasi terumbu karang, yang berdampak pada sosial masyarakat lokal sehingga perawatan tentang keberlanjutan lingkungan dan konsep Economics for Ecology bisa mendapatkan keuntungan finansial, sehingga konsep ini bisa menjadi contoh di wilayah lain di Indonesia. Blue Heart Ocean adalah Inovasi teknologi metode konservasi terumbu karang eksotis, sehingga sesuai dengan tujuan membuat kawasan Educotourism pantai ponjuk. Nilai eksotis dari Blue Heart Ocean merupakan modifikasi dari model transplantasi karang dengan tambahan lampu biru yang memiliki berbentuk seperti hati sesuai dengan konsep Blue Ocean Ocean. Blue Heart Ocean diprediksi dapat mempercepat waktu pertumbuhan, dengan berbagai faktor pendukung pertumbuhan terumbu karang, seperti efek cahaya pada zooxanthella dan kalsium karbonat dari kotoran ikan sebagai bahan pembentuk karang. Selain itu, konsep ini dijalankan bersama dengan budidaya Sargassum sp. Hasil penelitian Sargassum sp di Sumenep sebagai nurigenom mengandung fukosantin yang dapat digunakan sebagai antiobesitas. dan potensi permintaan pasar untuk bahan baku antiobesitas sangat tinggi untuk komoditas ekspor. Aspek inovatif dari proyek Blue Heart Ocean masih baru di dunia dan penelitian lebih lanjut diperlukan pada dampak dan proyek pembuatan alat, karena berpotensi jika daerah tersebut digunakan sebagai kegiatan Reef check terumbu karang untuk tujuan penelitian dan dengan publikasi yang baik dapat diterapkan di seluruh dunia. Kata kunci: Blue Heart Ocean, konservasi terumbu karang, Sargassum sp.