P. 1
SEJARAH

SEJARAH

|Views: 53|Likes:
Dipublikasikan oleh أحمد توفيق

More info:

Published by: أحمد توفيق on Jul 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2012

pdf

text

original

SEJARAH

DAFTAR ISI SEJARAH 10B
BAB 1: KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI INDONESIA
A. B. C. D. E. Teori tentang Proses Munculnya Kehidupan Baru Perkembangan Biologis dan Budaya Manusia serta Masyarakat Awal Indonesia Periodisasi dan Perkembangan Budaya Masyarakat Awal Indonesia Penemuan Manusia Purba dan Hasil Kebudayaan Perkembangan Sosial, Ekonomi, dan Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia

BAB 2: PENGARUH PERADABAN AWAL MASYARAKAT DUNIA TERHADABPERUBAHAN INDONESIA
A. Proses Migrasi Ras Proto Melayu dan Deutero Melayu B. Pengaruh Budya Bacson Hoa Binh, Dongson dan Sa Huynh terhadap Perkembangan Budaya Masyarakat Awal di Indonesia C. Pusat Peradaban Kuno di Asia dan Afrika D. Penemuan Manusia Purba dan Hasil Kebudayaan

BAB 3: ASAL USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI KEPULAUAN INDONESIA
A. Asal-Usul Terjadinya Kepulauan Indonesia B. Asal-Usul Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia C. Perkembangan Teknologi dan Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Indonesia

BAB 1: KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI INDONESIA
Standar Kompetesi 2. Menganalisis peradaban Indonesia dan Dunia Kompetensi Dasar 2.1 Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia

A. Teori tentang Proses Munculnya Kehidupan Baru Sejarah terbentuknya bumi ini sangat panjang. Pada mulanya, bumi terbentuk gumpalan gas yang terus-menerus berputar dan akhirnya membentuk bola padat. Bumi berumur kurang lebih 2.500 juta tahun. Sebelum akhirnya dapat didiami oleh makhluk hidup, bumi berproses secara perlahan-lahan. Kulit bumi mengalami beberapa kali perubahan. Gejala alam seperti: gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, dan banjir sering kali terjadi. Gejala alam tersebut turut mengubah penampakan bumi. Selanjutnya, berlangsung zaman pencairan es atau zaman glacial yang terjadi beberapa kali. Daerah tropis yang terkena pelebaran es mengalami zaman pluvial (zaman hujan). Proses perubahan dan pembentukan kulit bumi ini berlangsung lama hingga membentuk lapisan-lapisan kulit bumi. Untuk memudahkan dalam memahami sejarah perkembangan bumi, para ahli membuat pembabakan sejarah perkembangan bumi menjadi empat yaitu, azoikum atau arkaekum, palezoikum, mesozoikum, dan neozoikum. 1. Zaman Arkeakum Zaman ini di tandai dengan keadaan bumi yang belum stabil dan masioh panas Sehingga belum ada kehidupan. Berlangsung kira-kira 2.500 juta Tahun Yang lalu.. 2. Zaman Hidup Tua (Paleozoikum) Zaman ini ditandai muali adanya kehidupan mahluk hidup berasal satu atau mikroorganisme disebut juga zaman preimer. Berlangsung mulai kira-kira 340 juta tahun yang lalu. 3. Zaman Pertengahan (Mesozoikum) Zaman ini di tandai dengan berkembang pesatnya binatang reptile, antra lain dinosaurus , atlantosaurus, serta jenis burung dalam bentuk yang sangat besar. Disebut juga zaman sekunder, yang berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. 4. Zaman Hidup Baru (Neozoikum) Zaman ini di tandai dengan kondisi dan suhu bumi yang semakin membaik, tidak terjadi perubahan yang mencolok dan kehidupan yang berkembang

pesat. Berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Zaman Neozoikum dibagi atas dua zaman sebagai berikut: a. Zaman tersier Yang ditandai binatang-binatang besar mulai berkurang dan telah hidup dari jenis-jenis binatang menyusui, yaitu jenis kera dan moyet. b. Zaman kuarter Yang di bedakan lagi menjadi: Zaman pleistosen atau zaman Diluvium, yang ditandai adanya pengertian zaman es mencair. Suhu bumi masih belum stabil. Jika suhu turun, Permukaan es di bumi makuin luas dan permukaan laut semakin turun , begitu juga sebaliknya. Berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu. Pada zaman ini jenis manusia mulai muncul di muka bumi. Zaman Holosen atau zaman Alivium, yang di tandai adanya homo sapiens (manusia cerdas). Berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu sampai sekarang. B. Perkembangan Biologis dan Budaya Manusia serta Masyarakat Awal Indonesia 1. Berkelompok Manusia sebagai makhluk social (zoon politicon) yang selalu hidup berkelompok dalam suatu golongan atau dengan sengaja mengelompok diri dengan golongan lain. Tujuan manusia berkelompok, antara lain: a. Untuk bersama-sama mengatasi dan menguasai kekuatan alam yang dihadapi. b. Untuk menangkis bahaya yang dtang dari kelompok manusia lain. c. Untuk bersama-sama berusaha mencapai maksud tertentu. Tingkat-tingkat manusia berkelompok dari yang kecil kemudian berkembang menjadi kelompok yng besar pada awal kesatuannya hanya merupakan satu keluarga (family) berkembang menjadi keluarga besar (join family), makin besar menjdi suku bangsa (trible), kemudian berkembang menjadi satu bangsa (nation) yang berbentuk kerajaankerajaan ataupun wilayah-wilayah yang telah teratur, sedangkan pada akhirnya manusia sama-sama menjadi hamba tuhan (universal). Keperleuan yang ingin dicapai manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu keperluan yang bersifat material dan spiritual. Untuk keperluan memperoleh kebutuhan material, seperti rumah dan pakaian menimbulkan persekutuan yang dinamakan patembayan (die gesselschaft).

2. Tingkat mata pencaharian Menurut perkembangannya, mata pencaharian penduduk dibedakan atas beberapa tingkat, yaitu: a. Berburu dan meramu Dengan berburu dan meramu manusia berusaha memperoleh daging dan dengan meramu manusi berusaha memperoleh makanan yang diperlukan. b. Perikanan Tingkat perikanan telah menggunakan teknik yang lebih tinggi berupa kail dan perahu, mereka berusaha menggunakan peralatan yang lebih sempurna. c. Berternak Dalam tahap ini, manusia telah mengusahakan produksi atau food producing. Selain dimakan binatang juga dipakai untuk membantu kehidupan manusia. d. Berladang Berladang artinya bercocok tanam di tanah kering. Manusia memerlukan tanah subur untuk berladang. Mereka berladang dengan cara menebang hutan, kemudian membersihkannya dan menaburkan benih tanaman. Tingkat ini sudah berada pada tahap food producing, tetapi setengah menetap (semi sedenter). e. Bersawah Tata pengairan diperlukan dalam tahab bersawah. Untuk membangun tata pengairan diperlukan waktu dan tenaga, yang menyebabkan kehidupan manusia terpaksa menetap (sedenter). Oleh karena itu, ada yang berpendapat dengan tingkat bersawah manusia memsuki peradaba. f. Berundagi Semula merupakan pekerjaan selingan, sementara orang menunggu hasil sawah atau ladangnya. g. Berdagang Berdagang merupakan suatu tingkatan baru yang benar-benar memberikan jasa dengan jalan sebagai perantara dalam tukar-menukar barang. Peda mulanya perdagangan dilakukan dengan tukar-menukar hasil alam (innatura) kemudian dengan alat pembayaran uang.

C. Periodisasi dan Perkembangan Budaya Masyarakat Awal Indonesia 1. Zaman Batu Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu : a. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua) Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah : 1. 2. 3. Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong). Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi. Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.

Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan. Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi Kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah : 1. 2. Pacitan : Pithecanthropus dan Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

b. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah) Ciri zaman Mesolithikum : 1. 2. Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum. Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).

Alat-alat zaman Mesolithikum : 1. 2. 3. Kapak genggam (peble) Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling)

4. 5.

Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan. Ujung mata panah, Batu penggilingan (pipisan), Kapak, Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu : 1. 2. 3. Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang) Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche

Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua – Melanosoid.

c. Neolithikum (Zaman Batu Muda) Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Contoh alat tersebut : 1. Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa Pakaian (dari kulit kayu) Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)

2. 3. 4. 5. 6.

Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina).

d. Megalithikum (Zaman Batu Besar ) Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut : 1. Menhir, adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang 2. Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan 3. Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup 4. Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain 5. Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat 2. Zaman Logam Zaman ini D. Penemuan Manusia Purba dan Hasil Kebudayaan E. Perkembangan Sosial, Ekonomi, dan Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia

BAB 2: PENGARUH PERADABAN AWAL MASYARAKAT DUNIA TERHADABPERUBAHAN INDONESIA
A. B. C. D. E. Proses Migrasi Ras Proto Melayu dan Deutero Melayu Pengaruh Budya Bacson Hoa Binh, Dongson dan Sa Huynh terhadap Perkembangan Budaya Masyarakat Awal di Indonesia Pusat Peradaban Kuno di Asia dan Afrika Penemuan Manusia Purba dan Hasil Kebudayaan

BAB 3: ASAL USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI KEPULAUAN INDONESIA
A. Asal-Usul Terjadinya Kepulauan Indonesia B. Asal-Usul Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia C. Perkembangan Teknologi dan Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Indonesia

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->