Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO B BLOK 9

Disusun Oleh: KELOMPOK 1 Anggota Kelompok: Suci Fahlevi Masri Ayu Rizky Fitriawan Mary GiscaTheressi Agien Tri Wijaya Sellita Seplana Fadlia Ferdy Sugianto Kiki Rizki Arinda Fitri Nurrahmi Aini Nur Syafaah Tri Nisdian Wardiah Rullis Tutor: dr. Wardiansyah 04111001001 04111001018 04111001136 04111001041 04111001054 04111001057 04111001062 04111001075 04111001077 04111001092 04111001109

PENDIDIKAN DOKTER UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA TAHUN 2012

Klarifikasi Istilah 1. Benjolan (eminansia) di leher kiri 2. Mimisan (epistaksis) : pembesaran secara abnormal (yg tidak disebabkan oleh proliferasi sel) di bagian leher sebelah kiri : suatu pendarahan dari hidung yang disebabkan oleh pecahnya pemuluh darah kecil yang terletak di bagian anterior septum nasal cartilaginosa : pembengkakan, salah satu tanda kardinal peradangan; pembesaran yang morbid : study mengenai reaksi antibodi antigen in vitro : metode polimerisasi DNA secara in vitro : pertumbuhan baru yg ganas terdiri dari sel2 epitelial yg cenderung menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menimbulkan metastasis pada bag faring yg terletak diatas palatum lunak : jumlah antibody yang dibutuhkan untuk menimbulkan reaksi dengan / berhubungan dengan substansi lain yg diperlukan : virus epstain barr; menyerupai virus herpes dihubungkan dengan limfoma Burkitt dan karsinoma nasofaring

3. Tumor 4. Serologi 5. PCR 6. Karsinoma Nasofaring

7. Titer antibody 8. EBV

Identifikasi Masalah 1. Tn. Aam syaroni, 42 tahun WNI asal Sunda mengeluh benjolan di sebelah kiri, suara serak, mimisan, hidung tersumbat dan sakit kepala sejak 6 bulan lalu 2. Dokter menduga adanya tumor di kiri 3. Kebiasaan mengonsumsi terasi, ikan bakar, ikan asin dan produk awetan lainnya 4. Hasil pemeriksaan PA mengesankan sebagai karsinoma nasofaring, pemeriksaan serologi didapatkan peningkatan titer antibody terhadap EBV, serta dilakukan pemeriksaan PCR

Analisis Masalah 1-a. Mengapa benjolan (di leher) hanya terjadi di sebelah kiri? K3 b. Bagaimana patofisiologi dari a. suara serak K3 b. mimisan K3 c. hidung tersumbat K4 d. sakit kepala K4

(HUBUNGKAN DGN SKENARIO AJAAAAA)


c. Mengapa keluhan terjadi sejak 6 bulan yang lalu? (proses) K2

2-a. bagaimana patofisiologi dari tumor (KNF) ? K1 b. Apa dampak lebih lanjut jika tumor tersebut tidak diobati? K4

3-a. Apa dampak negatif dari pengonsumsian terasi, ikan bakar dan ikan asin? (serta kandungan nya) K2 b. Bagaimana zat-zat yang terkandung di dalam makanan tersebut mempengaruhi siklus sel? (karsinogenesis) mekanismenya K3 c. Bagaimana hubungan pola makan dengan keluhan? K2

4-a. Bagaimana anatomi dan histologi nasofaring? K1 b. Bagaimana patofisiologi dari karsinoma nasofaring? K1 c. bagaimana etiologi (serta faktor resiko) dari KNF? (usia, jenis kelamin, asal daerah) K1 d. Interpretasi dari pemeriksaan serologi? (bandingkan dengan normal, peningkatan berapa kali) K2 e. Bagaimana hubungan peningkatan titer antibodi terhadap EBV dengan KNF? K2 f. Bagaimana hasil pemeriksaan PCR untuk KNF? (gen apa yg kena) K2 g. Bagaimana tata laksana terhadap penderita KNF? (lebih ke farmakogenetik) K4

Keterkaitan Antar Masalah Kebiasaan mengonsumsi terasi, ikan bakar, ikan asin dan produk awetan lainnya Tn. AAm, 42 tahun, mengeluh adanya benjolan di leher kiri, suara serak, mimisan, hidung tersumbat dan sakit kepala sejak 6 bulan lalu

WNI asal Sunda

Hasil pemeriksaan dokter (sementara) tumor

Pemeriksaan PA KNF

Pemeriksaan serologi peningkatan titer antibody terhadap EBV

Learning Issue 1. 2. 3. 4. 5. 6. anatomi dan histologi nasofaring Karsinoma Nasofaring EBV Karsinogenesis Siklus Sel Nutrigenomik K1 K1 K2 K4 K1 K3 K4

K 1 : Tri, kiki, fitri K2 : Aini, agien, ayu K3 : mary, ferdy, selly K4 : suci, fadlia, rulis

Nb : Yg dimerahin ketua masing-masing kelompok yaa, jadi ntar hari rabu dikirim dulu ke ketua (sudah dlm format laporan : times new roman 12), ntar masing-masing ketua kirim ke aku