------------

pria ::balam_}Gluarga IJRrStu:ana ------------

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN OENGAN PARTISIPASI PRIA OALAM KELUARGA BERENCANA OI KECAMATAN JETIS KABUPATEN BANTUL TAHUN 2008
Oleh: Saptono Iman Budlsantoso"

ackground: Male participation was still low. Indonesian

in family planning in Indonesia health survey 2002 in family planning acceptors

demographic

showed 4.4% male participation and only 4.3% in Bantu!. Theaim ofthis research 2008.

was to know factors related to male

participation in family planning program, in Jetis District of Bantul Regency in year of Method: The study is. an explanatory research with survey research method using cross. sectional approach. The samples of study were 100 participants were univariate, bivariate by chi-square, and multivariate

of

reproductive age chosen by multistage random sampling. Data analyses of the study by logistic regression for quantitative method and focus group discussion (FGD) used for qualitative method. Result: The result of study showed there was relation between knowledge of male participation in family planning {p-velue participation in family planning (p-vetue family planning (p-vetue planning (p-vetue (p-vetue

= 0.027), female practise for male participation in family planning = 0.02), friend attitude for male participation in family planning (p-vetue =
in family planning (p-value

= 0.007),

= 0.009), perceived of male participation in
in family

=

0.009),

attitude

fo male

female atitude for male participation

0.02), friend practise for male participation with male participation in family planning.

= 0.001)

Variables of education and service access for male participation planning not related value related with male participation

in family

to male participation in family planning. The obstacle in social
in family planning, like family planning itself in family

was forbidden, family planning was a woman area, a boy has a higher value than a girl, and domain of a reluctant factor. Female practice for male participation planning was the most related independent (B) adjusted/exp variable in this research with OR

= 13.213.

1. Saptono Iman Budisantoso, SKM.M.Kes adalah StafBidang Sosial Budaya Bappeda Bantu), Alumni Program

Studi Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang.

Jurnal Riset Daerak Vol. VIIL No.2. Agustus 2009

1098

tersedia tenaga penyuluh lapangan perempuan.7%. yaitu hanya 4. kelompok KB pria di yang salah yang masih cenderung tingkat desa (75 desa). vasektomi/ metode operasi pria besar masih didominasi suami. senggama terputus (1.3% dari total peserta aktif. 2) Faktor-fa ktor yang menyebabkan rendahnya kesertaan KB merupakan kecamatan yang paling baik dalam partisipasi prla dalam KB. sebagai mo. Agustus ~009 1099 . keluarga berencana ditlap-tlap desa dan Menurut hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun i002 lain-lain.074 pasangan u~a subur praktik KB.4) Selain itu Kecamatan Jetis nakanjumlah anak. Dalam usaha meningkatkan Pengetahuan dan kesadaran pria dan partisipasi pria dalam KB disana sudah keluarga dalam ber KB rendah. Mengingat dalam penentuan pemasih sangat rendah. menyerahkan tanggung jawab KB petugas untuk melakukan sepenuhnya kepada para istri atau pelatihan MOP. No. tentang kependudukan dan pembaBerdasarkan laporan bulanan Bangunan (ICPD Kairo. yang terdiri dari Metode Operasi Pria (MOP) taraan gender. budaya. 3) tidak hanya sebagai peserta KB saja istri dalam Angka partisipasi sebagai akseptor KB tetapi juga mendukung kontrasepsi.P.4%). 1) 0.VIII. seperti Bangladesh sebesar 13.6%). partisipasi pengendalian populasi dan penurunan pria dalam ber-KB masih rendah yaitu fertilitas menjadi lebih ke arah pendekatan kesehatan reproduksi dan kese. Selama ini sudah banyak upaya Keterbatasan penerimaan dan akseslblllyang ditempuh oleh BKK Kabupaten tas (keterjangkauan) pelayanan kontraBantul untuk meningkatkan partisipasi sepsi pria.hanya 4.8% tahun 1998.9% tahun 1997.2. (2) dalam KB. (3) terbentuk paguyuban KB pria.9%). pemberi tersebut masih sangat rendah bila penggunaan Jurnal Risel Daeraii VOl. maka indikator partisipasi prla menu rut BKKBN (MOP) (0. data bulan Juni pelaksanaan program KB baik dalam 2007 dari 9.6% dan kondom 3.ia A. dan Malaysia Pada konferensi internasional sebesar 16.-----------. penyuluhan. mendukung istri dalam penggunaan kontrasepsi. masyarakat dan keluarga yang masih menganggap partisipasi pria tingkat nasional dalam partisipasi pria belum atau tidak penting dtlakukan. PENDAHULUAN 2alam!UiZI'ga ----------~ IJmncana dibandingkan dengan negara-negara islam. ngambilan keputusan keluarga sebagian yang meliputi : penggunaan kondom (0. (4) Adanya anggapan.5%) dan pantang berkala (1. Hal ini pria antara lain: (1) Kondisi lingkungan terbukti Kecamatan Jetis pernah juara I sosial. 1994) disepakati dan Kesejahteraan Keluarga (BKK) perubahan paradigma dari pendekatan Kabupaten Bantul Juni 2007. Kecamatan Salah satu masalah yang menonjol adalah rendahnya partisipasi pria dalam Jetis merupakan kecamatan yang paling tinggi kesertaan KB nya. namun partisipasi pria masih menyatakan bahwa kesertaan KB suami tetap rendah.4%. pria dalam ber KB dengan bantuan kebiasaan serta persepsi dan pemikiran kondom gratis.(PUS) 370 orang (4%) yang menggunakan kondom sedang MOP lsi orang tivator atau promotor dan merenca(2%).

5) Kabupaten Bantul merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi· Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masih menganut nilai-nilai budaya jawa yang sangat kental. Dalam budaya jawa mempunyai anak adalah sesuatu hal yang sangat didambakan. Pengumpulan data kualitatif dilakukan setelah pengumpulan data kuantitatif selesai. akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB.tingkat pengetahuan tentang partisipasi prla dalam KB. dan proporsl terendah Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dan analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan FGD terhadap dua kelompok. slkap terhadap partisipasi pria dalam KB. demokrasi. persepsi pria tentang partisipasi pria dalarn KB. Tabel 1 menunjukkan bahwa partisipasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsi terbesar pada responden dengan pendidikan tamat perguruan tinggi yaitu 85. sikap dan praktlk istri terhadap partisipasi pria dalam KB.1%. sikap dan praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB. Agustus 2009 1100 . saat ini kondisi di atas tidaklah dapat dipertahankan. Di era globalisasi dan demokratisasi yang semakin mengemukakan isu hak asasi manusia (HAM) dan kesetaraan gender serta kesamaan hak dan kewajiban antara suami dan lstrl.9%. Kelompok pertama untuk kriteria pria dengan partisipasi dalam KB tinggi sedang kelompok kedua untuk kriteria pria dengan partisipasi dalam KB rendah.keadaan dan sosial budaya dan adat istiadat yang menganut patriarkhat akan memberikan tekanan dan permasalahan sendiri terhadap program KB pria.7 dan proporsi terendah pada responden dengan pendidikan tamat SLTP yaitu 57. No. Berdasarkan hal tersebut diatas maka rumusan masalah yang diajukan sebagai berikut : Faktor-faktor apa yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam program KB di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul? B.Kelua"o4 BemJeana ------- _ pelayanan KB (motivator ... Pengambilan keputusan keluarga sebagian besar masih didominasi suami. termasuk dalam pengaturan jumlah anak. 2) Arus globalisasi yang menghendaki tuntutan hak asasi.2. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali lebih dalam faktorfaktor berhubungan dengan partisipasi prla dalam KB dan untuk membahas faktor nilai-nilai sosial budaya yang berhubungan dengan partisipasi KB pria.. METODE PENELITIAN mengukur hubungan antara variabel tingkat pendidikan pria . promotor) dan merencanakan jumlah anak bersama pasangan. Pada responden dengan partisipasi pria rendah proporsi terbesar pada responden dengan pendidikan tamat SLTPyaitu 42. peningkatan keadilan dan kesejahteraan bercampur dengan . bahkan secara bertahap harus diperbaiki. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk Jumal Riset Daerab Vol.----------- P~ia::balam . Jenis penelitian ini termasuk Cross Sectional karena varia bel sebab akibat yang terjadi pada obyekpenelitian diukur atau dikumpulkan dalarn waktu yang bersarnaan". VIII.

0 42. Karakteristik Responden satu metode kontrasepsi pria.0 100.2 14.1 58. Pada responden Pengetahuan responden tentang dengan partisipasi pria rendah proporsi partisipasi pria dalam KB sebagian besar terbesar pada responden dengan pada kategori tinggi yaitu 55% dan 29% pengetahuan tentang partisipasi prla berpengetahuan cukup. mengetahui partisipasi pria dalam KB.0 100. . 5. Kabupaten Bantul Tahun 2008 No Tingkat Pendidikan 1.0 2.3%. Tidak tamat SO TamatSD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat PT Jumlah i = 2. Agustus 2009 1101 ~. sedang dalam KB rendah yaitu 56. Dari analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan partislpasl pria dalam program KB.9 41.0 100.3%.0 100.918 P = 0. masih ada 42% respoden menganggap bahwa vasektomi tidak hanya dilakukan sekali seumur hidup C.0 Tinggi 4 19 12 20 6 61 f 5 33 21 34 7 % 100.6 57. Partisipasi Pria dalam KB Rendah 1 Total % 80.8 85.0 % 20. HASIL PENELITIAN dan masih 41% responden yang tidak tahu bahwa vasektomi merupakan salah 1. Pengetahuan respondendengan pengetahuan rendah yaitu sebesar 43/8%. 3. 4.Tabel1 Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis. Jurnal Riset Daerah 10/. dan proporsi terendah pada 2. VIII.2. Hal ini dapat dilihat dari hampir separuh responden (44%) berpengetahuan salah karena dianggap vasektomi dapat menurunkan kejantanan pria.5%.0 100.0 57.3 39. Namun metode vasektomi masih kurang dipahami oleh responden. No.572 14 9 14 1 39 100 pada responden dengan pendidikan tamat perguruan tinggi yaitu 14. dan responden yang berpengetahun rendah proporsi terendah pada responden sebesar 16%. tingkat pendidikan tamat SLTA responden dengan pengetahuan tentang sebesar 34%.7 61. Tabulasi silang menunjukkan bahPersentase terbanyak responden wa partisipasi pria dalam KB dengan berumur 41-50 tahun yaitu sebanyak kriteria tinggi proporsi terbesar pada 60%. dengan pengetahuan tinggi yaitu Sebagian besar responden telah 25.4 42. partisipasi pria dalam KB tinggiyaitu 74/5%.

1 76.5 7 1 1. dan proporsi terendah pada responden dengan sikap baik yaitu 23.8 1. 3 10 39 61.009.0 100. Tinggi (skor >9) 14 39.arga Berlln..1 %.7 29 50 63.S 12. No.2. ::balam .47 Total f 8 79 13 100 % 100.0 61 39 Jumlah Total f 16 29 55 100 % 100. dan proporsi terendah pada responden dengan sikap kurang yaitu sebesar 12.0 61. Kurang (skor < 50) 36. Tabel 3 menunjukkan .0 100.0 i = 9.0 100. VIII. Cukup (skor 50-66) Baik (skor >66) .9 3.5%.009 kategori baik sebanyak 13%.---------- Tabel2 Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis.0 p= 0.5 41 3.S 74.0 100.5%. 3.0 39. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB SikapTerhadap No PartisipasiPri.adalamKB Rendah % Tinggi % 87.0 61 Jumlah i= 9. sedangkan yang kurang ada sebanyak 8%. Sikap responden terhadap partisipasl pria dalam KB sebagian besar mempunyai kategori cukup yaitu 79% dan Jurnal Riset Daerah Vol.3 7 43. Rendah (skor <5) 9 44.8 55. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB Pengetahuantentang No PartisipasiPria dalamKB % Tinggi Rendah % 56.431 p =0.05) didapatkan p value 0. Agustus 2009 1102 ..009 Tabel3 Hubungan Antara Sikap Terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis.cana ---. 23. Pada responden denqan partisipasi rendah proporsi terbesar pada kelompok responden dengan sikap kurang yaitu 87. Cukup (skor 5-9) 25.9%.J(. Sikap Responden Terhadap Partisipasi Pria dalam KB.bahwa partisipasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsi terbesar padaresponden dengan sikap terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 76.3 2. Berdasarkan hasil uji Chi square diperoleh hasil bahwa terdapat hubu- Berdasarkan hasil ujl Chi square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang partlslpasl prta dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB.----------- prio.0 '100. Dengan uji Chi square (a=O.2 13 16 2.0 100.1u. Hal itu dapat dilihat pada tabel 2 di atas.

Dengan uji Chi square (0=0.05) didapat. dan proporsi terendah pada Jurnal Riset Daerah Vol..0 75.009 dengan partisipasi pria dalam KB. Rendah (skor <9) 9 81. Sikap Istri terhadap Partisipasi Pria dalam KB 33. prill ::balam_j(. bungan yang signifikan antara persepsi Dengan uji Chi square (0=0. Sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar kategori cukup yaitu 77% dan 14 % masuk kategori kurang.6%..007..0 9 Jumlah 39 39.0 100.4%.0 100. Kabupaten Bantul Tahun 2008 No Partisipasi Pria dalam KB .can. dan proporsi terendah pada responden dengan sikap istri terhadap partisipasi prla dalam KB baik yaitu s.027 . Pada responden dengan partisipasi pria rendah proporsi terbesar pad a responden dengan sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB kurang yaitu 71.-----------. Cukup (skor 9-13) 27 35.3%. Persepsi Responden Tentang kan p value 0.0 100.2. dan proporsi terendah pada responden dengan sikap lstri kurang yaitu 28. 8aik (skor >13) 3 25. = ngan yang signifikan antara sikap Berdasarkan hasll uji Chi square terhadap partlsipasi pria dalam KB diperoleh hasil bahwa terdapat hudengan partisipasi pria dalam KB.0 .. Dengan uji Chi square (0=0. Dari tabel 4 terlihat bahwa partlslpasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsl terbesar pada responden dengan sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 66.007 Total f 11 77 12 100 % 100.luarga Bmn..05) didapat4.7%. Persepsi Tentang Partisipasi Pria dalam KB Rendah Tinggi· % % 1.05) didapatkan p value 0.2 2 2.9 3. Pada paparan tabel 5 menunjukkan bahwa partisipasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsi terbesar pada responden dengan sikap lstrl terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 66.0 61 61. sedangkan terendah kategori rendah yaitu 11%. Agustus 2009 1103 .1 50 64.8 18.tentang partisipasi pria dalam KB kan p value 0. rm.a ----------- Tabel4 Hubungan Antara Persepsi Tentang Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam di Kecamatan Jetis.. Persepsi responden tentang partlslpasi pria dalam KB sebagian besar pada kategori cukup yaitu 77% dan kategori baik sebanyak 12%. Partisipasi Pria dalam KB.967 P =0.0 9.7%. Berdasarkan hasH uji Chi square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB. No. sedangkan yang masuk kategori baik9%.

----------- p.3 39. % 20.0 f 14 77 9 100 % 100.0 f 10 ·76 14· 100 % .0%.3%.0 100.0 100.0 100. No. Agustus 2009 1104 .0 100..1-~a ~. dan proporsi terendah pada responden dengan sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 33.8%. 65. Tinggi Rendah 1. Praktik Istri terhadap Partisipasi Pria dalam KB Sebagian besar responden menyatakan bahwa praktlk istri terhadap partisipasi prla dalam KB pada kategori cukup yaitu 76% dan 14% pada kategori baik. VIII. 100.02 8 26 80.8 33. dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis.4%. sedangkan terendah pada kategori kurang yaitu 10%.. 64.. Pada responden dengan partisipasi pria rendah proporsiterbesar pada responden dengan sikap istrl terhadap partisipasi prla dalam KB kurang yaitu 71. . 3.0.6 66.ia ::bat.0 100.0%.0 2 50 9 .0 .2 66T 61.4 33. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB PraktikIstri terhadap No PartisipasiPriadalamKB Rendah Tinggi % 1.0 34.6%. dan proporsi terendah pada responden dengan JW7Ial Riset Daerah Vol.8. . 6.0 100..027 10 26 3 39 71. 3.2 35. Total .2. Pada responden dengan partlslpasi pria dalam KB rendah proporsi terbesar pada responden dengan praktik istri terhadap partisipasi prla dalam KB kurang yaitu 80. dan proporsi terendah pada responden dengan praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB kurang yaitu 20.0 4 51 6 Total % 28.ncaJt4 ----------- Tabel5 Hubungan antara Sikap Istri terhadap Partisipasi Pria dalam KB . 2. Tabel 6 terlihat bahwa partisipasi pria dalam KB dengan krlterla tinggi proporsi terbesar pada responden dengan praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB kategori cukup yaitu 65.m _j(. 2.0 61 Tabei 6 Hubungan Antara Praktik Istri terhadap Partisipasi Pria dalam KB denqan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis. 5 39· 61 responden dengan sikap istri kurang yaitu 28. Kurang (skor < 8) Cukup (skor 8 -12) 8aik (skor > 12) Jumlah ..197 p=O.. 1= 7.7 39.862 p= 0.3 61. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB SikapIstri terhadap No PartisipasiPriadalamKB %. Kurang (skor <2) Cukup (skor 2-4) linggi(skor >4) Jumlah "I:: 7.

3.2%.05) didapat.pada responden dengan sikap teman pasi pria dalam KB adalah paraktik istri. dan proporsi terendah varia bel yang paling dominan dalam memberikan hubungan dengan partisi.0 2 51 8 61 Total % 20. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB SikapTernanterhadap No PartisipasiPriadalarnKB Rendah Tinggi % 1.0%.3 39. bahwa partisipasi pria dalam KB dengan Dengan uji Chi square (0=0.4 4 39 66.0 100. Dengan uji Chi square Sikap teman terhadap partisipasi (0=0. Analisis hubungan antara sikap diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara praktik istri teman dalam program KB dengan partiterhadap 'partlsipasi prla dalam KB sipasi pria dalam KB menunjukkan dengari partisipasi pria dalam KB.02 t= 7. sedangkan responden pada kategori dalam KB cukup yaitu 34.6 33.praktik istri terhadap partisipasi pria cukup yaitu 78% dan kategori baik 12%.02. Pada resrasio atau exp (B) 13.l105 ' . Kurang (skor < 30) Cukup (skor 30-39) Baik (skor >39) Jumlah p= 0.02.0 Jumal Riset Daerah Vol.033) dengan nllal odds kriteria kurang yaitu 20.0 34.pria dalam KB kurang yaitu 80/0%/ dan proporsi terendah pad a responden kan partisipasi pria dalam KB dibandindengan sikap teman terhadap partisipasi gkan dengan responden dengan praktik baik yaitu istri terhadap partisipasi pria dalarn KB pria dalam KB krlteria 33/3%.858 8 27 80.7 61.0 65.0 100.kriteria tinggi proporsi terbesar pada kan p value 0.0 100. Sikap Teman terhadap Partisingan yang signifikan antara sikap ternan pasi Pria dalam KB dalam program KB dengan partisipasi pria dalarn KB.05) didapatkan p value 0. pria dalam KB sebagian besar kategori = = Tabel7 Hubungan Antara Sikap Ternan terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis.2. Berdasarkan hasil uji Chi square kurang sebesar 10%.0 f 10 78 12 100 % 100.7%.. dengan kategori kurang.213 yang artinya ponden dengan partisipasi pria rendah praktik istri terhadap partisipasi pria proporsi terbesar pada responden dedalam KB dengan kategori cukup rnern. terhadap partisipasi pria dalarn KB diperoleh (p 0. Agustus' 2009 " . Berdasarkan hasiluji Chi square diperoleh hasll bahwa terdapat hubu7. responden dengan sikap ternan terhadap partisipasi pria dalam KB kriteria baik Analisis multivariat menunjukkan yaitu 66.ngan sikap teman terhadap partisipasi punyai kemungkinan 13 kali menyebab.. 2. VEIL No.

6 0% 39.----------- p~ia 2Jalam fslU<J'9a IJmneatia ----------- Tabel8 Hubungan Antara Praktik Ternan terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB di Kecamatan Jetis.8 41. VJil.0 2 45 14 61 Total % 22. Pada responden dengan partisipasi prla dalam KB rendah proporsi terbesar pada responden dengan akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB rendah yaitu 47.6%.001 ParDengan uji Chi square (0=0.05) didapatkan p value 0.8%. Jumal Rise! Daerah flO!.0 100.8%. Pada tabel 8 terlihat bahwa partlsipasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsi terbesar pada responden dengan praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 100%. Akses Pelayanan terhadap Partisipasi Pria dalam KB = Praktik Teman terhadap tisipasi Pria dalam KB Praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar pada kategori cukup yaitu 77% dan 14% pada kategori baik. Akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar berkategori tinggi yaitu 61 %.001.0 i= 14. No. 3.2%.2.0 100. Pada responden dengan partisipasi pria dalam KB rendah proporsi terbesar pada responden dengan praktlk teman terhadap partisipasi pria dalam KB kurang yaitu 77.2 58. P 0. Agustus 2009 1106 .2%.0 f 9 77 9 100 % 100. Berdasarkan hasil uji Chi square diperoleh hasll bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara praktik teman terhadap partisipasi dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB. dan proporsi terendah pada responden dengan akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB rendah yaitu 52A%. dan proporsi terendah pada responden dengan praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB baik yaitu 0 %. sedangkan responden yang mempunyai akses pelayanan rendah sebesar 39%. 2.4 100 61. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB PraktikTernanterhadap No PartisipasiPriadalamKB % Rendah Tinggi 1. 9. sedangkan 9% yang berkategori kurang . dan proporsi terendah pada responden denqan akses pelayanan terhadap partlslpesl pria dalam KB tinggi yaitu 32. Paparan tabel 9 memperlihatkan bahwa partisipasi pria dalam KB dengan kriteria tinggi proporsi terbesar pada responden denqan akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB tinggi yaitu 67.851 8. Kurang (skor <4) Cukup (skor 4-8) Baik (skor >8) Jumlah 7 32 0 39 77. dan proporsi terendah pada responden dengan praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB kurang yaitu 22.0 100.

----------- Pria 2Jala". masih ada 42% responden berpengetahuan salah bahwa vasektomi tidak hanya hanya dilakukan sekali seumur hidup dan masih 41% responden yang tidak tahu vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi pria.cana ----------- Tabel9 Hubungan Antara Akses Pelayanan terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi pria dalam KB di Kecamatan Jetis. 2.133. . 3.2 61. Masih banyak respoden yang belum paham tentang jenis-jenis metode kontrasepsi pria. 2. hanya 69% responden yang tahu suntik KB bukan merupakan salah satu metode kontrasepsi pria. Hal ini berbeda dengan penelltian Ekawati yang menyatakan pendidikan pria berpengaruh positif terhadap persepsi pria untuk ber KB.2. Selain itu metode vasektomi juga masih kurang farnltler dipahami oleh responden.8 39. Agustus 2009 1107 .0 18 43 61 Total % 50.0 i= 2.05) didapatkan p value 0.0 67. PEMBAHASAN Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Partisipasi Pria dalam KB Berdasar uji statistik dengan uji chi square ternyata tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi pria dalam KB. Sejalan dengan studi kualitatif yang dilakukan BKKBN pusat di Jawa Tengah dan ]awa Timur yang menunjukkan rendahnya pengetahuan menjadi salah Jumal Riset Daerah VOl. Rendah (skor < 3) Tinggi (skor 3) Jumlah 20 21 39 50. VIIL No.0 32.7lHal ini kemungkinan disebabkan di dunia pendidikan formal juga tldak ada materi khusus yang membahas tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang keluarga berencana sehingga disini seseorang mengetahui tentang partisipasi pria dalam KB bukan dari sektor pendidikan formal melainkan dari teman dan mass media terutama dari surat kabar dan televisi.0 f 36 64 100 % 100.0 100. Dengan uji Chi square (0=0. Hal ini dapat dilihat dari hampir separuh responden (44%) berpengetahuan salah bahwa vasektomi dapat menurunkan kejantanan pria.133 Berdasarkan hasil uji Chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan KB pria dengan partisipasi prla dalam KB. 1.J(efuar9a Bmn. Hubungan Pengetahuan tentang partisipasi pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB D. Kabupaten Bantul Tahun 2008 Partisipasi Pria dalam KB AksesPelayananterhadap No PartisipasiPriadalam KB Rendah Tinggi % 1.261 o= 0.0 100. Walau separuh lebih responden termasuk kriteria tinggi (55%) namun masih ada hal-hal esensial tentang partisipasi pria dalam KB yang belum diketahui responden.

Mar'at sikap merupakan dangkan menu rut Green. obyek.Hal ini sesuai dengan teori dap partisipasi pria dalam KB dengan dalam Kb bahwa tingkah laku manusia semata. Ma kin berpendid ikan Widodo dkk yang menyatakan bahwa seseorang.----------- Pria 2"lam _j(s!uar1" Eemu:ana ----------- satu faktor rendahnyapartisipasi pria ngan yang signifikan antara sikap terha8J." Dapat diasumsikan bahwa Partisipasi Pria dalam KB bersikap baik terhadap partisipasi pria dalam KB berarti mendukung untuk Berdasar uji statistik dengan ujl chi berpartisipasi dalam KB. Hubungan Sikap terhadap Paratau tidak rnendukunq terhadap obyek tisipasi Pria dalam KB dengan tersebut. Sikap yang baik square dengan tingkat kepercayaan dari responden tergantung pada segi 95% (0=0. kemudian rembugan sama istri akhirnya sikap yaitu kognitif afektif (perasaan) dan konatif (kecensaya putuskan ikut vasektomi (Smn) Dari hasil FGD menunjukkan bahwa derungan bertlndak}. al ini disebabkan selama ini kebiasaan masyarakat yang menganggap rupakan hasll dari tahu. Se. Sikap responden terhadap PLKBataupun dari petugas kesehatan . merupakan perasaan mendukung 3.dan kesehatan reproduksi diyakini akan partisipasi prla dalam nuhi kelnqinan/kebutuhan".Menurut tahuan sebelum melakukan tindakan itu predisposisi (mempermudah) untuk beradalah merupakan hal yang penting 11). VIIL No. bukan dari kung terhadap upaya berpartisipasi dalam KB. dan ini terjadi seteJah orang melakukan pengindraan bahwa masalah KB adalah wiJayah terhadap suatu objek tertentu'?'. otornatls akan semakin baik . sikap yang peduli terhadap masalah KB perbuatan-perbuatannya untuk merne.009. Hal ini sejalan dengan penelitian berfikirnya. bahwa penge.KB12J. dalam hal ini partisipasi dalam KB.partisipasi pria dalam KB dengan p value mata ditentukan oleh kemam-puan 0. proses interaksi komponen komponen (pengetahuan).'" Dengan derniresponden memperoleh pengetahuan kian sikap respond en yang baik terhadap tentang partisipasi KB pria dari teman partisipasi pria dalam KB merupakan atau tetangga dan dari media massa perasaan yang memihak atau mendu(televisi dan surat kabar). tindak terhadap obyek tertentu'". Sikap untuk terwujud dalam suatu tindakan Berkembangnya mitos dimasyaratergantung pada situasi saat ltu.perempuan dan pria tidak perlu terlibat. pada kat bahwa vasektomi dapat menurunkan banyak sedikitnya pengalaman sesekejantanan pria (44%) menyebabkan orang mengacu pada pengalaman orang seseorang masih takut dalam mengikuti Jain. Menurut Azwar (1988) sikap adalah program KB pria seperti diungkapkan suatu kecenderungan untuk member!responden FGD : Dulu sebelum divasektomi takut kan respon terhadap suatu obyek atau kalau-kalau setelah vasektomi tidak bisa sekumpulan obyek dalam bentuk peramemuaskan hubungan dengan istri saan memihak (favourable) maupun tetapi setelah melihat ternan ikut tidak memihak (unfavourable) melalui vasektomi dan tidek ada meseleh. Agustus 2009 1108 .2.positif dan negatif komponen pengetaJumal Riset Daerah Vol. Menurut meningkatkan H Notoatmodjo (2007). pengetahuan me.05%) ternyata ada hubu.

. huan tetang partisipasi pria dalam KB.. bersikap baik terhadap kader KB yaitu 91 %. No. Sebaliknya semakin banyak segi negatif akan semakin negatif sikap yang terbentuk.----------- Pria 2ala . Hubungan Persepsi tentang Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB Sebagian besar persepsi responden tentang partisipasi pria dalam KB sudah benar.. tetapi saya kire sudah merupakan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan membatasi jumlah keluarga" (Mjr) 4. Selain itu peran tokoh masyarakat ternyata juga cukup besar terhadap keputusan seseorang berpartlslpasi atau tidak dalam KB. Selain itu masih kurangnya dukungan dari istri. kerugian dan efek samping darl vasektomi. Mereka masih belum paham tentang keuntungan-keuntungan. Agustus 2009 1109 . Sebagian besar responden juga bersikap baik istri menggunakan kontrasepsi yaitu 89%. Serta masih ada 20% responden yang bersikap kurang dalam membantu istri dalam penggunaan kontrasepsi secara benar dan mengantar istri ke fasilitas kesehatan untuk kontrol atau rujukan. Masih ada 21% reponden yang bersikap kurang terhadap keikutsertaan dalam program KB pria bila istri tidak memungkinkan dan keberatan blla istri menjadi kader KB.Ys!. pelaksanaan vasektomi membahayakan keselamatan jiwa (40%). Dalam hal partisipasi sebagai promotor atau motivator KB. VIII. menggunakan kontrasepsi kondom dllarang oleh agama (23%).2.wga Bsrsncan. Makin banyak segi positif komponen pengetahuan dan makin penting kornponen itu. teman dan tokoh masyarakat terhadap partisipasi pria dalam KB. Namun masih hampir setengah responden yang berpersepsi salah tentang metode kontrasepsi pria. responden juga masih banyak yang berpersepsi salah tentang peran motivator KB. Sikap responden yang kurang terhadap partisipasi pria dalam KB karena tidak didukung oleh slkap istri dan sikap teman yang baik terhadap partisipasi pria dalam KB. Dari kenyataan tersebut dapat diartikan bahwa mayoritas responden bersikap baik terhadap program KB pria maupun KB wanita. Namun masih 22% responden yang bersikap kurang yaitu seharusnya yang ikut jadi akseptor KB adalah hanya wanita. semakin positif pula sikap yang terbentuk.a----------Sedangkan responden yang berslkap kurang terhadap keikutsertaan dalam program KB pria kemungkinan karena masih kurangnya pengetahuan tentang metode-metode kontrasepsi pria dan kurang familier dengan vasektomi. "Program KB itu sekarang sudst: bukan program pemerintah lag. Hal ini karena responden sudah men ganggap program KB bukan merupakan program pemerintah lagi tetapi sudah merupakan kebutuhan mereka sesuai pernyataan responden FGDberikut: . Hal ini terbukti dari persepsi responden yang menyatakan kondom dapat mengurangi kenikmatan dalam hubungan suami-istri (45%). (Ancok) 15) Dari hasll analisa kuesioner mayoritas responden bersikap balk terhadap program KB pria (85%). terbukti masih ada 41 % yang berpersepsi seorang motiva- Jurnal Riser Daerah Vol.

05) didapatkan p value 0. Sedangkan yang berpersepsi salah memang terrnasuk yang berpartisipasi dalam KB rendah. penciuman dan sebagainya. membatasi jumlah anak. Sikap istri yang mendukung suami untuk KB karena alasan: Jumal Riset Daerah Vol. Dengan ujl Chi square (0=0. Adanya perbedaan s. Menurut Green persepsi merupakan salah satu faktor predisposisi seseorang untuk bertindak terhadap obyek tertentu.tetangga. Sedangkan menurut Notoatmodjo (2007) persepsiadalah pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan. Menurut Green (2000) faktor keluarga terrnasuk lstrl merupakan salah satu faktor penguat (reinforcing) yang membuat seseorang bertindak terhadap obyek tertentu. Berdasar uji statistik dengan uji chi square' dengan tingkat kepercayaan 95% (0=0.ikut KB tidak perlu memotivasi teman atau tetangga. setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda meskipun obyeknya sama. Hasil diskusi kelompok respoden menunjukkan ada yang sudah berpersepsi benar terhadap partisipasi pria dalam KB yaitu partisipasi pria dalam KB itu tidak hanya sebagai akseptor saja tetapi juga sebagai kader. Mereka yang berpersepsi benar memang dari qolonqan yang berpartislpasl dalam KB tinggi.?' Analisis menunjukkan sikap istri terhadap partlslpasl pria dalam KB paling baik dalam hal merencanakan jumlah anak yaitu 89%.05%) ternyata ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap partisipasi pria dalam KBdengan partisipasi pria dalam KB dengan p value 0. masih ada 24% responden berpersepsi salah tentang perlunya membantu istri dalam menggunakan kontrasepsi secara benar seperti mengingatkan saat minum pi! KB. tor KB hanya mendukung istrinya saja untuk . Hal ini sejalan dengan penelitian Purwanti yang menyatakan bahwa suami dengan persepsl positif terhadap alat kontrasepsi pria lebih tinggi pada kelompok suami yang menqqunakan alat kontrasepsi pria dari pada kelompok kontrol'". namun masih ada yang berpersepsi salah terhadap partisipasi pria dalam KB yaitu partisipasi pria dalam KB itu hanya ikut vasektomi.J(aluarga Bemu:ana ----------persepsi In! karena disebabkan adanya perbedaan pengalaman yang dihasilkan melalui lndera penglihatan. memotivasi istri. sudah menjadi akeptor KB pria dan termasuk dalam anggota paguyuban KB pria.027. Vlll. Dalam hal partisipasi mendukung istri untuk ber KB.2_ Agustus 2009 1110 ------_'---- . Namun masih 42% responden yang menyatakan istri tidak mendukung suami mengikuti program KB dan menjadi kader KB. pendengaran mereka .009. pendengaran. Namun faktor reinforcing bisa bersifat positif atau negatif tergantung sikap dan perilaku panutan. Hubunqan: Sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB Berdasarka n hasil uji Chi square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap istri dalam program KB dengan partisipasi pria dalam KB. No. bukan akseptor K6 prla dan belum masuk dalam paguyuban KB prla..----------- pria ::balam .

Istri bersikap mendukung terhadap partisipasi pria dalam KB karen a KB pria lebih etektit. Hubungan Sikap Teman terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB Berdasarkan hasll uji Chi square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ternan terhadap partisipasi prla dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB. Namun tldak selamanya faktor reinforcing ini bersikap positif."? Dalam kaitan ini dukungan istri Pentingnya dukungan istri juga diungkapkan oleh semua responden FGD I merupakan pengaruh yang positif terhabahwa sebelum dap keputusan suami untuk partisipasi yang menyatakan mereka melaksanakan vasektomi atau dalam KB balk sebagai peserta KB menggunakan kondom mereka konsulmaupun sebagai kader KB. ada juga yang bersikap negatif tergantung perilaku orang yang kita jadikan panutan. Jurnal Riset Daerah Vol. anak banyak repot. Vl/L No. Sedangkan sikap istri yang tidak tasi dulu dengan istri. Berdasarkan hasil uji Chi square diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partlsipasi pria dalam KB. keunKB tungan dan kerugian vasektomi.05) didapatkan p value 0. tidak ada dampak.033. Menurut Green (2000) faktor keluarga termasuk istri merupakan salah 7. faktor ekonomi kalau anak ban yak (Rl) satu faktor penguat (reinforcing) seseorang dalam bertindak terhadap suatu obyek. Hubungan Praktik istri terhayang kurang terhadap partisipasi pria dap Partisipasi Pria dalam KB dalam KB terutama belum begitu paham dengan Partisipasi Prla dalam dengan metode kontrasepsi pria. sedangkan istri tidak partisipasi pria dalam KB.KB karena niJai-nilai budaya setempat tahuan dari istri yang kurang terhadap menganggap kader KB pria adalah hal yang aneh. Dari hasil analisis terlihat bahwa praktlk istri terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar sudah baik. Kenyataan ini menunjukkan bahwa faktor sikap teman terhadap partisipasi prla dalarn KB mempunyai hubungan dengan partlslpasi pria dalam KB. Dengan uji Chi square (0=0.05) didapatkan p value 0. Praktik istri yang mendukung terhadap partisipasi pria tidak mengijinkan suami menjadi kader dalam KB karena kemungkinan penge.020 . Namun sebagian besar istri tidak mengijinkan suami menjadi kader KB (85%). mengijinkan suami ikut KB pria karena kemungkinan pengetahuan dari istri 6. dalam hal ini perilaku istrl. kesehatan terjaga. Mayoritas sikap ternan terhadap partisipasi pria da!am KB sudah baik. Dengan uji Chi square (0=0. Agustus 2009 1111 .020. Demikian juga blla diuji secara multivariat didapatkan hasil bahwa faktor praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB merupakan faktor yang paling berhubungan denqan partisipasi pria dalamKB dengan p value 0. pernah KB wanita tetapi tidak cocok.2.

Dari analisis terlihat bahwa sebagian besar responden menyatakan pelayanan KB pria tidak dekat dengan tempat kerjanya (62%). Menurur.. (Rll) Dari pernyataan tersebut terlihat kurangnya komunikasi antara PLKB dan petugas kesehatan dengan pria pasa- Jurnal Riset Daerah Vol. hasil uji Chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB. Hal inl mungkin karena kurangnya sosialisasi dari PLKB atau tenaga kesehatan setempat seperti pernyataan responden berikut: ".. Informasi mengenai partisipasi pria dalam KB yang diperoleh melalui teman sedikit banyak telah memberikan dorongan untuk menentukan sikap seseorang dalam berpartisipasi dalam KB. Akses Pelayanan terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalamKB Berdasarkan. Agustus 2009 1112 . Green (2000) teman sebagai salah satu faktor reinforcing yang bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan terhadap obyek tertentu. Padahal di Kecamatan Jetis sudah tersedia Puskesmas dengan salah satu layanannya adalah KB pria dengan tarif murah.05) didapatkan p value 0. Dengan uji Chi square (0=0. Menurut Green (2000) faktor akses pelayanan merupakan salah satu faktor pemungkin (enabling) yang menyebabkan seseorang bertindak atau tidak bertindak terhadap suatu obyek tertentu.. Menurut Zimmer-Gembeck (2002) teman arnat besar pengaruhnya bagi kehidupan sosial dan perkembangan diri rernaja'". masih 48% responden yang menyatakan biaya untuk ikut dalam KB pria mahal. Sikap teman yang kurang baik terhadap kader KB karena memang secara nilai sosial budaya kader KB pria masih dianggap aneh... mendukung terhadap penggunaan alat kontrasepsi (93%).eana ----------- hampir semua senang bila diajak merencanakan jumlah anak (94%).133 . Yang digarap tentang KB selama ini oleh pemerintah hanya KB wanita..ia :JJalm . Memang tidak bisa diingkari bahwa pengaruh lingkungan masyarakat seperti teman sebaya.2. bersikap kurang baik dalam mendukung menjadi kader KB (22%). 8. Ini menunjukkan peran teman merupakan salah satu sumber pengetahuan dan perilaku dalam berpartisipasi dalam KB pria. VIII. Padahal tokoh masyarakat salah satu tokoh yang dijadikan panutan oleh responden. masih ada yang menganggap urusan KB adalah urusan wanita selain itu masih kurangnya peran dari tokoh masyarakat yang menjadi kader KB. Hubungan. KB pria tidak pernah ada program". Namun masih 40% teman yang bersikap kurang senang menjadi kader KB. No. Lingkungan atau dukungan teman rnenjadl ' salah satu motivasi untuk melakukan hal yang sama. Hal ini berbeda dengan penelitian BKKBN tahun 2004 yang menyatakan kemudahan dan ketersediaan pelayanan berdampak positif terhadap penggunaan suatu alat kontrasepsi. terhadap perkembangan jiwa sangat besar'".----------- P.J(stuarga Bsm.

tetapi di Canden di jelaskan pak Kesra asal tujuannya untuk membentuk keluarga sejehtere dan bahagia dan tidak ada niat untuk menyeleweng. 9. tahun yaitu 60%. Selain itu masih adanya ketidakadilan dan kesetaraan gender. SIMPULAN Partisipasi Pria dalarri KB sebagian besar padakategori tinggi yaitu 61 % .bahwa mereka kurang menyadari bahwa urusan KB adalah tanggung jawab suami dan istri. Hubungan yang paling dornlnan adalah praktik istri terhadap partisipasi prla dalamKB dengan nilal signifikansi 0.2. ulama dl Kec Banguntapan yang berpendapat bahwa KB' ptis ttu membutiuh bibit sehinggahukumnya haram.m _)(. tlnqkat pendidikan tamat SLTA sebesar 34%. Sebab lain orang Jawa senang mempunyai anak karena adanya kepercayaan bahwa anak merupakan jaminan dihari tua.. Pengetahuan tentang partisipasi pria dalam KB sebagian besar kategori tinggi namun masih ada pengetahuan 2.arga IJmncana ----------- ngan usia subur seternpat.213.----------- pria 2>at."" Perubahan sosialdisini dad yang belum berpartisipasi dalam KB menjadi berpartisipasi dalam KB. Hal ini terlihat dari kepercayaan bahwa nilal anak lakl-lakl lebih tinggi./u. Menurut Koentjaraningrat orang Jawa percaya anak laki-laki akan memberikan suasana hangat dalam keluarga dan suasana hangat itu juga menyebabkan keadaan damai dan tenteram dalam hati 45). Persentase terbanyak responden berumur 41-50. Keadaan ini yang menyebakan pria malu untuk terlibat dengan urusan KB.'saya kira tidak haram (R7) Namun demikian masih ada juga yang berpendapat KB pria itu haram hukumnya bagi kaum muslim.033. Faktor Sosial Budaya Terhadap Partisipasi Pria dalam KB dengan Partisipasi Pria dalam KB Dari hasil FGDdapatdijelaskan bahwa nilai tentangKB prla haram hukumnya bagi muslim itu sudah mulal ditepis oleh masyarakat seiring perkernbangan jaman. Dari pernyataan tersebut terlihat . 3. Nitai adjusted OR atau exp (B) 13. Sedangkan dalam hal penqambllan keputusan dalam ber KB memang sudah ada musyawarah antara suami dan Istrl. Golonqan yang masih menganut pendapat ini biasanya dari golongan muslim yang sanqat kuat atau radikal. 1. Jurnal Riset Daerab Vol. dari anak perempuan. sedanqkan responden yang mempunyai partisipasi dalam program KB rendah sebesar 39%. seperti diungkapkan responderi berikut: Ada. No. Sehingga ada kecenderungan mereka akan menambah jumlah anak untuk menjamin masa tuanya. Agustus 2009 111~ . namun demikian pengambil keputusan tetap suami sebagai kepala keluarqa. VIII. Adanya . Ini karena adanya kepercayaan bahwa anak lakl-laki sebagai penerus garis keturunan. Padahal menurut Carrol (1973) komunikasi secara akrab penting untuk perubahan soslal.ketidakadilan dan kesetaraan gender juga terlihat dari ucapan "KB itu kan urusan wanlta". E.

VIII. Akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar kategori tinggi yaitu 58%. Masih ada nilai-nilai sosial budaya negatif yang berhubungan dengan partlslpasl pria dalam KB seperti: faktor malu terhadap lingkungan apabifa pria berpartisipasi dalam KB. 11. praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan. akses pelayanan terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partisipasl prla dalam KB.ga BerencallD. yang kurang terutama tentang vasektomi dapat menurunkan kejantanan pria (44%). sikap teman terhadap partisipasi pria dalam KB. 5. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang partisipasi pria dalam KB. Sikap teman terhadap partisipasi priadalam KB sebagian besar kategori cukup yaitu 78%. 13.J("luo.2. praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB dengan partisipasi pria dalam KB. Persepsi yang masih salah terutama tentang kondom dapat mengurangi kenikmatan dalam hubungan suami-istri (45%) Sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar kategori cukup yaitu 77%. 4. Jurnal Riset Daerah Vol. Agustus 2009 1114 . 7. 6. 12. Praktik istri terhadap partisipasi pria dalam KB yang paling kurang yaitu istri tidak mengijinkan suami menjadi kader KB (85%). Akses pelayanan terhadap partlslpasl pria dalam KB yang paling kurang dalam hal pelayanan KB pria tidak dekat dengan tempat kerjanya (62%).. persepsi tentang partisipasi pria dalam KB. Praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB yang paling kurang baik yaitu sebagian besar teman tidak menggunakan metode vasektomi untuk ber KB (90%). masih ada yang menganggap nilai anak laki-Iaki lebih tinggi dari pada anak perempuan dan urusan KBadalah urusan wanita Sikap terhadap partisipasi pria dalam KBsebagian besar kategori cukup yaitu 79%.----------- pria ::balam . Sikap ternan terhadap partisipasi pria dalam KB yang paling kurang yaitu teman kurang senang menjadi kader KB (40%) Praktik teman terhadap partisipasi pria dalam KB sebagian besar pada kategori cukup yaitu 77. sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB. Sikap kurang baik yang paling dominan yaitu seharusnya yang ikut jadi akseptor KBadalah hanya wanita (22%) Persepsi tentang partisipasi pria dalam KB sebagian besar pada kategori cukup yaitu 77%. Sikap istri terhadap partisipasi pria dalam KB yang paling kurang baik terutama istri tidak mengijinkan suami mengikuti program KB (42%) dan tidak rnendukung menjadi kader KB (42%). Praktik istri terhadap parttsipesl pria dalam KB sebagian besar kategori cukup yaitu 76%. No. 8. sikap responden terhadap partisipasi pria dalam KB. 10. ----------9.

Analisis Hasil SDKI 1997. UGM Yogyakarta. Jumal Riset Daerab Vol. Azwar. USA.. Pengambi/an Keputusan Penggunaan A/at Kontrasepsi Pria di Indonesia. Jakarta. Rajawali. 1986. 2002 . SN/2006 Jakarta. Agustus 2009 1115 . Pratiknya. 1994. Jakarta. Mayfield 2007. 1988. Peri/aku Notoatmojo. Fak. Jakarta.W. Kolibu. BKKBN. 2000 . Ghalia Jakarta. Pene/itian Kedokteran dan Kesehatan. VIII. Jakarta. Laporan Bulanan Program KB Kabupaten Bantu/. Bantul.----------BKKBN. The John Hopkins Publishing. Aildi Offset. BKKBN. Kedokteran. Indonesia. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan I/mu Keseheten. Kecamatan Poasia. 2003 Peningkatan Peren Suami Da/am Pe/aksanaan KB di Lingkungan Ke/uarganya. UGM. Theory of Reasoned Action. Pengetahuan dan Sikap Pasangan Suazi Istri Mengenai Masalah Kesehatan Reproduksi Perempuan Hubungannya dengan PartisipasJ Pria dalam KB. Bias Gender Da/am Pelayanan KB di Ke/urahan Anduonohu. Rineka Cipta. Bart. Sains Kesehatan. No. 2007 Operasiona/isasi Program dan Kegiatan Strategis Peningkatan Partisipasi Pria da/am Ke/uarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Gema Partisipasi Pria. University. Smet. Jakarta. Sikap Manusia. 2000. suprihastuti. Slswanto Agus Wilopo. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. 2000. BKK. Liberty. Sulawesi Tenggara. soekidjo. Notoatmojo. BKKBN. Perubahan Serta Pengukurannya. 2004. Aman. saefudin. .2. No. A. pria ::balamYsluarga Bsrsncana ----------- DAFTAR PUSTAKA Peningkatan Partisipasi Pria Da/am Ke/uarga Berencana dan Kesebeten Reproduksi. Widodo. April. Jakarta. Dasar-Dasar Netodoloq. Kota Kendari. Yogyakarta. soekidjo. dan Yayi suryo Prabandari. Yogyakarta! 2004. Ekawati. DR. 1982. Jakarta. 2006. Mar'at.

Him 47 . Spiro. Yogyakarta. Communication Strategies for Family Planning. E.J. dan M. Pusat Study Bruner. Metode Anthropologi. Lewis. Perencanaan Pendidikan Kesehatan. The Nature of Human Communication. No. Sarlito Wirawan. New York: The Free Press a division of Macmillan Publishing co..1973 Jurnal Riset Daerah Vol. Sarwono. Masalah Mengenai Proses Penerimaan Unsur Kebudayaan Asing. PT Raja Grafindo Persada. Agustus 2009 1116 . Inc. Mamdi. UI. M. Penerbitan. 1958. 2005. 2000. Remaja Berkualitas Problematika Remaja dan Solusinya.ia 2Jafo. Teknik Penyusunan Skala Pengukur. Rogers. Kependudukan dan Kebijakan UGM. Psikologi Remaja.M. Jakarta. Everett. Zulazmi dkk. Jakarta Tahun 1990.Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Dalam Koentjaraningrat. 2002. M. Basri. Jakarta. VIII.2.m _)("t"mga Bsrencana ----------- Ancok Djamaludin. Carrol.60. Herskovits.----------- P. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful