Obesitas Dan Produktivitas Kerja Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2002, pekerja Indonesia di bidang

industri pengolahan mencapai 7.941.301orang yang terdiri dari 63,63% pekerja laki-laki dan 36,37% pekerja perempuan sedangkan pada tahun 2006 pekerja laki-laki yang bekerja di industri pengolahan mencapai 44,03% dan pekerja perempuan mencapai 55,97%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada perempuan juga mengalami peningkatan, yaitu dari 49,23% pada tahun 2004 menjadi 50,65% pada tahun 2005. Peningkatan jumlah pekerja ini berakibat positif pada pertambahan tenaga produktif. Namun, status kesehatan dan gizi pekerja pada umumnya belum mendapat perhatian yang berakibat pada penurunan produktivitas kerja dan biaya produksi menjadi tidak efisien. (Kusriyana,R,2010) Kusriyana,R. Helmyati, S. Budiningsari,RD. Asupan Zat Gizi, Status Gizi Dan Motivasi Serta Hubungannya Dengan Produktivitas Pekerja Perempuan Pada Bagian Pencetakan Di Pabrik Bakpia Pathuk 25 Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol. 7, No. 1, Juli 2010: 41-47 Kelebihan berat badan adalah suatu kondisi dimana perbandingan berat badan dan tinggi badan melebihi standar yang ditentukan. Sedangkan obesitas adalah kondisi kelebihan lemak, baik di seluruh tubuh atau terlokalisasi pada bagian-bagian tertentu. Obesitas merupakan peningkatan total lemak tubuh, yaitu apabila ditemukan kelebihan berat badan >20% pada pria dan >25% pada wanita karena lemak. (Ganong W.F, 2003) Ganong, WF. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Ganong. Edisi 22, Jakarta: EGC. Dari hasil studi tersebut, 83 persen dari pekerja obesitas dalam penelitian, dilaporkan memiliki setidaknya satu penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, depresi, serta nyeri sendi dan otot. (Wahyuningsih,M. 2010) Wahyuningsih, M. 2010. Tubuh Gemuk dan Rokok Bikin Orang Kurang Produktif. detikHealth (Online) http://www.detikhealth.com. Diakses Tanggal 1 Januari 2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful