Anda di halaman 1dari 23

Laporan Responsi Manajemen Laboratorium Mutu Pangan

Hari, tanggal : Sabtu, 12 Maret 2011 PJ Dosen : Bogy Purbojo

GOOD LABORATORY PRACTICE DI LABORATORIUM OLAH 2

Disusun oleh : Kelompok 4/JMP A1 Meilisa Jean Br. Barus Nisa Annisa Nur Hartinah Anggriany Wulan Apriani J3E108084 J3E109112 J3E109089 J3E109096

PROGRAM KEAHLIAN SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Good Laboratory Practice (GLP) atau praktek laboratorium yang benar pertama kali ditemukan dalam New Zealand Testing Laboratory Registraction Act of 1972.(Madbardo, 2010)Laboratorium harus dilengkapi dengan peralatan dan instrumentasi yang diperlukan agar pengujian dapat dilaksanakan. Peralatan pengujian, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, harus dilindungi dari penyetelan atau pengoperasian yang dapat menyebabkan tidak validnya hasil pengujian. Peralatan dan perangkat lunak yang digunakan untuk pengujian harus sesuai dengan tugas dan ruang lingkup pengujian, mampu mencapai akurasi yang disyaratkan, serta memenuhi spesifikasi yang relevan dengan

pengujian.(Madbardo, 2010) Pada institusi perguruan tinggi, keberadaan tempat praktikum dan fasilitas praktikum merupakan perangkat yang sangat penting peranannya, karena perangkat ini sebagai tempat untuk mengembangkan dan mendidik ketrampilan para mahasiswa, sehingga lulusannya mampu bekerja sesuai pada bidangnya . Tempat praktikum yang dimaksudkan disini adalah laboratorium atau bengkel kerja (workshop) yang lengkap dengan segala fasilitasnya . Fungsi lain dari laboratorium, selain untuk mendidik ketrampilan mahasiswa juga berfungsi untuk kegiatan penelitian ilmiah para dosen, dengan demikian peranan laboratorium ini sangat penting sekalo di lembaga perguruan tinggi, terutama untuk keperluan pengembangan ilmu. 1.2 Tujuan Mengetahui penerapan Good Laboratory Practice di Laboratorium Olah dua.

II.
2.1 Organisasi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1 Spesifikasi Struktur Organisasi GLP di Laboratorium Olah 2


No 1 Nama Jabatan Tugas dan Tanggug Jawab 1. Mengkoordinir seluruh staf dalam melakukan pelayanan laboratorium 2. Membuat program jangka pendek dan jangka panjang 3. Membuat program pengadaan kebutuhan alat-alat dan bahan laboratorium 4. Memberikan informasi dan rekomendasi menyangkut teknik pengelolaan 5. Melaksanakan pembinaan bagi staf dan pelaksana teknis laboratorium 6. Melaksanakan pemantapan mutu internal dan eksternal 7. Menjaga dan mendeteksi dini terganggunya keamanan lingkungan kerja 8. Bertanggung jawab terhadap pelayanan mahasiswa untuk peminjaman alat. 2 Nisa Annisa Wakil penanggung jawab Laboratorium Olah 2 1. Membantu mengkoordinir seluruh staf dalam melakukan pelayanan laboratorium 2. Membantu membuat program jangka pendek dan jangka panjang 3. Membantu membuat program pengadaan kebutuhan alat-alat dan bahan laboratorium 4. Membantu memberikan informasi dan rekomendasi menyangkut teknik Pendidikan tehnik industri Pelatihan : mengikuti pelatihan penanganan dan mesin, beberapa : S1 Kompetensi Pendidikan : STP Pelatihan :- training HACCP, -Training entrepreneur, Pengalaman : 7 tahun

Meilisa Jean Penanggung Br. Barus jawab laboratorium olah 2

pameran-pameran mesin pengolahan, Pengalaman : 3 tahun

No

Nama

Jabatan

Tugas dan Tanggug Jawab pengelolaan 5. Membantu melaksanakan pembinaan bagi staf dan pelaksana teknis laboratorium 6. Membantu menjaga dan mendeteksi dini terganggunya keamanan lingkungan kerja

Kompetensi

Nur Hartinah Administrasi Anggriany

1. Membuat data inventaris mesin/alat yang ada di Lab 2. Membuat laporan penggunaan bahanbahan praktek; 3. Membuat laporan penerimaan bahanbahan praktek; 4.Membuat laporan penggunaan mesin/alat praktek; 5. Membuat laporan kerusakan/perbaikan mesin/alat praktek; 6. Membuat jadwal kegiatan akademis yang ada di lab/bengkel kerja;

Pendidikan Akuntansi Pelatihan Pembinaan

:D3

pengolahan data di laboratorium pengolahan. Pengalaman : 1 tahun

Wulan Apriani

Teknisi

1. Melayani keperluan mengajar dosen/instruktur; 2. Melayani keperluan praktikum mahasiswa; 3. Mengatur keluar/masuk peralatan praktikum 4.Mengatur keluarnya bahan praktek keperluan mahasiswa; 5. Memeriksa kondisi mesin/alat yang ada di Lab

Pendidikan : D4 Ilmu Pangan Pelatihan :-mengikuti seminar pengolahan pangan, -training management Pengalaman : 2 tahun

2.2 Personil Tabel 2 Spesifikasi Personil GLP di Laboratorium Olah 2


No. 1 Nama Jabatan Pendidikan Kemampuan STP Standar Sarjana Teknolo gi Pangan Hasil Pelatihan Kemampuan training HACCP, Training entrepreneur Standar Training manajem en laboratori um 2 Nisa Annisa Wakil penanggung jawab laboratorium olah 2 S1 industri tehnik S1 tehnik industry pangan Kurang sesuai mengikuti pelatihan penanganan mesin, beberapa pameranpameran mesin pengolahan, 3 Nur Hatinah Administrasi Angriany D3 Akuntansi D3 manaje men Belum sesuai Pembinaan pengolahan data Training mengaudi di t 1 tahun 1 tahun sesuai Training manajem en Kurang sesuai 3 tahun 2 tahun Sesuai Masih memerlukan training memahami manajemen laboratorium dengan benar dan baik Harus memberikan training tentang untuk Hasil Kurang sesuai Pengalaman Kemampuan 7 tahun Standar 3 tahun Hasil Sesuai Keterangan Diterima,

Meilisa Jean Penanggung Br. Barus jawab laboratorium olah 2

dan laboratori um

No.

Nama

Jabatan

Pendidikan Kemampuan Standar akuntan si Hasil

Pelatihan Kemampuan laboratorium pengolahan Standar manajem en laboratori um Hasil

Pengalaman Kemampuan Standar Hasil

Keterangan mengaudit manajemen laboratorium khususnya dibidang pangan.

Wulan Apriani

Teknisi

D4 Pangan

Ilmu D3 tehnik Industri pangan

Belum sesuai

mengikuti seminar pengolahan pangan, training management

Training mengolah peralatan pilot plan Kurang sesuai

2 tahun

1 tahun

kurang

sesuai

masih diperlukan training tentang alat

pengolahan

bertaraf pilot plan

Personil yang memiliki kualifikasi ditempatkan sesuai dengan tugas yang ada dibidangnya. Laboratorium harus memiliki ketentuan untuk menjamin agar seluruh personelnya bebas dari pengaruh komersial baik secara internal maupun eksternal, pengaruh keuangan serta tekanan lainnya yang dapat mempengaruhi mutu kerjanya. Laboratorium harus didukung oleh personel yang mempunyai tanggung jawab terhadap penerapan sistem manajemen mutu dan personel teknis dalam kegiatan operasional laboratorium. Personel tersebut harus mempunyai wewenang dan uraian kerja yang jelas serta harus ditunjang dengan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tugasnya. Untuk mendapatkan personel yang qualified, manajemen laboratorium harus merumuskan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan personel

laboratorium. Program pelatihan harus relevan dengan tugas sekarang dan tugas masa depan yang diantisipasi oleh laboratorium. Harus ada catatan atau data tentang kualifikasi, pengalaman dan latihan yang dipunyai oleh setiap personel, seperti yang tercantum dalam tabel 1. Pada dasarnya, program pelatihan berguna bagi personel yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan atau mereka yang masih membutuhkan peningkatan keahlian. Karena itu, langkah pertama adalah melakukan analisis kebutuhan pelatihan bagi seluruh personel laboratorium. Personil yang bekerja di laboratorium Olah dua terdiri dari penanggung jawab laboratorium olah dua, wakil penanggung jawab laboratorium olah dua, administrasi, dan teknisi. Personil tersebut di jabatkan kepada; penanggung jawab laboratorium olah dua yaitu Meilisa Jean br. Barus, wakil penanggung jawab laboratorium olah dua yaitu Nisa Annisa, administrasi yaitu Nur Hatinah Anggriany, serta teknisi dijabat oleh Wulan Apriani. Para Personil tersebut telah memiliki tugas sebagaimana seperti yang dicantumkan dalam tabel 1. Sebagian besar personil yang ada di laboratorium olah dua masih kurang memenuhi syarat sehingga masih harus mengikuti pelatihan atau training tentang manajemen laboratorium yang baik dan benar.

2.3 Peralatan Menurut sukardi tahun 2011, Laboratorium harus dilengkapi dengan peralatan dan instrumentasi yang diperlukan agar pengujian dapat dilaksanakan. Peralatan pengujian, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, harus dilindungi dari penyetelan atau pengoperasian yang dapat menyebabkan tidak validnya hasil pengujian. Peralatan dan perangkat lunak yang digunakan untuk pengujian harus sesuai dengan tugas dan ruang lingkup pengujian, mampu mencapai akurasi yang disyaratkan, serta memenuhi spesifikasi yang relevan dengan pengujian. Peralatan dan instrument yang tersedia harus diinspeksi secara periodik, dijaga kebersihan, distel dan dikalibrasi sesuai dengan standar. Peralatan dan instrumentasi harus dioperasikan oleh personel yang ahli, terlatih dan ditunjuk. Semua instruksi cara operasi setiap peralatan harus tersedia di tempat. Catatan setiap peralatan harus ada dan disimpan yang meliputi : a.Nama peralatan, deskripsi dan nomor seri. b. Tanggal perolehan peralatan (delivery) c. Data maintenance, kalibrasi dan perbaikan, d. Keselamatan yang diperlukan bagi setiap peralataan utama. e. Bukti bahwa suatu peralatan tertentu menghasilkan data analisa atau test yang sesuai standar dan memadai untuk kontrak atau peraturan. Berikut adalah spesifikasi peralatan dan instrument yang berada di laboratorium olah dua, yaitu antara lain : Tabel 3 peralatan yang terdapat pada Laboratorium Olah dua
No. 1 Nama Alat Refrigerator Kegunaan Cara Penggunaan Mendinginkan produk Kabel power disambungkan ke stop pangan maupun bahan kontak, kemudian atur suhu sesuai pangan yang akan dengan karakteristik bahan pangan

diolah maupun hasil maupun produk pangan yang akan yang sudah diolah. disimpan, tutup (agar suhu yang sudah diatur tidak berubah-ubah) 2 Freezer Membekukan bahan Penggunaan freezer pertama kali :

No.

Nama Alat

Kegunaan pangan

Cara Penggunaan kabel yang

maupun 1. Sambungkan

produk pangan baik yang akan diolah,

terdapat pada freezer dengan jaringan listrik. Tekan tombol ON pada samping freezer, 2. Setting suhu freezer yang

belum diolah maupun sudah diolah.

diinginkan, Penggunaan disetting: 1. Cek suhu yang diinginkan (lihat pada bagian bawah freezer), 2. Setelah suhu yang diinginkan sesuai, buka penutup freezer dengan mengangkat keatas, 3. Masukkan sampel atau benda yang akan dibekukan kedalam freezer, 4. Tutup menarik perlahan. Pembersihan freezer : 1. Matikan freezer dengan cara menekan tombol OFF yang berada disamping freezer, 2. Cabut kabel freezer yang freezer dengan cara secara setelah freezer

kebawah

terhubung dengan arus listrik, 3. Angkat Kristal-kristal es yang terlepas, simpan diember

kemudian buang air yang ada pada freezer dengan

menggunakan ember. Catatan : pada Kristal freezer saat es akan yang jangan

membersihkan terdapat pada

menggunakan benda tajam seperti

No.

Nama Alat

Kegunaan pisau.

Cara Penggunaan

Kompor tungku

gas

2 Mengolah memasak pangan baik

atau Nyalakan kompor dengan memutar bahan saklar yang terdapat pada bagian yang bawah kompor.

belum jadi maupun yang semi jadi. 4 Molen Dryer Mengeringkan bahan atau produk pangan dari kondisi liquid, semi liquid, maupun solid menjadi kering. 1. Hubungkan sumber listrik, 2. Tekan tombol ON untuk steker dengan

menghidupkan alat, 3. Masukkan produk yang akan dikeringkan kedalam molen, 4. Biarkan molen berputar hingga seluruh dikeringkan 5. Tarik tuas untuk mempermudah mengambil produk, 6. Matikan molen driyer produk berhasil

5.

Vakum Fryer

Mengeringkan produk pangan maupun bahan pangan keadaan vakum. dalam

1. Isi bak air sampai +3 cm permukaan bak sirkulasi, 2. Masukkan minyak goring

kedalam tabung sampai dasar keranjang buah, 3. Pastikan tombol pengatur suhu berada pada posisi OFF, 4. Periksa jarum kedudukan shu pada 85-95oC steker kemudian boks

hubungkan

pengendali suhu dengan listrik 220volt, minimal 1300watt, 5. Tekan tombol pengendali suhu pada posisi ON dan nyalakan kompor gas, 6. Setting suhu,

No.

Nama Alat

Kegunaan

Cara Penggunaan 7. Masukkan semua bahan, 8. Pasang tutup penggorengan dan kunci rapat-rapat, tutup kran pelepas/vakum, nyalakan

pompa dengan menekan tombol besar dalam posisi ON dalam boks pengontrol sambil

membuka kran sirkulasi air diatas tabung jet, tunggu hingga air keluar dari selang bagian atas kondensor. 9. Turunkan kedalam memutar minyak tuas keranjang dengan pengaduk

setengah putaran 180o 10. Matikan semua komponen setelah baan matang, 11. Buka tutup tabung dan

keranjang

penggoreng,

angkat keripik buah, dan tiriskan pengering. 6. Cup Sealer Mengklim kemasan bagian berlabel 1. Hubungkan kabel steker dengan sumber srus listrik, 2. Akrifkan alat dengan menekan saklar power pada posisi ON, 3. Putar switch thermocontol ke posisi 150-200oC (sesuaikan dengan ketebalan plastic pada mesin

pada kemasan gelas primer.

penutup gelas, tunggu sampai 7 menit) 4. Siapkan bahan kemasan, dan tutup kemasan yang telah diberi label.

10

No.

Nama Alat

Kegunaan

Cara Penggunaan 5. Masukkan produk kedalam cup plastic, 6. Cup plastic yang telah terisi, dan penutupnya yang akan di press di tempatkan dibawah alat press. 7. Tarik handle dan tekan selama lampu merah menyala, dan lepas setelah lampu merah

padam sampai plastic sudah melakat ke cup plastic. 8. Matikan cup sealer dengan

menekan saklar power pada posisi OFF. 9. Lepas kabel steker dari sumber arus listrik. 7. Mesin pencetak Mie Membuat adonan mie menjadi bentuk mie yang keinginan. sesuai 1. Sambungkan aliran listrik, 2. Tekan tombol ON untuk steker dengan

menghidupkan alat tersebut, 3. Set ukuran ketebalan bahan yang akan dibuat lembaran, 4. Pasang alat untuk pembuatan mie, 5. Masukkan bahan yang akan dibuat lembaran, 6. Keluarkan bahan dari alat

pembuat mie, 7. Bersihkan sisa-sisa bahan yang masih menempel pada alat, 8. Tekan tombol OFF untuk

mematikan alat tersebut, 9. Lepaskan steker dari

sambungan aliran listrik.

11

No. 8.

Nama Alat Exhaust Fan

Kegunaan

Cara Penggunaan kabel listrik

Alat untuk menukar 1. Sambungkan udara.

exhaust fan dengan arus listrik, 2. Tarik saklar gantung sekali, maka fan akan berputar kearah kiri (untuk mengalirkan udara dari ruangan) 3. Tarik saklar gantung dua kali maka fan akan berputar kearah kanan (untuk mengalirkan udara kedalam ruangan) 4. Matikan exhaust fan dengan cara menarik saklar gantung tiga kali. 5. Lepas kabel penyambung maka aliran listrik akan putus.

Drill Mill

Alat untuk mencetak snack chiki. yang berupa

1. Tentukan lubang saringan atau potongan jagung yang akan digunakan (40 cm, 60 cm, 80 cm, dst.) 2. Masukkan bahan atau jagung yang akan diproses. 3. Sambungkan alat ke arus listrik, 4. Tekan tombol ON untuk

menghidupkan alat, 5. Bahan siap diproses 6. Jika telah selesai maka tekan tombol OFF untuk mematikan alat 7. Lepaskan kabel dari sambungan listrik, 8. Bersihkan alat dari bahan-bahan yang menempel. 10 APAR Untuk memadamkan api 1. Ambil APAR dari tempatnya dengan cara ditarik kearah atas

12

No.

Nama Alat

Kegunaan

Cara Penggunaan 2. Buka selang dan penutupnya, arahkan ke sumber api, 3. Tarik kawat segel alat pemadam kebakaran ringan, 4. Tekan handel agar gas

menyemprot keluar, 5. Perhatikan dengan baik cara membuka segel alat ini karena tabung ini bertekanan CO2.

Peralatan lain yang berada di laboratorium Olah dua yaitu teplon besar, teplon sedang, teplon kecil, dandang stainless steel (kukus), dandang stainless steel, dandang alumunium besar, dandang alumunium (kukus), dandang stainless steel kecil, wajan alumunium, dandang alumunium kecil, gelas ukur plastik, saringan minyak, roll roti, parutan singkong, parutan kelapa, Loyang persegi besar, Loyang persegi sedang, Loyang persegi kecil, Loyang kotak besar, cup sealer, saringan rotan besar, mixer Philips, deep friyer, panci stainless sedang, panci presto, nampan, tutup panci sedang, tutup panci stainless, tutup panci besar, cetakan tahu, cobek, tutup panci kecil, Sedangkan bahan-bahan yang terdapat dalam laboratorium olah dua yaitu stater yoghurt, ST+LB 800ml, stater yoghurt, ST

+LB 300ml, stater nata de coco 600ml, susu krim dancow 1pcs, essence lychee 250 ml, essence nanas 200ml, sirup ABC 1pcs, vanili Kristal,sarden, baking powder, sarden ABC, selai nanas, cloudy fied. 2.4 Metode dan Prosedur Pengujian Beberapa metode yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi atau berdasarkan penggunaannya, yaitu : a. Metode standar merupakan metode yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi atau Badan Standarisasi Nasional suatu Negara atau Badan Internasional. b. Metode resmi biasanya digunakan oleh lembaga atau organisasi pemerintah atau swasta dalam suatu pengujian dengan tujuan agar hasil pengujian sesuai dengan standar yang ditetapkan. 13

Laboratorium pengujian yang menerapkan GLP dapat menghindari kekeliruan atau kesalahan yang mungkin timbul, sehingga menghasilkan data yang tepat, akurat dan tak terbantahkan, yang pada akhirnya dapat dipertahankan secara ilmiah maupun secara hukum. Sebagai alat manajemen, GLP bukan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan ilmiah namun hanya merupakan pelengkap dalam praktek berlaboratorium untuk mencapai mutu data hasil uji yang konsisten. a. Keamanan Laboratorium Tujuan keselamatan kerja adalah untuk melindungi tenaga kerja lainnya atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas, menjamin keselamatan orang lain yang berada ditempat kerja atau laboratorium dan sumber produksi dipelihara dipergunakan secara aman dan efisien. Khusus untuk pengunjung laboratorium, wajib mengikuti ketentuan berikut: Pengguna Laboratorium yang akan masuk ke laboratorium harus mendapat izin dari kepala laboratorium dan mengisi buku tamu. Pengguna Laboratorium yang memasuki ruangan laboratorium diwajibkan memakai perlengkapan laboratorium, seperti jas laboratorium, sepatu laboratorium, dan sarung tangan . Pengguna Laboratorium dilarang minum dan makan dan melakukan aktivitas lain di laboratorium. Pengguna Laboratorium dilarang mengganggu segala aktivitas di laboratorium. Pengguna Laboratorium tidak boleh meminjam alat-alat laboratorium dan mengambil gambar dalam area laboratorium kecuali mendapat izin dari kepala laboratorium.

b.

Sistem Mutu Untuk dapat mempertahankan konsistensi data hasil uji yang absah tak

terbantahkan,

laboratorium

pengujian

hendaknya

merencanakan

semua

14

kegiatannya secara sistematik, sehingga memberikan kepercayaan kepada pelanggan bahwa data yang dihasilkan tersebut telah memenuhi persyaratan mutu. Hal ini dimungkinkan apabila laboratorium menetapkan, menerapkan dan memelihara sistem mutu yang sesuai ruang lingkup kegiatannya. Sistem mutu harus didokumentasikan secara penuh dan paling tidak mempunyai informasi sebagai berikut : 1. Ruang lingkup tugas laboratorium. 2. Organisasi dan staf laboratorium. 3. Operasi, kalibrasi dan jadwal maintenance peralatan dan instrumentasi. 4. Spesifikasi dan instruksi penyimpanan bahan kimia dan reagen. 5. Inventarisasi prosedur test dan analisa secara komplit dan rinci. 6. Inventarisasi penuh dan rinci tentang semua SRM (Standard Reference Material) baik yang disertifikasi maupun khusus untuk laboratorium (in house) guna validasi analisa dan kalibrasi peralatan. 7. Dokumentasi, penyimpanan dan arsip yang memadai untuk catatan contoh, data analisa mentah (raw), laporan akhir test dan validasi hasil termasuk SRM. Dokumentasi sistem mutu tersebut harus dikomunikasikan, dimengerti dan diterapkan oleh semua personel laboratorium yang bersangkutan. Sistem mutu harus dikembangkan menjadi dokumen kerja yang merinci kebijakan dan tujuan serta keterkaitannya pada praktek berlaboratorium yang benar (GLP). Dokumen sistem mutu harus ditinjau sedikitnya sekali dalam setahun oleh administrasi dan kepala laboratorium yang berwenang untuk menjamin kesesuaian dan efektifitasnya secara berkesinambungan serta melakukan perubahan atau penyempurnaan jika diperlukan. Semua dokumen tersebut dipengang oleh administrasi. c. Kondisi Akomodasi dan Lingkungan Laboratorium harus mempunyai ukuran, konstruksi, lokasi dan sistem pengendalian yang memadai agar dapat memenuhi tugas dan fungsi laboratorium. Desain yang tidak tepat dan fasilitas laboratorium yang kurang terawat dapat

15

mengurangi mutu data hasil uji dan atau kalibrasi, operasional kegiatan laboratorium, kesehatan dan keselamatan, serta moralitas personel laboratorium. Pemeliharaan kondisi akomodasi dan lingkungan laboratorium yang baik, selain untuk mencapai keabsahan mutu data juga dapat melindungi personel laboratorium dari bahaya bahan kimia, kebakaran, serta bahaya lain yang timbul. Kegiatan ini dilakukan oleh teknisi. d. Fasilitas Laboratorium 1. Pencahayaan Cahaya matahari didapatkan dari jendela kaca yang luas dan banyak serta laboratorium olah 2 memiliki tempat khusus untuk

penyimpanan dan penempatan alat atau mesin pengolahan Menurut Th. Sukardi, 2011 Pencahayaan dalam laboratorium yang diperlukan berkisar antara 540 1075 lux atau lumen per m2 pada area kerja. Kualitas dan intensitas pencahayaan harus dikontrol agar masih dalam kisaran yang dapat diterima. Untuk itu, seluruh rekaman pencahayaan dalam laboratorium serta pengendaliannya harus dipelihara. 2. Ventilasi Ventilasi harus didesain sedemikian rupa sehingga

memungkinkan kontaminasi udara yang terjadi di ruang laboratorium yang disebabkan bahan kimia dapat keluar dan digantikan dengan udara segar. Sistem ventilasi laboratorium dapat dilakukan dengan

menggunakan ventilasi alami dan buatan (AC). Jika digunakan AC di ruang laboratorium maka kebutuhan AC pada ruangan tersebut diperhitungkan sebesar 1 PK untuk 20 m2. Penggunaan ventilasi alami tidak dimungkinkan pada ruang instrumentasi, ruang srteril, atau ruang timbang karena akan menyebabkan adanya debu atau pergerakan udara yang dapat mempengaruhi peralatan dan instrumentasi laboratorium. Seluruh sistem ventilasi laboratorium harus dimonitor setidak-tidaknya 3 bulan sekali jika pemantauan kontinu tidak tersedia, serta harus dievaluasi ulang ketika ada perubahan pada sistem tersebut. Persyaratan tersebut sudah dilakukan di lab olah 2.

16

3. Sumber Energi Laboratorium harus memastikan bahwa sumber energi cukup untuk kegiatan operasionalnya. Selain itu, laboratorium harus

mempunyai jenset untuk cadangan energi apabila sewaktu-waktu ada pemadaman aliran listrik. Jika laboratorium menggunakan peralatan instrumentasi, kestabilan arus listrik adalah hal yang perlu diperhatikan, karena arus listrik akan sangat mempengaruhi kinerja instrumentasi yang mempunyai sensitivitas tinggi. Karena itu perlu dipertimbangkan penggunaan stabiliser, disamping isolated ground circuit dan instalasi listrik yang memenuhi persyaratan. 4. Persediaan Air Laboratorium harus memastikan persediaan air cukup untuk kegiatan operasional, baik air destilasi, air bidestilasi, air demineralisasi, air untuk keperluan sehari-hari, misalnya air untuk pencucian peralatan gelas, cuci tangan, atau keperluan di kamar kecil. 5. Alat Keselamatan Fasilitas dan peralatan keselamatan harus tersedia untuk menjamin lingkungan kerja yang bersih dan aman, diantaranya meliputi : almari asam dan almari pengaman, informasi safety, alat untuk menangani tumpahan bahan kimia pakaian kerja, dan alat pelindung diri, saluran air dengan kran dan shower, saluran gas dengan kran sentral, jaringan listrik yang dilengkapi dengan sekering atau pemutus arus, kotak p3k yang berisi lengkap obat, nomor telepon kantor pemadam kebakaran, rumah sakit, dan dokter., alat pemadam kebakaran yang siap pakai. Namu beberapa fasilitas tersebut penyediaannya masih kurang pada lab olah 2. 6. Meja Kerja dan Area kerja Personel Laboratorium Meja kerja sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan personel dalam melakukan kegiatan operasional laboratorium. Biasanya tinggi

17

meja kerja sekitar 80 cm, lebar 90 cm, sedangkan panjang disesuaikan dengan ruangan yang ada. Untuk pemilihan meja laboratorium harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :terbuat dari bahan yang kuat, halus dan rata, kedap air, dibersihkan. Jarak minimum antar meja kerja harus dipertimbangkan untuk kenyamanan dalam melakukan kegiatan laboratorium. Posisi meja kerja sedapat mungkin tidak mengganggu kegiatan personel lain. tahan terhadap bahan kimia, mudah

2.5 Pelaporan Hasil Laporan pengujian merupakan suatu laporan akhir terhadap kegiatan pengujian dan didistribusikan kepada pelanggan serta disimpan sebagai arsip laboratorium. Setiap hasil pengujian yang dilakukan oleh laboratorium harus dilaporkan secara akurat, jelas, tidak menimbulkan keraguan dan objektif, serta sesuai dengan instruksi yang spesifik dalam metode pengujian. Contoh data yang dihasilkan oleh laboratorium harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Objektif : Semua bahan dan alat yang dicek harus berada di tempat yang sama. b.Representatif : 20% alat dan bahan yang dibeli dan digunakan dalam waktu yang sama dicek untuk mewakili data yang lain.. c. Teliti dan tepat : setelah dicek, hasil pengecekan diberikan kepada penanggung jawab laboratorium olah dua untuk mengetahui kebenarannya.. d.Tepat waktu : peralatan yang ada dilaboratorium di cek sebelum dan sesudah digunakan. e.Relevan : penanggung jawab memberikan perintah selanjutnya setelah mengetahui keadaan laboratorium. 2.6 Dokumentasi dan Rekaman Laboratorium harus mempunyai dan mengembangkan sistem dokumentasi dan rekaman yang sesuai dengan kebutuhannya dalam menerapkan praktek

18

berlaboratorium yang baik (GLP). Rekaman data hasil uji, pemrosesan, serta penerbitan laporan hasil uji merupakan unsur yang sangat penting dalam keseluruhan proses pengujian. Rekaman dapat berupa hard copy atau media elektronik. Seluruh rekaman data yang berhubungan dengan pengujian harus mudah dibaca, didokumentasikan, dan dipelihara sedemikina rupa sehingga rekaman tersebut dapat mudah diperoleh kembali dengan cepat sampai batas waktu yang ditentukan. Selain itu, rekaman tersebut harus disimpan pada lokasi yang memadai untuk mencegah kerusakan, kehilangan dan harus dijamin aman serta rahasia. Biasanya rekaman disimpan selama 5 tahun, dan kemudian dimusnahkan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh laboratorium.

(Madbardo.2010.) Laboratorium Olah dua diperiksa setiap dua minggu sekali, pemeriksaan dilakukan oleh teknisi, dan dicatat dan di rekam oleh administrasi dengan bentuk video, serta foto. Kemudian hasil pengecekan tersebut dilaporkan kepada penanggung jawab laboratorium olah dua dan wakilnya. L. Inspeksi dan Assesmen Dalam ruangan laboratorium harus disediakan APD (Alat Pelindung Diri), P3K, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), semua alat tersebut harus diperiksa dan diperbaiki dua minggu sekali. K. Bangunan Laboratorium Laboratorium harus memiliki tempat atau ruangan untuk menyimpan alat dan bahan ditempat yang terpisah serta mudah dijangkau. Kondisi tempat penyimpanan harus tetap terawat dan disertai simbol-simbol adanya bahaya maupun sifat bahan tersebut. Keadaan lantai harus selalu bersih, kedap air, tidak licin, rata, sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air. Dinding tembok, jendela. Langitlangit, Kerangka bangunan, pipa-pipa, lampu-lampu, dan benda-benda lain yang berada disekitar pengujian. Terutama keadaan ventilasi dan pencahayaan harus tersedia dengan cukup dan dapat berfungsi dengan baik.

19

Semua peralatan yang digunakan dalam laboratorium olah dua harus segara dibersihkan setelah digunakan dengan penangganan hati-hati. Keadaan air bersih yang digunakan dalam pengolahan harus memenuhi persyaratan kebersihan sanitasi dan hygiene sehingga akan tercengah dari kontaminasi.

20

III.

KESIMPULAN

Good Laboratory Practice (GLP) sangat dibutuhkan untuk megatur stuktur-struktur organisasi, personil, penanganan contoh, metode dan prisedur pengujian, pencatatan data, pelaporan, dan keamanan laboratorium. Setelah kelompok kami menganalisis laboratorium olah 2 pada kampus Diploma IPB, maka dapat disimpulkan bahwa laboratorium lab olah 2 belum menerapkan GLP yang baik, karena masih kurangnya keamanan pada penggunaan alat-alat dan mesin yang ada di dalam laboratorium olah 2 tersebut.

21

DAFTAR PUSTAKA
Madbardo.2010.Good Laboratory Practice (GLP). http://good-laboratorypractice-glp[12/03/2011] Sukardi, Th.2011.Penggunaan Peralatan Lab Pengenalan Dan Pengoperasian Alat Praktek dilaboratorium/Bengkel Kerja.http://webcache.googleusercontent.com[12/03/2011]